Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Penguburan Tembuni di Halaman Rumah dan Filosofi Suku Sunda Sulit Merantau Jauh

Azzahra Nadhira Putri Ramadhan
Ditulis oleh Azzahra Nadhira Putri Ramadhan diterbitkan Jumat 14 Nov 2025, 18:14 WIB
Salah seorang warga sedang menyiram kuburan Tembuni cucunya yang dibantu oleh Ika pada tahun 2019 lalu di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (3/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Azzahra Nadhira)

Salah seorang warga sedang menyiram kuburan Tembuni cucunya yang dibantu oleh Ika pada tahun 2019 lalu di Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (3/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Azzahra Nadhira)

Rintik hujan maghrib dingin yang memudarkan senja seolah menghitung detik waktu yang terus berjalan, diselimuti hangatnya rumah terkuaklah sebuah kisah mengenai Tembuni.

Sebuah tradisi yang dipercayai oleh masyarakat setempat guna menghormati ‘saudara kembar’ dari bayi yang baru lahir di Kampung Bukanagara, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (3/11/2025)

Ika, seorang Paraji di Desa Pagerwangi mengatakan, “Setiap daerah cara mengurus dudukan bayi itu berbeda, kalau di Lembang atau Sunda itu dikubur di halaman rumah supaya si bayi ngerasa betah di rumahnya.” Alasan inilah yang menyebabkan Suku Sunda kebanyakan sulit untuk merantau karena sejatinya jiwa mereka akan terus terikat dengan ‘saudara kembarnya’ yang dikubur di halaman rumah.

Suku Sunda mempercayai bahwa ‘saudara kembar’ dari bayi yang baru lahir harus dikubur layaknya seorang jenazah yang pernah memiliki nyawa guna menghormati ibu dan bayi. Prosesnya tidaklah mudah, terdapat banyak tahapan serta doa yang harus dipanjatkan terlebih dahulu sebelum pada akhirnya ‘saudara kembar bayi’ ini dapat dikuburkan.

Pertama-tama setelah dilahirkan, ‘saudara kembar’ sang bayi harus segera dibersihkan dari noda merah yang melumurinya sampai bersih terlebih dahulu. Kemudian dimasukkan ke dalam kendi dan disusul dengan ‘bumbu’ lainnya seperti garam, bawang merah, gula merah, jahe, lengkuas, ketumbar dan lainnya. Hal ini dipercaya agar kelak sang anak tumbuh sebagai seseorang yang ‘nyari’ atau dalam bahasa adalah seseorang yang bersenyum manis, baik hati, pintar, dan pantas.

“Sempat ada beberapa orang tua yang meminta memasukan ‘bumbu’ yang aneh aneh ke dalam kendi. Contohnya seperti buku tulis, pensil, dan lainnya,” papar Ika.

Namun menurut Ika sendiri apabila hal tersebut tidak diperlukan selayaknya logika manusia maka ia akan menjelaskannya kepada keluarga dari sang bayi.

“Terkadang permintaan orang tua bayi itu suka aneh-aneh, jadi ada beberapa yang saya kasih penjelasaan soalnya takut menjerumus ke arah ‘syirik’.” 

Wawancara Ika, Seorang Paraji, mengenai kisah tentang Tembuni di Kampung Bukanagara, Desa Pagerwangi, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (3/11/2025) (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Azzahra Nadhira)

Setelah semua ‘bumbu’ dimasukkan, disinilah peran Sang Ayah dibutuhkan dimana nantinya kendi yang berisikan ‘kembaran bayi’ itu akan digendong menggunakan samping kemudian dipanjatkan doa.

Dan yang terakhir adalah proses penguburan, ini juga menjadi tugas yang seharusnya dilakukan oleh Ayah dari bayi yang baru lahir. Namun jika tidak memungkinkan, dapat meminta bantuan dari Paraji yang telah terbiasa, proses Tembuni tidak berakhir begitu saja saat setelah dikuburkan. 

Di hari berikutnya, setiap pagi anggota keluarga diwajibkan untuk menyirami kuburan dengan air hangat, hal ini dipercaya dapat membantu proses pemulihan Sang Ibu dari bayi. Kepercayaan mengenai Tembuni ini telah turun temurun dilakukan oleh Suku Sunda, terutama di Desa Pagerwangi yang masih kental terhadap budayanya.

Tembuni bagi Suku Sunda bukan hanya sekedar organ biologis, melainkan sebuah penjelasan mengenai makna dari setiap manusia yang akan didampingi oleh empat elemen. Yaitu ketuban, air kawah, darah, dan ari-ari yang nantinya akan menemani dari kandungan hingga akhir hayat dari seorang manusia.

Pada dasarnya, Tembuni lebih dari sekedar upacara penguburan dudukan bayi, melainkan sebuah manifestasi dari pandangan hidup Suku Sunda yang melambangkan kasih sayang dan rasa saling menghargai. Dimana tradisi ini menjunjung tinggi kekeluargaan, kehangatan, rasa cinta dan hormat pada budaya yang telah dilestarikan sedari dulu di Desa Pagerwangi. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Azzahra Nadhira Putri Ramadhan
Mahasiswi, S1 Digital Public Relations Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)