Tangkis Tengkes untuk Generasi Emas Bandung

3 menit baca
Muh Husen Arifin
Ditulis oleh Muh Husen Arifin diterbitkan
Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Pencegahan stunting di Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Masa keemasan generasi di kota Bandung harus ditanggapi secara serius. Permasalahan yang wajib dilakukan penekanan dan pendekatan komprehensif. Berdasarkan data SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) terbaru bahwa prevalensi stunting di kota Bandung mengalami peningkatan sebesar 22.8 persen. Angka ini menjadi kewaspadaan yang tidak dapat dibiarkan.

Pemerintah terus menggagas program penanganan stunting ini agar mengupayakan penurunan dengan cepat. Yang tidak dapat ditawar lagi dengan cara lain. Namun di sisi lainnya, untuk mendapatkan hasilnya tidak bisa instan.

Pemerintah bukan berarti abai terhadap permasalahannya namun tindakan kebijakannya harus diukur dan dilaksanakan dengan cara yang terbaik.

Urusan stunting pada dasarnya kompleks dan penuh perjuangan dengan menggunakan pendekatan multi sektor dan multi disiplin. Setidaknya program penurunan angka stunting sudah sering diupayakan, namun hingga saat ini masih terdapat stunting baru yang sangat mengejutkan. Kendalanya, justru bukan persoalan gizi. Gizi sudah tidak masalah. Pemenuhan gizi kepada ibu hamil dan balita sudah diprogramkan melalui MBG, tanda lainnya muncul berkaitan lingkungan, perilaku, dan sanitasi yang belum layak.

Akselerasi Program

Merekomendasikan bahwa program zero new stunting, harus dimulai dari masyarakat. Bukan perkara sederhana. Masyarakat sebenarnya sudah tahu namun implementasi dari sistem yang dibuat belum berjalan dengan kesadaran dan kemauan.

Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan di rumah sendiri belum terealisasi sungguh-sungguh. Kesempatan menjadi rumah yang sehat dan memberikan kenyamanan serta tersedianya suasana bebas dari stunting merupakan anugerah kehidupan. Tetapi peranan ekonomi berada di garis terdepan dalam keluarga.

Jika ekonomi tak beraturan dan cenderung berada di bawah garis keuangan yang berantakan memungkinkan segala hal yang dibutuhkan di dalam keluarga tidak bisa dianggap enteng dan sepele.

Sengkarut ekonomi berbuah kemiskinan sejak sebelum lahir. Maka seorang ibu harus memastikan gizi calon anaknya benar dan bergizi. Perkembangan yang kemudian disebut stunting berkutat pada gizi di awal, lanjut ke perilaku, dan kemudian lingkungan.

Pemerintah hadir mengakselerasi program zero new stunting (ZNS) di kota Bandung ini sangat penting dan wajib dibenahi dengan seksama. Kebijakan mengenai ZNS ini adalah upaya terbaik bagi keluarga penerima manfaat program.

Maka keluarga yang terdata wajib mau diarahkan sebaik-baiknya, sebaliknya jika masyarakat enggan diprioritaskan maka hasil SSGI terbaru hanya dalam data. Mengakselerasi program ZNS sebatas jargon, maka sinergi dan kolaborasi dengan lintas sektor diupayakan dengan cara yang paling baik dan sesederhana di pemahaman masyarakat.

Perilaku orang yang merokok di sekitarnya jauh lebih berbahaya jika tidak ditegur oleh aturan dan kebijakan-kebijakan yang representatif. Ukurannya, pendewasaan orang tua sudah harus membumi. Bukan selalu angkuh pada sekitar ketika ada anak balita dan ibu hamil. Yang dianggapnya hal biasa. Padahal asap rokok bukan berarti cuma asap, tapi mematikan kehidupan generasinya pelan-pelan.

Stigma Tengkes

Di benak masyarakat bahwa tengkes adalah kutukan. Padahal masyarakat harus mengetahui secara utuh musababnya tengkes.

Tengkes menjadi satu permasalahan yang diberikan perhatian serius oleh pemerintah. Pemberian makanan bergizi, edukasi lingkungan sehat, dan membangun psikis yang menyenangkan merupakan langkah awal untuk mewujudkan keadilan bagi masyarakat dan terhindar dari tengkes.

Sebab tengkes bukan aib manakala pemerintah melalui peranan kader posyandu untuk terus memberi solusi sehat kepada keluarga baru, sehingga masyarakat mengetahui bahwa tengkes bisa diatasi dengan cepat.

Seribu hari pertama kehidupan anak menjadi poin pentingnya. Masyarakat wajib menyadari jangan sampai telat melakukan penanganan tengkes.

Jangka panjangnya tentu berhubungan dengan kecerdasan dan psikis anak. Penurunan kognitif dan postur tubuh yang tidak ideal membuat anak minder dan mendapatkan perlakuan yang kurang baik dari teman-temannya.

Maka dari itu, pemerintah harus menelusuri akar dari tengkes di masyarakat dan mungkin belum terdeteksi, sewajibnya program ZNS ini maka pemerintah memusatkan perhatiannya ke masyarakat dengan mengaktifkan di wilayah, mengedukasi secara rutin tiap minggu pada multi sektor.

Bagian dari program ini, pencegahan bukan hanya melalui edukasi, tapi membersamai masyarakat dengan cara sederhana, melayani masyarakat dengan intervensi tinggi dan meningkatkan kewaspadaan yang seimbang dengan praktik berperilaku sehat antar masyarakat.

Jamaknya program yang ditentukan, pencegahan tengkes harus direalisasikan sampai tuntas demi masyarakat sejahtera untuk memanjangkan generasi emas kota Bandung di masa mendatang. Pada generasi emas nantinya, masa depan kota Bandung dijunjung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 16:22

Ketika Muhammad Ali Datang ke Indonesia

Di antara beragam berita yang tersaji, satu judul tampil mencolok dan menarik perhatian yaitu kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia.

Halaman muka surat kabar Swadesi edisi 20 Oktober 1973, yang menampilkan berita utama tentang kedatangan petinju legendaris dunia, Muhammad Ali, ke Indonesia. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 15:02

Membudayakan Berwisata ke Museum

Andai museum tidak didirikan, bagaimana kita bisa mengetahui sejarah kehidupan manusia?

Museum Sri Baduga menggelar Expo Pancarakén Sri Baduga 2023, Jalan BKR, Kota Bandung, Jumat, 23 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Alfarisi)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 14:38

Tong Gengsi Atuh ... Berbahasa Sunda

Para keluarga muda Sunda sering terlihat menggunakan bahasa Indonesia dari pada bahasa Sunda saat berkomunikasi dengan anaknya sejak usia balita.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 13:05

Mabit, Camp, dan Al-Jabbar

Tugas orang tua bukan hanya memastikan anak-anak mendapatkan pendidikan yang baik, melainkan menemani (membersamai) mereka untuk menemukan makna terdalam dari setiap aktivitas pengalaman berharganya.

Foto bersama guru, siswa kelas 6 saat mengikuti Al-Amanah Spiritual Camp di Al Jabbar, Jumat-Sabtu. (16-17/10/2026). (Sumber: Grup WAG Kelas 6)
Linimasa 21 Okt 2026, 10:53

Jelajah Citarum Saat Musim Kemarau

Saat musim kemarau, debit Citarum susut drastis dengan warna air menghitam. Namun masih dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencari nafkah

Kondisi debit air Sungai Citarum yang menyusut disaat musim kemarau (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 08:01

Andai Kota Bandung Tidak Macet seperti Kota Cirebon

Pengalaman saya menjelajahi lalulintas di Kota Cirebon membawa saya kepada kerinduan terhadap Kota Bandung yang tertib dan minim kemacetan

Sebagian banyak Jalanan di Kota Cirebon terpantau lebih lancar. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 07:41

Mengapa Mahasiswa Pasundan Memberi Rapor Merah untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Rapor merah perlu dibaca sebagai desakan agar angka statistik pemerintah jangan sampai menutupi pengalaman warga yang belum ikut merasakan perbaikan kehidupan.

Mahasiswa melakukan aksi protes dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 20:06

Downgrade Lifestyle: Strategi Bertahan Warga in This Economy

Fenomena downgrade lifestyle tengah menjadi perbincangan warga, tapi apa sih fenomena downgrade lifestyle ini dan apa bagaimana kita menyikapinya?

Ilustrasi sepasang muda-mudi di Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: arvi refo)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 19:15

Kemacetan Bunderan Cibiru Tak Kunjung Usai, Persoalannya Bukan Hanya pada Bundaran?

Mengurai benang kusut Bunderan Cibiru tak cukup hanya fokus di satu titik saja, melainkan menangani rangkaian penyebab sebelum kendaraan sampai di sana.

Kondisi lalu lintas di jalur Cibiru-Cileunyi saat jam sibuk sore, pukul 16.40 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Adisty Dhona Restu Ramadhani)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 18:08

Kenapa Jawa Barat Mengalami Dampak PHK Terbesar (Bagian 2)

Acapkali PHK tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana mencari solusi sosial akibat dampak PHK tersebut. Ketika industri melemah seharusnya kehidupan ekonomi masyarakat tidak boleh terhenti.

Ilustrasi buruh perempuan. (Sumber: a | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 20 Okt 2026, 17:09

Wisata Jalan Kaki Melihat Jejak Sejarah Gedung Bank Indonesia

Gedung Bank Indonesia menghadirkan sejarah perbankan, arsitektur, dan perkembangan ekonomi. Sedangkan Taman Balai Kota menawarkan ruang terbuka hijau.

Gedung bersejarah Bank Indonesia di Kota Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)