Masa keemasan generasi di kota Bandung harus ditanggapi secara serius. Permasalahan yang wajib dilakukan penekanan dan pendekatan komprehensif. Berdasarkan data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) terbaru bahwa prevalensi stunting di kota Bandung mengalami peningkatan sebesar 22.8 persen. Angka ini menjadi kewaspadaan yang tidak dapat dibiarkan.
Pemerintah terus menggagas program penanganan stunting ini agar mengupayakan penurunan dengan cepat. Yang tidak dapat ditawar lagi dengan cara lain. Namun di sisi lainnya, untuk mendapatkan hasilnya tidak bisa instan.
Pemerintah bukan berarti abai terhadap permasalahannya namun tindakan kebijakannya harus diukur dan dilaksanakan dengan cara yang terbaik.
Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin. Setidaknya program penurunan angka stunting sudah sering diupayakan, namun hingga saat ini masih terdapat stunting baru yang sangat mengejutkan. Kendalanya, justru bukan persoalan gizi. Gizi sudah tidak masalah. Pemenuhan gizi kepada ibu hamil dan balita sudah diprogramkan melalui MBG, tanda lainnya muncul berkaitan lingkungan, perilaku, dan sanitasi yang belum layak.
Akselerasi Program
Merekomendasikan bahwa program zero new stunting, harus dimulai dari masyarakat. Bukan perkara sederhana. Masyarakat sebenarnya sudah tahu namun implementasi dari sistem yang dibuat belum berjalan dengan kesadaran dan kemauan.
Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan di rumah sendiri belum terealisasi sungguh-sungguh. Kesempatan menjadi rumah yang sehat dan memberikan kenyamanan serta tersedianya suasana bebas dari stunting merupakan anugerah kehidupan. Tetapi peranan ekonomi berada di garis terdepan dalam keluarga.
Jika ekonomi tak beraturan dan cenderung berada di bawah garis keuangan yang berantakan memungkinkan segala hal yang dibutuhkan di dalam keluarga tidak bisa dianggap enteng dan sepele.
Sengkarut ekonomi berbuah kemiskinan sejak sebelum lahir. Maka seorang ibu harus memastikan gizi calon anaknya benar dan bergizi. Perkembangan yang kemudian disebut stunting berkutat pada gizi di awal, lanjut ke perilaku, dan kemudian lingkungan.
Pemerintah hadir mengakselerasi program zero new stunting (ZNS) di kota Bandung ini sangat penting dan wajib dibenahi dengan seksama. Kebijakan mengenai ZNS ini adalah upaya terbaik bagi keluarga penerima manfaat program.
Maka keluarga yang terdata wajib mau diarahkan sebaik-baiknya, sebaliknya jika masyarakat enggan diprioritaskan maka hasil SSGI terbaru hanya dalam data. Mengakselerasi program ZNS sebatas jargon, maka sinergi dan kolaborasi dengan lintas sektor diupayakan dengan cara yang paling baik dan sesederhana di pemahaman masyarakat.
Perilaku orang yang merokok di sekitarnya jauh lebih berbahaya jika tidak ditegur oleh aturan dan kebijakan-kebijakan yang representatif. Ukurannya, pendewasaan orang tua sudah harus membumi. Bukan selalu angkuh pada sekitar ketika ada anak balita dan ibu hamil. Yang dianggapnya hal biasa. Padahal asap rokok bukan berarti cuma asap, tapi mematikan kehidupan generasinya pelan-pelan.

Stigma Tengkes
Di benak masyarakat bahwa tengkes adalah kutukan. Padahal masyarakat harus mengetahui secara utuh musababnya tengkes.
Tengkes menjadi satu permasalahan yang diberikan perhatian serius oleh pemerintah. Pemberian makanan bergizi, edukasi lingkungan sehat, dan membangun psikis yang menyenangkan merupakan langkah awal untuk mewujudkan keadilan bagi masyarakat dan terhindar dari tengkes.
Sebab tengkes bukan aib manakala pemerintah melalui peranan kader posyandu untuk terus memberi solusi sehat kepada keluarga baru, sehingga masyarakat mengetahui bahwa tengkes bisa diatasi dengan cepat.
Seribu hari pertama kehidupan anak menjadi poin pentingnya. Masyarakat wajib menyadari jangan sampai telat melakukan penanganan tengkes.
Jangka panjangnya tentu berhubungan dengan kecerdasan dan psikis anak. Penurunan kognitif dan postur tubuh yang tidak ideal membuat anak minder dan mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari teman-temannya.

Maka dari itu, pemerintah harus menelusuri akar dari tengkes di masyarakat dan mungkin belum terdeteksi, sewajibnya program ZNS ini maka pemerintah memusatkan perhatiannya ke masyarakat dengan mengaktifkan di wilayah, mengedukasi secara rutin tiap minggu pada multi sektor.
Bagian dari program ini, pencegahan bukan hanya melalui edukasi, tapi membersamai masyarakat dengan cara sederhana, melayani masyarakat dengan intervensi tinggi dan meningkatkan kewaspadaan yang seimbang dengan praktik berperilaku sehat antar masyarakat.
Jamaknya program yang ditentukan, pencegahan tengkes harus direalisasikan sampai tuntas demi masyarakat sejahtera untuk memanjangkan generasi emas kota Bandung di masa mendatang. Pada generasi emas nantinya, masa depan kota Bandung dijunjung. (*)