Simbol Keanggunan Perempuan Sunda dalam Penciptaan Tari Jaipongan

3 menit baca
Zazkia Qurrata’aini Aprilliasari
Ditulis oleh Zazkia Qurrata’aini Aprilliasari diterbitkan
Yusman Rohmawan sedang melatih anak didik nya Tari Jaipongan di Studio Turiang Sajati Desa Cimenyan, Kabupate Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (8/11/2025) (Foto: Zazkia)
Yusman Rohmawan sedang melatih anak didik nya Tari Jaipongan di Studio Turiang Sajati Desa Cimenyan, Kabupate Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (8/11/2025) (Foto: Zazkia)

Dari gemuruh kendang “blaktingpong” yang mengalun di Karawang, lahirlah sebuah tari yang tak hanya menggetarkan langkah, tetapi juga jiwa, tari jaipongan, yang memancarkan energi dan keanggunan perempuan Sunda.

Yusman Rohmawan, selaku seniman dari Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menceritakan pada Sabtu (8/11/2025) bagaimana tarian ini menyulam gerak Pencak Silat, Ketul Tilu, dan Tayuban dalam harmoni yang memikat, mengisahkan semangat dan keluwesan budaya Jawa Barat yang abadi.

***

Tari jaipongan adalah tarian tradisonal yang berasal dari Jawa Barat dan diciptakan oleh seniman yang bernama Gugum Gumbira sebagai wujud kreativitas yang memperkaya budaya Sunda.

Tarian ini menggabungkan beberapa elemen dari kesenian tradisonal lainnya seperti, Pencak Silat yang energik dan irama ketuk tilu, sehingga memberikan energi dan cerita yang terpancar dalam setiap pertunjukannya.

Pada tahun 1970, Gugum Gumbira melihat bahwasannya adanya potensi yang sangat besar dari tari Ketuk Tilu untuk dikembangkan menjadi kesenian tari yang baru. Tari ketuk tilu sendiri adalah gabungan dari gerakan Pencak Silat dan juga Wayang Golek yang kemudian dikembangkan menjadi tarian tradisional.

Yusman Rohmawan, selaku seniman dan juga kerabat dekat Gugum Gumbira, menyampaikan bahwa pada awalnya tari jaipongan ini memiliki nama ketuk tilu Perkembangan karena beliau ingin tarian ketuk tilu memiliki generasi selanjutnya.

Namun, banyak pihak yang tidak setuju dan menyuruh Gugum Gumbira mencari nama lain untuk tarian baru tersebut.

“Jangan begitu menamakan ketuk tilu, udah aja ketuk tilu-nya ditiadakan,” ujar pelatih tari jaipongan itu.

Gugum Gumbira diberikan waktu satu minggu untuk mencari nama lain, lalu beliau pergi merantau ke Karawang dan menyaksikan pertunjukan seni Topeng Banjet.

Beliau terinspirasi dari bunyi kendang “blaktingpong” yang mengiringi pertunjukan tersebut, dan akhirnya menjadi awal mula nama tari jaipongan.

Anak didik Yusman sedang berlatih Tari Jaipongan di Studio Turian Sajati Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (8/11/2025) (Foto: Zazkia)
Anak didik Yusman sedang berlatih Tari Jaipongan di Studio Turian Sajati Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (8/11/2025) (Foto: Zazkia)

Tari jaipongan ini sangat unik, karena dalam tarian ini mengandung banyak elemen dari kesenian lainnya yang ada di Jawa Barat seperti, gerakan-gerakan pencak silat, ketuk tilu, dan tari klasik tayuban.

Ketika tarian tradisonal lain memiliki lantunan yang halus dan lembut, tari jaipongan memiliki harmonisasi yang lebih energik, beberapa gerakan menggunakan ketukan yang lebih bertenaga, tetapi tetap eksotik namun tidak vulgar dan masih terlihat elegan.

Yusman juga mengatakan bahwa tarian ini dibuat untuk mengekspresikan bagiamana perempuan Sunda yang tangguh, bertanggung jawab, tetapi tetap memiliki sopan santun dan anggun yang dapat dilihat dari kostum tari jaipongan.

“Wanoja Sunda, andaleminya gimana, mengekspresikan mojang-mojang Sunda yang kemudian diekspresikan lewat Jaipongan yang keliatannya nyentrik tapi elegan dengan pakaian yang sopan. Jadi, lebih mencerminkan watak mojang Sunda, oh mojang Sunda teh begitu,” ungkap beliau.

Tari jaipongan pernah ditampilkan sekitar tahun 1978-an dipandu oleh Gugum Gumbira sendiri, lebih tepatnya pada acara festival seni di Hongkong. Setelah pertunjukan tersebut, barulah tari jaipongan ini mendapatkan perhatian lebih di kancah nasional dan internasional.

Yusman dengan penuh harap menyampaikan pesan kepada generasi muda penerus bangsa untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni, khususnya seni tari yang kaya akan warisan Indonesia.

“Kepada seniman dan seluruh generasi muda, jagalah citra daripada icon Jawa Barat, khususnya tari jaipongan, jangan sampai dirusak sama orang-orangnya juga, harus bisa bersatu menjaga kelestarian seni di Jawa Barat, khususnya tari jaipongan,” harapnya diakhir wawancara. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Zazkia Qurrata’aini Aprilliasari
Digital Public Relations

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Jul 2026, 10:54

Asyiknya Menggambar, Mewarnai, dan Merawat Imajinasi

Setiap gambar memiliki cerita, dan setiap kisah layak untuk didengarkan dan disuarakan. Terlebih di tengah-tengah derasnya arus media informasi dan kecanduan gawai.

Aa Akil dan Kakang tengah asyik mewarnai di salah satu gerai es krim di Cipadung, Selasa 22 Juli 2025 (Sumber: Istimewa | Foto: IBN GHIFARIE)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 09:54

Membangun Integritas sebagai DNA Utama Aparatur

Integritas benar-benar meresap menjadi DNA dalam setiap urat nadi Aparatur Sipil Negara (ASN) kita.

Ilustrasi ASN. (Sumber: Dok. Kemenpan)
Ayo Netizen 14 Jul 2026, 08:56

Pesan Tersembunyi dari Empat Semifinalis Piala Dunia 2026

Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya memiliki sebelas pemain hebat.

Ilustrasi semifinalis Piala Dunia 2026. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 13:19

Merayakan Keragaman, Memupuk Kerukunan 

Keragaman, kerukunan, toleransi sejatinya tidak hanya lahir dari ruang-ruang dialog, seminar, regulasi negara.

Warga mengikuti Upacara Adat Tutup Taun 1956 Ngemban Taun 1 Sura 1957 Saka Sunda di Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Kota Cimahi, Sabtu 5 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 11:48

Museum Kretek Kudus: Sejarah, Harga Tiket, Koleksi, dan Jam Buka

Museum Kretek Kudus merupakan satu-satunya museum rokok di Indonesia. Simak sejarah, koleksi, harga tiket, jam buka, dan daya tariknya di sini.

Museum Kretek Kudus. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 11:15

Budaya NG.O.P.I Anak Muda Sekarang: NGeluarin Opini 'Pragmatis vs Idealis'

Ketika pola pikir pragmatis dan idealis pada generasi muda yang memengaruhi orientasi dalam proses beropini.

Ilustrasi ngopi. (Sumber: Pexels | Foto: Thanh Bui)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 10:59

Pengaruh Pembangunan Rel Kereta di Ciwidey untuk Mata Pencaharian Pribumi (1917-1924)

Sedikit gambaran mengenai mata pencaharian masyarakat ketika pembangunan rel kereta di Ciwidey.

 (Sumber: ebay.com | Foto: ebay.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 09:07

Perjuangan Pustakawan Menghadirkan Buku Bergizi Gratis

Pustakawan tidak bisa dianggap sebagai profesi yang mudah.

Ilustrasi buku-buku di perpustakaan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 08:58

Urgensi Koperasi untuk Sektor Mekanisasi Pertanian Berkelanjutan

KDMP mestinya tumbuh menjadi koperasi yang mendukung peningkatan produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Ilustrasi Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 (Sumber: Kreasi dengan bantuan Gemini | Foto: dokpri Totok Siswantara)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 18:01

Dekonstruksi Strategi Komunikasi Persib dan Teka Teki Kedatangan Peralta

Persib kenalkan 6 pemain baru lewat kampanye 'positive movement' yang inovatif. Kini, Bobotoh menanti kejutan pamungkas: Peralta!

Mariano Peralta. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 16:11

Koperasi Desa Merah Putih, Akankah Menjadi Solusi Pemerataan Ekonomi Tingkat Desa?

Program nasional Koperasi Desa Merah Putih resmi diluncurkan pemerintah sebagai upaya percepatan kemandirian ekonomi desa. Namun, program ini dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Koperasi Desa Merah Putih. (Sumber: blorakab.go.id)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 12:11

Di Tengah Kenaikan Harga Bahan Bakar: Strategi Komunikasi Digital Perusahaan Energi Menjaga Kepercayaan Konsumen

Kenaikan harga bahan bakar minyak yang terjadi pada 4 Mei 2026 menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari.

banner ilustrasi kenaikan harga bbm.