Akhir tahun lalu kembali digelar Gadis Sampul 2025 yang merupakan kompetisi remaja wanita yang diselenggarakan ke-37 kalinya pada tanggal 20 Desember 2025 di Jakarta, dengan tujuan mencari wajah-wajah baru yang akan menghiasi sampul majalah GADIS.
Membaca nama majalah GADIS menerbangkan ingatan saya kepada memori tahun 1980-an saat situasi para remaja atau kawula muda Kota Bandung khususnya, gemar membaca majalah-majalah remaja yang cukup banyak dan beraneka ragam isinya. Hasil antusiasme membaca yang tinggi terlihat saat para remaja berkumpul selalu membahas info-info dari majalah-majalah tersebut baik di sekolah maupun tempat nongkrong lainnya. Mereka membicarakan tentang artis, film, musik, olahraga dan cerpen.
Waktu itu sekitar tahun 1980-an, majalah remaja menjadi salah satu media paling berpengaruh dalam membentuk opini, gaya hidup, identitas, dan cara pandang para kawula muda Indonesia. Di tengah kekurangan akses informasi karena belum adanya siaran televisi swasta dan tentu saja internet seperti saat ini, maka otomatis majalah remaja seperti HAI, GADIS, ANITA CEMERLANG, KAWANKU, MODE INDONESIA dan ANEKA YESS menjadi “jendela dunia” bagi para remaja.
Kawula muda atau remaja pada masa itu sangat menantikan terbitnya majalah favorit mereka setiap minggu, dua mingguan atau sebulan sekali. Membeli majalah bukan sekedar aktivitas konsumsi, melainkan bagian dari gaya hidup. Banyak remaja yang rela menyisihkan uang jajannya untuk berburu edisi tertentu demi membaca rubrik kesayangan atau melihat idola mereka tampil di sampul.
Majalah-majalah tersebut rata-rata diterbitkan dari Jakarta namun pembacanya adalah para kawula muda atau remaja seluruh Indonesia. Cara mendapatkan majalah-majah tersebut bisa didapatkan dengan cara berlangganan atau membeli di lapak-lapak koran yang saat itu banyak sekali di perempatan jalan raya, bisa juga membeli di toko buku. Bisa juga nanti setelah lewat masa edisinya membeli di bursa majalah bekas di kawasan Cikapundung Bandung.
Majalah-majalah tersebut juga sering dipinjamkan karena ada sebagian remaja yang belum bisa membeli atau berlangganan, dibaca bersama, bahkan dikoleksi. Hal ini menciptakan budaya literasi populer yang kuat di kalangan remaja. Tahun 1980-an.
Jika kita membaca majalah-majalah di atas maka akan terlihat karakter masing-masing majalah tersebut, misalnya majalah HAI. Majalah ini memiliki karakter atau ciri khasnya yaitu ditujukan untuk remaja, terutama laki-laki, fokus pada dunia anak muda, pergaulan, identitas, dan gaya hidup.
Menggunakan bahasa santai, gaul, dan komunikatif. Isi info utamanya tentang Musik & hiburan, Film & pop culture, Teknologi & gadget, Gaya hidup remaja, Opini & cerita remaja serta Inspirasi tokoh muda. Sedangkan secara visual tampilan desainnya penuh warna dan dinamis banyak gambar, ilustrasi, dan foto artis begitipun layout tidak kaku, mengikuti tren visual anak muda.
Karakter dari majalah GADIS memiliki ciri khas yang cukup berbeda dibanding majalah remaja lain. Karakternya itu antara lain, sasaran pembaca remaja perempuan. Fokusnya pada kehidupan remaja putri, sekolah, pertemanan, dan pengembangan diri.
Sedangkan gaya bahasanya ringan, santai, dan akrab. Lebih halus dan emosional serta menggunakan bahasa yang nyambung dengan keseharian remaja putri. Lalu si informasinya Adalah Fashion & beauty, Kehidupan remaja, Self-development, Selebriti, Cerita & curhat pembaca, Tips praktis. Untuk tampilan visualnya berwarna cerah dan feminine, banyak foto model, artis, dan ilustrasi menarik dan layout rapi stylish juga modern.
Sementara itu majalah Anita Cemerlang memiliki ciri khas yang kuat pada cerita dan emosi pembaca. Sasaran pembacanya adalah para remaja Perempuan yang.menyukai cerita romantis dan drama kehidupan remaja dengan menggunakan gaya bahasa naratif berbentuk cerita mengalir, ringan, dan mudah dipahami.

Untuk isi utama cerita pendek remaja, Persahabatan dan konflik sosial, Kehidupan sekolah, Cerita inspiratif atau pengalaman hidup dan kadang mengangkat tema keluarga dan masalah pribadi. Tampilan visual tidak terlalu padat gambar seperti majalah fashion tetapi lebih fokus pada teks cerita, serta iluustrasi sederhana sebagai pelengkap cerita. Nilai yang diangkat .Kesetiaan dan ketulusan cinta, arti persahabatan, pengorbanan dan kejujuran dan pembelajaran dari konflik hidup yaitu empati dan perasaan.
Dengan adanya majalah-majalah tersebut di atas berhasil menjadi mesin pencipta lahirnya penulis handal Indonesia seperti Hilman Hariwidjaya yang menulis Lupus di majalah HAI, begitu juga Gola Gong dengan kisah Balada Si Roy, bahkan dedengkotnya majalah HAI, Arswendo Atmowiloto menulis cerita Keluarga Cemara yang belakangan fenomenal dibuat film layar leb. Termasuk juga para penyanyi dan musisi tanah air sering mendapat masukan dari analisa-analisa wartawan musiknya.
Begitu juga adanya majalah GADIS telah melahirkan artis-artis populer Indonesia yang mengawali karirnya dari ajang kontes GADIS Sampul, misalnya seperti Desy Ratnasari, Nike Ardila, Bella Saphira, Maudy Wilhelmina, Cindy Fatikasari, Btari Karlinda, Lulu Tobing, Dian Sastro, Anisa Pohan.
Seiring masa yang berubah kini dua majalah remaja terbesar di negeri ini yaitu majalah HAI dan GADIS bisa dibaca secara online. Majalah ANITA CEMERLANG dikabarkan sudah tidak aktif lagi, namun para pembaca masih bisa menikmati dengan membeli majalah lamanya secara online.
Terima kasih majalah-majalah remaja yang sudah menemani nuansa kehidupan generasi manual tahun 1980-an yang sangat dinamis, generasi yang selalu mengejar bis kota atau nunggu angkot serta jalan kaki. (*)
