Malam Jum’at Bukan Sekadar Baca Yasin: Menyelami Kedalaman Ritual Spiritual Warga NU

3 menit baca
Deden Ibn Suja
Ditulis oleh Deden Ibn Suja diterbitkan
Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Seorang warga Bandung sedang membaca Alquran. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)

Bagi masyarakat Nusantara, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU), kedatangan malam Jumat selalu memiliki atmosfer yang berbeda. Begitu matahari terbenam di ufuk barat pada hari Kamis, kesibukan duniawi pelan-pelan mereda, digantikan oleh lantunan ayat-ayat suci dan selawat yang menggema dari masjid, musala, hingga ruang-ruang keluarga.

Selama ini, awam mungkin melihat ritual malam Jumat warga NU identik dengan pembacaan Surat Yasin. Namun, jika kita menyelam lebih dalam, tradisi ini bukanlah sekadar rutinitas membaca lembar demi lembar mushaf. Malam Jumat bagi warga Nahdliyin adalah sebuah institusi spiritual yang mempertemukan antara ibadah, sejarah, penghormatan kepada leluhur, dan penguatan ikatan sosial.

Lebih dari Sekadar Membaca

Bagi warga NU, malam Jumat adalah "hari raya mingguan" yang dipenuhi dengan pasar amal rohani. Selain membaca Surat Yasin, rangkaian ritual malam Jumat biasanya dilengkapi dengan:

  • Tahlilan dan Istigasah: Untaian zikir dan doa yang diniatkan sebagai wasilah (perantara) untuk memohon pertolongan Allah sekaligus mengirimkan pahala bacaan kepada orang tua, guru, dan leluhur yang telah wafat.
  • Pembacaan Selawat (Maulid/Al-Barzanji/Diba): Ekspresi cinta yang mendalam kepada Baginda Nabi Muhammad Saw, mengharap syafaatnya di hari akhir.
  • Silaturahmi Keagamaan: Menjadi ruang sosial di mana tetangga saling bertemu, duduk bersila di atas karpet yang sama, tanpa sekat status sosial.

Pandangan Ahli Tasawuf

Jika kita membedah tradisi ini melalui kacamata tasawuf, apa yang dilakukan oleh warga NU adalah sebuah metode penyucian jiwa (Tazkiyatun Nafs).

Seorang guru besar tasawuf, Imam Al-Ghazali dalam karya agungnya Ihya Ulumuddin, sering menekankan pentingnya Dzikrul Maut (mengingat kematian) untuk melembutkan hati yang keras akibat urusan duniawi. Tahlilan dan Yasinan di malam Jumat secara tidak langsung memaksa seorang hamba untuk berhenti sejenak dan menyadari bahwa dunia ini fana.

Saat nama-nama ahli kubur dibacakan satu per satu di awal tahlil, saat itu pula manusia diingatkan: “Kemarin mereka duduk bersama kita di sini, hari ini mereka di dalam tanah, dan besok adalah giliran kita.” Kesadaran inilah yang menurut Al-Ghazali bisa mengikis kesombongan dan menghidupkan hati yang mati.

Ilustrasi umat Islam sedang berdoa. (Sumber: Ayobandung.com)
Ilustrasi umat Islam sedang berdoa. (Sumber: Ayobandung.com)

Filsuf Islam beraliran iluminasi (isyraqi), seperti Syeikh Syihabuddin Suhrawardi atau bahkan pendekatan mistis Ibnu Arabi, melihat ritual keagamaan berkelompok sebagai cara menyatukan energi spiritual.

Bagi mereka, manusia adalah mikrokosmos (alam kecil) dan alam semesta adalah makrokosmos (alam besar). Ketika sekelompok manusia berkumpul, menyatukan frekuensi pikiran, lisan, dan hati mereka dalam kalimat Laa Ilaha Illallah, mereka sedang menciptakan harmoni kosmis. Zikir berjamaah di malam Jumat memancarkan energi cahaya (nur) yang tidak hanya membersihkan jiwa orang yang membaca, tetapi juga membawa ketenteraman bagi lingkungan di sekitarnya.

Tradisi malam Jumat di kalangan warga NU adalah manifestasi indah dari Islam yang santun dan menghargai kesinambungan sejarah. Ia melatih lisan untuk basah oleh zikir, melatih hati untuk selalu terhubung dengan Allah dan Rasul-Nya, serta melatih diri untuk tidak melupakan jasa-jasa orang yang telah mendahului kita.

Malam Jumat bukan sekadar membaca Surat Yasin. Ia adalah momen sakral untuk merawat kewarasan iman, mempererat tali persaudaraan antar tetangga, dan mereguk ketenangan batin di tengah bisingnya kehidupan modern. Sebuah warisan spiritual yang luhur, yang menjaga bumi Nusantara tetap sejuk oleh doa-doa yang tulus.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Deden Ibn Suja
Tentang Deden Ibn Suja
Belajar nulis lewat cakrawala

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)