Tanah, Makanan, dan Tempat

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Camilan kue ladu, sangat populer di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. (Sumber: T Bactiar)
Camilan kue ladu, sangat populer di Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. (Sumber: T Bactiar)

Material dari peristiwa kebumian yang mengendap menjadi arsip bumi, karena kekhasannya, karena kemegahannya, kemudian oleh orang yang melihatnya, yang mengaguminya, dijadikan sebagai penanda kawasan. Ada kawasan di Jawa Barat yang tanahnya berwarna merah, misalnya, dinamailah Tanarara, Cibeureum. Atau dinamai Cikoneng, bila warna kuning lebih dominan dari warna merah. Kawasan yang berupa hamparan material letusan gunungapi tua yang selama jutaan atau ribu tahun dikukus panas bumi, sudah melapuk dan terubah, di Jawa Barat disebut cadas. Maka, kawasan itu dinamai Cicadas. Bila cadas yang terhampar luas, dinamai Cadasngampar. Kalau cadas yang tersingkap luas warnanya putih gading, dinamailah tempat itu Cibodas. Bila cadas itu ronabuminya lebih memanjang dari ketinggian bukit atau gunung sampai di kakinya, dinamailah tempat itu Cadaspanjang. 

Di suatu tempat, ada pohon kiara yang sangat besar dan tua, sehingga pohonnya sudah miring, dinamilah tempat di sekitar pohon itu Kiaracondong. Ada pohon kiara yang di batangnya berlubang besar, dinamilah tempat di sekitar pohon itu Kiarakohok. Karena pohon kiara itu sangat rindang, lalu dijadikan tempat berteduh oleh yang berjalan melintasi pohon tersebut, karena ramai oleh orang-orang yang berjalan, dibuatlah warung di bawahnya, menjajakan makanan dan air minum. Dinamilah tempat di sekitar warung di bawah pohon itu Warungkiara.

Begitulah para pendahulu kita memberi nama tempat, sesuai dengan karakter buminya, sesuai dengan karakter hayatinya, dan sesuai dengan sosial budaya masyarakat yang ada di tempat itu. 

Dalam tulisan ini akan diuraikan hubungan timbal-balik antara alam dengan manusia, dan sebaliknya, khususnya tentang nama-nama batuan atau tanah yang dijadikan toponim, yang dijadikan nama jenis makanan, dan ada juga nama jenis makanan yang dijadikan toponim, karena wujudnya dianggap menyerupai.

Di Kabupaten Cirebon, misalnya, ada nama geografis Desa Waléd di Kecamatan Waléd. Kata waléd berarti endapan lumpur yang dihanyutkan oleh air seperti sungai. Ronabumi Kecamatan Waléd yang datar dan berada di sekitar sungai, sehingga menjadi tempat mengendapnya lumpur dan material lainnya yang hanyut dari hulu sungai. Karena karakter buminya berupa endapan lumpur, kemudian tempat itu dinamai Waléd.

Ada nama geografis Cikeusik di Kabupaten Kuningan, di Kabupaten Majalengka, di Kabupaten Sumedang, di Kabupaten Tasikmalaya, dan di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Kata keusik dalam Bahasa Sunda sama artinya dengan pasir dalam bahasa Indonesia. Umumnya nama geografis Cikeusik berada di sekitar aliran sungai, atau di kawasan yang pernah tertimbun material letusan gunungapi pada masa lalu. Pasir yang terhampar tebal di Kawasan itu bisa berasal dari lahar letusan atau lahar hujan, atau dinding sungai yang tergerus banjir. Pasir dan bebatuannya dihanyutkan aliran sungai, kemudian mengendap di kawasan yang lebih datar di bagian hilir sungai. Endapan keusik atau pasir yang melimpah-ruah itu menjadi penanda kawasan, kemudian tempat itu dinamai Cikeusik.

Sama dengan makna keusik, dikenal juga istilah kikisik, yang berarti kawasan landai yang ditutupi keusik, ditutupi pasir. Toponim Kampung Kikisik ada di Desa Gunungsari, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya. Di kampung tersebut ada Pesantren Kikisik yang dipimpin oleh Ajengan Kikisik (KH Ahmad Sadili), yang sangat popular pada saat Gunung Galunggung Meletus tahun 1982-1983.

Dengan makna yang sama dengan keusik dan kikisik, di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, ada toponim Laladon. Toponim ini berasal dari kata la-du, kemudian menjadi la-la-du-an yang berarti pasir, endapan pasir. Kawasan yang banyak endapan pasirnya. Sangat mungkin pasir itu berasal dari longsoran dinding Gunung Salak pada saat terjadi gempabumi gempa besar. Material longsorannya terbawa hanyut sungai, mengendap di sepanjang sungai hingga Ciampea dan sekitarnya. Sekarang kawasan yang semula berupa endapan pasir itu menjadi Desa Laladon. Jenis dodol yang ditaburi sangrai tepung sebelum dibungkus, di Priangan dinamai ladu. Dodol serasa ada pasirnya saat dikunyah. Dalam literatur gunungapi awal, endapan awanpanas atau wedhusgembel itu dinamai ladu.   

Cileutak, nama geografis yang diberikan pada kawasan yang semula berupa Kawasan dengan tanah lumpur atau leutak. Kawasan itu kemudian dikeringkan, dibuat saluran-saluran air, ditimbun, lalu berkembang menjadi perkampungan. Dinamailah Kampung Cileutak, seperti yang ada di Desa Gandasoli, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta. Di Jawa Timur, ada nama geografis Desa Lumpur di Kecamatan Gresik, kabupaten Gresik. Pada masa lalunya, kawasan ini didominasi endapan lumpur. Dalam kuliner di Jawa Barat, ada bumbu yang menyerupai leutak atau lumpur, dinamailah salad sayur bumbi kacangtanah itu dinamai lotek. Kue yang adonannya seperti lumpur, dinamai kue lumpur.

Ada kawasan yang berupa endapan tanah atau batuan yang sudah sedikit mengering, tapi masih seperti adonan kue, seperti adonan dodol yang sedang dalam proses diaduk-aduk dalam kuali besar. Dinamailah kawasan itu Cidodol, seperti yang ada di Kelurahan Grogol Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, DKI Jakarta. Di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, ada nama geografis Kecamatan Majenang. Tidak jauh berbeda dengan Cidodol, kawasan ini semula berupa endapan tanah yang menyerupai jenang atau dodol. Di Kabupaten Banyuwangi, ada toponim Watudodol, yang berupa ujung lava dari letusan gunung bawah laut.

Di Jawa Barat ada toponim Buahbatu di Kota Bandung dan di Kabupaten Bandung Barat, Cibatu di Kabupaten Garut, dan Kotabatu di Kabupaten Bogor. Ketiganya menggunakan kata batu, tapi makna katanya jauh berbeda. Toponim Buahbatu bukan berarti di kawasan itu banyak batu, tapi pada masa lalu di sana banyak ditanam pohon jambe atau pohon pinang atau pohon pucang, yang buahnya keras seperti batu. Buahbatu itu artinya sama dengan buah jambe atau buah pinang atau buah pucang, atau jebug. Sementara Cibatu dan Kotabatu, asal penamaannya karena memang di kawasan itu secara alami terdapat banyak batu dari letusan gunungapi.

Dari contoh toponim di atas dapat dikelompokan, pertama ada nama geografis yang terinspirasi keadaan alamnya yang berupa hamparan keusik, dinamailah Cikeusik. Kawasan yang berlumpur atau kawasan yang berupa leutak, dinamilah Cileutak, Waléd, atau Lumpur. Kedua, tanah atau batuan di suatu tempat yang menyerupai dodol yang lebih dahulu dikenalnya, dinamailah Cidodol, Watudodol. Tempat yang menyerupai jenang, dinamailah Majenang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Sep 2026, 07:40

Gunta Akhiri: Mewujudkan Rumah Besar Para Insinyur Kota Bandung

Tantangan besar ketersediaan Insinyur Profesional mesti segera diatasi

Ilustrasi Ketua PII  Cabang Bandung, Gunta Akhiri dan Ketum PII Pusat, Ilham Akbar Habibie (Sumber: dikreasi dengan chatgpt | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 19:12

Eksplorasi Gastronomi Bandung: Menyingkap Jejak Rasa, Sejarah, dan Warisan Budaya Pasundan

Memahami kuliner Bandung bukan sekadar aktivitas konsumsi, melainkan sebuah penelusuran antropologis terhadap budaya Pasundan yang menempatkan harmoni alam di atas piring saji.

Soto Bandung tampil unik dengan kuah bening kaldu sapi sebagai pembeda dari soto bersantan di daerah lain, dipadukan secara khas dengan potongan lobak. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 16:09

Jalan yang Benar di 'Google Maps' Belum Tentu Benar bagi Kendaraan Kita

Google Maps tidak berada di balik kemudi. Ia tidak tahu secara langsung apakah kendaraan tertentu membawa muatan berlebih atau apakah mesin kendaraan sedang prima.

Google Maps (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:36

Cuma Rp216 Bisa Keliling Bandung! Merayakan Ulang Tahun Kota Kembang Naik Bandros dan TMB

Pemerintah Kota Bandung memberikan kado spesial kepada seluruh warga dan wisatawan dalam rangka merayakan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216.

Salah satu video Youtube Boby Rachma "BANDUNG TOUR ON BUS!! KELILING KOTA BANDUNG NAIK BANDROS!!".
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 10:06

Ekstrakurikuler yang Membahagiakan sebagai Resiliensi Pendidikan Berkelanjutan

Hadirnya pembelajaran ekstrakurikuler bagi murid diwujudkan dengan kegiatan yang lebih tepat dan memberi ruang bagi murid untuk mengekspresikan dirinya sesuai dengan hobi atau minat bakatnya.

Ilustrasi murid sekolah negeri. (Sumber: Pexels/Yazid N)
Ayo Netizen 27 Sep 2026, 08:26

Kamera Dulu, Peluk dan Tolong Kemudian

Fenomena masyarakat modern yang lebih mengutamakan kamera dan dokumentasi dibandingkan dengan mengutamakan empati.

Fenomena yang sering terjadi pada masyarakat modern yang menjadikan dokumentasi satu-satunya yang penting ketika terjadi sesuatu (Sumber: Generated AI)
Beranda 26 Sep 2026, 11:23

46 Kilometer Jalan yang Melintasi Kota Bandung Ini Bukan Milik Pemkot

Berdasarkan dokumen itu, sebagian besar ruas jalan nasional yang melintasi Kota Bandung tersebut membentang dari barat ke timur.

Jalan Soekarno Hatta membentang sejauh 18 kilometer dari timur ke barat di kawasan selatan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 19:46

MJT: Program Pemerintah Jawa Barat yang Cukup Solutif untuk Mengurangi Kemacetan

Metro Jabar Trans menjadi program yang cukup bermanfaat untuk meminimalisir kemacetan juga alternatif kendaraan umum yang terjangkau bagi masyarakat

Metro Jabar Trans menjadi salah satu transportasi umum pilihan masyarakat (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 18:19

Menonton Film di Bioskop Legendaris Bandung Era 90-an

Jauh sebelum bioskop hadir di dalam pusat perbelanjaan dan sinepleks modern, Bandung memiliki banyak gedung bioskop yang menjadi bagian dari denyut kehidupan kota.

Penulis berdiri di seberang bekas Bioskop Dian, Jalan Dalem Kaum, tepat di seberang kawasan Alun-Alun Bandung. (Sumber: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 17:24

Apa yang Salah Ketika Kekerasan Dipertontonkan di Sosial Media secara Vulgar?

Tontonan pada konten media sosial kini banyak yang mempertontonkan kekerasan secara vulgar. Nilai-nilai humanistik kian tergerus. Apakah kita bisa bijak dan memikirkan dampaknya untuk masa depan?

Ilustrasi korban kekerasan. (Sumber: Pexels | Foto: Daniel Reche)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 16:50

Nilai Diri 'Dus Obat' dalam Perspektif Industri Farmasi

Dus obat yang sering kita sepelekan ternyata tidak sesederhana yang kita pikirkan karena perlu spesifikasi tertentu saat diproduksi.

Dus Obat. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Seni Budaya 25 Sep 2026, 15:21

Mengenal Makna Kehidupan Melalui Batik

Legenda Ki Bahu Reksa dihadirkan melalui empat panel batik tulis Pekalongan yang menggambarkan perjalanan hidup manusia.

Luqiani Octa Pratiwi menghidupkan legenda Ki Bahu Reksa melalui wayang beber dan batik tulis khas Pekalongan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 15:17

Membenahi Kompetensi Sopir, Atasi Jalur Tengkorak di Bandung Raya

Regulasi mewajibkan pemerintah menjamin penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi pengemudi

Ilustrasi jalur tengkorak di Bandung Raya. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 13:32

Api Biru Papandayan: Ketika Foto Indah Justru Bisa Menyimpan Bahaya

Foto yang baik tidak harus menjadi bukti bahwa fotografer berhasil mengalahkan jarak.

Fenomena blue fire. (Sumber: kemenparekraf.go.id)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 10:19

Jejak Kuliner Nusantara: Telaah Literatur Resep Masakan Indonesia Pascakemerdekaan (1950–1979)

Secara keseluruhan, literatur resep masakan kurun 1950 hingga 1979 berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern.

Di antara buku-buku resep masakan yang terbit pada kurun 1950 hingga 1979 telah berhasil meletakkan fondasi kokoh bagi kebudayaan Indonesia modern. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 16:03

Mengapa Sejarah Kelam G30S Harus Tetap Dibaca?

Seyogianya sejarah harus tetap dibaca, meski itu adalah sejarah kelam. Sejarah bukanlah alat untuk menebar kebencian, tetapi dari sejarah kita belajar. Pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Poster rilis film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI tahun 1984 oleh Perusahaan Produksi Film Negara. (Sumber: Wikimedia Commons)