Hutan dalam Toponim, Indah, Damai, dan Menyejahterakan

5 menit baca
T Bachtiar
Ditulis oleh T Bachtiar diterbitkan
Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)
Hutan yang terjaga memberikan kelimpahan sumberdaya alam. Masyarakat memanfaatkan tanpa merusak. (Foto: T. Bachtiar)

Berada di ketinggian gunung, seperti berada dalam keheningan yang hampa. Kosong tanpa suara. Nyatanya, ketika berada di gunung, alam mempunyai suaranya sendiri. Saat-saat beristirahat dalam perjalanan, atau ketika sampai di tujuan pendakian, suara angin yang mengusap dedaunan dan bebatuan, menimbulkan bunyi yang berirama dan ritmis. Kadang pelan, kadang menderu dengan suara-suara yang ditimbulkannya. 

Daun-daun bergesek. Ranting berayun seirama gelombang udara yang bertiup dari lembah-lembah. Angin yang membawa air dari samudera raya, menjadi kabut yang meninggalkan basah di dedaunan. Kabut menjelma embun berjuta bening, yang meneteskan berjuta liter air di belantara, yang melembabkan tanah dan bebatuan. Embun yang yang merayap di sepanjang pohon, yang menitik di seresah yang terhampar di lantai hutan, kemudian meresap menjalar melalui akar, menembus kedalaman bebatuan, dan keluar teratur di mataair, mengalun menderas menjadi sungai dengan berjuta kisahnya bagi kehidupan, dan akan bermuara di laut yang memberikan penyembuhan dan perlindungan. 

Kabut yang melintasi ketinggian, berarak menuju langit, yang tergapai jangkauan tangan. Harapan dan doa-doa terkirim bersama kabut, tersampaikan kepada pemilik semesta. Boleh jadi, inilah yang menyebabkan gunung dan hutan menjadi sumber kesucian dan pusat religi, sehingga mendaki gunung merupakan prosesi perjalanan ibadah menuju sumber kesucian.

Pencapaian religiusitas itu mewujud dalam praktik hidup, menjadi pujalaku dalam penghormatan terhadap alam. Sebagai panduan berperilaku terhadap alam, terhadap hutan, ditetapkanlah adanya leuweung larangan, hutan terlarang, hutan yang disucikan, sehingga siapa pun tidak diperkenankan untuk memanfaatkannya. Ada hutan tutupan itu merupakan hutan lindung, hutan penyangga, hutan peralihan antara leuweung larangan dengan hutan tutupan. Kekayaan alam yang terdapat di dalam zona ini masih dapat dimanfaatkan dengan tidak merusak, seperti mengambil jamur, madu dalam batas-batas wajar. Dan ada leuweung garapan, hutan yang dapat dikelola oleh penduduk dengan tetap memegang rasa hormat terhadap alam dalam pengelolaannya.

Ketika rasa hormat terhadap alam tumbuh kuat, maka alam, hutan, menjadi hal yang indah dan menyejahterakan dalam kehidupan. Hal ini tergambar dalam toponim yang memakai nama wana, leuweung, yang berarti hutan, yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat.

Ketika kata wana produktif digunakan dalam berbahasa oleh masyarakat Sunda, maka kata wana banyak digunakan dalam menamai suatu kawasan hutan. Sukawana, bermakna hutan yang menggembirakan. Toponim Sukawana terdapat di Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Di Kabupaten Majalengka terdapat dua toponim Sukawana, yaitu Desa Sukawana di Kecamatan Kertajati, dan Sukawana di Desa Wanahayu, Kecamatan Maja.

Toponim Desa Wanahérang di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Wanahérang bermakna hutan yang jernih atau kemilau. Namum, kata hérang juga bermakna behubungan dengan hal yang transedental, kekuatan di luar manusia yang Mahawelasasih. Juga dalam toponim yang memakai kata hérang, selain mempunyai makna yang sesuai dengan arti kata, namun juga mengandung makna yang terkait dengan ketuhanan, seperti dalam toponim: Gununghérang, Pasirhérang, Sagarahérang, Talagahérang, Wanahérang.

Toponim Desa Wanakerta di Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, bermakna hutan yang menyejahterakan. Toponim Wanakerta juga menjadi toponim Desa Wanakerta di Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, Desa Wanakerta di Kecamatan Telukjambe, Kabupaten Karawang, Desa Wanakerta di Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang, dan Desa Wanakerta di Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut.

Desa Wanaraja di Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, bermakna hutan “kepunyaan” raja. Biasanya hutan itu menjadi tempat berburu binatang raja bersama rombongannya. Toponim Wanareja di Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, bermakna hutan yang damai, hutan yang menenteramkan. Desa Wanasalam di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, hutan yang banyak ditumbuhi pohon salam. Toponim Kecamatan Wanayasa di Kabupaten Purwakarta dan Desa Wanayasa di Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon, toponim Wanayasa bermakna hutan kehormatan atau hutan pujian, umumnya dikuasai untuk kesenangan raja sebagai tempat berburu.

Ketika ada kata yang menjadi tidak produktif digunakan, maka kata itu berganti menjadi kata baru, yang kemudian produktif digunakan oleh masyarakat Sunda. Seperti kata wana yang berganti menjadi kata leuweung, namun tidak serta-merta mengganti toponim yang memakai kata wana menjadi memakai kata leuweung. Wanakerta, misalnya, tidak menjadi Leuweungkerta.

Inilah beberapa contoh toponim yang memakai kata leuweung: Leuweungawi yang bermakna hutan bambu. Toponim Leuweungawi di Desa Cisurupan, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Leuweungawi di Desa Cirajeg, Kecamatan Jatisari, Kabupaten Karawang, dan Leuweungawi di Desa Ciseureuh, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta. 

Leuweungdatar di Desa Sukasirna, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, dan Leuweungdatar di Kecamatan Sukamamur, Kabupaten Bogor. Di Desa Balegede, Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur. Di Desa Purbayani, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, dan tiponim Leuweungdatar di Desa Bojonghaleuang, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Toponim Leuweunggedé bermakna hutan yang luas. Toponim Leuweunggedé terdapat di Kecamatan Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, di Kecamatan Pusakasari, Kabupaten Cianjur.

Desa Leuweunghapit, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka. Toponim Leuweunghapit bermakna hutan yang diapit dua bentang alam. Misalnya Leuweunghapit ini diapit oleh Ci Manuk dan …, atau hutan di antara Ci Manuk dan …. 

Toponim Desa Leuweungkolot di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, dan di Leuweungkolot di Desa Singdangmulih, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Toponim Leuweungkolot bermakna hutan tua. Biasanya atau semula, hutan ini disakralkan oleh masyarakatnya.

Apakah toponim Leuweungkunti di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini bermakna di hutan di daerah Jayagiri ini di percaya oleh masyarakat terdapat kunti, hantu atau roh halus perempuan.

Di Kabupaten Garut, toponim Kampung Leuweungtiis terdapat di Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, dan di Kecamatan Leles. Leuweungtiis bermakna hutan yang bersuhu dingin. Terdapat juga di Desa Trunamanggala, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, dan di Desa Sukadami, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta.

Masyarakat Sunda, pada mulanya melebur dengan alam, dengan hutan, karena mereka mengenal karakteristik hutan dengan sangat baik. Mereka sangat dekat terhubung dengan hutan, dan mengetahui batas-batas pada saat mengambil manfaat hutan, sehingga ada dorongan kuat untuk memelihara dan merawat hutan dengan baik dan berkelanjutan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)