Lahir dari Kegelisahan Warga, @infobdgbaratcimahi Menjadi Ruang Solidaritas Digital

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Selasa 03 Mar 2026, 12:29 WIB
Tampilan konten @infobdgbaratcimahi. (Sumber: @infobdgbaratcimahi)

Tampilan konten @infobdgbaratcimahi. (Sumber: @infobdgbaratcimahi)

AYOBANDUNG.ID - Di tengah derasnya arus informasi dan algoritma yang tak pernah tidur, sebuah akun Instagram bernama @infobdgbaratcimahi lahir bukan dari ambisi menjadi viral, melainkan dari kegelisahan yang sederhana: bagaimana caranya membantu orang kecil agar tak tenggelam di linimasa.

Akun itu dibuat pada 2019, dan di baliknya ada Andy Supandi (28), seorang pengelola media yang ingin menjadikan platform sosialnya sebagai ruang solidaritas warga.

Awalnya, langkah Andy sangat personal. Ia membagikan cerita seorang penjual es keliling di akun Instagram pribadinya, dengan harapan sederhana—dagangan si penjual bisa lebih laris.

“Saya pengen ngebantu UMKM, sih. Dulu ada kisah abah-abah yang jualan es keliling,” ujarnya.

Namun, ketika cerita itu dipublikasikan di akun pribadinya, respons yang diterima sangat minim. Alih-alih berhenti, Andy justru memanfaatkan jaringan media yang ia kelola untuk kembali mengangkat kisah tersebut agar menjangkau lebih banyak orang.

“Saya coba naikin lagi kisahnya dan FYP. Waktu itu sempat open donasi juga,” ucap Andy.

Ajakan donasi yang ia buat bersama jaringan media lain berbuah manis. Dana yang terkumpul mencapai puluhan juta rupiah. Uang itu membantu mewujudkan cita-cita si penjual es untuk memiliki warung sendiri. Sejak momen itu, arah media yang dikelolanya menjadi semakin jelas: menjadi perpanjangan tangan solidaritas masyarakat.

“Tujuan saya buat media bukan karena pengen kayak orang lain, tapi karena saya masyarakat biasa yang pengen ngebantu masyarakat lagi,” kata Andy.

Idealisme, Intimidasi, dan Risiko

Seiring bertambahnya pengikut yang kini mencapai ratusan ribu, tantangan yang dihadapi @infobdgbaratcimahi pun semakin kompleks. Tidak semua unggahan diterima dengan lapang dada, terutama ketika menyentuh isu-isu sensitif yang memicu reaksi keras dari kelompok tertentu.

“Kalau untuk media ada sih. Sampai telepon personal pernah ke saya,” tuturnya.

Bentuk intimidasi datang melalui pesan hingga ancaman langsung. Meski begitu, Andy memilih bertahan pada prinsip independensi yang sejak awal ia bangun.

“Kita tetap idealis. Nggak ada tawaran kerja sama dari pemerintah atau instansi yang kita ambil,” katanya.

Ia tak menampik adanya rasa khawatir. Namun baginya, risiko adalah konsekuensi dari pilihan untuk tetap bersuara.

“Kalau khawatir ada, cuma itu sudah risiko,” ucap Andy.

Risiko itu nyata. Akun TikTok mereka yang telah mengumpulkan 80 ribu pengikut hilang permanen setelah mengunggah konten terkait isu internasional tentang serangan Israel pada Palestina.

“Itu (di banned) permanen. Udah 80.000 followers di TikTok,” ujarnya.

Kehilangan tersebut tentu mengecewakan. Namun Andy melihatnya sebagai ujian konsistensi, bukan akhir perjalanan. Baginya, membangun media mungkin bisa cepat, tetapi mempertahankannya jauh lebih sulit.

“Yang sulit itu mempertahankan, bukan membuat,” kata Andy.

Strategi Bertahan: Konsisten dan Kolaboratif

Di balik layar, Andy tidak bekerja sendiri. Ia dibantu dua anggota tim: satu berperan sebagai jurnalis dan satu lainnya sebagai desainer. Bersama-sama, mereka menjaga ritme produksi konten agar tetap stabil.

Setiap hari, mereka menargetkan minimal empat hingga lima unggahan demi mempertahankan engagement. Konsistensi menjadi strategi utama dalam membaca dan menaklukkan algoritma media sosial.

“Yang pertama konsisten dalam postingan setiap hari. Itu harus ada,” ujarnya.

Bagi Andy, algoritma bukan sesuatu yang misterius jika dihadapi dengan disiplin. Selama akun aktif dan konsisten, audiens akan tetap terlibat dan sistem Instagram akan mengenali akun tersebut sebagai sumber informasi yang hidup.

Selain konsistensi, kolaborasi menjadi kunci lain yang ia pegang. Ia melihat banyak media sosial gagal berkembang karena memandang akun lain sebagai kompetitor, bukan mitra.

“Jangan menganggap semua orang atau media lain itu saingan,” katanya.

Bahkan, Andy sempat menggagas grup WhatsApp mediagram se-Jawa Barat untuk memperluas jejaring distribusi informasi. Ia percaya, kolaborasi lintas akun mampu mempercepat penyebaran informasi sekaligus meningkatkan interaksi.

“Kalau kita kolaborasi, informasi lebih cepat naik dan engagement juga ikut naik,” ucap Andy.

Baginya, kekuatan media sosial bukan sekadar soal siapa yang paling cepat mengunggah, melainkan siapa yang paling terhubung dan saling menguatkan.

Media Warga di Era Digital

Sebagai media gram, @infobdgbaratcimahi mengandalkan partisipasi warga sebagai sumber utama informasi. Laporan kehilangan, situasi darurat, hingga isu nasional bisa segera dipublikasikan setelah melalui verifikasi internal atau dengan merujuk pada media besar.

“Kalau ada laporan dari warga, bisa langsung kita naikkan,” ujarnya.

Ia menyadari pola kerja ini berbeda dengan media mainstream yang memiliki rantai redaksional lebih panjang.

“Kalau media mainstream kan harus ada prosedur, redaktur ACC dulu. Kalau kita, laporan warga bisa langsung naik,” ucap Andy.

Di sisi lain, kerja sama promosi dan endorsement tetap dijalankan untuk menjaga keberlanjutan operasional, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga usaha menengah ke atas.

“Kalau UMKM mah biasanya kita sesuaikan, kadang seikhlasnya. Kalau yang agak besar Rp.350.000,” ujarnya.

Bagi Andy, idealisme dan keberlanjutan finansial bukan dua hal yang harus saling meniadakan. Di tengah ancaman, tekanan, dan algoritma yang berubah-ubah, ia tetap berpegang pada satu prinsip utama: keberanian untuk mempublikasikan apa yang perlu diketahui publik.

“Mau itu isu tentang pemerintahan, mau itu isu tentang masyarakat, ya kita harus berani posting gitu,” pungkasnya.

News Update

Ayo Biz 03 Mar 2026, 13:03

Rumah dan Harapan: Mendekatkan Mimpi Punya Hunian dalam Genggaman Tangan

balé by BTN bukan sekadar proyek teknologi. Aplikasi ini jadi bagian instrumen ekonomi.

Aplikasi balé by BTN. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Beranda 03 Mar 2026, 12:29

Lahir dari Kegelisahan Warga, @infobdgbaratcimahi Menjadi Ruang Solidaritas Digital

Ia membagikan cerita seorang penjual es keliling di akun Instagram pribadinya, dengan harapan sederhana—dagangan si penjual bisa lebih laris.

Tampilan konten @infobdgbaratcimahi. (Sumber: @infobdgbaratcimahi)
Beranda 03 Mar 2026, 10:40

1.500 Ton Sampah Sehari: Kota Bandung Butuh Aksi Nyata Warganya Sekarang Juga

Sebab jika produksi sampah terus berada di angka 1.500 ton per hari sementara yang mampu dikelola optimal baru sekitar 40 ton, maka persoalan ini bukan hanya milik pemerintah.

Jumlah keseluruhan sampah dari berbagai TPA di Kota Bandung mencapai 1.496 ton setiap hari atau setara 262 rit pengangkutan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Ayo Netizen 03 Mar 2026, 08:03

Ai Takeshita Menemukan Persahabatan Lintas Budaya di Bandung 

Kali ini ada tamu dari Jepang, Ai Takeshita, akademisi yang selama bertahun-tahun meneliti seni dan budaya Indonesia.

Obrolan hangat bersama Ai Takeshita di lobi Hotel Savoy Homann, Bandung. Percakapan lintas budaya mengalir santai menjelang waktu berbuka puasa. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 19:56

Mudik kepada 'Basa Lemes'

Perubahan gaya bahasa ini bukan sekadar soal kosakata, melainkan perubahan kerangka relasi sosial.

Ilustrasi mudik. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 02 Mar 2026, 17:43

Rahasia Bacang Jando Anne Bertahan di Tengah Lonjakan Harga Bahan Baku

Di balik usaha kuliner bacang jando Anne dan gerobaknya, ada berbagai macam memori yang mengembalikan kenangan di masa lampau.

Di balik usaha kuliner bacang jando Anne dan gerobaknya, ada berbagai macam memori yang mengembalikan kenangan di masa lampau. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 16:07

Pentas Buku Foto 2026 Ngabuburit Sambil Menyelami Narasi Visual di Red Raws Center

Di tempat yang dikenal sebagai ruang pertemuan para pegiat seni, buku, dan barang antik ini, digelar Pentas Buku Foto 2026.

Suasana pengunjung pada pameran Pentas Buku Foto 2026. Kegiatan ini banyak menarik minat generasi muda yang datang untuk melihat, membaca, dan berdiskusi seputar buku foto. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 02 Mar 2026, 14:47

Wali Kota Bandung Ultimatum PT BII Bereskan Proyek Galian Jalanan Kota Bandung Sebelum 5 Maret

Proyek galian ducting atau kabel bawah tanah belakangan menjadi sorotan karena dinilai memicu kemacetan hingga kecelakaan di sejumlah titik jalan.

Wali kota Bandung, Muhammad Farhan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Muslim Yanuar Putra)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 14:31

Syawal dan Arus Kehidupan Baru: Perkotaan Indonesia di Uji Zaman

Syawal menjadi fase transisi perkotaan Indonesia. Pasca-Lebaran, migrasi musiman, perubahan konsumsi, dan tekanan ekonomi global menguji ketahanan sosial-ekonomi kota.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 13:15

Mencari Hening di Tengah Ramadhan

“Melalui api itu akan membakar seribu hijab dalam sekejap, kau akan melesat naik seribu derajat dalam jalan dan cita-citamu.” - Jalaluddin Rumi

Menara Mesjid Agung Bandung. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Abah Omtris)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 11:31

Lautze, Cheng Ho, dan Gus Dur

Bila di Surabaya menghadirkan skala besar, puluhan ribu warga menerima zakat, Bandung menghadirkan kedekatan menjadi ruang (pertemuan) kecil yang mempersatukan beragam manusia dalam satu saf berbuka.

Tempat yang sangat ingin aku kunjungi. Tapi tiap kali mau mampir pasti nyasar ujung2nya putus asa. Dan Allah kasih kesempatan melalui cara yang lain. (Sumber: Instagram/@chenghoosby)
Ayo Netizen 02 Mar 2026, 09:19

Drama Spiritual Ramadan di Pasar Dadakan: Cingunguk pun Serupa Kurma Premium yang Terbang!

Hari ketiga berpuasa? Kepala pening, penglihatan ganda, dan semua benda kecil cokelat mendadak terlihat seperti kurma premium impor Madinah.

Ilustrasi Pasar dadakan puasa Ramadan (Sumber: ayobandung.com)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 18:12

Akhir Ramadan, Lebaran, dan (Sy)awal Harapan: Tema Ayo Netizen Maret 2026

Maret 2026 ini adalah salah satu bulan paling dinamis dalam kalender sosial, tradisi, dan ekonomi warga Bandung Raya.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 16:34

Dua Cara Pandang Menempatkan Ramadan, Antara Penumpang dan Pengemudi

Ramadan hadir setiap tahun dengan rangkaian ibadah yang terstruktur—shaum, tarawih, tilawah, zakat, hingga i'tikaf.

Warga menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) di Masjid Raya Al Jabbar, Gedebage, Kota Bandung, Kamis 6 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 01 Mar 2026, 15:08

Dari Sisa Stok Menjadi Signature, Begini Perjuangan Derry Kustiadihardjo Membangun Imperium Kopi Makmur Jaya

Makmur Jaya Coffee & Roastery adalah cermin dari wajah UMKM Indonesia yang tangguh, adaptif terhadap teknologi, berani berinovasi di tengah himpitan, dan memiliki integritas terhadap kualitas.

Pemilik Makmur Jaya Coffee & Roastery, Derry Kustiadihardjo. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 13:33

Kamus Gaul Ramadan: 10 Akronim Sosial yang Populer Saat Ini

Akronim sosial paling populer di bulan suci, plus beberapa kata lokal yang mungkin belum pernah kamu dengar.

Ilustrasi anak pesantren. (Sumber: Unsplash/ Muhammad Adil)
Ayo Netizen 01 Mar 2026, 09:28

Antara Kurma dan Bala-Bala

Berbuka dengan kurma itu sunah, tapi berbuka dengan bala-bala itu wajib.

kurma, bala-bala dan gorengan menu yang selalu hadir saat berbuka. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 28 Feb 2026, 07:56

Di Mata Pengendara Ojol, Jalanan Kota Bandung Bukan Sekadar Aspal, Tapi Taruhan Keselamatan

Di sisi lain, aspal yang mengelupas, lubang menganga, tambalan tak rata, hingga penerangan jalan yang redup menjadi bagian dari keseharian para pengemudi roda dua.

Pengendara di Jalan Otista Kota Bandung melintas di samping galian kabel yang tidak ditutup semestinya, Jumat (27/2). Kondisi ini membahayakan pengguna jalan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Bandung 27 Feb 2026, 18:09

12 Tahun Menjaga Rasa, Kisah Jatuh Bangun Reza Firmanda Membesarkan Ayam-Ayaman

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan.

Reza Firmanda, sosok di balik populernya jenama Ayam-Ayaman, memulai perjalanannya bukan dengan kemewahan, melainkan dengan ketidakpastian setelah memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. (Sumber: instagram.com/ayamayamanbdg)
Ayo Netizen 27 Feb 2026, 17:12

13 Abreviasi yang Paling Sering Muncul di Bulan Ramadan

Berikut 15 abreviasi (baik itu singkatan ataupun akronim) yang paling sering muncul sepanjang bulan suci

Ilustrasi suasana Bulan Puasa di Tanah Sunda. (Sumber: Ilustrasi oleh ChatGPT)