Bukan Lagi Kafe, tapi Hutan: Gen Z Bandung Temukan Ketenangan di Tahura Djuanda

nindy lazuar
Ditulis oleh nindy lazuar diterbitkan Minggu 16 Nov 2025, 12:00 WIB
Sejumlah pengunjung berjalan santai di bawah rindangnya pepohonan, 7 November 2025, berlokasi di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nindy Lazuar)

Sejumlah pengunjung berjalan santai di bawah rindangnya pepohonan, 7 November 2025, berlokasi di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Kota Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Nindy Lazuar)

Sinar matahari pagi menembus rimbunnya pepohonan, memantulkan cahaya lembut di antara jalan setapak yang terasa dingin dan lembap karena embun. Udara sejuk berpadu dengan hangatnya dan tawa riang sekelompok anak muda yang sibuk berfoto dan bercanda di antara rimbunnya hutan.

Suasana menyenangkan namun tenang itu seolah menegaskan bahwa bagi anak muda Bandung, ketenangan tak hanya ditemukan di Kafe saja, tapi juga di alam bebas. Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, Kota Bandung, Minggu (9/11/2025).

Kalau dulu nongkrong identik dengan Kafe estetik dan playlist akustik, kini suasana alam justru jadi pilihan utama bagi sebagian besar anak muda. Di Tahura, mereka bisa mengobrol tanpa bising musik, berfoto di bawah cahaya matahari yang menembus daun, atau sekadar menikmati angin pagi.

Matahari pagi menyinari jalan menuju Tahura dengan lembut, Jumat (07/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Nindy Lazuar)
Matahari pagi menyinari jalan menuju Tahura dengan lembut, Jumat (07/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Nindy Lazuar)

Keindahan alam yang alami, tiket masuk yang terjangkau, serta udara segar jadi alasan sederhana kenapa banyak yang lebih memilih hutan daripada Kafe. Tempat ini juga memiliki berbagai spot menarik seperti Goa Belanda, Goa Jepang, serta jalur trekking untuk kegiatan healing ringan bersama teman atau pasangan.

Menurut Nadhira Faza, Front Office Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, jumlah pengunjung muda semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

“Iya, sekarang pengunjung Tahura memang semakin beragam,” ungkap Nadhira.

“Banyak anak muda datang bukan cuma buat olahraga atau trekking, tapi juga sekadar nongkrong, foto-foto, bahkan ada juga yang ngedate di sini. Kami senang, artinya mereka melihat alam sebagai tempat yang menyenangkan, bukan sesuatu yang membosankan,” tambahnya.

Wawancara Nadhira Faza, Front Office Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung, Jumat (07/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Nindy Lazuar)
Wawancara Nadhira Faza, Front Office Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung, Jumat (07/11/2025). (Sumber: Dokumentasi Nindy Lazuar)

Selain dua goa dan penangkaran rusa yang sudah terkenal, Tahura juga menyimpan permata tersembunyi yang belum banyak diketahui oleh para pengunjung muda. Namanya Curug Dago, air terjun mungil yang berjarak cukup jauh dari jalur utama dan harus melewati kawasan pedesaan warga setempat.

Meski aksesnya agak menantang, keindahan yang disuguhkan membuat rasa lelah terbayar, di sana berdiri sebuah kuil peninggalan Thailand yang masih terawat.

“Pihak kami juga sudah beberapa kali berkomunikasi langsung dengan perwakilan dari Thailand untuk membantu renovasi kuil tersebut,” jelas Nadhira.

Bersama Nadhira Faza, Front Office Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung. setelah melakukan sesi wawancara di depan kantor kepala UPTD Tahura, Jumat (07/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Nindy Lazuar)

Bagi pengunjung yang sudah sampai di Curug Dago, suasana yang ditawarkan jauh lebih tenang dan alami dibanding area goa yang ramai. Suara air jatuh berpadu dengan angin lembut menciptakan atmosfer menenangkan, cocok untuk refleksi diri atau sekadar berbagi cerita dengan teman.

Kini, Tahura Djuanda bukan lagi sekadar destinasi wisata alam, tapi sudah menjadi bagian dari gaya hidup baru anak muda Bandung. Hutan kini bukan lagi tempat sunyi, melainkan ruang nyaman untuk tertawa, bercanda, dan mencari ketenangan tanpa harus mengeluarkan banyak biaya.

Fenomena ini menunjukan bahwa bagi generasi muda, kebahagiaan bisa ditemukan dari hal-hal sederhana termasuk berjalan di bawah pepohonan tinggi. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

nindy lazuar
Tentang nindy lazuar
Mahasiswa Digital Public Relations, and Part of @imasctelkomuniv

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)