Mars Renced Bergema di Lapas Majalengka

3 menit baca
Muhammad Assegaf
Ditulis oleh Muhammad Assegaf diterbitkan
 (Foto: TIM Media Lapas Kelas II B Majengka)
(Foto: TIM Media Lapas Kelas II B Majengka)

D'Renced, band pop punk asal Majalengka ini kembali melakukan hal yang tidak biasa. Dengan mempertahankan narasi bahwa D'Renced adalah band yang secara terbuka melalui karyanya akan terus membawa ide, kritik dan gagasan yang berkelanjutan, maka D'Renced mencoba hal yang unik dalam merangkul kaum marjinal dengan cara membawakan lagu "Mars Renced" di Lapas.

Sabtu, 07 Februari 2026, D'Renced ikut berpartisipasi dalam kegiatan "Warga Binaan Majalengka Menulis" di lapas Kelas II B Majalengka. Program literasi ini diselenggarakan melalui kerjasama antara Padepokan Kirik Nguyuh dengan Lapas Kelas II B Majalengka, sebagai sarana bagi warga binaan untuk menulis dan bercerita tentang pengalaman hidup melalui pena dan kertas putih.

Perserta Menulis Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menulis pengalaman pribadi. (Foto: Tim Media Lapas Kelas II B Majengka)
Perserta Menulis Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menulis pengalaman pribadi. (Foto: Tim Media Lapas Kelas II B Majengka)

Karena kertas tidak pernah menghakimi, maka warga binaan merasa bebas bercerita secara jujur dan mampu menulis harapan agar bisa terekspos ke dunia luar, menjadi sebuah pelajaran bahwa harapan itu akan selalu ada, bahkan di dalam tembok yang dingin, terisolasi melalui suara-suara yang tidak pernah terdengar sekalipun. Di hari terakhir kegiatan, Band pop punk asal Majalengka ini membawakan lagu Mars Rence, dalam wawancara, Sugil sebagai vokalis menyampaikan "lagu ini berusaha membangkitkan kesadaran bahwa: “Kita tidak akan jadi besar kalau hanya mimpi, karena perubahan adalah diri kita sendiri" pangkasnya.

"Kami bawakan Mars Renced karena nadanya bersifat sederhana tapi liriknya kuat dan sangat bisa dinyanyikan bersama-sama, dibawakan secara akustik pun oke". Sambung Moga sebagai Gitaris. D’Renced sendiri memilliki 4 Personil diantaranya: Sugil (vokalis), Moga (Gitaris), Udok (Gitaris), dan Dje (Drummer), akan tetapi ketika di Lapas hanya Sugil dan Moga yang bisa tampil dan membawakannya secara akustik sekaligus menggemakan sebuah nada dengan penuh irama diiringi dengan tepuk tangan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan dengan lirik demikian :

Karena kita takkan jadi besar hanya mimpi

Tapi keberanian melangkah hari ini

Bersama mereka yang juga percaya diri

Karena perubahan adalah kita sendiri

Penggalan kata dari Reff Mars Renced mengungkapkan realitas semu “antara mimpi dan angan-angan” banyak orang beranggapan bahwa mimpi sama dengan angan, mimpi yang kita pahami adalah sebuah tujuan nyata, yang dirangkai seraya melangkah dengan penuh kesadaran yang membuahkan sebuah progres, sedangkan angan-angan biasanya hanya berawal dari kata "andai" sambil mentolelir penundaan hingga diakhiri penyesalan.

Maka dalam prakteknya, melalui sebuah pena terciptalah kata kata yang tersusun menjadi sebuah nada. ada nada lembut, dan ada juga nada yang penuh amarah. Lirik D’Renced secara sadar mempunyai makna “karena perubahan adalah kita sendiri” menjadi sebuah tanda bahwa perubahan seperti roda yang terus berkelindan. Perubahan terbaik berasal dari dalam, bukan dari luar. Umpama anak ayam dalam cangkang telur, Jika perubahannya berasal dari dalam, maka pecahannya melahirkan progres hingga tercipta sebuah kehidupan, tapi apabila perubahannya berasal dari luar, maka sebuah penyesalan muncul diawali kata "andai" andai saja telurnya tidak terjatuh.

Baca Juga: Tergusur Kemajuan Teknologi, Loper Koran di Ambang Kepunahan

D’Renced salah satu Band Pop Punk di Majalengka

D’Renced merupakan salah satu band pop punk asal Majalengka yang eksistensinya sering dianggap sebagai gangguan karen lagunya yang merombak aturan lama. Melalui lrik lagu ciptaanya, D’Renced memiliki kebiasaan mendekontruksi fungsi musik menjadi sarana perlawanan yang sering disalahpahami, dianggap liriknya hanya sebatas “merusak” tapi ternyata spiritnya lebih luas lagi.

Lagu-lagunya seringkali membahas sebuah otoritas dan kekuasaan yang selama ini dianggap sudah mencapai titik final, padahal banyak fakta pahit di dalamnya. Begitulah cara D’Renced membuka ruang bagi pendengarnya untuk sama-sama berpikir, menyadari bahwa fakta yang pahit dan kepala terbuka akan membawa kemungkinan baru dalam memaknai sebuah perkara.

Secara langsung lirik lagu dari D’Renced mengajak pendengar untuk memahami suatu peristiwa yang paling pelik, dari kata-katanya yang tertuang melalui kesadaran emosional. Lirik juga memiliki hak untuk menyampaikan sebuah aspirasi yang berjalanan dinamis melalui sebuah keresahan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 19:22

Ruang Kreatif Revitalisasi Bahasa Ibu

Sering kali orang tua jarang menggunakan bahasa daerah di rumah karena memilih membiasakan anak berbahasa Indonesia. Terkait ini ketika orang tua berlatar beda suku dan beda bahasa.

Perempuan lokal Indonesia memakai kebaya. (Sumber: Pexels | Foto: David Tumpal)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 18:23

Mengenang Peristiwa G30S Melalui Lembaran Berita Yudha

Membuka kembali Berita Yudha edisi 30 Oktober 1965, berarti membuka sebuah jendela menuju Indonesia beberapa pekan setelah G30S.

Halaman Muka surat kabar Berita Yudha edisi Oktober 1965, yang merekam pemberitaan mengenai situasi dan peristiwa penting di Indonesia pasca-G30S. (Foto: Kin Sanubary)
Bandung 06 Okt 2026, 17:53

Mengintip Potensi Ekonomi Kreatif Kota Bandung Lewat Layar Perfilman dan Kolaborasi Komunitas

Tren pemutaran film independen, festival sinema alternatif, hingga pertumbuhan ruang pemutaran komunitas di Kota Kembang membuktikan tingginya dahaga publik terhadap ragam narasi visual.

Bandung World Cinema (BWC) 2026 dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat ekosistem perfilman sekaligus mendorong pertumbuhan subsektor ekonomi kreatif di Kota Bandung.
Sejarah 06 Okt 2026, 17:16

Sejarah Naturalisasi Pemain Timnas Indonesia

Jejak naturalisasi Timnas Indonesia bukan fenomena baru. Perjalanan dari Van der Vin pada era 1950-an hingga gelombang diaspora saat ini.

Pemain Timnas Indonesia dalam laga kontra Thailand dalam Asean Cup 2026. (Sumber: Vidio)
Ayo Netizen 06 Okt 2026, 17:03

Bandung, Banjir, dan Rutinitas Tahunan yang Tak Pernah Ada Solusi

Banjir di Bandung kerap kali menjadi event tahunan yang tidak pernah menemukan solusi yang pasti.

Banjir Tahunan di Kab. Bandung (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)