Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

3 menit baca
Ulung budiman
Ditulis oleh Ulung budiman diterbitkan
Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)

Kampanye “Backyard Legends” yang dipublikasikan oleh Adidas menjelang Piala Dunia 2026 memperlihatkan praktik public relations writing dalam komunikasi brand global. Melalui website resmi dan Instagram, Adidas menyampaikan pesan yang sama, tetapi menyesuaikan gaya penulisan dengan karakteristik setiap platform digital.

Fokus utama tulisan ini bukan pada respons atau opini publik, melainkan pada cara organisasi menyusun pesan, memilih kata kunci, menjaga konsistensi gaya komunikasi, dan memperkuat citra brand melalui kanal resmi. Karena itu, kampanye ini lebih tepat dianalisis sebagai praktik public relations writing dan brand communication.

 (Sumber: https://news.adidas.com/world-cup-2026/adidas-presents-backyard-legends-with-icons-from-football--music--and-film-coming-together-to-celebr/s/0a1745f6-5a88-473b-93f7-8ce53a52d4dd)
(Sumber: https://news.adidas.com/world-cup-2026/adidas-presents-backyard-legends-with-icons-from-football--music--and-film-coming-together-to-celebr/s/0a1745f6-5a88-473b-93f7-8ce53a52d4dd)

Pada website resmi, Adidas menggunakan gaya rilis pers yang formal, informatif, dan terstruktur. Informasi mengenai kampanye, tokoh yang terlibat, ide kreatif, serta kaitannya dengan Piala Dunia 2026 disampaikan secara lengkap untuk membangun kredibilitas organisasi di hadapan publik.

Sebagai media resmi perusahaan, website berfungsi sebagai pusat informasi utama. Kanal ini memberikan penjelasan yang lebih panjang, tertata, dan dapat dijadikan rujukan oleh media, konsumen, komunitas olahraga, serta publik yang membutuhkan informasi resmi mengenai kampanye.

Sementara itu, Instagram digunakan sebagai kanal komunikasi visual yang lebih singkat, cepat, dan emosional. Pesan kampanye diterjemahkan melalui potongan adegan, wajah figur populer, ritme audiovisual, serta caption yang lebih ringkas agar mudah menarik perhatian pengguna media sosial.

Perbedaan gaya antara website dan Instagram menunjukkan bahwa public relations writing tidak hanya berhubungan dengan kemampuan menulis, tetapi juga kemampuan menyesuaikan pesan dengan media yang digunakan. Abdurrahman (2026) menjelaskan bahwa praktisi PR perlu mampu mengubah satu pesan organisasi ke dalam berbagai format komunikasi digital tanpa menghilangkan inti pesan.

Kata kunci “Backyard Legends” menjadi pusat identitas kampanye. Frasa ini menempatkan sepak bola sebagai pengalaman yang dekat, menyenangkan, dan mudah dikenali oleh banyak orang. Pilihan kata tersebut membantu Adidas menghubungkan brand dengan nostalgia, kebersamaan, dan budaya sepak bola global.

Selain itu, pesan “You Got This” memperkuat karakter brand yang optimistis dan suportif. Pesan ini tidak hanya berfungsi sebagai slogan, tetapi juga sebagai brand voice yang menampilkan Adidas sebagai merek yang mendorong kepercayaan diri, keberanian, dan semangat bermain.

Penggunaan figur seperti Lionel Messi, Timothée Chalamet, Bad Bunny, Lamine Yamal, dan Trinity Rodman juga memperkuat komunikasi brand. Tokoh-tokoh tersebut dipilih bukan hanya untuk menarik perhatian, tetapi untuk memperluas jangkauan audiens lintas olahraga, musik, film, usia, dan budaya populer .

Dari sisi teknik penulisan, website menggunakan pola yang menyerupai piramida terbalik. Informasi penting mengenai kampanye disampaikan di bagian awal, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan konteks, tokoh, pesan kreatif, dan makna kampanye. Teknik ini membantu pembaca memahami inti informasi secara cepat.

Pada Instagram, teknik penulisan lebih mengutamakan daya tarik visual dan kecepatan pesan. Caption tidak perlu menjelaskan seluruh konteks seperti website, karena fungsi utamanya adalah memancing perhatian, memperkuat kesan emosional, dan mendorong pengguna untuk berinteraksi dengan konten.

Konsistensi pesan menjadi kekuatan utama kampanye ini. Website dan Instagram sama-sama menampilkan sepak bola sebagai ruang bermain yang gembira, inklusif, dan lintas generasi. Perbedaannya hanya terletak pada cara penyampaian, bukan pada inti pesan brand.

Dalam public relations, konsistensi komunikasi penting untuk menjaga kredibilitas organisasi dan memperkuat hubungan dengan publik. Pesan yang konsisten di berbagai kanal membuat brand lebih mudah dikenali, dipercaya, dan diingat oleh audiens (Broom & Sha, 2013).

Jika dilihat dari perspektif brand communication, kampanye ini tidak hanya memperkenalkan produk atau kegiatan promosi. Adidas membangun narasi bahwa sepak bola adalah bagian dari memori kolektif, pengalaman masa kecil, persahabatan, dan perayaan global menjelang Piala Dunia 2026.

Dengan demikian, kampanye “Backyard Legends” dapat dipahami sebagai contoh public relations writing yang memadukan informasi resmi, storytelling, visual campaign, selebritas, dan konsistensi brand voice. Website membangun kredibilitas pesan, sedangkan Instagram memperluas daya tarik emosional dan jangkauan komunikasi.

Secara keseluruhan, keberhasilan kampanye ini terletak pada kemampuan Adidas menyesuaikan gaya komunikasi di setiap platform tanpa mengubah pesan utama. Praktik ini menunjukkan bahwa public relations writing dan brand communication memerlukan kejelasan pesan, pilihan kata yang tepat, konsistensi gaya, serta pemahaman terhadap karakter media digital. (*)

Daftar Pustaka

  • Abdurrahman, M. S. (2026). Digital public relations writing: Relevansi kemampuan menulis di era AI. Simbiosa Rekatama Media.

  • Broom, G. M., & Sha, B.-L. (2013). Cutlip and Center’s effective public relations (11th ed.). Pearson.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ulung budiman
Tentang Ulung budiman
Mahasiswa Digital Public Relations Telkom University

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 13:19

Merayakan Keragaman, Memupuk Kerukunan 

Keragaman, kerukunan, toleransi sejatinya tidak hanya lahir dari ruang-ruang dialog, seminar, regulasi negara.

Warga mengikuti Upacara Adat Tutup Taun 1956 Ngemban Taun 1 Sura 1957 Saka Sunda di Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Kota Cimahi, Sabtu 5 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 11:48

Museum Kretek Kudus: Sejarah, Harga Tiket, Koleksi, dan Jam Buka

Museum Kretek Kudus merupakan satu-satunya museum rokok di Indonesia. Simak sejarah, koleksi, harga tiket, jam buka, dan daya tariknya di sini.

Museum Kretek Kudus. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 11:15

Budaya NG.O.P.I Anak Muda Sekarang: NGeluarin Opini 'Pragmatis vs Idealis'

Ketika pola pikir pragmatis dan idealis pada generasi muda yang memengaruhi orientasi dalam proses beropini.

Ilustrasi ngopi. (Sumber: Pexels | Foto: Thanh Bui)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 10:59

Pengaruh Pembangunan Rel Kereta di Ciwidey untuk Mata Pencaharian Pribumi (1917-1924)

Sedikit gambaran mengenai mata pencaharian masyarakat ketika pembangunan rel kereta di Ciwidey.

 (Sumber: ebay.com | Foto: ebay.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 09:07

Perjuangan Pustakawan Menghadirkan Buku Bergizi Gratis

Pustakawan tidak bisa dianggap sebagai profesi yang mudah.

Ilustrasi buku-buku di perpustakaan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 08:58

Urgensi Koperasi untuk Sektor Mekanisasi Pertanian Berkelanjutan

KDMP mestinya tumbuh menjadi koperasi yang mendukung peningkatan produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Ilustrasi Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 (Sumber: Kreasi dengan bantuan Gemini | Foto: dokpri Totok Siswantara)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 18:01

Dekonstruksi Strategi Komunikasi Persib dan Teka Teki Kedatangan Peralta

Persib kenalkan 6 pemain baru lewat kampanye 'positive movement' yang inovatif. Kini, Bobotoh menanti kejutan pamungkas: Peralta!

Mariano Peralta. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 16:11

Koperasi Desa Merah Putih, Akankah Menjadi Solusi Pemerataan Ekonomi Tingkat Desa?

Program nasional Koperasi Desa Merah Putih resmi diluncurkan pemerintah sebagai upaya percepatan kemandirian ekonomi desa. Namun, program ini dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Koperasi Desa Merah Putih. (Sumber: blorakab.go.id)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 12:11

Di Tengah Kenaikan Harga Bahan Bakar: Strategi Komunikasi Digital Perusahaan Energi Menjaga Kepercayaan Konsumen

Kenaikan harga bahan bakar minyak yang terjadi pada 4 Mei 2026 menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari.

banner ilustrasi kenaikan harga bbm.
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 10:13

Bandung Utama Bagja Sararea: Inovasi Memperkuat Layanan Psikis Warga

Mengapa layanan psikologi klinis penting untuk masyarakat kota Bandung? Sederhana jawabannya, masyarakat membutuhkan kesehatan mentalnya.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 09:51

Kemerdekaan dan Kedaulatan Rakyat atas Tanah

Kemerdekaan sejati tidak hanya ditandai oleh berdirinya sebuah negara, tetapi juga oleh terjaminnya ruang hidup yang adil bagi seluruh rakyatnya.

Aliansi Anti Penggusuran dalam Festival Asia-Afrika 11 Juli 2026 di Bandung (Foto: Dokumen pribadi)
Sejarah 12 Jul 2026, 09:22

Sejarah TMII, Proyek Rezim Orde Baru yang Sarat Kontroversi

Sejarah TMII penuh dinamika, dari proyek era Orde Baru, penolakan mahasiswa, hingga revitalisasi besar yang diresmikan Presiden Joko Widodo.

Teater Keong Mas, salah satu ikon TMII.