Simbol Keanggunan Perempuan Sunda dalam Penciptaan Tari Jaipongan

Zazkia Qurrata’aini Aprilliasari
Ditulis oleh Zazkia Qurrata’aini Aprilliasari diterbitkan Kamis 13 Nov 2025, 12:31 WIB
Yusman Rohmawan sedang melatih anak didik nya Tari Jaipongan di Studio Turiang Sajati Desa Cimenyan, Kabupate Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (8/11/2025) (Foto: Zazkia)

Yusman Rohmawan sedang melatih anak didik nya Tari Jaipongan di Studio Turiang Sajati Desa Cimenyan, Kabupate Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (8/11/2025) (Foto: Zazkia)

Dari gemuruh kendang “blaktingpong” yang mengalun di Karawang, lahirlah sebuah tari yang tak hanya menggetarkan langkah, tetapi juga jiwa, tari jaipongan, yang memancarkan energi dan keanggunan perempuan Sunda.

Yusman Rohmawan, selaku seniman dari Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menceritakan pada Sabtu (8/11/2025) bagaimana tarian ini menyulam gerak Pencak Silat, Ketul Tilu, dan Tayuban dalam harmoni yang memikat, mengisahkan semangat dan keluwesan budaya Jawa Barat yang abadi.

***

Tari jaipongan adalah tarian tradisonal yang berasal dari Jawa Barat dan diciptakan oleh seniman yang bernama Gugum Gumbira sebagai wujud kreativitas yang memperkaya budaya Sunda.

Tarian ini menggabungkan beberapa elemen dari kesenian tradisonal lainnya seperti, Pencak Silat yang energik dan irama ketuk tilu, sehingga memberikan energi dan cerita yang terpancar dalam setiap pertunjukannya.

Pada tahun 1970, Gugum Gumbira melihat bahwasannya adanya potensi yang sangat besar dari tari Ketuk Tilu untuk dikembangkan menjadi kesenian tari yang baru. Tari ketuk tilu sendiri adalah gabungan dari gerakan Pencak Silat dan juga Wayang Golek yang kemudian dikembangkan menjadi tarian tradisional.

Yusman Rohmawan, selaku seniman dan juga kerabat dekat Gugum Gumbira, menyampaikan bahwa pada awalnya tari jaipongan ini memiliki nama ketuk tilu Perkembangan karena beliau ingin tarian ketuk tilu memiliki generasi selanjutnya.

Namun, banyak pihak yang tidak setuju dan menyuruh Gugum Gumbira mencari nama lain untuk tarian baru tersebut.

“Jangan begitu menamakan ketuk tilu, udah aja ketuk tilu-nya ditiadakan,” ujar pelatih tari jaipongan itu.

Gugum Gumbira diberikan waktu satu minggu untuk mencari nama lain, lalu beliau pergi merantau ke Karawang dan menyaksikan pertunjukan seni Topeng Banjet.

Beliau terinspirasi dari bunyi kendang “blaktingpong” yang mengiringi pertunjukan tersebut, dan akhirnya menjadi awal mula nama tari jaipongan.

Anak didik Yusman sedang berlatih Tari Jaipongan di Studio Turian Sajati Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (8/11/2025) (Foto: Zazkia)
Anak didik Yusman sedang berlatih Tari Jaipongan di Studio Turian Sajati Desa Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Sabtu (8/11/2025) (Foto: Zazkia)

Tari jaipongan ini sangat unik, karena dalam tarian ini mengandung banyak elemen dari kesenian lainnya yang ada di Jawa Barat seperti, gerakan-gerakan pencak silat, ketuk tilu, dan tari klasik tayuban.

Ketika tarian tradisonal lain memiliki lantunan yang halus dan lembut, tari jaipongan memiliki harmonisasi yang lebih energik, beberapa gerakan menggunakan ketukan yang lebih bertenaga, tetapi tetap eksotik namun tidak vulgar dan masih terlihat elegan.

Yusman juga mengatakan bahwa tarian ini dibuat untuk mengekspresikan bagiamana perempuan Sunda yang tangguh, bertanggung jawab, tetapi tetap memiliki sopan santun dan anggun yang dapat dilihat dari kostum tari jaipongan.

“Wanoja Sunda, andaleminya gimana, mengekspresikan mojang-mojang Sunda yang kemudian diekspresikan lewat Jaipongan yang keliatannya nyentrik tapi elegan dengan pakaian yang sopan. Jadi, lebih mencerminkan watak mojang Sunda, oh mojang Sunda teh begitu,” ungkap beliau.

Tari jaipongan pernah ditampilkan sekitar tahun 1978-an dipandu oleh Gugum Gumbira sendiri, lebih tepatnya pada acara festival seni di Hongkong. Setelah pertunjukan tersebut, barulah tari jaipongan ini mendapatkan perhatian lebih di kancah nasional dan internasional.

Yusman dengan penuh harap menyampaikan pesan kepada generasi muda penerus bangsa untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni, khususnya seni tari yang kaya akan warisan Indonesia.

“Kepada seniman dan seluruh generasi muda, jagalah citra daripada icon Jawa Barat, khususnya tari jaipongan, jangan sampai dirusak sama orang-orangnya juga, harus bisa bersatu menjaga kelestarian seni di Jawa Barat, khususnya tari jaipongan,” harapnya diakhir wawancara. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Zazkia Qurrata’aini Aprilliasari
Digital Public Relations
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Jan 2026, 14:32 WIB

Resolusi Menjaga Kesehatan Mata dalam Keluarga dan Tempat Kerja

Masih banyak perilaku warga Kota Bandung yang bisa merusak mata orang lain namun tidak merasa berdosa.
Masih banyak perilaku warga Kota Bandung yang bisa merusak mata orang lain namun tidak merasa berdosa. (Sumber: Pexels/Omar alnahi)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 13:09 WIB

Wargi Bandung 'Gereget' Pelayanan Dasar Masyarakat Tidak Optimal

Skeptis terhadap kinerja Pemerintah Kota Bandung demi pelayanan yang lebih baik.
Braga pada malam hari dan merupakan salah satu icon Kota Bandung, Rabu (3/12/2024). (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Nayla Andini)
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 11:01 WIB

Kabupaten Brebes Pasar Raya Geowisata Kelas Dunia

Kabupaten Brebes di Provinsi Jawa Tengah, memenuhi banyak kriteria untuk menjadi destinasi geowisata.
Fauna awal yang menjelajah Brebes sejak 2,4 juta tahun yang lalu. (Sumber: Istimewa)
Ayo Jelajah 11 Jan 2026, 11:00 WIB

Riwayat Bandit Kambuhan yang Tumbang di Cisangkuy

Cerita kriminal 1941 tentang Soehali residivis yang tewas tenggelam saat mencoba melarikan diri dari pengawalan.
Ilustrasi
Ayo Netizen 11 Jan 2026, 09:51 WIB

Merawat Tradisi, Menebar Kebaikan

Jumat Berkah bukan sekadar soal memberi dan menerima, menjadi momentum yang tepat untuk terus menebar kebaikan dan kebenaran.
Pelaksanaan Jumat Berkah dilakukan secara bergantian oleh masing-masing DWP unit fakultas, pascasarjana, dan al-jamiah (Sumber: Humas UIN SGD | Foto: Istimewa)
Beranda 11 Jan 2026, 08:09 WIB

Cerita Warga Jelang Laga Panas Persib vs Persija, Euforia Nobar Menyala di Kiaracondong dan Cigereleng

Menurutnya, menyediakan ruang nobar justru menjadi cara paling realistis untuk mengelola antusiasme bobotoh dibandingkan berkumpul tanpa fasilitas atau memaksakan datang ke stadion.
Wildan Putra Haikal bersama kawan-kawannya di Cigereleng bersiap menggelar nobar Persib vs Persija. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 19:34 WIB

Pisau Bermata Dua Naturalisasi: Prestasi, Bisnis, dan Tantangan Olahraga Indonesia

Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia.
Naturalisasi atlet asing kini bukan sekadar isu teknis, melainkan fenomena yang mengubah wajah industri olahraga Indonesia. (Sumber: Satria Muda Bandung)
Ayo Biz 10 Jan 2026, 16:11 WIB

Ribuan Sepeda Motor Menumpang Kereta, Tren Baru Mobilitas Masyarakat di Libur Panjang

Keramaian di stasiun besar pada akhir tahun 2025 hingga awal 2026 memperlihatkan wajah baru. Tidak hanya penumpang yang berdesakan menunggu keberangkatan, tetapi juga deretan sepeda motor.
Ilustrasi pengiriman sepeda motor melalui layanan kereta api menjadi pilihan utama bagi mereka yang ingin tetap praktis, aman, dan efisien dalam perjalanan liburan panjang. (Sumber: KAI Logistik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)