Kurban dan Masakan Ibu Saat Tahun 1980-an

4 menit baca
bram herdiana
Ditulis oleh bram herdiana diterbitkan
Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ilustrasi salat Idul Adha. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Pada tahun 1980-an, di Tengah Kota Bandung, hidup seorang ibu sederhana bersama tujuh orang anaknya, empat putra dan tiga putri. Suaminya bekerja dengan penghasilan yang pas-pasan. Untuk makan sehari-hari saja harus berhemat. Rumah mereka kecil dan sederhana. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang mulai lapuk di beberapa bagian. Di ruang depan hanya ada sebuah seperangkat kursi kayu sederhana, meja kayu kecil, dan lemari tua serta televisi kecil.

Ketika pagi tiba dan setelah salat Iduladha selesai, anak-anak ibu tersebut berlarian ke halaman masjid. Mereka melihat sapi dan kambing yang akan disembelih. Dengan mata berbinar, wajah mereka penuh rasa penasaran dan harapan keluarga mereka akan mendapat bagian daging dari panitia masjid. Setiap tibanya waktu Hari Raya Iduladha, ke tujuh anak itu selalu menunggu dengan penuh harapan.

Pada masa tahun 1980-an, orang yang mampu berkurban masih sedikit. Mereka yang mampu berkurban biasanya hanyalah tokoh masyarakat, pedagang besar, atau orang yang dianggap berkecukupan. Sehingga setiap warga yang menerima daging kurban takarannya tidak banyak, namun tidak menghilangkan rasa bersyukur dan kebahagiaan.

Waktu pembagian daging kurban menjadi sesuatu yang sangat dinanti masyarakat kecil. Seketika itu pun aroma masakan daging sapi atau kambing pada Hari Raya Iduladha terasa begitu istimewa sebab tidak setiap hari orang bisa menikmatinya. Bahkan sebagian keluarga hanya merasakan makan daging waktu-waktu tertentu saja, karena harga daging lebih melambung dibandingkan harga daging ayam atau ikan.

Menjelang siang, pak RT datang membawa kantong plastik hitam kecil berisi pembagian daging kurban. Isinya tidak banyak hanya beberapa potong daging bercampur lemak sapi, tetapi bagi keluarga sederhana itu, pemberian kecil tersebut terasa seperti hadiah besar. Anak-anaknya mengerubungi kantong itu dengan mata penuh kegembiraan. Mereka membayangkan lezatnya makan daging setelah sekian lama hanya makan tempe, tahu, atau sayur bening sesekali daging ayam atau ikan.

Saat itupun, ibu segera masuk ke dapur kecilnya. Di dapur itu ada kompor minyak tanah yang tren waktu tahun 1980-an. Ia duduk di bangku pendek sambil mulai mengolah daging pemberian pak RT tadi. Ia tahu jumlah daging itu sangat sedikit untuk dimakan tujuh anaknya. Namun ibu tersebut yang piawai dalam memasak ini, selalu punya cara agar makanan sederhana terasa cukup untuk semua.

Ia mengambil beberapa butir kelapa tua, lalu memarutnya dengan perlahan agar kelapanya terasa gurih. Kelapa parut itu kemudian dicampur dengan bumbu sederhana yang terdiri bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, asam jawa, garam, merica, sereh, kemiri dan sedikit gula merah. Setelah itu, daging dan lemak dipotong kecil-kecil lalu dicampurkan ke dalam parutan kelapa berbumbu bahan-bahan tadi yang sudah dihaluskan.

Masakan itu dikenal dengan sebutan dendeng ragi. Aroma kelapa sangrai bercampur lemak sapi perlahan memenuhi rumah kecil itu. Sementara anak-anak duduk menunggu dengan tidak sabar. Ibu sengaja menambahkan banyak kelapa parut agar masakan terlihat lebih banyak. Ia ingin ke tujuh anaknya bisa makan dengan puas walaupun dagingnya hanya sedikit. Tangannya terus mengaduk dendeng ragi tersebut dengan hati-hati agar parutan kelapa tidak gosong.

Sesekali ia menatap anak-anaknya yang tertawa di ruang depan. Ada kebahagiaan sederhana di matanya. Baginya, kebahagiaan terbesar bukanlah memiliki harta atau rumah mewah, melainkan melihat anak-anaknya makan dengan lahap dan tersenyum gembira.

Ketika masakan matang, ia membaginya ke atas piring-piring seng yang sudah mulai kusam. Nasi putih hangat ditemani dendeng ragi terasa begitu nikmat. Anak-anak makan dengan lahap sambil sesekali memuji masakan ibu mereka tersayang. Ibunya pandai memasak ditambah juga untuk menghemat keuangan keluarga, maka ibu setiap hari mengolah sendiri berbagai menu makanan untuk keluarga.

“Enak sekali, masakan ini Bu.” kata anak nomor dua seusai merasakan suapan pertama. Ibu tersenyum bahagia. Ia dan suaminya hanya makan sedikit. Potongan daging lebih banyak diberikan kepada anak-anaknya. Bahkan kadang mereka pura-pura kenyang agar anak-anaknya tidak merasa bersalah mengambil bagian lebih banyak.

Suasana Hari Raya Kurban terasa hangat meskipun hidup dalam keterbatasan. Berbeda dengan sekarang, saat hewan kurban jumlahnya melimpah dan pembagian daging bisa mencapai 1 kilogram untuk satu keluarga. Masa tahun 1980-an sedikit daging saja sudah mampu menghadirkan kebahagiaan besar. Kini banyak orang yang mampu berkurban setiap tahunnya. Begitupun dengan Jamaah haji meningkat sangat pesat hingga antrean keberangkatan menjadi panjang.

di tengah kesederhanaan dan keterbatasan masa lalu itulah nilai pengorbanan terasa sangat dalam. Seorang ibu rela menahan lapar demi anak-anaknya. Ia mengubah sedikit daging menjadi hidangan yang cukup untuk semua. Ia menyamarkan kekurangan dengan kasih sayang dan ketulusan.

Pengorbanan seorang ibu sering kali tidak terlihat besar di mata dunia. Tidak tercatat dalam sejarah, tidak pula diviralkan orang. Tetapi di balik dapur sederhana itu ada cinta luar biasa yang tidak dapat diukur dengan harta. Bagi ke tujuh anaknya, aroma dendeng ragi bercampur kelapa itu mungkin akan terus tinggal dalam ingatan sepanjang hidup mereka. Bukan semata karena rasanya yang lezat, melainkan karena di dalamnya terdapat kasih sayang seorang ibu dan bapak yang rela memberikan segalanya demi kebahagiaan anak-anaknya.

Waktu terus berjalan. Anak-anak itu sekarang telah tumbuh dewasa dan memiliki kehidupan masing-masing. Namun kenangan tentang Hari Raya Iduladha di tahun 1980-an tetap hidup di hati mereka yaitu tentang sedikit daging pemberian masjid, tentang dapur kecil yang selalu penuh asap, dan tentang seorang ibu sederhana tetapi piawai dalam menjadikan kekurangan terasa penuh cinta, Karena sesungguhnya, berkurban yang terindah bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban saja, melainkan juga tentang ketulusan hati dan selalu bersyukur melintasi terjalnya kehidupan ini. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

bram herdiana
Tentang bram herdiana
GURU SMK PARIWISATA TELKOM BANDUNG

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Jul 2026, 08:56

Pesan Tersembunyi dari Empat Semifinalis Piala Dunia 2026

Prancis, Argentina, Spanyol, dan Inggris memiliki satu kesamaan: mereka tidak hanya memiliki sebelas pemain hebat.

Ilustrasi semifinalis Piala Dunia 2026. (Sumber: Arsip pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 19:03

Ketika Kebebasan Ber-(SUARA) Disalahpahami

Katanya Silahkan jadi Penulis yang Kritis tapi jangan abcd

Ilustrasi kebebasan berpendapat. (Sumber: Pexels | Foto: Dany Kurniawan)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 18:39

Anak Cerdas Tak Bisa Kuliah

Ribuan anak cerdas terancam gagal kuliah karena biaya. Persoalan bermuara pada paradigma pendidikan, bukan hanya UKT.

Ilustrasi topi wisuda saat simbolisasi lulus kuliah. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 17:25

Jelajah Leuwi Raksamala Ciamis, Lubuk Tersembunyi di Kawasan Curug Jami

Cari hidden gem di Ciamis? Leuwi Raksamala dekat Curug Jami menawarkan kolam alami, air jernih, dan suasana tenang. Cek panduan wisata lengkapnya di sini.

Leuwi Raksamala Ciamis. (Sumber: TikTok @heru_montana2)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 17:00

Tumbal Pembangunan Halus Berupa Pengusiran Pedagang Cicaheum demi Depo Bus Modern

Kios pedagang Terminal Cicaheum akan dibongkar demi depo BRT. Kompensasi Rp2-3 juta dinilai jauh dari nilai puluhan tahun mata pencaharian mereka.

Tak lagi dipadati penumpang, Terminal Cicaheum kini menyisakan cerita dan kenangan di setiap sudutnya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:40

Selebrasi Ikonik Piala Dunia

Pertandingan Piala Dunia menghadirkan beberapa selebrasi gol ikonik yang masih menjadi perhatian masyarakat dunia sampai saat ini

Selebrasi khas Brian Laudrup di Piala Dunia 1998. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 16:06

Mengintip Strategi Public Relations Writing dalam Kampanye Brand Olahraga di Piala Dunia 2026

Analisis strategi public relations writing Adidas dalam kampanye “Backyard Legends” menjelang Piala Dunia 2026 melalui website dan Instagram untuk memperkuat citra brand.

Kampanye Piala Dunia 2026. (Sumber: .adidas.com/world-cup-2026)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:25

Saya, Lapar, dan Knut Hamsun

Entah ini memang takdir, atau kesengajaan yang konyol. Saya membaca Lapar (Sult/Hunger) karangan Knut Hamsun dalam keadaan lapar, benar-benar lapar.

Buku "Hunger" (Lapar) karya Knut Hamsun. (Sumber: oldsovereignpublishing.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 15:08

Politik Bandung Terlalu Sibuk Mencari Ikon

Politik perkotaan kerap bergerak di antara dua kepentingan: yang pertama adalah membangun citra kota, yang kedua adalah mengelola kehidupan kota sehari-hari. 

Sejumlah warga Bandung, dibantu sanggota Satlantas Polresta Bandung, sedang antre air bersih.
sedang mengantre air bersih, (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 13:19

Merayakan Keragaman, Memupuk Kerukunan 

Keragaman, kerukunan, toleransi sejatinya tidak hanya lahir dari ruang-ruang dialog, seminar, regulasi negara.

Warga mengikuti Upacara Adat Tutup Taun 1956 Ngemban Taun 1 Sura 1957 Saka Sunda di Kampung Adat Cireundeu, Leuwigajah, Kota Cimahi, Sabtu 5 Agustus 2023. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 13 Jul 2026, 11:48

Museum Kretek Kudus: Sejarah, Harga Tiket, Koleksi, dan Jam Buka

Museum Kretek Kudus merupakan satu-satunya museum rokok di Indonesia. Simak sejarah, koleksi, harga tiket, jam buka, dan daya tariknya di sini.

Museum Kretek Kudus. (Sumber: Pemprov Jateng)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 11:15

Budaya NG.O.P.I Anak Muda Sekarang: NGeluarin Opini 'Pragmatis vs Idealis'

Ketika pola pikir pragmatis dan idealis pada generasi muda yang memengaruhi orientasi dalam proses beropini.

Ilustrasi ngopi. (Sumber: Pexels | Foto: Thanh Bui)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 10:59

Pengaruh Pembangunan Rel Kereta di Ciwidey untuk Mata Pencaharian Pribumi (1917-1924)

Sedikit gambaran mengenai mata pencaharian masyarakat ketika pembangunan rel kereta di Ciwidey.

 (Sumber: ebay.com | Foto: ebay.com)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 09:07

Perjuangan Pustakawan Menghadirkan Buku Bergizi Gratis

Pustakawan tidak bisa dianggap sebagai profesi yang mudah.

Ilustrasi buku-buku di perpustakaan. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 13 Jul 2026, 08:58

Urgensi Koperasi untuk Sektor Mekanisasi Pertanian Berkelanjutan

KDMP mestinya tumbuh menjadi koperasi yang mendukung peningkatan produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Ilustrasi Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 (Sumber: Kreasi dengan bantuan Gemini | Foto: dokpri Totok Siswantara)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 18:01

Dekonstruksi Strategi Komunikasi Persib dan Teka Teki Kedatangan Peralta

Persib kenalkan 6 pemain baru lewat kampanye 'positive movement' yang inovatif. Kini, Bobotoh menanti kejutan pamungkas: Peralta!

Mariano Peralta. (Sumber: Ileague)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 16:11

Koperasi Desa Merah Putih, Akankah Menjadi Solusi Pemerataan Ekonomi Tingkat Desa?

Program nasional Koperasi Desa Merah Putih resmi diluncurkan pemerintah sebagai upaya percepatan kemandirian ekonomi desa. Namun, program ini dinilai tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

Koperasi Desa Merah Putih. (Sumber: blorakab.go.id)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 12:11

Di Tengah Kenaikan Harga Bahan Bakar: Strategi Komunikasi Digital Perusahaan Energi Menjaga Kepercayaan Konsumen

Kenaikan harga bahan bakar minyak yang terjadi pada 4 Mei 2026 menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari.

banner ilustrasi kenaikan harga bbm.
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 10:13

Bandung Utama Bagja Sararea: Inovasi Memperkuat Layanan Psikis Warga

Mengapa layanan psikologi klinis penting untuk masyarakat kota Bandung? Sederhana jawabannya, masyarakat membutuhkan kesehatan mentalnya.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 12 Jul 2026, 09:51

Kemerdekaan dan Kedaulatan Rakyat atas Tanah

Kemerdekaan sejati tidak hanya ditandai oleh berdirinya sebuah negara, tetapi juga oleh terjaminnya ruang hidup yang adil bagi seluruh rakyatnya.

Aliansi Anti Penggusuran dalam Festival Asia-Afrika 11 Juli 2026 di Bandung (Foto: Dokumen pribadi)