Takbir, Tahmid, dan Tahlil

6 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

Pagi itu langit tampak cerah. Sebelum berangkat bekerja. Saat asyik menjemur pakaian bersama Kakang, anak ketiga (4 tahun), Selasa (26/5/2026).

Sesekali membantu menyiram tanaman, lalu bermain dengan genangan air sisa hujan yang semalam mengguyur kawasan Cibiru Bandung dan sekitarnya.

Di tengah kesibukan kecil itu, tiba-tiba bertanya, “Bah, kok ada yang takbiran?”

“Muhun,” jawabku singkat.

Wajahnya langsung berubah. “Hore, besok Lebaran. Bisa lihat sapi dan domba,” serunya penuh kegembiraan.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

Merawat Ingatan

Memang, sejak subuh terdengar sayup-sayup gema takbir dari kejauhan. Pemerintah telah menetapkan Iduladha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Bagi orang dewasa, takbir menjadi penanda datangnya hari raya. Namun bagi anak-anak, justru hadir sebagai tanda kegembiraan, kebersamaan, dan pengalaman-pengalaman sederhana yang membekas dalam ingatan.

Suara takbir yang terdengar pagi itu seketika membawa ingatan melayang ke kampung halaman di Bungbulang, Garut Pakidulan, pada era 1990-an.

Saat itu, dulu gema takbir Iduladha biasanya mulai berkumandang selepas salat Isya pada malam hari raya hingga hari-hari tasyrik. Bedug ditabuh bertalu-talu, kohkol (kentongan) berbunyi bersahutan dari Masjid Darussalam, menghadirkan suasana yang khidmat, meriah dan asyik. Terutama setelah salat fardhu, lima waktu (Zuhur, Ashar, Magrib, Isya dan Subuh)

Pada saat Idulfitri, tradisinya sedikit berbeda. Takbir biasanya dikumandangkan sejak malam takbiran hingga imam naik ke mimbar untuk menyampaikan khutbah.

Ada nuansa yang khas, seolah-olah setiap detik menjelang salat Id menjadi bagian dari perayaan spiritual masyarakat kampung.

Kenangan-kenangan itu mengingatkan ihwal Islam di tanah Sunda tidak hanya hadir sebagai ajaran yang dipraktikkan, tetapi menjadi simbol hidup dalam denyut budaya masyarakatnya.

Takbir bukan sekadar lantunan kalimat pujian kepada Allah, melainkan ruang perjumpaan antara iman, tradisi, dan ingatan kolektif yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, Rabu 28 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, Rabu 28 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Perbedaan Takbiran Idulfitri dan Iduladha

Menjelang Hari Raya (Iduladha, Idulfitri) umat Islam dianjurkan mengumandangkan takbir sebagai syiar dan ungkapan pengagungan kepada Allah Swt. Tak sedikit yang belum memahami terdapat perbedaan antara takbir Idulfitri dan Iduladha, baik dari segi waktu maupun pelaksanaannya.

Dalam tulisan Memahami Perbedaan Takbir Iduladha dan Idulfitri, Syaifullah menjelaskan takbir hari raya dalam fikih Syafi'i terbagi menjadi dua jenis: takbir mursal dan takbir muqayyad.

Takbir mursal itu takbir yang tidak terkait dengan waktu shalat tertentu. Takbir ini dapat dikumandangkan kapan saja dan di mana saja, baik di rumah, masjid, jalan, maupun tempat lainnya. Laki-laki dan perempuan sama-sama dianjurkan melafalkannya sebagai bentuk syiar Islam.

Waktu pelaksanaan takbir mursal dimulai sejak terbenamnya matahari pada malam hari raya hingga imam memulai salat Id dengan takbiratul ihram. Ketentuan ini berlaku baik untuk Idulfitri maupun Iduladha.

Takbir muqayyad itu takbir yang dibaca setelah shalat. Takbir ini memiliki waktu khusus, mulai setelah salat Subuh pada 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hingga setelah salat Asar pada 13 Dzulhijjah (akhir hari Tasyrik). Takbir muqayyad dianjurkan dibaca setiap selesai salat fardu maupun salat sunah selama rentang waktu tersebut.

Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Qasim as-Syafi'i dalam Fathul Qarib dan Syekh Ibrahim al-Bajuri dalam Hasyiyah al-Bajuri, perbedaan utama keduanya terletak pada cakupan pelaksanaannya. Pada Idulfitri, takbir yang disunahkan itu takbir mursal. Sejak malam hari raya hingga pelaksanaan salat Id.

Ihwal Iduladha, selain terdapat takbir mursal pada malam hari raya, terdapat takbir muqayyad yang dilaksanakan setelah salat selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Dzulhijjah.

Takbir Iduladha memiliki dua dimensi, sebagai takbir mursal pada malam hari raya dan sebagai takbir muqayyad setelah salat selama hari Arafah hingga akhir hari Tasyrik. (www.jatim.nu.or.id)

Tentunya penjelasan ini sejalan dengan tulisan Hengki Ferdiansyah berjudul Penting Diketahui, Ini Perbedaan Takbir Idulfitri dan Iduladha.

Dengan mengutip keterangan Muhammad bin Qasim al-Ghazi dalam Fathul Qarib, takbir pada malam Idulfitri disunnahkan bagi seluruh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, mukim maupun musafir, serta dapat dilakukan di rumah, masjid, jalan, maupun pasar. Takbir dimulai sejak terbenam matahari pada malam Idulfitri hingga pelaksanaan salat Id.

Takbir Idulfitri berakhir ketika salat Id dimulai. Mayoritas ulama tidak mensunnahkan takbir setelah salat Idul Fitri. Meski demikian, Imam al-Nawawi dalam Al-Adzkar memilih pendapat bahwa takbir setelah salat Idulfitri tetap disunnahkan. (www.islami.co)

Bila dibandingkan, kedua tulisan ini memiliki titik temu yang kuat. Keduanya menunjukkan takbir Idulfitri pada dasarnya merupakan takbir mursal, takbir yang dikumandangkan sejak malam hari raya hingga pelaksanaan salat Id. Iduladha memiliki kekhususan berupa takbir muqayyad yang dibaca setiap selesai salat fardu selama rentang waktu Hari Arafah hingga akhir Hari Tasyrik.

Dengan demikian, perbedaan utama antara takbir Idulfitri dan Iduladha terletak pada keberadaan takbir muqayyad. Bila pada Idulfitri, takbir lebih berfungsi sebagai syiar penyambutan hari raya dan berakhir saat salat Id dimulai.

Sedangkan untuk Iduladha, syiar takbir tidak berhenti pada pagi hari raya, justru berlanjut setelah setiap salat selama beberapa hari sebagai bagian dari pengagungan terhadap syiar ibadah kurban dan musim haji.

Umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, Rabu 28 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, Rabu 28 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Momentum Bersyukur atas Nikmat

Ya saat Hari Raya (Idulfitri, Iduladha) tiba, umat Islam menyambutnya dengan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai ungkapan syukur atas pengagungan kepada Allah Swt.

Kalimat takbirAllahu Akbar” menggema di masjid, musala, rumah-rumah, hingga lapangan mengingatkan atas kebesaran Allah melampaui segala di dunia yang fana ini.

TahmidAlhamdulillah” menjadi wujud rasa syukur atas nikmat iman, kesehatan, dan kesempatan saat bertemu dengan hari mulia, kemenangan.

TahlilLaa ilaaha illallah” meneguhkan keyakinan tauhid, tiada Tuhan selain Allah yang patut disembah dan dipuja.

Ingat, tradisi mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil pada Rayagung (lebaran haji) menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menghadirkan suasana religius (Islami) di tengah masyarakat.

Pasalnya, lantunan kalimat-kalimat maha suci itu tidak hanya menghidupkan malam Iduladha, justru mengingatkan umat pada keteladanan Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepatuhan kepada Allah Swt.

Kehadiran ibadah kurban menjadi momentum yang tepat memperbanyak zikir di hari raya, umat Islam diajak untuk membersihkan hati, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.

Walhasil, takbir, tahmid, dan tahlil yang berkumandang saat Iduladha bukan sekadar lantunan syiar yang memenuhi langit malam, melainkan panggilan batin agar manusia kembali menyadari kebesaran Allah Swt.

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.”

Kumandang takbir yang terus diulang seakan-akan mengajak setiap orang menaklukkan ego, melepaskan kesombongan, dan belajar ikhlas atas segala ketentuan ilahi.

Dalam satu riwayat disebutkan pahala memperbanyak tahmid, tasbih, tahlil, dan takbir pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah dapat menyamai pahala orang yang berkurban.

Barang siapa yang membaca tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), tahlil (laa ilaha illallah), dan takbir (Allahu akbar) sebanyak 100 kali sebelum terbit matahari pada 10 hari pertama Dzulhijjah, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berkurban.” (HR. Ahmad dan al-Bazzar).

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai-Nya untuk beramal saleh daripada sepuluh hari (awal Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad)

Tahmid sebagai salah satu zikir yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak, bersama tahlil dan takbir.

Dengan demikian, Iduladha tidak hanya dirayakan sebagai hari besar keagamaan, tetapi sebagai waktu untuk membersihkan hati, memperkuat kepedulian kepada sesama, dan mendekatkan diri kepada Allah dengan jiwa yang lebih tenang dan penuh kesadaran. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Sejarah 29 Agu 2026, 10:47

Jejak K.F. Holle, Tokoh Kolonial yang Membawa Perubahan Pertanian di Garut

K.F. Holle meninggalkan jejak panjang di Cikajang, Garut, dari perkebunan teh, pertanian, hingga pengembangan domba Garut.

Monumen K.F. Holle di perkebunan teh Giriawas, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Bandung 28 Agu 2026, 22:17

Dobrak Stigma 'Bandung Coret', FKB 2026 Boyong Kuliner Legendaris demi Gaet Wisatawan hingga Gen Z

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong kuliner legendaris seperti Perkedel Bondon ke Gedebage, langkah gerilya untuk gaet wisatawan dan Gen Z.

Festival Kuliner Bandung (FKB) 2026 memboyong berbagai kuliner legendaris Bandung dan Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 28 Agu 2026, 19:12

Lipat demi Lipat, Dimsum Inmons Menyusun Resep Paten dari Gang Sempit Cicadas

Kisah Dimsum Inmons, UMKM kuliner asal gang sempit Cicadas, yang menyeimbangkan kanal digital dengan kekuatan penjualan konvensional.

Ani Andriyani, pemilik Dimsum Inmons, UMKM asal Kota Bandung, (12/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 18:08

Menerapkan Pompa Submersible Tenaga Surya untuk Atasi Karhutla

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla ) di berbagai wilayah dihadang masalah klasik yakni titik api jauh dari sumber air dan listrik.

Ilustrasi penggunaan sistem pompa untuk atasi karhutla (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 17:38

Alibasah Sentot Abdullah Mustafa Prawirodirdjo Menumpas Kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832

Kisah heroik Alibasah Sentot Prawirodirdjo saat memimpin pasukan menumpas kerusuhan China di Karawang pada Mei 1832. Analisis sejarah mendalam tentang strategi dan dampaknya bagi kolonial.

Alibasah Sentot Prawirodirdjo. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: G.L. Kepper: Wapenfeiten van het Nederlandsch-Indisch leger)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 16:29

Romantisme Membaca Majalah Mangle Edisi Agustus 1962: Jejak Mojang Bandung Doeloe dan Kiwari

Ada romantisme tersendiri ketika membuka kembali sebuah majalah tua yang telah berusia puluhan tahun.

Majalah Mangle edisi Agustus 1962, menampilkan mojang Bandung, Tatty Kartika, sebagai wajah sampul. (Sumber: Dokumentasi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 15:52

Riwayat Cikao dan Cikaobandung Sejak Dahulu Hingga Sekarang

Riwayat Cikaobandung dari masa lalu hingga masa kini. Menelusuri jejak perkembangan wilayah, peran strategis, transformasi sosial dan budaya yang kaya nilai historis dalam narasi yang mendalam.

Tjikao Koffiepakhuis – Gudang Kopi Cikao, 1880. (Sumber: Koleksi Leiden University Libraries)
Linimasa 28 Agu 2026, 15:09

Riwayat Hitam Kebakaran Hutan di Kalimantan, 4 Dekade Kabut di Lahan Gambut

Kebakaran hutan berulang di Kalimantan sejak 1982. Ketahui riwayat karhutla besar, El Niño, lahan gambut, hingga peristiwa 2026.

Ilustrasi kebakaran hutan.
Sejarah 28 Agu 2026, 14:30

Sejarah Gempa NTT, Tercatat Sejak 1898

Sejarah gempa besar NTT berlangsung lebih dari satu abad, dengan sejumlah peristiwa disertai tsunami dan korban jiwa besar.

Dampak tsunami Lunyuk 1977. (Sumber: Pulau Sumba News)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 14:01

Peran Unpad Membantu Gen Z Raih LoA Universitas Top Dunia

Saat ini adalah momentum untuk mewujudkan sumber daya manusia (SDM) agar setara dengan negara maju.

Ilustrasi peran Unpad membantu siswa memperoleh LoA dari universitas top dunia (Sumber: dibuat dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 12:42

Jangan Menjadikan ‘Pitbull’ sebagai Tersangka Tunggal

Dalam kasus pitbull di Arjasari, Anjing itu memang yang menyerang anak. Itu terlihat jelas dalam rekaman video yang sempat viral di media sosial. 

Ilustrasi anjing sebagai hewan peliharaan. (Sumber: Magnific)
Ayo Netizen 28 Agu 2026, 10:25

Motivasi dan Peluang Mahasiswa Wirausaha

Sebab di era digital dan era yang penuh ketidakpastian ini, mahasiswa sangat ditekankan untuk mengelola setiap keputusannya.

Ilustrasi mahasiswa (Sumber: Pexels | Foto: hartono subagio)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)