Aroma Pedas dari Ulekan Besar Menggoda di Tengah Ramainya Festival Kuliner Bandung

2 menit baca
Khansa Khairunsifa
Ditulis oleh Khansa Khairunsifa diterbitkan
Suasana antusiasme pengunjung saat mengantre untuk mencicipi hidangan Ryorina Kitchen di Parkir Barat Summarecon Mall Bandung. (Sumber: Dok. Ryorina Kitchen | Foto: Rinawati)
Suasana antusiasme pengunjung saat mengantre untuk mencicipi hidangan Ryorina Kitchen di Parkir Barat Summarecon Mall Bandung. (Sumber: Dok. Ryorina Kitchen | Foto: Rinawati)

Di antara ratusan stan makanan yang berjejer, satu pemandangan di Parkir Barat Summarecon Mall Bandung, Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, sukses mencuri perhatian ribuan pengunjung di tengah kemeriahan Festival Kuliner Bandung.

Di sana, aroma pedas yang khas dan segar tak henti menyeruak dari sebuah alat ulek sambal berukuran raksasa yang menjadi ikon promosi sebuah usaha kuliner lokal.

Rinawati, pemilik Ryorina Kitchen, menjelaskan bahwa filosofi inti dari hidangan yang mereka sajikan tidak pernah berubah.

"Sambal adalah bagian inti dari hidangan Ayam Penyet dan Geprek kami," katanya.

"Kami ingin pengunjung tahu bahwa sambal yang mereka makan dibuat dari bahan-bahan segar dan diulek dengan cara tradisional, hanya saja kami melakukannya dalam skala yang lebih besar," tambahnya.

Usaha kuliner lokal dari Bandung ini telah memulai bisnisnya sejak tahun 2018, berawal dari dua lokasi sederhana seperti kantin SMP Al Azhar Bandung dan Jalan Buah Batu No. 189-D. Ryorina Kitchen konsisten membawa filosofi utama mereka yaitu fokus pada kualitas sambal yang pedas, segar, dan khas.

Suasana antusiasme pengunjung saat mengantre untuk mencicipi hidangan Ryorina Kitchen di Parkir Barat Summarecon Mall Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Rudi Rudyanto)
Suasana antusiasme pengunjung saat mengantre untuk mencicipi hidangan Ryorina Kitchen di Parkir Barat Summarecon Mall Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Rudi Rudyanto)

Menu andalan mereka, seperti Ayam Penyet Sambal Ijo, Ayam Penyet Sambal Merah, Ayam Geprek, Katsu, dan Katsu Curry, selalu mengutamakan cita rasa otentik yang diperoleh dari penggunaan bahan-bahan berkualitas tinggi.

Komitmen pada kesegaran dan cita rasa asli ini kini diwujudkan dalam pemandangan ikonik yang menjadi daya tarik tersendiri di lokasi perhelatan akbar Festival Kuliner Bandung (FKB) yang berlangsung meriah dari 28 Agustus hingga 28 September 2025.

Kehadiran stan dengan konsep unik dan menarik ini sukses menjaring keramaian pengunjung di festival kuliner. Hal tersebut sekaligus menjadi bukti konsistensi kualitas rasa yang kuat dan berpegang teguh pada tradisi.

"Kami bangga bisa ikut di Festival Kuliner Bandung Summarecon 2025 dan lebih bangga lagi melihat antusias pengunjung terhadap makanan kami, terutama sambal yang kami simpan menggunakan ulekan besar," ujarnya.

Baca Juga: Budaya Ngalaksa: Warisan Leluhur yang Dijaga oleh Warga Rancakalong Sumedang

Ia menekankan, ini bukan sekadar soal rasa, tapi juga soal pengalaman unik yang kami tawarkan kepada pengunjung.

Pemandangan ikonik stan Ryorina Kitchen yang menampilkan ulekan sambal berukuran raksasa telah sukses menjadikannya salah satu titik wajib kunjungan yang paling dicari di Festival Kuliner Bandung. Konsep visual yang unik dan menarik ini langsung menyebar dengan cepat di berbagai platform media sosial, memicu gelombang pengunjung baik dari warga lokal maupun mereka yang datang dari luar kota.

Kisah Ryorina Kitchen menunjukkan bahwa konsistensi, berpegang teguh pada filosofi awal, dan inovasi konsep visual yang berani mampu membawa usaha kuliner lokal bersinar di panggung festival kuliner terbesar. Mereka membuktikan bahwa elemen sederhana seperti sambal, jika dikemas dengan keunikan, bisa menjadi magnet yang kuat. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Khansa Khairunsifa
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University, Angkatan 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)