Di Balik Ramainya Kendaraan saat Mudik Lebaran, Ada Risiko Kecelakaan Pengemudi yang Minim Pengalaman

3 menit baca
Angga Marditama Sultan Sufanir
Ditulis oleh Angga Marditama Sultan Sufanir diterbitkan
Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Pasteur 1, Kota Cimahi pada Jumat, 27 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah kendaraan melintas di Gerbang Tol Pasteur 1, Kota Cimahi pada Jumat, 27 Maret 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Setiap menjelang Lebaran, jutaan masyarakat Indonesia melakukan perjalanan mudik secara serentak. Pada musim mudik 2026, jumlah pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai 147,55 juta orang berdasarkan data Kementerian Perhubungan selama 17 hari pemantauan (13-29 maret 2026). Jalan tol dan arteri dipadati kendaraan pribadi, mencerminkan meningkatnya kesejahteraan sekaligus perubahan preferensi mobilitas.

Namun, di balik euforia tersebut, terdapat fenomena yang jarang dibahas secara serius: lonjakan pengemudi baru yang turun langsung ke jalan dalam kondisi lalu lintas paling kompleks sepanjang tahun.

Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menunjukkan tren peningkatan penjualan mobil pada Februari 2026 mencapai 81.159 unit atau naik 22,1 persen dibandingkan Januari 2026. "Pemicu peningkatan penjualan kendaraan bermotor ini utamanya didorong oleh kebutuhan mobil masyarakat Indonesia yang ingin mudik lebaran", kata-kata Menteri Perdagangan dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Namun, bertambahnya kendaraan tidak selalu diiringi dengan kesiapan pengemudi. Banyak di antaranya yang baru pertama kali melakukan perjalanan jarak jauh atau berkendara di jalan tol. Dalam konteks ini, pengalaman mengemudi menjadi faktor penting yang sering luput dari perhatian.

Secara agregat, data nasional tidak selalu menunjukkan korelasi langsung antara jumlah kendaraan dan angka kecelakaan. Bahkan, Wakil Menteri Perhubungan menyebut angka kecelakaan selama mudik 2026 turun 6,31 persen dibanding tahun sebelumnya, seiring dengan peningkatan pengawasan dan rekayasa lalu lintas.

Namun demikian, penurunan ini tidak serta-merta menghilangkan risiko. Data agregat sering kali menyembunyikan dinamika yang lebih kompleks di lapangan, terutama yang berkaitan dengan karakteristik pengemudi.

Dalam perspektif keselamatan transportasi, risiko kecelakaan ditentukan oleh interaksi antara manusia, kendaraan, dan lingkungan jalan. Di antara ketiganya, faktor manusia menjadi yang paling dominan. Berdasarkan data Global Status Report on Road Safety yang dirilis WHO, faktor manusia seperti kelalaian, kelelahan, dan kesalahan pengambilan keputusan memang menjadi pemicu utama, menyumbang lebih dari 90 persen kecelakaan lalu lintas.

Data kecelakaan mudik Lebaran 2026. (Sumber: Instagram/@divisihumaspolri)
Data kecelakaan mudik Lebaran 2026. (Sumber: Instagram/@divisihumaspolri)

Temuan ini sejalan dengan berbagai studi internasional. Penelitian dalam jurnal Accident Analysis & Prevention menunjukkan bahwa pengemudi dengan pengalaman terbatas memiliki risiko kecelakaan lebih tinggi, terutama dalam kondisi lalu lintas yang kompleks (Jannusch et al., 2020).

Kondisi ini menjadi semakin krusial saat mudik Lebaran. Volume lalu lintas meningkat drastis, komposisi kendaraan sangat beragam, dan banyak pengemudi melakukan perjalanan di luar kebiasaan harian mereka. Bagi pengemudi dengan pengalaman terbatas, situasi ini dapat meningkatkan beban kognitif dan memperbesar kemungkinan kesalahan.

Dalam sistem lalu lintas yang padat, kesalahan kecil dapat berdampak besar. Keterlambatan mengambil keputusan, jarak aman yang tidak terjaga, atau perpindahan lajur yang tidak tepat dapat memicu kecelakaan beruntun.

Fenomena di lapangan menunjukkan indikasi tersebut. Kendaraan yang berhenti di bahu jalan karena kelelahan, manuver mendadak, hingga kebingungan menghadapi rekayasa lalu lintas seperti contraflow menjadi gambaran nyata adanya kesenjangan antara kepemilikan kendaraan dan kesiapan mengemudi.

Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Sejumlah kendaraan pemudik memadati Jalan Raya Nagreg, Cikaledong, Kabupaten Bandung pada Jumat, 28 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)

Dengan demikian, persoalan utamanya bukan sekadar bertambahnya jumlah mobil, melainkan bertambahnya jumlah pengemudi dengan tingkat kesiapan yang beragam dalam sistem lalu lintas berisiko tinggi.

Sayangnya, pendekatan keselamatan selama ini masih cenderung berfokus pada aspek yang terlihat, seperti kondisi kendaraan atau pelanggaran kasat mata. Sementara itu, kesiapan pengemudi—terutama yang baru—belum menjadi perhatian utama dalam strategi keselamatan.

Ke depan, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif. Edukasi keselamatan perlu lebih terarah kepada pengemudi baru, khususnya menjelang periode mudik. Materi edukasi tidak cukup bersifat umum, tetapi harus mencakup tantangan spesifik seperti berkendara di jalan tol, menjaga kondisi fisik selama perjalanan panjang, serta memahami rekayasa lalu lintas.

Baca Juga: Bandung di Mata Pendatang: Antara Bayangan dan Kenyataan (Tema Ayo Netizen April 2026)

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi lalu lintas perlu dioptimalkan untuk membantu pengemudi mengambil keputusan secara real-time. Penguatan manajemen rest area juga penting untuk mengurangi praktik berhenti di bahu jalan akibat kelelahan.

Mudik Lebaran adalah tradisi yang mencerminkan dinamika sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia. Namun, di tengah meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi, perhatian terhadap kesiapan pengemudi menjadi semakin penting.

Pada akhirnya, keselamatan di jalan raya bukan hanya ditentukan oleh berapa banyak kendaraan yang melintas, tetapi oleh siapa yang berada di balik kemudi. Tanpa kesiapan yang memadai, lonjakan pengemudi baru saat mudik Lebaran berpotensi menjadi risiko laten yang selama ini luput dari perhatian. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)