Market Driven atau Potential Driven, Dilema Bisnis Koperasi Merah Putih

3 menit baca
Vina Fitrotun Nisa
Ditulis oleh Vina Fitrotun Nisa diterbitkan
Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)

Dibawa kemana arah bisnis koperasi merah putih akan sangat tergantung pada eksekusi yang dilakukan para pengurus di lapangan. Sebelum membuat keputusan bisnis, para pengurus seringkali dipusingkan oleh pertanyaan mau mulai dari mana. Apakah mereka harus menjual barang yang sudah jelas pasarnya atau mencari potensi bisnis yang dapat digali berdasarkan keunggulan yang dimiliki daerah masing-masing.

Kedua keputusan ini sebenarnya sama-sama memiliki tujuan yang sama, yakni menciptakan kesejahteraan untuk para anggota. Namun, ada keputusan yang menghasilkan cashflow yang lebih cepat sementara yang lain secara bertahap.

Pertanyaannya, mana yang harus dilakukan terlebih dahulu. Meskipun keduanya bisa dijalankan secara bersamaan, namun pengurus perlu memilih langkah prioritas. Terutama di masa-masa koperasi baru didirikan. Dalam tahapan ini, koperasi dapat dikatakan sedang ada di mode survival, sehingga modal yang dimiliki harus terus diputar agak omzetnya terus meningkat.

Mari kita ambil contoh apabila koperasi menetapkan pendekatan potential driven. Artinya koperasi memulai bisnis dengan mengidentifikasi sumber daya apa yang dapat digali untuk menciptakan keuntungan. Alkisah ada desa yang memiliki sungai yang jernih dengan pemandangan yang indah, kondisi ini mungkin membuat pengurus berpikir untuk menjalankan bisnis glamping, water tubing, perahu wisata hingga kuliner tepi sungai.

Semua perencanaan dan pembangunan fasilitas telah rampung dikerjakan, namun tempat tersebut belum dikenal banyak orang. Sehingga, pengurus masih harus mengeluarkan biaya tambahan di awal untuk mempromosikan tempat tersebut kepada banyak orang. Dalam pendekatan ini, modal yang tadi sudah dikeluarkan tidak dapat kembali dalam waktu yang singkat. Di sisi lain, koperasi harus terus mengeluarkan biaya operasional bulanan untuk membayar listrik, kebersihan dan promosi. Namun pendapatan yang diperoleh masih belum sesuai harapan.

Inilah tantangan dari pendekatan bisnis potential driven. Modal awal yang dikeluarkan dalam jumlah tertentu tidak dapat kembali seutuhnya saat itu juga. Untuk mencapai keuntungan maksimal, koperasi masih harus membangun reputasi dari awal, menciptakan pengalaman wisata yang menarik, dan menciptakan permintaan baru. Langkah ini akan terasa lebih sulit dibanding menjual barang yang sudah jelas ada permintaannya di pasar.

Apakah akan berhasil atau tidak, langkah ini tergantung pada kerelaan pengurus dan anggota untuk bersabar dan berjuang melewati proses yang panjang dan tidak mudah. Karena orientasi dari pendekatan bisnis ini adalah pertumbuhan dan pembangunan jangka panjang.

Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)
Koperasi Merah Putih Bentangan Klaten. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: BiographyWriter45)

Pendekatan lain yang umumnya dilakukan saat memulai suatu bisnis adalah market driven. Dengan pendekatan ini, koperasi tidak fokus pada pertanyaan barang apa yang akan dihasilkan. Melainkan, bagaimana bisa masuk ke pasar yang sudah ada.

Contonya, ada kawasan wisata yang memiliki banyak hotel. Setiap harinya, hotel dan penginapan tersebut membutuhkan suplai beras sebanyak 5 ton, sayur 1 ton, buah hingga daging segar. Selama ini, stok tersebut diperoleh dari distributor yang ada di luar kota. Padahal, jarak di antara keduanya sangatlah jauh dan distribusinya sering terhambat karena macet. Di sisi lain, banyak petani dan peternak di kawasan wisata itu sulit menjual barang.

Di titik inilah koperasi bisa mengambil peran. Dalam pendekatan market driven, koperasi bisa berperan sebagai mitra bagi hotel dengan menyediakan stok yang berkualitas dan berkelanjutan. Stok tersebut dapat didapatkan dari para peternak dan petani yang telah bergabung menjadi anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Tidak hanya satu koperasi, beberapa koperasi dapat saling bekerjasama untuk memenuhi stok yang dibutuhkan pasar. Dengan demikian, koperasi sudah bisa menciptakan arus kas yang terus berputar setiap hari.

Meskipun begitu, pendekatan ala market driven tidak sepenuhnya tanpa risiko. Menjalankan bisnis yang sudah ada pasarnya seringkali dihadapkan keuntungan yang tipis dan pesaing yang tinggi. Akibatnya koperasi kehilangan peran transformatifnya sebagai lembaga yang mampu mendongkrak potensi desa.

Tanpa potential driven, koperasi akan menjadi roda bisnis yang jalan ditempat. Oleh karenanya, penting bagi pengurus koperasi untuk memadukan langkah bisnis yang dijalannkan. Kedua pendekatan tersebut bisa dijalankan secara bertahap tanpa meniadakan satu dengan yang lainnya. Di tahap awal koperasi dapat menjelasnkan pendekatan market driven. Setelah memiliki modal dan pengalaman bisnis yang memadai, koperasi bisa perlahan bergerak ke arah potential driven. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Vina Fitrotun Nisa
Penulis Isu Pembangunan

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 09:15

Harpelnas: Bangkitkan Senyum Pelanggan di Bandung

Tema Harpelnas 2026 sangat relevan untuk perkembangan perekonomian Bandung.

Ilustrasi peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 (Sumber: Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 18:01

Dari Teknologi Maritim ke Instagram: Cara Kapal Selam Diperkenalkan ke Publik

Komunikasi digital yang efektif bukan hanya soal pesan yang konsisten, tetapi juga bagaimana pesan tersebut disesuaikan dengan karakter setiap platform.

Ilustrasi Kapal Selam. (Sumber: Garda Bima Brimantara | Foto: Garda Bima Brimantara)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 17:03

Dari Layar ke Media Sosial: Cara Film Animasi Membangun Percakapan

Disney dan Pixar menerapkan strategi komunikasi pemasaran terpadu melalui berbagai platform digital untuk memaksimalkan publikasi global dari film animasi Inside Out 2.

Film animasi "Inside Out 2". (Sumber: Walt Disney Studios Motion Pictures)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 16:00

Mengulas Strategi Komunikasi Digital Pembentukan Opini Publik pada Publikasi Produk Fashion

Strategi komunikasi digital menyesuaikan karakter setiap platform, tetapi tetap menjaga konsistensi pesan untuk membentuk identitas produk dan pemahaman publik.

Ilustrasi produk fashion.
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 15:20

Menyusuri Jejak Peristiwa Era 80-an dalam Lembaran Majalah Zaman

Majalah Zaman edisi 1984 bukan sekadar bacaan lama, melainkan rekaman suasana, budaya, dan cara pandang masyarakat Indonesia pada sebuah masa yang kini telah berlalu.

Majalah Zaman edisi September 1984, terbit sekitar 42 tahun silam. Sampul mukanya menampilkan lukisan bergaya airbrush penyanyi asal Cimahi, Ria Angelina, yang menjadi salah satu wajah hiburan populer pada era 1980-an. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 13:11

R. Ipik Gandamana Sumawinata Layak sebagai Pahlawan Nasional dari Jawa Barat asal Purwakarta

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

R. Ipik Gandamana Sumawinata, tokoh pejuang asal Purwakarta, mantan Gubernur Jawa Barat dan Menteri Dalam, layak menyandang gelar Pahlawan Nasional. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 10:29

Spiderman, Perdamaian, dan Pahlawan

Segala penghargaan bisa disimpan di lemari. Piala bisa berdebu. Piagam bisa menguning. Justru nilai-nilai kebaikan yang diwariskan kepada generasi berikutnya bisa hidup jauh lebih lama. Selamat Kang!

Spider-Man: No Way Home menjadi tonggak baru penayangan film di era pandemi Covid-19 dengan memecahkan rekor penjualan di pekan debutnya. (Sumber: Columbia Pictures/Marvel Studios/Matt Kennedy)
Ayo Netizen 04 Sep 2026, 07:46

KDM Ada di Mana-mana, Jawa Barat Ada di Mana?

Sebesar apa pun panggung nasional yang dimasukinya, mandat KDM tetap berada di Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dalam sebuah acara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 20:55

Adakah Solusi Masalah Kualitas Udara di Lingkungan Sekolah?

Sebagian besar sekolah negeri di Bandung masih mengandalkan ventilasi alami,

Ilustrasi masalah kualitas udara di ruang kelas di kota Bandung (Sumber: kreasi dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 03 Sep 2026, 17:41

200 Ikon Bandung #1 Mahanagari

Mahanagari pernah menjadi salah satu cara kreatif mengenalkan identitas dan kebanggaan terhadap Bandung melalui desain, komunitas, dan kearifan lokal.

Sebuah buku yang berjudul 200 ikon Bandung. (Sumber: Malia Nur Alifa)