Aroma Pedas dari Ulekan Besar Menggoda di Tengah Ramainya Festival Kuliner Bandung

Khansa Khairunsifa
Ditulis oleh Khansa Khairunsifa diterbitkan Minggu 16 Nov 2025, 18:26 WIB
Suasana antusiasme pengunjung saat mengantre untuk mencicipi hidangan Ryorina Kitchen di Parkir Barat Summarecon Mall Bandung. (Sumber: Dok. Ryorina Kitchen | Foto: Rinawati)

Suasana antusiasme pengunjung saat mengantre untuk mencicipi hidangan Ryorina Kitchen di Parkir Barat Summarecon Mall Bandung. (Sumber: Dok. Ryorina Kitchen | Foto: Rinawati)

Di antara ratusan stan makanan yang berjejer, satu pemandangan di Parkir Barat Summarecon Mall Bandung, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, sukses mencuri perhatian ribuan pengunjung di tengah kemeriahan Festival Kuliner Bandung.

Di sana, aroma pedas yang khas dan segar tak henti menyeruak dari sebuah alat ulek sambal berukuran raksasa yang menjadi ikon promosi sebuah usaha kuliner lokal.

Rinawati, pemilik Ryorina Kitchen, menjelaskan bahwa filosofi inti dari hidangan yang mereka sajikan tidak pernah berubah.

"Sambal adalah bagian inti dari hidangan Ayam Penyet dan Geprek kami," katanya.

"Kami ingin pengunjung tahu bahwa sambal yang mereka makan dibuat dari bahan-bahan segar dan diulek dengan cara tradisional, hanya saja kami melakukannya dalam skala yang lebih besar," tambahnya.

Usaha kuliner lokal dari Bandung ini telah memulai bisnisnya sejak tahun 2018, berawal dari dua lokasi sederhana seperti kantin SMP Al Azhar Bandung dan Jalan Buah Batu No. 189-D. Ryorina Kitchen konsisten membawa filosofi utama mereka yaitu fokus pada kualitas sambal yang pedas, segar, dan khas.

Suasana antusiasme pengunjung saat mengantre untuk mencicipi hidangan Ryorina Kitchen di Parkir Barat Summarecon Mall Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Rudi Rudyanto)
Suasana antusiasme pengunjung saat mengantre untuk mencicipi hidangan Ryorina Kitchen di Parkir Barat Summarecon Mall Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Rudi Rudyanto)

Menu andalan mereka, seperti Ayam Penyet Sambal Ijo, Ayam Penyet Sambal Merah, Ayam Geprek, Katsu, dan Katsu Curry, selalu mengutamakan cita rasa otentik yang diperoleh dari penggunaan bahan-bahan berkualitas tinggi.

Komitmen pada kesegaran dan cita rasa asli ini kini diwujudkan dalam pemandangan ikonik yang menjadi daya tarik tersendiri di lokasi perhelatan akbar Festival Kuliner Bandung (FKB) yang berlangsung meriah dari 28 Agustus hingga 28 September 2025.

Kehadiran stan dengan konsep unik dan menarik ini sukses menjaring keramaian pengunjung di festival kuliner. Hal tersebut sekaligus menjadi bukti konsistensi kualitas rasa yang kuat dan berpegang teguh pada tradisi.

"Kami bangga bisa ikut di Festival Kuliner Bandung Summarecon 2025 dan lebih bangga lagi melihat antusias pengunjung terhadap makanan kami, terutama sambal yang kami simpan menggunakan ulekan besar," ujarnya.

Baca Juga: Budaya Ngalaksa: Warisan Leluhur yang Dijaga oleh Warga Rancakalong Sumedang

Ia menekankan, ini bukan sekadar soal rasa, tapi juga soal pengalaman unik yang kami tawarkan kepada pengunjung.

Pemandangan ikonik stan Ryorina Kitchen yang menampilkan ulekan sambal berukuran raksasa telah sukses menjadikannya salah satu titik wajib kunjungan yang paling dicari di Festival Kuliner Bandung. Konsep visual yang unik dan menarik ini langsung menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial, memicu gelombang pengunjung baik dari warga lokal maupun mereka yang datang dari luar kota.

Kisah Ryorina Kitchen menunjukkan bahwa konsistensi, berpegang teguh pada filosofi awal, dan inovasi konsep visual yang berani mampu membawa usaha kuliner lokal bersinar di panggung festival kuliner terbesar. Mereka membuktikan bahwa elemen sederhana seperti sambal, jika dikemas dengan keunikan, bisa menjadi magnet yang kuat. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Khansa Khairunsifa
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University, Angkatan 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 25 Feb 2026, 10:24

Bukan Sekadar Bangun Pagi, 5 Tradisi Sahur Penuh Cinta

Ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi, iya. Cari amal, iya. Hiburan juga iya. Tapi yang paling terasa itu silaturahmi. Karena di luar Ramadan jarang sekali bisa kumpul seramai ini.

Tradisi membangunkan sahur di kota dan pedesaan. (Sumber: Instagram | Foto: @sekeloaselatann)
Beranda 25 Feb 2026, 06:39

Makhluk Kecil Ini Ungkap Kondisi Sebenarnya Air Sungai di Teras Cikapundung

Penelitian terbaru di Teras Sungai Cikapundung menunjukkan bahwa kualitas air di hulu sungai Bandung kini berada dalam status tercemar sedang akibat limbah domestik dan aktivitas peternakan

Petugas bersama masyarakat melakukan bersih-bersih Teras Cikapundung, Kota Bandung, Kamis 16 Mei 2024. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Beranda 24 Feb 2026, 18:47

Di Simpul Kredit dan Hunian: Transformasi Pembiayaan Perumahan dalam Lanskap Stabilitas Perbankan

Di simpul antara kebijakan makro dan kebutuhan rumah tangga, pembiayaan perumahan berdiri sebagai jembatan.

Warga beraktivitas di salah satu komplek perumahan bersubsidi di Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 24 Feb 2026, 15:31

Ramadan di Masjid Lautze 2: Saling Berbagi dan Tak Pernah Bertanya Latar Belakang

Pengemis, pengemudi ojek online, pekerja harian, musafir, hingga warga sekitar yang sekadar ingin mampir, duduk dalam barisan yang sama. Tak ada kursi khusus, tak ada sekat sosial.

Suasana ramadan di Masjid Lauetze 2 di Jalan Tamblong, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 15:01

Miskin di Ruang yang Rusak: Menggugat Politik Kemiskinan Ekologis di Indonesia

Mengkritik politik kemiskinan ekologis: warga miskin hidup di ruang rusak, sementara bansos hanya jadi solusi tambal sulam struktural.

Gundukan sampah. (Sumber: Pexels | Foto: Mumtahina Tanni)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 13:37

Ramadan yang Bukan Sekadar Fasting dalam Bahasa Inggris

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, seseorang tidak cukup hanya memahami konsep fasting.

Umat Muslim beribadah di Bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Annas Arfnahri)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 11:58

15 Istilah Penting Ramadan yang Mudah Dipahami WNA Nonmuslim di Indonesia

Untuk memahami Ramadan di Indonesia, memahami istilah-istilah kuncinya adalah langkah awal yang penting.

Pedagang takjil di bulan Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Umar ben)
Beranda 24 Feb 2026, 11:52

RW 15 Tembus FYP, Bangunin Sahur Jadi Wadah Berkarya Anak Sekeloa Selatan

Tradisi bangunin sahur anak-anak muda Sekelo Selatan sudah berjalan sejak 2007. Bukan sekadar keliling kampung, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi lintas generasi yang kini viral di media sosial.

Anak-anak muda Sekeloa Selatan pelaku tradisi bangunin sahur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 24 Feb 2026, 08:09

Puasa Perisai Konsumtif

Jangan sampai nilai-nilai Ramadan ini tereduksi menjadi sekadar simbol dan rutinitas di tengah derasnya arus budaya konsumtif.

Pengunjung belanja pada Gelar Produk Pasar Tani di Bale Asri Pusdai, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 18 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 20:20

Reforma Agraria di Punclut: Negara Hadir atau Abai?

Di lereng yang menjadi bagian dari Kawasan Bandung Utara (KBU) itu, warga telah puluhan tahun menggarap lahan ex-erfpacht verponding.

Pertemuan warga Punclut (Foto: Dokumen Mang Aqli)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 16:20

Kumpulan Kata yang Mendadak Ramai Diucap Pas Ramadan

Berikut kumpulan kata khas Ramadan yang sering digunakan beserta maknanya.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Bandung 23 Feb 2026, 15:25

Strategi Bertahan Gado Gado Gerobakan Cibadak Menembus Batas Zaman dan Pandemi

Merintis bisnis bukanlah wacana yang mudah. Perencanaan yang matang hingga eksekusi bisnis sampai di tahap mempunyai pelanggan setia, bukanlah proses yang mudah.

Kuliner tradisional yakni gado-gado gerobakan di kawasan Cibadak milik Efendi Wahyudin. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 14:18

Di Balik Kumpulan Kata Khas Ramadan, Memahami Bahasa dan Makna Sosial

Memahami istilah-istilah khas Ramadan berarti memahami bagaimana bahasa berfungsi sebagai medium pengalaman kolektif.

Seorang anak sedang mengaji. (Sumber: Pixabay | Foto: Joko_Narimo)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 12:13

Bahasa yang Menjadi Kontrol Sosial Kala Ramadan

Di Bulan Suci ini, bahasa menjaga puasa kita tetap tuntas dengan baik.

Ilustrasi orang Indonesia berkumpul di sebuah warung. (Sumber: Pexels | Foto: Noval Gani)
Ayo Netizen 23 Feb 2026, 09:07

Mendadak Pasar Takjil Ramadan

Yang membuat Pasar Takjil menarik, di antaranya adalah suasananya yang meriah dan penuh kejutan.

Pasar Takjil dadakan di Jalan Gading Tutuka, Kabupaten Bandung. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 18:04

Sejarah Es Cendol Elizabeth yang Selalu Menjadi Minuman 'Bintang' di Saat Ramadan

Kisah Es Cendol Elizabeth berawal dari cerita Haji Rohman pada 1972 yang ditinggal pergi ayahnya.

Es Cendol Elizabeth. (Sumber: Instagram @escendolelizabethofficial)
Bandung 22 Feb 2026, 15:08

Manisnya Berkah Ramadan di Jalan Cibadak, Kisah Pak Heri Merawat Tradisi Es Goyobod di Tengah Gempuran Zaman

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini.

Eksistensi pedagang Es Goyobod di kota kembang membuktikan bagaimana peran kuliner tradisional tetap hidup di zaman yang terus berkembang dan tak terbatas ini. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 15:02

Ngabuburead: Menemukan Ketenangan di Tengah Riuh Ramadan Jawa Barat

Inilah tren 'Ngabuburead', cara baru menepi lewat konten digital yang lebih intim dan berisi.

Media digital. (Sumber: Unsplash | Foto: @felirbe)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 11:43

Lembang Tempo Dulu

Dahulu Lembang adalah sebuah kawasan hijau yang pada masa VOC memiliki sebuah upeti istimewa.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 22 Feb 2026, 09:36

Miéling Poé Basa Indung: Jejak Panjang Pers Sunda

Denyut pers Sunda sebenarnya telah terdengar sejak akhir abad ke-19 melalui penerbitan seperti Sunda Almanak (1894) dan Panemu Guru (1906).

Wajah baru Majalah Mangle dalam manajemen Pusat Budaya Sunda Unpad. (Sumber: Dokumentasi Penulis)