Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

6 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Kamis 28 Mei 2026, 19:21 WIB
Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

Pagi itu langit tampak cerah. Sebelum berangkat bekerja. Saat asyik menjemur pakaian bersama Kakang, anak ketiga (4 tahun), Selasa (26/5/2026).

Sesekali membantu menyiram tanaman, lalu bermain dengan genangan air sisa hujan yang semalam mengguyur kawasan Cibiru Bandung dan sekitarnya.

Di tengah kesibukan kecil itu, tiba-tiba bertanya, “Bah, kok ada yang takbiran?”

“Muhun,” jawabku singkat.

Wajahnya langsung berubah. “Hore, besok Lebaran. Bisa lihat sapi dan domba,” serunya penuh kegembiraan.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)

Merawat Ingatan

Memang, sejak subuh terdengar sayup-sayup gema takbir dari kejauhan. Pemerintah telah menetapkan Iduladha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Bagi orang dewasa, takbir menjadi penanda datangnya hari raya. Namun bagi anak-anak, justru hadir sebagai tanda kegembiraan, kebersamaan, dan pengalaman-pengalaman sederhana yang membekas dalam ingatan.

Suara takbir yang terdengar pagi itu seketika membawa ingatan melayang ke kampung halaman di Bungbulang, Garut Pakidulan, pada era 1990-an.

Saat itu, dulu gema takbir Iduladha biasanya mulai berkumandang selepas salat Isya pada malam hari raya hingga hari-hari tasyrik. Bedug ditabuh bertalu-talu, kohkol (kentongan) berbunyi bersahutan dari Masjid Darussalam, menghadirkan suasana yang khidmat, meriah dan asyik. Terutama setelah salat fardhu, lima waktu (Zuhur, Ashar, Magrib, Isya dan Subuh)

Pada saat Idulfitri, tradisinya sedikit berbeda. Takbir biasanya dikumandangkan sejak malam takbiran hingga imam naik ke mimbar untuk menyampaikan khutbah.

Ada nuansa yang khas, seolah-olah setiap detik menjelang salat Id menjadi bagian dari perayaan spiritual masyarakat kampung.

Kenangan-kenangan itu mengingatkan ihwal Islam di tanah Sunda tidak hanya hadir sebagai ajaran yang dipraktikkan, tetapi menjadi simbol hidup dalam denyut budaya masyarakatnya.

Takbir bukan sekadar lantunan kalimat pujian kepada Allah, melainkan ruang perjumpaan antara iman, tradisi, dan ingatan kolektif yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, Rabu 28 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, Rabu 28 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Perbedaan Takbiran Idulfitri dan Iduladha

Menjelang Hari Raya (Iduladha, Idulfitri) umat Islam dianjurkan mengumandangkan takbir sebagai syiar dan ungkapan pengagungan kepada Allah Swt. Tak sedikit yang belum memahami terdapat perbedaan antara takbir Idulfitri dan Iduladha, baik dari segi waktu maupun pelaksanaannya.

Dalam tulisan Memahami Perbedaan Takbir Iduladha dan Idulfitri, Syaifullah menjelaskan takbir hari raya dalam fikih Syafi'i terbagi menjadi dua jenis: takbir mursal dan takbir muqayyad.

Takbir mursal itu takbir yang tidak terkait dengan waktu shalat tertentu. Takbir ini dapat dikumandangkan kapan saja dan di mana saja, baik di rumah, masjid, jalan, maupun tempat lainnya. Laki-laki dan perempuan sama-sama dianjurkan melafalkannya sebagai bentuk syiar Islam.

Waktu pelaksanaan takbir mursal dimulai sejak terbenamnya matahari pada malam hari raya hingga imam memulai salat Id dengan takbiratul ihram. Ketentuan ini berlaku baik untuk Idulfitri maupun Iduladha.

Takbir muqayyad itu takbir yang dibaca setelah shalat. Takbir ini memiliki waktu khusus, mulai setelah salat Subuh pada 9 Dzulhijjah (Hari Arafah) hingga setelah salat Asar pada 13 Dzulhijjah (akhir hari Tasyrik). Takbir muqayyad dianjurkan dibaca setiap selesai salat fardu maupun salat sunah selama rentang waktu tersebut.

Syekh Abu Abdillah Muhammad bin Qasim as-Syafi'i dalam Fathul Qarib dan Syekh Ibrahim al-Bajuri dalam Hasyiyah al-Bajuri, perbedaan utama keduanya terletak pada cakupan pelaksanaannya. Pada Idulfitri, takbir yang disunahkan itu takbir mursal. Sejak malam hari raya hingga pelaksanaan salat Id.

Ihwal Iduladha, selain terdapat takbir mursal pada malam hari raya, terdapat takbir muqayyad yang dilaksanakan setelah salat selama lima hari, mulai 9 hingga 13 Dzulhijjah.

Takbir Iduladha memiliki dua dimensi, sebagai takbir mursal pada malam hari raya dan sebagai takbir muqayyad setelah salat selama hari Arafah hingga akhir hari Tasyrik. (www.jatim.nu.or.id)

Tentunya penjelasan ini sejalan dengan tulisan Hengki Ferdiansyah berjudul Penting Diketahui, Ini Perbedaan Takbir Idulfitri dan Iduladha.

Dengan mengutip keterangan Muhammad bin Qasim al-Ghazi dalam Fathul Qarib, takbir pada malam Idulfitri disunnahkan bagi seluruh umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, mukim maupun musafir, serta dapat dilakukan di rumah, masjid, jalan, maupun pasar. Takbir dimulai sejak terbenam matahari pada malam Idulfitri hingga pelaksanaan salat Id.

Takbir Idulfitri berakhir ketika salat Id dimulai. Mayoritas ulama tidak mensunnahkan takbir setelah salat Idul Fitri. Meski demikian, Imam al-Nawawi dalam Al-Adzkar memilih pendapat bahwa takbir setelah salat Idulfitri tetap disunnahkan. (www.islami.co)

Bila dibandingkan, kedua tulisan ini memiliki titik temu yang kuat. Keduanya menunjukkan takbir Idulfitri pada dasarnya merupakan takbir mursal, takbir yang dikumandangkan sejak malam hari raya hingga pelaksanaan salat Id. Iduladha memiliki kekhususan berupa takbir muqayyad yang dibaca setiap selesai salat fardu selama rentang waktu Hari Arafah hingga akhir Hari Tasyrik.

Dengan demikian, perbedaan utama antara takbir Idulfitri dan Iduladha terletak pada keberadaan takbir muqayyad. Bila pada Idulfitri, takbir lebih berfungsi sebagai syiar penyambutan hari raya dan berakhir saat salat Id dimulai.

Sedangkan untuk Iduladha, syiar takbir tidak berhenti pada pagi hari raya, justru berlanjut setelah setiap salat selama beberapa hari sebagai bagian dari pengagungan terhadap syiar ibadah kurban dan musim haji.

Umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, Rabu 28 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha di Lapangan Lodaya, Kota Bandung, Rabu 28 Juni 2023. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Momentum Bersyukur atas Nikmat

Ya saat Hari Raya (Idulfitri, Iduladha) tiba, umat Islam menyambutnya dengan memperbanyak takbir, tahmid, dan tahlil sebagai ungkapan syukur atas pengagungan kepada Allah Swt.

Kalimat takbirAllahu Akbar” menggema di masjid, musala, rumah-rumah, hingga lapangan mengingatkan atas kebesaran Allah melampaui segala di dunia yang fana ini.

TahmidAlhamdulillah” menjadi wujud rasa syukur atas nikmat iman, kesehatan, dan kesempatan saat bertemu dengan hari mulia, kemenangan.

TahlilLaa ilaaha illallah” meneguhkan keyakinan tauhid, tiada Tuhan selain Allah yang patut disembah dan dipuja.

Ingat, tradisi mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil pada Rayagung (lebaran haji) menjadi sarana mempererat kebersamaan dan menghadirkan suasana religius (Islami) di tengah masyarakat.

Pasalnya, lantunan kalimat-kalimat maha suci itu tidak hanya menghidupkan malam Iduladha, justru mengingatkan umat pada keteladanan Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as. tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepatuhan kepada Allah Swt.

Kehadiran ibadah kurban menjadi momentum yang tepat memperbanyak zikir di hari raya, umat Islam diajak untuk membersihkan hati, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat berbagi kepada sesama.

Walhasil, takbir, tahmid, dan tahlil yang berkumandang saat Iduladha bukan sekadar lantunan syiar yang memenuhi langit malam, melainkan panggilan batin agar manusia kembali menyadari kebesaran Allah Swt.

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.”

Kumandang takbir yang terus diulang seakan-akan mengajak setiap orang menaklukkan ego, melepaskan kesombongan, dan belajar ikhlas atas segala ketentuan ilahi.

Dalam satu riwayat disebutkan pahala memperbanyak tahmid, tasbih, tahlil, dan takbir pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah dapat menyamai pahala orang yang berkurban.

Barang siapa yang membaca tasbih (subhanallah), tahmid (alhamdulillah), tahlil (laa ilaha illallah), dan takbir (Allahu akbar) sebanyak 100 kali sebelum terbit matahari pada 10 hari pertama Dzulhijjah, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berkurban.” (HR. Ahmad dan al-Bazzar).

Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan lebih dicintai-Nya untuk beramal saleh daripada sepuluh hari (awal Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad)

Tahmid sebagai salah satu zikir yang sangat dianjurkan untuk diperbanyak, bersama tahlil dan takbir.

Dengan demikian, Iduladha tidak hanya dirayakan sebagai hari besar keagamaan, tetapi sebagai waktu untuk membersihkan hati, memperkuat kepedulian kepada sesama, dan mendekatkan diri kepada Allah dengan jiwa yang lebih tenang dan penuh kesadaran. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Mei 2026, 19:21

Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Allahu akbar, Allahu akbar. Laa ilaha illallah, wallahu akbar, Allahu akbar, wa lillahil hamdu.

Warga menggelar tradisi takbiran di Kampung Bunut, Margahurip, Kabupaten Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 15:10

Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

Suasana Hari Raya Iduladha tahun 1980-an tentang bagaimana seorang Ibu mengolah daging kurban diolah menjadi masakan yang digemari anak-anaknya

Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Wisata & Kuliner 28 Mei 2026, 12:20

Laksa Bogor, Kuliner Peranakan Legendaris di Kota Hujan

Laksa Bogor dikenal dengan teknik penyajian unik “dikocok” yang membuat bihun dan tauge menyatu sempurna dengan kuah santan kuning berbumbu.

Laksa Bogor. (Sumber: Ayomedia)
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 12:03

Mengapa Nabi Mengajarkan 'Baarakallahu Laka' dan 'Baaraka Alaika' dalam Doa Pernikahan?

Mengapa Nabi menggunakan lafazh “laka” dan “‘alaika” dalam doa pernikahan? Ternyata tersimpan pesan mendalam tentang sakinah, cinta, ujian hidup, syukur, dan kesabaran rumah tangga.

Pasangan suami istri. (Sumber: Istimewa | Foto: Muhammad Mufti SN)
Beranda 28 Mei 2026, 09:45

Idul Adha 1447 H, PLN NP UP Cirata Tebar Kepedulian lewat Bantuan Hewan Kurban

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan hewan kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.

PT PLN Nusantara Power UP Cirata menyalurkan 5 sapi dan 21 kambing kurban kepada masyarakat dan stakeholder di Purwakarta pada Idul Adha 1447 H.
Ayo Netizen 28 Mei 2026, 09:34

Harga Mahal Sebuah Piala: Saat Euforia Juara Persib Bandung Harus Dibayar dengan Nyawa

Merayakan Persib boleh menggila, tetapi logika dan kemanusiaan jangan sampai ikut mati.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 28 Mei 2026, 00:27

Kelola Belanja Keluarga lewat HP, Ibu Rumah Tangga Perlu Paham Ancaman Digital Perbankan

Era digital yang sudah serba canggih telah memberikan kemudahan untuk pelbagai sektor, termasuk perbankan.

Aplikasi BRImo dari Bank BRI. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 18:04

Wajah Ganda Kota Kembang: Ramah Wisatawan, Menantang bagi Pekerja

Bandung memikat jutaan wisatawan, tetapi pekerjanya menghadapi tekanan biaya hidup.

Kawasan legendaris Braga bukan sekadar jalan, melainkan lembaran sejarah yang hidup, menyatu dengan denyut nadi modernitas kota. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 27 Mei 2026, 15:17

Ketika BUMDes dan BRILink Jadi Duet Andalan untuk Tingkatkan Ekonomi Desa Margamukti

BRILink di Margamukti adalah cermin dari cara berpikir BUMDes Marga Makmur secara keseluruhan.

Agen BRILink BUMDes Marga Makmur, di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 13:19

Ibadah Qurban atau Ibadah Udhiyyah? Yuk Kenali Istilah yang benar dalam Islam

Seringkali terdengar ibadah qurban pada momentum Idul Adha, apa arti sebenarnya?

Hewan udhiyyah di Indonesia adalah sapi, kambing, domba, kerbau (Sumber: Pixeabay | Foto: Paskvi)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 12:31

Menolak Lupa: Surat Samantha untuk Perdamaian Dunia

Kisah seorang anak yang memberi pesan bahwa perdamaian dunia adalah hak mutlak setiap umat manusia

Samantha Smith (Sumber: Kennebec Journal)
Beranda 27 Mei 2026, 10:59

Sambut Idul Adha, PLN Nusantara Power Pastikan PLTA Cirata Beroperasi Prima

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.

PLN Nusantara Power UP Cirata memastikan seluruh unit PLTA Cirata siap menjaga keandalan listrik Jawa-Madura-Bali saat Idul Adha.
Beranda 27 Mei 2026, 10:38

Kalau Tidak Ada Ketupat, Rasanya Bukan Lebaran

Lapak-lapak kecil di Jalan Gurame memperlihatkan satu hal sederhana beberapa tradisi ternyata masih bertahan.

Rio penjual ketupat musiman di Jalan Gurame, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 27 Mei 2026, 10:06

Cicaheum Purna, Mampukah Leuwipanjang Menanggung Bebannya?

Pemusatan terminal ke Leuwipanjang patut diapresiasi karena membawa janji modernisasi.

Suasana Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)