Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan Jumat 29 Mei 2026, 10:43 WIB
Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)

Berada di ketinggian gunung, seperti berada dalam keheningan yang hampa. Kosong tanpa suara. Nyatanya, ketika berada di gunung, alam mempunyai suaranya sendiri. Saat-saat beristirahat dalam perjalanan, atau ketika sampai di tujuan pendakian, suara angin yang mengusap dedaunan dan bebatuan, menimbulkan bunyi yang berirama dan ritmis. Kadang pelan, kadang menderu dengan suara-suara yang ditimbulkannya. 

Daun-daun bergesek. Ranting berayun seirama gelombang udara yang bertiup dari lembah-lembah. Angin yang membawa air dari samudera raya, menjadi kabut yang meninggalkan basah di dedaunan. Kabut menjelma embun berjuta bening, yang meneteskan berjuta liter air di belantara, yang melembabkan tanah dan bebatuan. Embun yang yang merayap di sepanjang pohon, yang menitik di seresah yang terhampar di lantai hutan, kemudian meresap menjalar melalui akar, menembus kedalaman bebatuan, dan keluar teratur di mataair, mengalun menderas menjadi sungai dengan berjuta kisahnya bagi kehidupan, dan akan bermuara di laut yang memberikan penyembuhan dan perlindungan. 

Kabut yang melintasi ketinggian, berarak menuju langit, yang tergapai jangkauan tangan. Harapan dan doa-doa terkirim bersama kabut, tersampaikan kepada pemilik semesta. Boleh jadi, inilah yang menyebabkan gunung dan hutan menjadi sumber kesucian dan pusat religi, sehingga mendaki gunung merupakan prosesi perjalanan ibadah menuju sumber kesucian.

Pencapaian religiusitas itu mewujud dalam praktik hidup, menjadi pujalaku dalam penghormatan terhadap alam. Sebagai panduan berperilaku terhadap alam, terhadap hutan, ditetapkanlah adanya leuweung larangan, hutan terlarang, hutan yang disucikan, sehingga siapa pun tidak diperkenankan untuk memanfaatkannya. Ada hutan tutupan itu merupakan hutan lindung, hutan penyangga, hutan peralihan antara leuweung larangan dengan hutan tutupan. Kekayaan alam yang terdapat di dalam zona ini masih dapat dimanfaatkan dengan tidak merusak, seperti mengambil jamur, madu dalam batas-batas wajar. Dan ada leuweung garapan, hutan yang dapat dikelola oleh penduduk dengan tetap memegang rasa hormat terhadap alam dalam pengelolaannya.

Ketika rasa hormat terhadap alam tumbuh kuat, maka alam, hutan, menjadi hal yang indah dan menyejahterakan dalam kehidupan. Hal ini tergambar dalam toponim yang memakai nama wana, leuweung, yang berarti hutan, yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat.

Ketika kata wana produktif digunakan dalam berbahasa oleh masyarakat Sunda, maka kata wana banyak digunakan dalam menamai suatu kawasan hutan. Sukawana, bermakna hutan yang menggembirakan. Toponim Sukawana terdapat di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Di Kabupaten Majalengka terdapat dua toponim Sukawana, yaitu Desa Sukawana di Kecamatan Kertajati, dan Sukawana di Desa Wanahayu, Kecamatan Maja.

Toponim Desa Wanahérang di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Wanahérang bermakna hutan yang jernih atau kemilau. Namum, kata hérang juga bermakna behubungan dengan hal yang transedental, kekuatan di luar manusia yang Mahawelasasih. Juga dalam toponim yang memakai kata hérang, selain mempunyai makna yang sesuai dengan arti kata, namun juga mengandung makna yang terkait dengan ketuhanan, seperti dalam toponim: Gununghérang, Pasirhérang, Sagarahérang, Talagahérang, Wanahérang.

Toponim Desa Wanakerta di Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, bermakna hutan yang menyejahterakan. Toponim Wanakerta juga menjadi toponim Desa Wanakerta di Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Desa Wanakerta di Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang, Desa Wanakerta di Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang, dan Desa Wanakerta di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

Desa Wanaraja di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, bermakna hutan “kepunyaan” raja. Biasanya hutan itu menjadi tempat berburu binatang raja bersama rombongannya. Toponim Wanareja di Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, bermakna hutan yang damai, hutan yang menenteramkan. Desa Wanasalam di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, hutan yang banyak ditumbuhi pohon salam. Toponim Kecamatan Wanayasa di Kabupaten Purwakarta dan Desa Wanayasa di Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, toponim Wanayasa bermakna hutan kehormatan atau hutan pujian, umumnya dikuasai untuk kesenangan raja sebagai tempat berburu.

Ketika ada kata yang menjadi tidak produktif digunakan, maka kata itu berganti menjadi kata baru, yang kemudian produktif digunakan oleh masyarakat Sunda. Seperti kata wana yang berganti menjadi kata leuweung, namun tidak serta-merta mengganti toponim yang memakai kata wana menjadi memakai kata leuweung. Wanakerta, misalnya, tidak menjadi Leuweungkerta.

Inilah beberapa contoh toponim yang memakai kata leuweung: Leuweungawi yang bermakna hutan bambu. Toponim Leuweungawi di Desa Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Leuweungawi di Desa Cirajeg, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, dan Leuweungawi di Desa Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta. 

Leuweungdatar di Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dan Leuweungdatar di Kecamatan Sukamamur, Kabupaten Bogor. Di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur. Di Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, dan tiponim Leuweungdatar di Desa Bojonghaleuang, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Toponim Leuweunggedé bermakna hutan yang luas. Toponim Leuweunggedé terdapat di Kecamatan Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, di Kecamatan Pusakasari, Kabupaten Cianjur.

Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. Toponim Leuweunghapit bermakna hutan yang diapit dua bentang alam. Misalnya Leuweunghapit ini diapit oleh Ci Manuk dan …, atau hutan di antara Ci Manuk dan …. 

Toponim Desa Leuweungkolot di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, dan di Leuweungkolot di Desa Singdangmulih, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Toponim Leuweungkolot bermakna hutan tua. Biasanya atau semula, hutan ini disakralkan oleh masyarakatnya.

Apakah toponim Leuweungkunti di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini bermakna di hutan di daerah Jayagiri ini di percaya oleh masyarakat terdapat kunti, hantu atau roh halus perempuan.

Di Kabupaten Garut, toponim Kampung Leuweungtiis terdapat di Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, dan di Kecamatan Leles. Leuweungtiis bermakna hutan yang bersuhu dingin. Terdapat juga di Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, dan di Desa Sukadami, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta.

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan, karena mereka mengenal karakteristik hutan dengan sangat baik. Mereka sangat dekat terhubung dengan hutan, dan mengetahui batas-batas pada saat mengambil manfaat hutan, sehingga ada dorongan kuat untuk memelihara dan merawat hutan dengan baik dan berkelanjutan. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 29 Mei 2026, 18:02

Terima Kasih untuk yang Berkurban

Adanya orang-orang yang bekurban adalah bukti masih ada yang mau memberi dan membuat bahagia masyarakat yang tidak mampu berkurban

Panitia bersiap melakukan penyembelihan hewan kurban berupa sapi dan domba di halaman Masjid Lautze 2, Jalan Tamblong, Kota Bandung pada Rabu, 27 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 29 Mei 2026, 17:57

Kafe ACD Taraju, Tempat Healing dengan Rumah Pohon di Tengah Kebun Teh

Kafe ACD di Taraju Tasikmalaya menawarkan suasana ngopi di tengah perkebunan teh dan rumah pohon estetik.

Kafe ACD Taraju. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 16:30

Tentang Makna Do'a Pernikahan

Pernikahan memang menjadi momen bahagia dan bersejarah bagi setiap orang.

Ilustrasi pernikahan. (Sumber: Pexels | Foto: fadhil wy_)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 15:34

KLCBS, Gelombang Jazz dari Bandung yang Tak Pernah Padam

Salah satu siaran yang tetap hidup dalam ingatan itu adalah Radio KLCBS Bandung.

Ruang siaran dan studio KLCBS yang asri dan nyaman. (Sumber: KLCBS Official | Foto: Yanti Rangkuti)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 13:28

Kweekschool Goenoeng Sarie dan Legenda Persib di Lembang

Beberapa legenda Persib lahir dari sebuah lapangan sederhana di utara Pasar Panorama Lembang.

Keadaan kelas di Kweekschool Goenoeng Sarie Lembang 1920-an. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 10:43

Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan.

Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 29 Mei 2026, 09:45

Serpihan Napas Kehidupan bagi Penarik Becak di Bandung

Bandung terus berjalan cepat mengikuti arus perkembangan zaman.

Begitu banyak cerita tentang transportasi di Bandung salah satunya becak yang sudah mulai ditinggalkan penumpangnya (Sumber: Ilustrasi ubah foto asli menjadi AI | Foto: Dias Ashari)
Beranda 29 Mei 2026, 08:43

Pengendara Ojol di Kota Bandung Mulai Beralih ke Motor Listrik, Nyaman tapi Belum Sepenuhnya Praktis

Pengemudi ojol di Bandung mulai mencoba motor listrik karena lebih nyaman dan hemat. Namun, keterbatasan infrastruktur baterai masih jadi tantangan utama.

Yusuf dan motor listriknya yang digunakannya untuk mengantar penumpang di kawasan Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.