Malam Jum’at Bukan Sekadar Baca Yasin: Menyelami Kedalaman Ritual Spiritual Warga NU

3 menit baca
Deden Ibn Suja
Ditulis oleh Deden Ibn Suja diterbitkan Kamis 21 Mei 2026, 19:03 WIB
Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bagi masyarakat Nusantara, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), kedatangan malam Jumat selalu memiliki atmosfer yang berbeda. Begitu matahari terbenam di ufuk barat pada hari Kamis, kesibukan duniawi pelan-pelan mereda, digantikan oleh lantunan ayat-ayat suci dan selawat yang menggema dari masjid, musala, hingga ruang-ruang keluarga.

Selama ini, awam mungkin melihat ritual malam Jumat warga NU identik dengan pembacaan Surat Yasin. Namun, jika kita menyelam lebih dalam, tradisi ini bukanlah sekadar rutinitas membaca lembar demi lembar mushaf. Malam Jumat bagi warga Nahdliyin adalah sebuah institusi spiritual yang mempertemukan antara ibadah, sejarah, penghormatan kepada leluhur, dan penguatan ikatan sosial.

Lebih dari Sekadar Membaca

Bagi warga NU, malam Jumat adalah "hari raya mingguan" yang dipenuhi dengan pasar amal rohani. Selain membaca Surat Yasin, rangkaian ritual malam Jumat biasanya dilengkapi dengan:

  • Tahlilan dan Istigasah: Untaian zikir dan doa yang diniatkan sebagai wasilah (perantara) untuk memohon pertolongan Allah sekaligus mengirimkan pahala bacaan kepada orang tua, guru, dan leluhur yang telah wafat.
  • Pembacaan Selawat (Maulid/Al-Barzanji/Diba): Ekspresi cinta yang mendalam kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, mengharap syafaatnya di hari akhir.
  • Silaturahmi Keagamaan: Menjadi ruang sosial di mana tetangga saling bertemu, duduk bersila di atas karpet yang sama, tanpa sekat status sosial.

Pandangan Ahli Tasawuf

Jika kita membedah tradisi ini melalui kacamata tasawuf, apa yang dilakukan oleh warga NU adalah sebuah metode penyucian jiwa (Tazkiyatun Nafs).

Seorang guru besar tasawuf, Imam Al-Ghazali dalam karya agungnya Ihya Ulumuddin, sering menekankan pentingnya Dzikrul Maut (mengingat kematian) untuk melembutkan hati yang keras akibat urusan duniawi. Tahlilan dan Yasinan di malam Jumat secara tidak langsung memaksa seorang hamba untuk berhenti sejenak dan menyadari bahwa dunia ini fana.

Saat nama-nama ahli kubur dibacakan satu per satu di awal tahlil, saat itu pula manusia diingatkan: “Kemarin mereka duduk bersama kita di sini, hari ini mereka di dalam tanah, dan besok adalah giliran kita.” Kesadaran inilah yang menurut Al-Ghazali bisa mengikis kesombongan dan menghidupkan hati yang mati.

Ilustrasi umat Islam sedang berdoa. (Sumber: Ayobandung.com)
Ilustrasi umat Islam sedang berdoa. (Sumber: Ayobandung.com)

Filsuf Islam beraliran iluminasi (isyraqi), seperti Syeikh Syihabuddin Suhrawardi atau bahkan pendekatan mistis Ibnu Arabi, melihat ritual keagamaan berkelompok sebagai cara menyatukan energi spiritual.

Bagi mereka, manusia adalah mikrokosmos (alam kecil) dan alam semesta adalah makrokosmos (alam besar). Ketika sekelompok manusia berkumpul, menyatukan frekuensi pikiran, lisan, dan hati mereka dalam kalimat Laa Ilaha Illallah, mereka sedang menciptakan harmoni kosmis. Zikir berjamaah di malam Jumat memancarkan energi cahaya (nur) yang tidak hanya membersihkan jiwa orang yang membaca, tetapi juga membawa ketenteraman bagi lingkungan di sekitarnya.

Tradisi malam Jumat di kalangan warga NU adalah manifestasi indah dari Islam yang santun dan menghargai kesinambungan sejarah. Ia melatih lisan untuk basah oleh zikir, melatih hati untuk selalu terhubung dengan Allah dan Rasul-Nya, serta melatih diri untuk tidak melupakan jasa-jasa orang yang telah mendahului kita.

Malam Jumat bukan sekadar membaca Surat Yasin. Ia adalah momen sakral untuk merawat kewarasan iman, mempererat tali persaudaraan antar tetangga, dan mereguk ketenangan batin di tengah bisingnya kehidupan modern. Sebuah warisan spiritual yang luhur, yang menjaga bumi Nusantara tetap sejuk oleh doa-doa yang tulus.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Deden Ibn Suja
Belajar nulis lewat cakrawala

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Jun 2026, 11:04

Karya Purbakala di Hari Purbakala: Sambung Menyambung Tentang Kota Bandung

Karya-karya mahasiswa arkeologi tentang Kota Bandung

Sebuah gua alami yang menyimpan situs purbakala, Gua Pawon. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nuryahya64)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:31

Mengenang Ny. Liem: Maestro Boga dari Kota Kembang dan Legacy di Industri Tata Boga Indonesia

Ny. Liem menempati posisi penting sebagai pionir yang menetapkan standar emas dalam seni pembuatan kue dan pastry.

Produk kemasan dari toko Ny. Liem di Jln. Naripan No.52, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Google Maps Review | Foto: Elvita Yuli)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 09:19

Peran para Pendukung Tim Lokal di Kota Bandung Terhadap Keberlangsungan Persib

Menelaah faktor keberhasilan Maung Bandung pada periode terbaru di era sepakbola modern.

Ribuan bobotoh memadati Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Kamis 7 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Jun 2026, 08:40

Biaya Parkir: Faktor Kecil yang Ternyata Menentukan Pilihan Kita Saat Belanja

Biaya parkir ternyata ikut menentukan pilihan tempat belanja kita. Kecil tapi berdampak besar pada persepsi, kepuasan, dan loyalitas konsumen.

Keputusan Konsumen untuk belanja goyah karena adanya parkir (Foto: muhammad yogi)
Bandung 15 Jun 2026, 21:16

Kolaborasi Bekali Kopi Bersama Petani Lembang Dorong Peningkatan Ekonomi dan Regenerasi Sektor Kopi

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting.

Bagi Bekali Kopi, fokus di lapangan tidak hanya tertuju pada kualitas produk tapi juga pada keberlanjutan sektor kopi yang menjadi perhatian penting. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Iqbal Roem)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 18:19

UMKM 'Jangan Cuma Dagang' untuk Berkembang, Belajar dari Perjalanan Bisnis Kebab Factory

Bagi Widya, Rumah BUMN Bandung bukan sekadar tempat pelatihan.

Widya Ratna Puspita, pemilik KebabFactory.id, di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 17:27

Perjalanan Sate Maranggi sebagai Kuliner Khas Kabupaten Purwakarta

Lebih dari sekadar nilai gastronomi, Sate Maranggi mengandung nilai-nilai sosial sebagai pemersatu masyarakat Purwakarta.

Sate Maranggi khas Purwakarta (Sumber: Dokumentasi milik pribadi)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 16:44

Panduan Wisata Kuliner Empal Gentong Cirebon, Jejak Sejarah Kota Pelabuhan dalam Semangkuk Kuah

Kenali sejarah empal gentong Cirebon, perbedaannya dengan empal asem, rekomendasi warung legendaris, serta tips menikmati hidangan khas ini.

Empal gentong, kuliner khas Cirebon. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Biz 15 Jun 2026, 16:40

Punya Varian Produk Tak Biasa, Kebab Factory Bisa Ekspor ke Malaysia dan Singapura berkat 'Ide Anak'

Perjalanan Kebab Factory, UMKM Kota Bandung yang terkenal dengan produk uniknya.

Kebab ice cream mellowberry, salah satu varian produk Kebab Faktory di Jalan Kihiur 4, Cihapit, Kota Bandung, (5/6/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 15:54

Wayang Wong: Kesenian Unik yang Mengganti Peran Boneka Menggunakan Manusia

Tentang wayang wong, salah satu kesenian tradisional Jawa yang menggabungkan tari, musik, dan drama.

Wayang Wong Ramayana. (Sumber: Arsip Nasional Republik Indonesia)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 13:17

Hijrah, Ubah, dan Arah

Hijrah digital bukanlah tentang meninggalkan teknologi, melainkan menjadikan teknologi sebagai jalan untuk mendekat pada nilai-nilai kebaikan.

Diskusi Film "Hijrah Digital" Ajak Mahasiswa Refleksi Literasi Digital dan Peran AI dalam Keberagamaan (Sumber: instagram @moeslimah_produktif)
Beranda 15 Jun 2026, 13:02

Jejak Ksatria di Gang Maksudi: Menjaga Amanah, Menghidupkan Nadi Ekonomi Negeri

Kisah Hasan, seorang kurir JNE di Bandung yang sempat dibegal saat berteduh karena hujan, namun kini sudah kembali bekerja berkat bantuan dari tempatnya bekerja.

Kepala Cabang Utama JNE Bandung Iyus Rustandi menyerahkan bantuan sepeda motor baru kepada Hasan sebagai bentuk nyata komitmen dan kepedulian perusahaan terhadap keselamatan karyawannya. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Arif Budianto)
Linimasa 15 Jun 2026, 12:58

Ketika Selisih Harga BBM Terasa Sampai Akhir Bulan

Kenaikan harga BBM non-subsidi membuat banyak pengendara memilih antre demi mendapatkan Pertalite.

Pengendara rela mengantre lebih panjang di SPBU setelah kenaikan harga BBM Pertamax. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 15 Jun 2026, 11:45

Itinerary Wisata Yogyakarta 1–2 Hari, Destinasi, Kuliner, dan Budget Lengkap

Jelajahi Yogyakarta berdasarkan pembagian kawasan wisata agar perjalanan lebih nyaman. Cocok untuk liburan singkat satu hingga dua hari.

Tugu Jogja, ikon Yogyakarta. (Sumber: Shutterstock)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 11:28

Dulu Pakai Ritual, Kini Pakai Kimia: Perubahan Praktik Bertani di Desa Pamoyanan

Perjalanan pertanian Desa Pamoyanan merekam pergeseran dari sistem kepercayaan Sunda Buhun menuju metode pertanian modern yang dianggap lebih efektif dan rasional.

Foto Hamparan sawah di Desa Pamoyanan, Cianjur Selatan, pada 21 Maret 2026. (Sumber: Dokumen Pribadi | Foto: Nadhil Ayudiya Az Zahra)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 09:59

Potensi Ulat Sutra Solusi Masalah Bahan Baku Industri Tekstil

Mengatasi krisis bahan baku industri tekstil dengan ulat sutra.

Industri rakyat berbasis benang sutra binaan Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha di Desa Cipondok Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya. (Foto: Humas PGE)
Beranda 15 Jun 2026, 09:46

Jejak Persib di Kota Bandung, Jalan-jalan Bobotoh Menyusuri Memori yang Nyaris Dilupakan

Bobotoh menyusuri jejak sejarah Persib di berbagai sudut Kota Bandung, mengungkap kisah, tempat, dan memori yang nyaris terlupakan oleh waktu.

Peserta Bobotoh Story Walk menyusuri jalanan Bandung sambil mendengarkan kisah-kisah yang membentuk sejarah Persib. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Linimasa 15 Jun 2026, 08:43

Layangan Adu, Hobi yang Tidak Lekang oleh Usia

Layangan adu tetap digemari lintas usia dan menjadi ruang silaturahmi para pehobinya.

Layangan adu, hobi yang tak mengenal usia. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Jun 2026, 08:40

Sinergi Batalyon Pangan dengan Petani Mengatasi Deflasi Komoditas Pertanian

Eksistensi Yonif TP sebaiknya turut menyelesaikan masalah hilir komoditas pertanian hingga ke pasar induk atau pasar tradisional serta pasar modern.

Bimtek Ketahanan Pangan dan Peningkatan Kemampuan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). (Foto: dok Puspen TNI)
Ayo Netizen 14 Jun 2026, 19:00

Di Era Digital Kita Hidup dalam Situasi Alone Together

Di era digital, kita telah terjebak dengan hubungan teknologi dalam berkoneksi dengan sesama.

Ilustrasi teknologi digital di sekitar generasi muda saat ini. (Sumber: Pexels/Ron Lach)