Viral di Sosmed tapi Tak Sesuai Ekspektasi? Fakta di Balik Pesona Tebing Keraton Bandung

sherina khairunisa
Ditulis oleh sherina khairunisa diterbitkan Jumat 14 Nov 2025, 20:47 WIB
Langit pagi mewarnai Tebing Keraton dengan sambutan suasana yang syahdu Kabupaten Bandung (25/10/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis) (Foto: Sherina Khairunisa)

Langit pagi mewarnai Tebing Keraton dengan sambutan suasana yang syahdu Kabupaten Bandung (25/10/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis) (Foto: Sherina Khairunisa)

Suasana tenang dan alam yang masih terdiam menyambut pengunjung yang datang ke Tebing Keraton di Kampung Pakar, Desa Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/10/2025). Tebing Keraton Bandung ramai menjadi perbincangan karena viral di sosial media sebagai destinasi dengan pemandangan yang indah. Namun, sebagian pengunjung menilai pesona tersebut tidak selalu sesuai ekspektasi yang beredar di sosial media.

Santika dan Fitri merupakan salah satu dari banyaknya pengunjung yang datang ke Tebing Keraton Bandung yang merupakan destinasi wisata alam Taman Hutan Raya (Tahura) Ir. H. Djuanda. Destinasi wisata alam ini sering dijadikan tempat untuk olahraga karena menawarkan suasana yang nyaman dan udara yang segar.

Namun, mereka merasa sedikit kecewa karena pemandangan di Tebing Keraton tidak selalu sama dengan yang terlihat di sosial media. Mereka merasa datang terlalu siang sehingga tidak mendapatkan pemandangan yang estetik seperti di sosial media.

“Tidak sesuai yah, tapi mungkin kita waktunya salah, terlalu siang, dan mungkin foto yang diambil di sosial media pada waktu-waktu tertentu,” ujar Santika.

Santika dan Fitri menilai bahwa waktu kedatangan sangat menentukan kualitas panorama yang terlihat dari puncak tebing tersebut. Namun, mereka tetap menikmati pemandangan alam di Tebing Keraton karena mereka merasa butuh untuk refreshing dari banyaknya kegiatan kantor.

Santika serta rekannya Fitri berpendapat bahwa pemandangan dan suasana akan terlihat lebih bagus saat matahari terbit. Maka dari itu, mereka menyarankan kepada wisatawan untuk datang lebih pagi agar dapat menikmati pemandangan yang lebih estetik.

“Saya sarankan datangnya pada saat pagi, supaya terlihat syahdunya,” kata Santika.

Menurut Fitri, karena datang terlalu siang ia tidak dapat melihat embun atau kabut seperti yang berada di sosial media.

“Embunnya juga tidak terlihat, mungkin sudah tidak terlihat karena terlalu siang, ” ucapnya. Hasil foto yang berada di sosial media juga memungkinkan adalah hasil yang sudah diedit agar terlihat lebih estetik dan indah.

Tak usai disitu, Santika, juga mengatakan Tebing Keraton menawarkan suasana syahdu dan udara segar yang cocok untuk aktivitas olahraga ringan. Ia menjelaskan bahwa dirinya dan rekannya, Fitri, memilih melakukan pendakian sebagai bagian dari rutinitas olahraga akhir pekan. Menurutnya, suasana alam yang tenang memberikan kenyamanan bagi pengunjung yang mencari tempat melepas penat.

Selain panorama, jalur menuju Tebing Keraton juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang menyukai kegiatan fisik ringan. Santika menilai jalur menanjak yang tidak terlalu ekstrem justru membuat perjalanan terasa menyenangkan dan memberi kesempatan untuk menikmati suasana alam sekitar.

Dari segi fasilitas, keduanya mengakui bahwa area wisata cukup terawat dengan baik dan ketersediaan CCTV di beberapa titik tebing juga memberikan rasa aman bagi wisatawan. Santika dan Fitri berharap para wisatawan dan pengelola sama-sama menjaga kebersihan kawasan alam tersebut.

Keduanya berencana untuk kembali mengunjungi Tebing Keraton pada lain waktu dan memilih datang lebih pagi agar bisa mendapatkan panorama sesuai ekspektasi. Menurut mereka, momen kunjungan terbaik adalah saat matahari baru terbit dan kabut masih menyelimuti lembah, sebagaimana yang banyak ditampilkan di sosial media. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

sherina khairunisa
Mahasiswi Digital Public Relations Telkom University, Angkatan 2024, CATLOVER

Berita Terkait

News Update

Beranda 11 Apr 2026, 08:51

JPO Berkarat dan Berlubang Membahayakan Pelajar di Batas Kota Bandung–Cimahi, Tanggung Jawab Siapa?

JPO di Jalan Amir Machmud rusak parah: lantai berlubang, berkarat, dan tanpa atap pelindung, membahayakan pejalan kaki terutama pelajar.

Pelejar berjalan di JPO di Jalan Amir Machmud, perbatasan Kota Bandung dan Cimahi, Jumat, 10 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 20:01

Antara Bandung yang Kubayangkan dan Kenyataan yang Kutemui

Bagi banyak orang, Bandung selalu punya tempat istimewa dalam imajinasi.

Jalan Asia-Afrika, depan Alun-Alun Kota Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Suci Firda)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 18:23

WFH sebagai Cermin Budaya Kerja Aparatur

Hilangnya kehadiran fisik dalam WFH menantang organisasi untuk membangun sistem penilaian kerja yang berbasis output dan tanggung jawab.

Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). (Sumber: Diskominfo Depok)
Bandung 10 Apr 2026, 16:36

Mengenal Dongmoon Dimsum, Ikon Kuliner Baru di Pasar Cihapit yang Viral Lewat Varian Mentai

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum tetap kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung.

Di tengah gempuran tren kuliner viral yang silih berganti, Dongmoon Dimsum kokoh menancapkan eksistensinya, memperkuat jajaran destinasi kuliner di Pasar Cihapit, Bandung. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ikon 10 Apr 2026, 15:17

Sejarah Istana Cipanas, Warisan Kolonial di Kaki Gunung Gede Pangrango

Istana Cipanas bermula dari rumah singgah abad ke-18, berkembang menjadi istana kepresidenan yang menyimpan jejak kolonial, perang, hingga keputusan penting negara

Lukisan Istana Cipanas, Cianjur, tahun 1880-1890-an. (Sumber: Tropenmuseum)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:26

Jelajah Wisata Pangalengan dengan Pilihan Tempat Menginapnya

Pangalengan punya sejarah penginapan panjang, dari Berghotel hingga glamping modern di Rahong dan Situ Cileunca dengan nuansa alam yang menenangkan.

Muara Rahong Hills, salah satu glamping tempat menginap wisatawan di Pangalengan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 10 Apr 2026, 13:18

Panduan Wisata Gunung Guntur, "Semeru"-nya Jawa Barat dengan Panorama Spektakuler

Gunung Guntur menawarkan jalur berpasir terjal, panorama pegunungan luas, serta pengalaman mendaki unik di gunung berapi aktif dekat pusat Kota Garut.

Gunung Guntur dilihat dari kawasan pemandian Cipanas, Garut (Sumber: Wikimedia)
Beranda 10 Apr 2026, 09:29

Power of Ibu-ibu Cibogo Mengubah Sampah Jadi Gerakan Kolektif yang Berdampak Nyata

Power of Ibu-Ibu Cibogo mengubah pengelolaan sampah rumah tangga menjadi gerakan kolektif yang berdampak, menghadirkan solusi lingkungan sekaligus manfaat sosial dan ekonomi bagi warga.

Ibu-ibu di Cibogo, Kecamatan Sukajadi mengolah sampah rumah tangga yang memberikan perubahan terhadap kehidupan sosial dan ekonomi warga. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 10 Apr 2026, 08:30

Tren Rambut Lady Diana

Kehebohan para wanita Kota Bandung dari berbagai kalangan usia meniru gaya rambut Lady Diana saat tahun 1980-an

Lady Diana. (Sumber: Flickr | Foto: Joe Haupt)
Bandung 09 Apr 2026, 19:40

Urgensi Literasi Keuangan dan Akselerasi Sektor Riil demi Resiliensi Ekonomi Jawa Barat

Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar: bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi?

Ilustrasi. Di tengah derasnya arus digitalisasi keuangan, Jawa Barat menghadapi tantangan besar bagaimana memastikan inklusi keuangan berjalan selaras dengan literasi. (Sumber: Ayobiz.id/Gemini Generated)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 18:18

Asyiknya Berburu Koran Era 2000-an

Berburu koran tidak hanya mencari informasi, berita, ilmu pengetahuan, melainkan momentum bersejarah saat menerima (menjemput), ikhtiar, harapan dan kenyataan untuk terus belajar sepanjang hayat.

Aa Akil, anak kedua tengah asyik baca koran, Sabtu (4/4/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Wisata & Kuliner 09 Apr 2026, 16:40

Wisata Pantai Patimban, Pesisir Subang Utara yang jadi Pelabuhan Logistik

Pantai Patimban tawarkan sunset, kuliner laut, dan suasana santai, namun kini berubah sejak hadirnya Pelabuhan Internasional.

Pantai Patimban Subang. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 09 Apr 2026, 16:39

Beralih ke Motor Listrik, Ojol Hadapi Dilema Antara Hemat Biaya dan Keterbatasan Jarak

Peralihan ojol ke motor listrik menghadirkan efisiensi biaya, namun dibayangi tantangan jarak tempuh dan infrastruktur, memaksa pengemudi lebih cermat mengatur strategi kerja.

Rizki Ahmad sedang melakukan pengisian baterai motor listrik di Kantor Pos Ujung Berung Kota Bandung, pada Kamis, 9 April 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Toni Hermawan)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 15:02

4 Ide Tulisan Hari Besar Terkait Tema Ayonetizen April 2026: Kartini, Asia-Afrika, sampai Hari Puisi

Bulan April penuh dengan momentum yang bisa diubah jadi cerita.

Warga berwisata di Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Minggu, 30 April 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Bandung 09 Apr 2026, 13:42

Menjembatani Kreativitas dan Regulasi: Menilik Tantangan Ekonomi Kreatif di Bandung

Pemerintah dan pelaku ekraf Bandung bedah regulasi & standar harga pengadaan dalam Ruang Dialog Ekraf guna dorong dampak ekonomi nyata.

Ilustrasi. Ekonomi kreatif (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 13:14

Dari Sampah Menjadi Penjernih Sungai

Mahasiswa Tel-U menggagas website edukasi Ecoenzyme untuk atasi banjir Bojongsoang, Kabupaten Bandung.

Ilustrasi banjir yang menggenang Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 12:03

Doktrin Pemikiran Manusia

Dalam konteks apapun, doktrin menjadikan sebuah pemikiran otak manusia menjadi lebih aktif dalam berbagai permasalahan.

Ilustrasi manusia. (Sumber: Pexels | Foto: beytlik)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 11:18

Acara Radio Legendaris Top Hits Pop Indonesia (THPI) dari Radio Ganesha Bandung

Di Bandung, salah satu acara yang paling ditunggu adalah Top Hits Pop Indonesia (THPI).

Daftar lagu Top Hits Pop Indonesia edisi Desember 1990 yang dimuat di surat kabar Suara Pembaruan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Kin Sanubary)
Beranda 09 Apr 2026, 09:55

Menjembatani Kesenjangan Internet: Antara Fiber, FWA, dan Harapan 5G

Kesenjangan akses internet di Indonesia masih tinggi, sehingga kombinasi fiber optik, 4G, 5G, dan FWA serta kolaborasi pemerintah dan operator jadi kunci pemerataan broadband.

Suasana Seminar Teknologi FTTH, FWA & Mobile Broadband di Aula Timur ITB Kampus Ganesa, yang membahas strategi pemerataan akses internet di tengah kesenjangan infrastruktur digital di Indonesia. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Apr 2026, 09:54

Rambu dan Marka yang Tidak Dipelihara: Ancaman Sunyi di Jalanan Bandung

Rambu pudar, tertutup, dan marka hilang meningkatkan risiko kecelakaan di Bandung. Masalah ini menegaskan pentingnya pemeliharaan infrastruktur jalan.

Salah satu titik yang sering mengalami kemacetan parah di Kota Bandung, persimpangan lampu merah di Jalan Djunjunan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)