Urgensi Koperasi untuk Sektor Mekanisasi Pertanian Berkelanjutan

5 menit baca
Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan
Ilustrasi Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 (Sumber: Kreasi dengan bantuan Gemini | Foto: dokpri Totok Siswantara)
Ilustrasi Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 (Sumber: Kreasi dengan bantuan Gemini | Foto: dokpri Totok Siswantara)

Hari Koperasi diperingati setiap 12 Juli. Tahun ini mengedepankan tema "Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya". Kelahiran Koperasi di Indonesia tak bisa lepas dari Kota Tasikmalaya.

Ekonomi kerakyatan merupakan topik utama dalam Kongres Koperasi Pertama di Tasikmalaya pada 12 Juli 1947. Waktu itu, di tengah Agresi Militer Belanda, sebanyak 500 utusan dari seluruh penjuru tanah air sepakat membentuk SOKRI, menegaskan asas gotong royong, dan mengukuhkan Mohammad Hatta sebagai Bapak Koperasi atas jasanya membangun ekonomi rakyat.

Momentum peringatan Hari Koperasi tahun ini lebih afdol jika menguatkan eksistensi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Untuk kedepan kita berharap agar KDMP tidak hanya menjadi jenis koperasi untuk belanja kebutuhan sehari-hari. KDMP mestinya tumbuh menjadi koperasi yang mendukung peningkatan produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan dalam bentuk penyediaan jasa dan produksi alat mesin pertanian (alsintan ) dan aktivitas mekanisasi pertanian.

Antara lain jika pada saat ini para petani membutuhkan volume air yang cukup untuk mengairi sawahnya saat musim kering, maka KDMP juga menyediakan jasa untuk menyewakan pompa air dengan harga yang murah.

Saat ini adalah momentum koperasi untuk ikut menggiatkan inovasi mekanisasi pertanian demi menggenjot produktivitas. Peningkatan produktivitas dihadang oleh kekeringan dan masalah usangnya mekanisasi pertanian. Antisipasi kekeringan telah diantisipasi oleh pemerintah. Pemerintah terus menggencarkan sistem pompanisasi demi mencegah kekeringan.

Kita mestinya mencontoh manajemen air tanah di luar negeri yang tidak mudah menyerah untuk terus berinovasi mengupayakan teknologi baru agar dapat memenuhi kebutuhan air yang bersumber dari air tanah. Di negara maju, pengelolaan air tanah yang hanya berbasis sumur produksi (seperti saat ini di Indonesia) telah lama ditinggalkan bergeser ke paradigma baru yaitu pengelolaan secara terintegrasi air tanah dan cekungannya dengan tajuk groundwater basin management.

Saatnya menggalakkan teknologi tepat guna untuk mengeksploitasi dan mendistribusikan sumber daya air untuk kebutuhan pertanian. Teknologi itu bersifat ramah lingkungan, murah dan hemat energi. Seperti misalnya kincir angin, yakni alat yang mengubah energi angin menjadi energi kinetik rotasi. Kincir angin telah digunakan di berbagai negara, namun di Indonesia penggunaan kincir angin belum optimal. Dan belum digunakan secara massal dengan berbagai proses inovasi teknologi.

Inovasi kincir angin mesti dilakukan terus menerus sesuai penggunaan dan karakteristik tempatnya. Untuk daerah yang bertiup angin kecepatan rendah lebih cocok dikembangkan kincir angin untuk pompanisasi untuk irigasi tanaman palawija.

Selama ini mekanisasi pertanian yang dikembangkan di pedesaan berorientasi untuk pengolahan tanah. Belum diintegrasikan dengan teknologi mekanisasi untuk pra tanam, perawatan, dan pascapanen. Kondisi tersebut mengakibatkan produktivitas dan efek nilai tambah penerapan teknologi mekanisasi belum bisa optimal.

Perlu mendefinisikan kembali sistem mekanisasi pertanian dan kegiatan inovasi di pedesaan sebagai sistem agribisnis yang relevan dengan pasar komoditas. Yakni sistem yang terpadu dari hulu ke hilir, mulai dari penyediaan sarana produksi, proses budidaya, aktivitas pasca panen, hingga pemasaran yang efektif dalam sistem informasi online dengan pasar komoditas dan pasar induk.

Program peningkatan produktivitas pertanian berbasis inovasi mekanisasi pertanian yang melibatkan peran aktif koperasi merupakan jawaban untuk mengatasi masalah impor produk pangan.

Mekanisasi juga menyangkut komoditas perkebunan dan dibidang peternakan terutama untuk pengolahan pakan ternak dan ikan. Untuk komoditas hortikultura, mekanisasi mulai dari irigasi sampai dengan peralatan dan mesin pasca panen seperti mesin grader buah, penggoreng vakum, perajang dan pengering.

Inovasi mekanisasi pertanian juga menyangkut sistem irigasi suplemen untuk tanaman, yakni teknologi yang diperlukan sebagai pelengkap apabila curah hujan tidak mencukupi untuk mengkompensasikan kehilangan air tanaman yang disebabkan oleh evapotranspirasi. Irigasi suplemen bertujuan untuk memberikan air yang dibutuhkan tanaman pada waktu, volume dan interval yang tepat.

Masalah pakan ternak yang selama ini mendera karena sebagian bahan bakunya masih impor bisa dipenuhi di daerah. Dengan catatan perlunya Koperasi di desa membangun pabrik mini untuk memproduksi pakan ternak. Pabrik pakan ternak mini itu sebagai usaha bersama.

Ongkos produksi pakan ternak dengan pabrik mini yang dioperasikan oleh Koperasi lebih murah dibanding dengan pakan ternak pabrikan. Pemerintah perlu memberi bantuan permodalan untuk membangun pabrik pakan ternak skala kecil. Terutama untuk daerah yang merupakan sentra produksi bahan baku pakan seperti jagung dan kelapa sawit. Infrastruktur dan permesinan pabrik bisa dirancang bangun dengan komponen lokal.

Alsintan sangat penting untuk pengolahan tanah, pengendalian hama, panen dan perontokan khususnya di daerah intensifikasi. Namun demikian, hingga kini jumlah alsintan masih sangat sedikit dibanding dengan luas lahan yang ada. Ditinjau dari jumlah alat dan mesin yang digunakan, level atau indeks mekanisasi pertanian di negeri masih sekitar 30 persen. Celakanya, utilitas atau pemakaiannya juga belum bisa optimal karena masalah perawatan dan biaya operasional.

Untuk komoditas perkebunan, mekanisasi telah digunakan terutama untuk pengolahannya. Sekitar 65 % komoditas hasil perkebunan masih kesulitan dalam pengolahan. Hal ini merupakan peluang pengembangan produk dan desain alsintan. Begitu juga dengan sektor peternakan terutama untuk pengolahan pakan, penyediaan bibit dan pengolahan produk, namun jumlahnya masih jauh dari kebutuhannya.

Kondisi industri dalam negeri alsintan yang sering stagnan perlu insentif dan bantuan teknis. Impor alistan harus dikurangi secara signifikan dengan mengembangkan secara progresif industri dalam negeri. Salah satunya adalah industri traktor yang sudah penuh menggunakan komponen lokal. Kapasitas terpasang dari industri traktor lokal sebenarnya bisa mencukupi kebutuhan dalam negeri. Namun kebijakan makro dan bunga bank belum mendukung bagi industri maupun pengguna alsintan.

Dibutuhkan strategi baru pengembangan alsintan untuk tanaman pangan seperti hand traktor, transplanter, weeder, pompa air, hand sprayer, reaper (pemanen), thresher dryer dan mesin penggilingan padi. Untuk komoditas hortikultura, pengembangan mekanisasi sebaiknya diarahkan untuk mesin grader dan pemeras jeruk, perajang multiguna dan penggoreng vakum untuk pisang serta traktor dan pompa air untuk tanaman bawang merah. Sedangkan untuk tanaman perkebunan diarahkan pada pengembangan mesin untuk pengolahan. Pengolahan pakan ternak, baik untuk unggas maupun ruminansia sebaiknya juga menjadi prioritas. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)