Menjaga Damai dan Bahagia para Oma hingga Tuhan Memanggilnya

7 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Yunanth, staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

AYOBANDUNG.ID - Di Jalan Cikutra, Cibeunying Kidul, Kota Bandung, berdiri Panti Tresna Werdha Nazareth yang telah merawat para lansia sejak 1988. Panti ini berada di Kompleks Santo Yusup, berdekatan dengan Rumah Sakit Santo Yusup, PG-TK Santo Yusup, dan Gereja Katolik Santa Odilia. Saat ini, ada 24 lansia yang tinggal dan dirawat di sana.

Siang itu, tepat pada Hari Kenaikan Isa Almasih, suasana di sekitar kompleks tampak tenang. Area RS Santo Yusup dan sekolah terlihat lengang karena hari libur. Sebelum tiba di panti, suara lantunan doa dari dalam gereja terdengar menggema hingga ke luar bangunan gereja.

Bangunan panti bercat hijau muda itu tampak sederhana. Memasuki ruang depan, terpampang foto Paus Leo XIV, pemimpin Gereja Katolik sedunia, berdampingan dengan Mgr Antonius Subianto Bunjamin, Uskup Keuskupan Bandung. Di antara kedua foto tersebut, sebuah salib corpus menempel di dinding, seolah menyambut setiap orang yang datang.

Terlihat seorang suster berpakaian putih dengan ciri khas wimple-nya sedang bercakap dengan salah satu oma di tengah lorong. Di dinding ruang depan tercantum tulisan: “Lebih Bahagia, Lebih Baik”.

Pernyataan itu bukan hanya sekadar motto. Namun, memang menjadi prinsip yang dipegang pengelola panti ini. Penghuninya yang sebagian besar oma (nenek) yang akan tinggal di sini datang tanpa paksaan.

Di sini, puluhan perempuan lanjut usia menghabiskan masa tua mereka bersama. Ada yang datang karena kesepian, ada yang dititipkan keluarga, dan ada pula yang sudah tak memiliki siapa-siapa lagi.

“Kami ingin oma merasa bahwa panti itu bukan tempat pembuangan sampah,” jelas Yunanth (37), staf administrasi dan bagian umum di Panti Nazareth.

“Tujuan kami menerima oma di sini supaya mereka bahagia, suka cita, dan sehat. Kalau omanya sendiri tidak merasa bahagia, ya percuma buat kami,” lanjut Yunanth saat ditemui di ruang depan panti.

Pintu masuk  Panti Tresna Werdha Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Pintu masuk Panti Tresna Werdha Nazareth. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Dari Tempat Singgah Menjadi Rumah Lansia

Panti Tresna Werdha Nazareth dioperasikan di bawah Yayasan Camillus yang telah berdiri sejak 7 September 1929. Pada mulanya, yayasan ini didirikan untuk menampung anak-anak terlantar dan tidak mampu. Namun, situasi berubah setelah perang kemerdekaan.

Pada masa itu, banyak lansia korban perang yang tidak bisa kembali ke keluarga mereka setelah dirawat di RS Santo Yusup. Mereka kemudian ditampung sementara di yayasan tersebut hingga akhirnya panti ini berkembang menjadi rumah bagi lansia.

“Awalnya itu tempat singgah,” kata Yunanth.

“Baru tahun 1988 resmi fokus menjadi panti lansia perempuan,” tambahnya.

Dinamai Tresna Werdha Nazareth tak lain berkaitan dengan identitas dan harapan panti itu sendiri. Dalam penjelasannya, Yunanth menyebut nama Tresna Werdha memang merupakan sebutan dari pemerintah untuk tempat lansia. Nazareth sendiri diambil dari nama kota kuno di wilayah Israel Utara, tempat Keluarga Kudus Yesus hidup.

“Nazareth bagi kami adalah tempat keluarga kudus hidup. Harapannya, oma-oma di sini juga merasa menjadi keluarga,” ujar Yunanth dengan suara agak pelan saat menjelaskan awal mula panti tersebut.

Saat ini, Panti Nazareth ditanggungjawabi oleh Suster Magdalena, seorang biarawati dari Kongregasi Carolus Borromeus (CB). Kini, di Panti Nazareth terdapat 24 oma yang dirawat dengan kapasitas maksimum 35 orang. Tidak hanya oma beragama Katolik, tetapi juga ada yang beragama Kristen, Hindu, Buddha, dan Islam. Namun, sejauh ini Panti Nazareth hanya menerima oma, belum dengan opa. Keterbatasan fasilitas kamar menjadi hambatan utama.

Banyak penghuni yang tinggal hingga akhir hidup mereka di sana. Bahkan, untuk lansia yang tidak memiliki keluarga, seluruh proses pemakaman ditangani pihak panti.

“Harapan kami ketika oma tinggal di sini, ya selamanya akan kami rawat di sini,” ujar Yunanth sambil menyebutkan beberapa cerita oma yang datang hingga akhir hidupnya dihabiskan di panti.

Satu Hari, Ragam Cerita

Kegiatan di Panti Nazareth dimulai sebelum matahari terbit. Semua oma sudah bangun sejak pukul dua atau tiga dini hari. Semuanya kompak begitu, terbiasa dengan rutinitas mereka sebelum datang ke panti. Mereka mandi, berdoa, lalu menikmati teh hangat dan biskuit sebelum misa pagi dimulai.

Setelah sarapan, beragam kegiatan menanti. Setiap hari aktivitasnya berbeda-beda. Senam irama pada hari Senin, sesi motivasi pada hari Selasa, sharing session setiap Rabu, terapi gerak pada hari Kamis, hingga handcraft pada hari Jumat. Akhir pekan diisi dengan kunjungan keluarga, bila ada yang datang menjenguk.

“Kami juga tiap-tiap hari itu ada yel-yel sehat, semangat, bahagia,” kata Yunanth.

“Kalau sudah sehat harus semangat. Kalau sudah semangat harus bahagia,” lanjutnya tetap dengan suara pelan, namun mimik wajah yang mulai sumringah.

Kegiatan tersebut disusun secara teratur pada pagi hari, sementara siang digunakan para lansia untuk beristirahat. Yunanth menjelaskan bahwa menjaga aktivitas lansia tetap berjalan merupakan langkah penting agar mereka tidak merasa kesepian atau terfokus pada masalah yang membebani pikiran.

Setiap bulan, beberapa lansia diajak berkeliling kota menggunakan mobil panti. Dua kali setahun, mereka melakukan outing ke luar kota. Tahun ini, para penghuni direncanakan berkunjung ke Lembang.

Bagi Yunanth, kebahagiaan lansia tidak selalu berasal dari hal-hal besar. Terkadang, hal kecil seperti obrolan sederhana yang didengarkan dengan tulus dapat membawa kebahagiaan. Banyak lansia yang hanya ingin berbagi cerita tentang masa lalu, keluarga, atau kenangan yang terus mereka ingat.

“Kalau ngobrol satu oma bisa satu sampai dua jam nggak kelar-kelar,” ucap Yunanth.

“Harus kuat telinganya,” lanjutnya sambil tertawa kecil.

Cerita Oma di Panti Nazareth Dari Diabetes hingga Demensia

Namun, merawat orang tua bukanlah tugas yang mudah. Di balik aktivitas yang terlihat tidak begitu serba cepat, terdapat persoalan psikologis yang harus dihadapi setiap hari. Beberapa lansia membawa luka lama, kehilangan, atau keterikatan emosional yang belum teratasi.

“Yang sulit itu mendampingi psikologi oma. Kami tidak tahu dulu mereka punya trauma apa,” kata Yunanth.

Yunanth sudah bekerja di Panti Tresna Werdha Nazareth sejak 2021 sebagai staf administrasi dan bagian umum. Selama hampir enam tahun bekerja di sana, ia menjelaskan bahwa karakter lansia sulit untuk diubah. Tantangan itu tidak mudah bagi dirinya dan rekan-rekan lain di panti tersebut.

Pengelola panti hanya bisa berusaha memahami dan beradaptasi dengan pola hidup yang telah mereka jalani selama bertahun-tahun.

Yunanth bercerita mengenai momen paling berkesan baginya selama bekerja di sana. Salah satunya adalah kisah seorang oma yang terkena diabetes.

Gula darah saat dicek kala itu sudah mencapai 500, angka yang berisiko tinggi bagi penderita diabetes. Segala cara sudah dilakukan pengelola panti untuk menjaga konsumsi makanan oma tersebut. Namun, mengubah kebiasaan orang tua bak menulis di air sungai. Sang oma malah enggan makan.

“Apa kok belum 600 kok?” ucap Yunanth menirukan perkataan oma. “Ya kita mau jawab apa?” lanjutnya kebingungan.

Akhirnya, pihak panti berkonsultasi dengan keluarga. Keluarga menyerahkan sepenuhnya penanganan kepada pihak panti.

“Kami ya sudah, daripada omanya stres, padahal tujuan kami ingin membahagiakan oma. Selama itu buat dia bahagia, tapi dalam artian masih pantauan kami,” jelas Yunanth.

Cerita lainnya datang dari oma yang terus mendesak untuk pulang karena merindukan anak-anaknya. Sebagian merasa marah dan membanting pintu ketika keinginannya tidak dipenuhi.

Bahkan, ada penghuni yang menganggap Yunanth sebagai suaminya. Kisah itu menjadi salah satu pengalaman paling membekas selama hampir enam tahun ia bekerja di sana. Oma tersebut mengalami demensia setelah ditinggal meninggal suaminya.

“Dia melihat saya itu suaminya,” kata Yunanth.

“Kalau saya ngobrol dengan oma lain, dia bisa cemburu,” lanjutnya terkekeh.

Awalnya, situasi itu membuatnya merasa kikuk. Namun, seiring waktu, ia menyadari sikap tersebut muncul dari rasa rindu yang belum terselesaikan.

Bekerja di Panti Nazareth sejak 2021 membuat Yunanth merasa banyak belajar tentang orang tua dan proses hidup di usia senja. Ia mengakui dahulu dirinya mudah tersinggung ketika menghadapi orang tua yang mengulang pertanyaan yang sama. Kini, pandangannya berubah.

“Di sini saya jadi mengerti dunia mereka seperti ini. Banyak hal yang bisa saya pelajari,” ucapnya sambil menatap lurus figura foto Yayasan Camillus di depannya.

Walaupun mengalami keterbatasan dana dan bergantung pada donatur yang tidak tetap, Panti Nazareth masih mampu bertahan hampir setengah abad. Mereka bergantung pada kontribusi sukarela keluarga, bantuan silang, dan para dermawan yang peduli.

“Puji Tuhan masih banyak orang yang hatinya tergerak untuk berbagi,” kata Yunanth di penghujung cerita.

Waktu makan siang mulai tiba. Makanan mulai diangkut dari mobil ke dalam panti. Satu-dua keluarga lalu lalang sambil bertanya kepada Yunanth di meja ruang depan.

Di tempat ini, masa tua tidak selalu identik dengan kesepian. Terkadang, ia hadir sebagai usaha sederhana untuk tetap merasakan kehangatan melalui berbagai aktivitas yang dijalani para oma bersama teman sebayanya hingga akhir hayat.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)