D'Renced, band pop punk asal Majalengka ini kembali melakukan hal yang tidak biasa. Dengan mempertahankan narasi bahwa D'Renced adalah band yang secara terbuka melalui karyanya akan terus membawa ide, kritik dan gagasan yang berkelanjutan, maka D'Renced mencoba hal yang unik dalam merangkul kaum marjinal dengan cara membawakan lagu "Mars Renced" di Lapas.
Sabtu, 07 Februari 2026, D'Renced ikut berpartisipasi dalam kegiatan "Warga Binaan Majalengka Menulis" di lapas Kelas II B Majalengka. Program literasi ini diselenggarakan melalui kerjasama antara Padepokan Kirik Nguyuh dengan Lapas Kelas II B Majalengka, sebagai sarana bagi warga binaan untuk menulis dan bercerita tentang pengalaman hidup melalui pena dan kertas putih.

Karena kertas tidak pernah menghakimi, maka warga binaan merasa bebas bercerita secara jujur dan mampu menulis harapan agar bisa terekspos ke dunia luar, menjadi sebuah pelajaran bahwa harapan itu akan selalu ada, bahkan di dalam tembok yang dingin, terisolasi melalui suara-suara yang tidak pernah terdengar sekalipun. Di hari terakhir kegiatan, Band pop punk asal Majalengka ini membawakan lagu Mars Rence, dalam wawancara, Sugil sebagai vokalis menyampaikan "lagu ini berusaha membangkitkan kesadaran bahwa: “Kita tidak akan jadi besar kalau hanya mimpi, karena perubahan adalah diri kita sendiri" pangkasnya.
"Kami bawakan Mars Renced karena nadanya bersifat sederhana tapi liriknya kuat dan sangat bisa dinyanyikan bersama-sama, dibawakan secara akustik pun oke". Sambung Moga sebagai Gitaris. D’Renced sendiri memilliki 4 Personil diantaranya: Sugil (vokalis), Moga (Gitaris), Udok (Gitaris), dan Dje (Drummer), akan tetapi ketika di Lapas hanya Sugil dan Moga yang bisa tampil dan membawakannya secara akustik sekaligus menggemakan sebuah nada dengan penuh irama diiringi dengan tepuk tangan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan dengan lirik demikian :
Karena kita takkan jadi besar hanya mimpi
Tapi keberanian melangkah hari ini
Bersama mereka yang juga percaya diri
Karena perubahan adalah kita sendiri
Penggalan kata dari Reff Mars Renced mengungkapkan realitas semu “antara mimpi dan angan-angan” banyak orang beranggapan bahwa mimpi sama dengan angan, mimpi yang kita pahami adalah sebuah tujuan nyata, yang dirangkai seraya melangkah dengan penuh kesadaran yang membuahkan sebuah progres, sedangkan angan-angan biasanya hanya berawal dari kata "andai" sambil mentolelir penundaan hingga diakhiri penyesalan.
Maka dalam prakteknya, melalui sebuah pena terciptalah kata kata yang tersusun menjadi sebuah nada. ada nada lembut, dan ada juga nada yang penuh amarah. Lirik D’Renced secara sadar mempunyai makna “karena perubahan adalah kita sendiri” menjadi sebuah tanda bahwa perubahan seperti roda yang terus berkelindan. Perubahan terbaik berasal dari dalam, bukan dari luar. Umpama anak ayam dalam cangkang telur, Jika perubahannya berasal dari dalam, maka pecahannya melahirkan progres hingga tercipta sebuah kehidupan, tapi apabila perubahannya berasal dari luar, maka sebuah penyesalan muncul diawali kata "andai" andai saja telurnya tidak terjatuh.
Baca Juga: Tergusur Kemajuan Teknologi, Loper Koran di Ambang Kepunahan
D’Renced salah satu Band pembuka Pop Punk di Majalengka
D’Renced merupakan salah satu band pop punk asal Majalengka yang eksistensinya sering dianggap sebagai gangguan karen lagunya yang merombak aturan lama. Melalui lrik lagu ciptaanya, D’Renced memiliki kebiasaan mendekontruksi fungsi musik menjadi sarana perlawanan yang sering disalahpahami, dianggap liriknya hanya sebatas “merusak” tapi ternyata spiritnya lebih luas lagi.
Lagu-lagunya seringkali membahas sebuah otoritas dan kekuasaan yang selama ini dianggap sudah mencapai titik final, padahal banyak fakta pahit di dalamnya. Begitulah cara D’Renced membuka ruang bagi pendengarnya untuk sama-sama berpikir, menyadari bahwa fakta yang pahit dan kepala terbuka akan membawa kemungkinan baru dalam memaknai sebuah perkara.
Secara langsung lirik lagu dari D’Renced mengajak pendengar untuk memahami suatu peristiwa yang paling pelik, dari kata-katanya yang tertuang melalui kesadaran emosional. Lirik juga memiliki hak untuk menyampaikan sebuah aspirasi yang berjalanan dinamis melalui sebuah keresahan. (*)
