media sosial
Ketika Manusia Melukis Wajahnya di Jejaring Sosial
Jejaring sosial seakan menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari, tapi pernahkah kita berpikir bijak menggunakan jejaring sosial tanpa mengurangi rasa empati. Seberapa penting dunia maya bagi kita?
Membedah Komunikasi Digital Layanan AI pada Website dan Media Sosial
Membedah efektivitas komunikasi digital layanan AI melalui perbandingan penggunaan kata kunci, teknik penulisan, dan gaya bahasa antara website resmi dan media sosial.
Strategi Penyampaian Pesan dalam Publikasi Film melalui Website dan Media Sosial
Website resmi menyajikan informasi yang lebih lengkap mengenai film, pemeran, dan jadwal penayangannya.
Saring Sebelum Pusing: Memutus Rantai Kepanikan Digital
Membekali masyarakat dengan literasi digital yang memadai adalah kunci pertama.
Banyak Followers dan Following, tapi Nol Postingan: Fenomena Silent User di Instagram
Fenomena akun Instagram tanpa postingan (tren Zero Post) menunjukkan perubahan cara generasi muda memandang privasi, eksistensi, dan tekanan sosial di era media digital.
Kelulusan, Selebrasi, dan Bersyukur
Hakikat kelulusan bukan terletak pada seberapa besar buket yang dibawa, panjangnya konvoi ucapan selamat, ramainya unggahan di media sosial.
Pamer atau Bertahan? Logika Sosial di Balik Tren Flexing di Media Sosial
Flexing bukan sekadar pamer kekayaan, tetapi bagian dari logika media sosial yang menuntut setiap orang untuk terus terlihat dan diakui.
TikTok, Trotoar, dan Eksistensi
Ihwal kreativitas digital memang layak dirayakan, tetapi ruang publik tetap menyimpan fungsi sosial yang tak bisa sepenuhnya dapat digantikan oleh layar.
Ketakwaan Terlangka di Era Digital Religion
Di era digital hari ini, pengakuan tidak lagi menunggu ruang fisik, melainkan hadir dalam genggaman melalui likes, views, dan komentar.
Cancel Culture: Saat Netizen Jadi Hakim di Ruang Digital
Di sinilah cancel culture bekerja, di mana publik secara kolektif “membatalkan” seseorang karena dianggap melanggar norma sosial tertentu.
Kemarahan Digital Perang Iran dan Keuntungannya bagi Platform Media Sosial
Beberapa hari terakhir ini, linimasa media sosial dan juga WhatsApp Group di Indonesia dipenuhi umpatan dan kutukan.
Lahir dari Kegelisahan Warga, @infobdgbaratcimahi Menjadi Ruang Solidaritas Digital
Ia membagikan cerita seorang penjual es keliling di akun Instagram pribadinya, dengan harapan sederhana—dagangan si penjual bisa lebih laris.
Baru Lahir, @ceritahegarmanah Langsung Tancap Gas Angkat UMKM dan Cerita Warga Lokal
Hegarmanah—yang dalam bahasa Sunda berarti hati yang bersih dan tulus—pelan-pelan menemukan wajah digitalnya.
Hey Bandung: Menguji Kekuatan dan Dampak Homeless Media dari Sudut Pandang Warga
Sejak awal peluncuran, Hey Bandung menerapkan strategi agresif untuk membangun distribusi konten. Pada masa awal, mereka bisa mengunggah hampir 20 konten per hari.
Pagi Mengurus Ternak, Siang Mengurus Viewers, Cerita Homeless Media @infolembang_update
Selain intimidasi, statusnya sebagai pengelola media tanpa badan hukum resmi sering membuatnya dipandang sebelah mata di lapangan.
Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar
“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Beragama di Tengah Pusaran Algoritma
Media sosial dan kecerdasan buatan (AI) menjadi perantara baru dalam pengalaman beragama, menghadirkan kemudahan sekaligus kebingungan.
Tanpa Kantor, Tanpa Redaksi Besar: Cerita Wartawan Lawas Bangun Homeless Media
Salah satunya adalah akun Instagram @beritabandungraya_com, sebuah platform yang lahir dari tangan wartawan yang telah berkiprah sejak 2011, Ahmad Taopik.
Menelusuri Jejak Info Coblong, Media Akar Rumput yang Menjadi Jembatan Aspirasi dan Etalase UMKM Warga
Info Coblong justru lahir dari kegelisahan warga, dikelola secara mandiri sejak 2019, dan bertahan sebagai sumber informasi lokal di Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Benteng Kritis Mahasiswa UNPAR dalam Menangkal Hoaks dengan Literasi Digital
Mengulas urgensi pengembangan literasi digital bagi mahasiswa, khususnya dalam merespons penyebaran informasi palsu di media sosial.