Ketika Reformasi Mulai Bergulir

3 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan Kamis 21 Mei 2026, 12:20 WIB
Sejumlah surat kabar menyoroti gelombang demonstrasi pada era Reformasi Mei 1998. (Sumber: Surat kabar Kedaulatan Rakyat dan Berita Buana | Foto: koleksi Kin Sanubary)

Sejumlah surat kabar menyoroti gelombang demonstrasi pada era Reformasi Mei 1998. (Sumber: Surat kabar Kedaulatan Rakyat dan Berita Buana | Foto: koleksi Kin Sanubary)

Mei 1998 menjadi salah satu periode paling menentukan dalam sejarah Indonesia sekaligus masa paling sibuk bagi dunia pers nasional. Hampir setiap pagi, kios-kios koran dipenuhi warga yang ingin mengetahui perkembangan terbaru situasi negara. Surat kabar, tabloid, dan majalah menurunkan berita utama tentang demonstrasi mahasiswa, krisis ekonomi, kerusuhan sosial, hingga desakan agar Presiden Soeharto mundur dari jabatannya.

Kata “Reformasi” mendadak hadir di mana-mana. Judul-judul besar memenuhi halaman depan media cetak. Foto mahasiswa yang menduduki gedung DPR/MPR tersebar luas. Wajah-wajah lelah demonstran, barikade aparat, asap kerusuhan, hingga lautan massa menjadi gambaran yang setiap hari menghiasi halaman koran.

Pada masa itu, media cetak memegang peranan sangat penting. Belum ada media sosial seperti sekarang. Informasi utama masyarakat berasal dari radio, televisi, dan terutama surat kabar. Orang-orang menunggu edisi pagi untuk mengetahui perkembangan terbaru di Jakarta dan berbagai kota lain yang ikut bergolak.

Di banyak daerah, satu eksemplar koran sering dibaca bergantian. Dari warung kopi, kampus, kantor, terminal, hingga pos ronda, berita tentang gerakan mahasiswa menjadi bahan pembicaraan utama masyarakat.

Di tengah tekanan Orde Baru yang masih terasa, pers mulai tampil lebih berani. Setelah bertahun-tahun berada dalam pengawasan ketat, media perlahan menemukan ruang untuk menyuarakan kritik secara terbuka. Editorial dan tajuk rencana dipenuhi tuntutan perubahan politik, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta pentingnya demokrasi.

Mahasiswa menduduki Gedung MPR/DPR pada Mei 1998. (Sumber: Foto dimuat di surat kabar Jawa Pos edisi Mei 1998)
Mahasiswa menduduki Gedung MPR/DPR pada Mei 1998. (Sumber: Foto dimuat di surat kabar Jawa Pos edisi Mei 1998)

Majalah berita mingguan juga memainkan peran besar. Liputan mendalam mengenai krisis ekonomi, konflik elite politik, dan gelombang demonstrasi membuat masyarakat semakin memahami bahwa Indonesia sedang berada di titik genting sejarah.

Meski demikian, situasi pers saat itu belum sepenuhnya bebas. Trauma pembredelan masih membayangi. Banyak wartawan tetap bekerja dalam tekanan dan risiko tinggi. Mereka harus meliput demonstrasi, kerusuhan, hingga bentrokan aparat di lapangan. Tidak sedikit jurnalis yang mengalami intimidasi ketika menjalankan tugas.

Namun arus perubahan sulit dibendung. Setiap terbitan media cetak seperti menjadi saksi bahwa kekuasaan Orde Baru mulai kehilangan kendali. Kalimat “Lengserkan Soeharto” yang sebelumnya nyaris mustahil diucapkan secara terbuka, perlahan mulai terdengar di ruang publik.

Puncak ketegangan terjadi setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998. Empat mahasiswa Universitas Trisakti tewas tertembak ketika aparat membubarkan demonstrasi. Peristiwa itu memicu kemarahan publik dan menjadi titik balik gerakan Reformasi. Jakarta kemudian dilanda kerusuhan besar pada 13–15 Mei 1998. Toko-toko terbakar, pusat perdagangan dijarah, dan suasana ibu kota berubah mencekam.

Di tengah situasi tersebut, aparat memperketat penjagaan di kawasan Monas dan Istana Kepresidenan. Namun ribuan mahasiswa justru memusatkan aksi di kompleks DPR/MPR Senayan. Gedung yang selama puluhan tahun identik dengan kekuasaan negara berubah menjadi simbol perlawanan rakyat.

Presiden Soeharto menyatakan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Presiden RI pada Mei 1998. (Sumber: Foto dimuat di tabloid berita ADIL edisi Mei 1998)
Presiden Soeharto menyatakan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Presiden RI pada Mei 1998. (Sumber: Foto dimuat di tabloid berita ADIL edisi Mei 1998)

Pada 18 Mei 1998, mahasiswa berhasil menduduki gedung DPR/MPR. Foto-foto mahasiswa tidur di ruang sidang, berorasi, dan menyanyikan lagu perjuangan menjadi simbol kuat runtuhnya kewibawaan Orde Baru. Banyak orang mulai menyadari bahwa ini bukan lagi sekadar demonstrasi mahasiswa, melainkan krisis besar yang menggerus legitimasi kekuasaan.

Tekanan terhadap pemerintah datang dari berbagai arah. Dukungan politik terhadap Soeharto melemah. Sejumlah tokoh masyarakat meminta presiden mundur, bahkan beberapa menteri Kabinet Pembangunan VII memilih mengundurkan diri.

Hingga akhirnya, pada pagi 21 Mei 1998, hampir seluruh surat kabar memuat headline yang sama: Presiden Soeharto mengundurkan diri setelah 32 tahun berkuasa. Wakil Presiden B.J. Habibie kemudian dilantik sebagai presiden.

Tangis, sorak, dan rasa lega menyelimuti berbagai sudut negeri. Reformasi lahir dari keberanian mahasiswa, rakyat, dan mereka yang memilih melawan ketakutan.

Bagi dunia pers Indonesia, momen itu bukan sekadar pergantian kekuasaan. Reformasi menjadi awal lahirnya babak baru kebebasan pers, ditandai munculnya banyak media baru, ruang kritik yang lebih terbuka, serta kebebasan berpendapat yang jauh lebih luas dibanding sebelumnya.

Kini, puluhan tahun setelah peristiwa itu berlalu, halaman-halaman koran lama dari Mei 1998 tetap menjadi arsip sejarah yang berharga. Di dalamnya tersimpan jejak kegelisahan rakyat, keberanian mahasiswa, dan detik-detik runtuhnya Orde Baru.

Dari lembar-lembar surat kabar itulah kita dapat melihat bahwa Reformasi bukan hanya terjadi di jalanan, tetapi juga hidup dalam tinta, headline, dan berita yang setiap hari dibaca masyarakat Indonesia. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 13:10

Hak Siar Piala Dunia oleh TVRI, Ekonomi Nobar dan Pengembangan Konten Lokal

Potensi ekonomi nobar yang luar biasa, mesti dikelola lebih baik dengan berbagai kreativitas masyarakat. 

Suasana nonton bareng Piala Dunia 2026 di Taman Film, Kota Bandung (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Ananda Muhammad Firdaus)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)