Tren Manusia Digital: Ketika Live Streamer menjadi Pekerjaan Baru bagi Masyarakat

4 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Bandung dini hari memang menyisakkan udara yang segar untuk paru-paru yang kehilangan haknya di siang hari oleh polusi udara. Melintasi kawasan Seokarno Hatta yang rasanya menantang nyawa karena resiko kecelakaan yang sangat tinggi. Lampu merah yang biasanya mengesalkan karena harus menunggu lama di tengah siang hari yang panas. Kini menjadi waktu mengamati fenomena yang terjadi di sekitar lampu merah.

Fenomena live streamer kerap saya temui saat sedang scrolling di media sosial. Beberapa diantaranya dari selebgram/selebtok yang terkenal hingga yang baru saja memulai. Kegiatan live steamer pun beragam mulai dari membicarakan isu-isu yang bermanfaat, berjualan produk hingga hanya sekedar hiburan belaka yang kadang banyak tidak masuk akalnya.

Beberapa fenomena yang kerap saya temui di media sosial justru sangat menggelitik hati. Mulai dari saat ramai mandi lumpur, gojet berbagai macam gaya sesuai dengan gift yang diberikan oleh penonton, merekam aktivitas tidur dan terbangun hanya untuk memenuhi ekspektasi kegilaan penonton yaitu berjoget. Tak hanya itu saya juga beberapa kali menemukan live steamer yang berlokasi di Bandung menampilkan suara menyanyi di sepanjang jalan babakan siliwangi. Awalnya saya kira hanya ada satu orang tapi ketika tidak sengaja melintasi jalan tersebut-- ternyata ada beberapa orang berjejer melakukan kegiatan yang sama.

Sementara beberapa waktu ke belakang ada live streamer yang viral karena dianggap meresahkan masyarakat khususnya pengguna jalan ketika live streamer tersebut menampilkan busananya menyerupai seorang wanita. Bahkan dari beberapa gaya berjogetnya menunjukkan sesuatu yang kurang sopan jika dilihat di ruang publik bagi kita masyarakat timur.

Dilansir dari detik jabar Kasi Tantib Regol Tantan Haryanto menjelaskan secara administrasi lokasi ngonten pria yang viral itu berada di kawasan Astanaanyar. Penertiban ini dilakukan bersamaan dengan cara pendekatan yang persuasif kepada yang bersangkutan.

Dibalik fenomena viralnya kasus tersebut-- ada satu hal yang menggelitik dalam benak saya ketika sebuah pertanyaan tiba-tiba muncul "Apakah fenomena ini muncul hanya berdasarkan tren saja atau memang ada tanggung jawab yang hilang dari pemerintah kita untuk membuat masyarakatnya hidup dengan layak".

Masih dilansir dari detik jabar pelaku mengaku bahwa mereka tidak minta-minta atau mengamen tapi mereka mendapatkan uang dari para netizen yang menyukai live streamer dan yang membagikannya. Menurut hasil pemeriksaan ketiga orang yang diamankan tersebut mengaku melakukan live streamer untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Tak hanya permasalahan ekonomi tapi dibalik hadirnya media sosial hari ini memang kehidupan banyak yang bergeser dari segala hal yang sebelumnya kita yakini. Tidak hanya nilai-nilai kehidupan, cara bersosialisasi tapi juga cara masyarakat mendapatkan uang untuk memenuhi kehidupan bahkan hingga gaya hidupnya. Dibalik peluang terciptanya kesempatan ekonomi baru tentu banyak hal yang harus dipertaruhkan yaitu nilai diri dari manusia itu sendiri.

Beragam hal yang memalukan hingga ekstrim mereka lakukan demi satu tujuan yaitu atensi dari para netizen. Tentunya atensi disini tidak hanya memberikan popularitas saja tapi bisa mendulang uang yang bahkan jauh sebelum dunia maya semasif ini, cara-cara tersebut tidak pernah terpikirkan oleh manusia. Jika budaya ketimuran yang menjunjung nilai sopan santun dan harga diri yang dipegang dengan teguh. Hari ini tampaknya mulai perlahan bergeser.

Bagi beberapa orang mungkin rasa malu tidak bisa sepenuhnya dipegang karena jika demikian mereka tidak bisa mendapatkan nilai uang. Tak hanya rasa malu bahkan aib diri pribadi hingga keluarga rela disebar untuk meningkatkan engagement di mata masyarakat atau pemberi endorsement bagi para kreator atau live streamer.

Lantas apakah pekerjaan ini menjadi sebuah kesalahan? Menurut saya tidak sepenuhnya salah jika digunakan untuk konten kebaikan dan kebermanfaatan sekaligus kontennya hanya hiburan. Namun disisi lain menjamurnya pekerjaan ini bisa berbahaya ketika yang dicontoh oleh generasi muda hanya keburukannya saja.

Saya rasa beberapa orang yang melakukan pekerjaan tersebut mungkin saja memang sudah buntu untuk mencari pekerjaan sehingga menggadaikan rasa malu tidak ada lagi nilainya di mata mereka. Lantas apakah sebagian masyarakat memilih pekerjaan itu karena pemerintah kita seringnya abai memberikan kehidupan yang layak bagi warga negaranya. Karena faktanya untuk sekedar mendapatkan hak hidup dasar saja belum tentu bisa dirasakan oleh seluruh warga indonesia.

Bahkan pemimpin kita dalam pidatonya mengatakan bahwa kita adalah masyarakat yang tidak bercitacita untuk kaya tapi "Hanya hidup layak" yang bahkan kita tidak pernah tau apa ukuran layak bagi pemerintah untuk rakyatnya ketika bare minimum saja tidak terpenuhi dengan baik. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Dias Ashari
Tentang Dias Ashari
Menjadi Penulis, Keliling Dunia dan Hidup Damai Seterusnya...

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 21 Jul 2026, 19:52

Menilik Komunikasi Digital dalam Publikasi Peluncuran Layanan Kereta Api

Penggunaan kata kunci pada website dan Instagram memiliki fokus informasi yang sama kepada seluruh masyarakat pembaca digital.

Ilustrasi komunikasi digital layanan kereta api. (AI)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 17:12

Propaganda Masa Pendudukan Jepang di Bandung

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik.

Propaganda-propaganda Jepang ini dibentuk untuk menarik simpati dari publik. (Foto: wowshack.com)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 17:05

Lontong Balap, Kuliner Ikonik Surabaya yang Lahir dari Para Pedagang Berlari

Sejarah lontong balap Surabaya, dari tradisi pedagang memikul kemaron hingga menjadi salah satu makanan khas Jawa Timur yang paling legendaris.

Lontong Balap khas Surabaya. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:20

Time Travel Seru bareng Cerita Bunda: Menguak Sejarah dan Thrifting Perangko di Museum Pos Bandung!

Kemarin, hari Sabtu tanggal 18 Juli 2026, saya bareng 20 orang teman-teman dari komunitas Cerita Bunda, main ke Museum Pos Indonesia. Mari simak keseruannya!

Foto 1 Peserta Komunitas Cerita Bunda Sedang Thrifting Perangko dan Postcard. (Sumber: Pribadi | Foto: Pribadi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 16:07

Tren Manusia Digital: Ketika Live Streamer menjadi Pekerjaan Baru bagi Masyarakat

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun dibalik gemerlap dunia maya seringkali menyisakan moral dan budaya yang semakin terkikis.

Media sosial memang kerap membuka banyak peluang bagi masyarakat. Namun terkadang ada harga yang dibayar untuk moral. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 15:32

Kampanye Digital Akhir Tahun Terbesar Raih Lebih dari 200 Juta Pengguna dalam Satu Hari

Spotify Wrapped 2025 jadi kampanye digital akhir tahun terbesar dengan lebih dari 200 juta pengguna dalam 24 jam pertama dan lebih dari 500 juta kali dibagikan di TikTok, Instagram, dan X.

Ilustrasi platform musik. (Sumber: Pexels | Foto: Breakingpic)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 14:48

Pengembangan Stadion GBLA dan Pusat Produk Peralatan Olahraga

Pentingnya transformasi stadion olahraga dengan ekosistem yang memberikan tempat untuk menumbuhkan industri produk peralatan olahraga

Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 12:06

Tangkis Tengkes untuk Generasi Emas Bandung

Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin.

Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 21 Jul 2026, 11:51

Debu Kapur Tak Kenal Batas Administratif, Derita Warga Cipatat Berlanjut

Sejauh ini, arah angin itu selalu membawa debu ke rumah-rumah warga, bukan ke meja rapat para pejabat yang seharusnya menanganinya sejak lama.

Pemandangan udara menunjukkan aktivitas pabrik pengolahan batu gamping di Kecamatan Cipatat, yang dilalui jalur utama penghubung Bandung menuju Padalarang dan Cianjur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 10:34

Adaptasi Batik terhadap Perubahan Gaya Hidup Masyarakat Modern

Adaptasi kain batik terhadap tren di era modern.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Wisata & Kuliner 21 Jul 2026, 10:33

Tamasya ke Leuwi Jurig Garut, Grand Canyon Sunda di Bungbulang

Panduan lengkap wisata Leuwi Jurig Garut, mulai dari harga tiket, jam buka, rute menuju lokasi, fasilitas, hingga peringatan keselamatan saat berenang.

Leuwi Jurig Bungbulang Garut. (Sumber: YouTube budi ahmadr)
Ayo Netizen 21 Jul 2026, 09:41

Belajar tentang Desain dari Monumen Jenderal Soedirman di Soreang

Di balik sebuah monumen, ternyata tumbuh ruang publik yang menghidupkan interaksi sosial, aktivitas ekonomi, dan kebersamaan masyarakat.

Monumen Jenderal Soedirman di Jalan Panglima Besar Jenderal Soedirman, Soreang. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 19:14

Urgensi Sekolah Ramah, Aman dan Nyaman

Penciptaan lingkungan belajar yang berfokus pada daya dukung psikologis dan keterampilan sosial juga mampu dipenuhi praktik implementasi kerjasama dan empati.

Suasana MPLS di sekolah. (Sumber: Kemendikdasmen.go.id | Foto: Kemendikdasmen)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 18:01

Darurat Penerangan dan Melonjaknya Kriminalitas di Jalanan Kota Bandung

Bandung kini berbeda dan kenyamanan kotanya tak lagi sama. Kian hari tingkat kecelakaan lalu lintas dan tindak kriminalitas kian menjamur tanpa ada solusi yang nyata untuk menyelesaikannya.

Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum di jalan Katapang, Kota Bandung, Senin, 9 Juni 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Magang Foto/Lukman Hidayat)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 17:00

Pendidikan di Bandung pada Masa Pendudukan Jepang

Pendidikan dalam masa penjajahan Jepang diawali dengan dibukanya kembali sebagian dari sekolah-sekolah yang dahulu pernah berdiri.

Museum Geologi saat Masa Pendudukan Jepang. (Sumber: Koleksi Museum Geologi Bandung)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 16:01

Bandung Begal, Beungal, dan Bedul

Memberantas begal tidak cukup hanya dengan menangkap pelakunya.

Begal makin marak di Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 15:15

Pembongkaran Perpustakaan Gasibu Picu Kekecewaan Pembaca Buku di Bandung

Pembongkaran fisik Perpustakaan Gasibu Bandung memicu banyak kekecewan dari warga sekitar dan pegiat literasi.

Perpustakaan Gasibu yang dibongkar. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 14:34

Posisi Strategis Ibu dalam Pelestarian Bahasa Ibu

Pelestarian bahasa ibu atau bahasa daerah tidak bisa lepas dari peran ibu sendiri.

Ilustrasi masyarakat tradisional Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Wahyu Prabowo)
Ayo Netizen 20 Jul 2026, 13:14

Legitnya Peuyeum Ciruluk, Warisan Kuliner Khas Kalijati Subang

Sebuah kuliner tradisional yang memiliki keunikan tersendiri, yakni Peuyeum Ciruluk, tape ketan hijau yang telah menjadi identitas kuliner masyarakat setempat.

Peuyeum Ciruluk khas Kalijati, Kabupaten Subang, memiliki ciri khas dibungkus menggunakan daun muncang (daun kemiri), sehingga tampil alami sekaligus membantu menjaga cita rasa dan kualitas produknya. (Foto: Kin Sanubary)
Wisata & Kuliner 20 Jul 2026, 11:47

Hikayat Pasar Andir Pusat Grosir Fesyen Bandung yang Mencoba Terus Bertahan

Pasar Andir pernah menjadi pusat grosir fesyen Bandung dan kini berjuang menghadapi perubahan perilaku belanja masyarakat.

Suasana Pasar Andir, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)