Potret Kehidupan Warga Usia Senja di Kecamatan dengan Jumlah Lansia Terbanyak di Kota Bandung

6 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Lili Sutisna menikmati masa lansianya dengan aktif bekerja dan mengurus kebun kecilnya di Kiaracondong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Lili Sutisna menikmati masa lansianya dengan aktif bekerja dan mengurus kebun kecilnya di Kiaracondong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

AYOBANDUNG.ID - Lebih dari 311 ribu warga Kota Bandung kini masuk kategori lanjut usia. Angka itu setara 12,1 persen dari total penduduk, dengan mayoritas perempuan sebanyak 167.224 jiwa (53,7 persen) dan laki-laki 143.978 jiwa (46,3 persen).

Dari jumlah tersebut, Kecamatan Kiaracondong menjadi wilayah dengan konsentrasi lansia tertinggi, mencapai 15.620 jiwa. Di tengah besarnya angka itu, potret kehidupan lansia tak hanya soal statistik, tetapi juga perjuangan sehari-hari untuk bertahan.

Salah satunya adalah Slamet (74) yang sudah bangun pukul empat pagi, ketika sebagian besar orang masih terlelap. Setelah salat Subuh, lelaki renta itu mendorong becaknya ke pinggir jalan di kawasan Kiaracondong. Dari sana, ia menunggu penumpang datang, meski tenaga tak lagi sama seperti dulu.

“Bangun pagi jam 03.45, habis salat langsung becak. Kalau sekarang mah dipaksakeun weh, da kalau enggak dipaksa makan dari mana,” katanya sambil tersenyum tipis, Senin, 27 April 2026.

Slamet pengayuk becak di kawasan Kiaracondong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Slamet pengayuk becak di kawasan Kiaracondong. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Usia tak lagi muda. Tubuhnya pernah terserang stroke, kaki sering pegal, dan berjalan jauh pun kini mulai berat. Namun, Slamet tetap memilih keluar rumah. Becak menjadi satu-satunya cara untuk tetap menyambung hidup.

“Kadang dapat penumpang, kadang enggak. Pernah sehari enggak dapat sama sekali. Tapi kumaha deui (Mau bagaimana lagi), hidup mah kudu (harus) jalan terus,” ujarnya.

Di tengah laju kota yang semakin cepat, Slamet adalah satu dari ribuan lansia di Kiaracondong yang masih bertahan dengan caranya sendiri. Secara demografi, kelompok usia 60–64 tahun menjadi yang terbesar di Kota Bandung, mencapai 111.675 jiwa, disusul usia 65–69 tahun sebanyak 85.335 jiwa, 70–74 tahun 56.262 jiwa, dan 75 tahun ke atas 57.930 jiwa. Angka-angka ini menggambarkan bahwa kelompok usia lanjut masih cukup produktif, meski tantangan fisik mulai membatasi.

Menurut Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kiaracondong, Maman Suherman (52), tingginya jumlah lansia di wilayahnya menjadi perhatian tersendiri.

“Kalau untuk lansia di Kiaracondong, alhamdulillah secara garis besar sehat dan bahagia. Memang ada persoalan-persoalan yang dihadapi, tapi kami terus berupaya agar mereka tetap aktif dan merasa diperhatikan,” kata Maman.

Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kiaracondong, Maman Suherman. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kiaracondong, Maman Suherman. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Meski begitu, ia mengakui persoalan yang paling sering muncul tetap berkaitan dengan kesehatan, sejalan dengan meningkatnya jumlah lansia di kota ini.

“Masalah yang paling utama adalah kesehatan. Kalau yang sering saya lihat, banyak lansia yang mengalami darah tinggi. Jadi, perlu pemantauan dan kegiatan rutin,” ujarnya.

Tak jauh dari sana, Sodikin (70) masih bekerja sebagai petugas kebersihan atau gober di wilayah Sukapura. Warga asli Kiaracondong itu masih menjalani hari-harinya seperti biasa: bangun pagi, bersiap kerja, lalu pulang saat tugas selesai.

“Kalau ada jadwal kerja, saya bangun pagi. Kalau masuk jam sebelas, kira-kira jam sembilan sudah siap-siap. Kerja mah kerja wae, salami awak masih kuat (selama badan masih kuat),” katanya.

Sodikin tinggal sendiri. Anak-anaknya tinggal tak jauh dari rumah, tetapi ia lebih sering datang mengunjungi mereka. Saat tidak bekerja, waktunya diisi dengan mengobrol bersama tetangga, duduk santai di warung, atau bermain catur.

“Kalau di rumah terus mah bosan. Kadang ngobrol sama tetangga, kadang main catur, kadang jalan-jalan sebentar ka luar,” ujarnya.

Memasuki usia 70 tahun, Sodikin masih menjalani rutinitas sebagai petugas kebersihan di wilayah Sukapura. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Memasuki usia 70 tahun, Sodikin masih menjalani rutinitas sebagai petugas kebersihan di wilayah Sukapura. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)

Di usia sekarang, hal yang paling membuatnya bahagia ternyata sederhana: keluarga.

“Senangnya mah ayeuna gaduh cucu. Ningali incu teh jadi sumanget deui (Senangnya sekarang sudah punya cucu. Kalau melihat dia, jadi semangat lagi). Kalau datang mah rumah jadi rame,” katanya sambil tertawa kecil.

Namun, menjadi tua juga berarti berdamai dengan tubuh yang mulai melemah.

“Susahnya mah kalau bangun tidur kadang asa (merasa) males. Gigi juga sudah enggak ada, jadi makan susah. Kadang napas juga berat,” ucapnya.

Ia berharap lansia mendapat perhatian lebih besar, terlebih dengan jumlah yang terus meningkat.

“Kalau pemerintah bisa memperhatikan lansia-lansia, ya alhamdulillah. Kadang orang tua teh butuh ditempo, butuh diperhatoskeun (butuh diperhatikan),” katanya.

Data warga lansia di Kota Bandung. (Sumber: Dibuat menggunakan Chat GPT | Foto: Disdukcapil Kota Bandung)
Data warga lansia di Kota Bandung. (Sumber: Dibuat menggunakan Chat GPT | Foto: Disdukcapil Kota Bandung)

Cerita lain datang dari Lili Sutisna (78), warga Cidurian yang sudah tinggal di Kiaracondong sejak 1962. Meski mendekati usia kepala delapan, ia masih aktif dan memilih tidak berdiam diri di rumah.

Rutinitasnya dimulai dini hari. Ia bangun sekitar pukul 00.30, bersiap ke masjid, lalu selepas salat mengurus kebun kecil miliknya sebelum beraktivitas lain.

“Kalau sekarang bangun teh setengah empat. Siap-siap ke masjid, nanti habis salat jalan-jalan dulu, terus ka kebon. Di kebon mah aya sayur saeutik-saeutik (ada sayur-sayuran meski jumlahnya sedikit),” katanya.

Kebun itu tak besar, tetapi cukup membantu kebutuhan rumah tangga. Di tengah kenaikan harga kebutuhan, upaya kecil seperti ini menjadi cara bertahan bagi sebagian lansia.

“Lumayan keur (untuk kebutuhan) dapur. Harga kebutuhan ayeuna mah (sekarang) naek terus, jadi kalau ada kebon bisa ngurangan pengeluaran,” ujarnya.

Lili masih bekerja sebagai petugas kebersihan. Menurutnya, terus bergerak justru membuat badan tetap terasa segar—sejalan dengan upaya menjaga kualitas hidup di usia lanjut.

“Kalau di rumah wae malah teu ngeunah (bosan). Mending bergerak, kerja saeutik-saeutik (sedikit-sedikit), badan jadi karasa sehat,” katanya.

Namun, di balik aktivitasnya, ia juga membawa keluhan soal kesehatan. Lili mengidap darah tinggi dan harus rutin kontrol.

“Biasanya dulu dikasih obat sebulan. Sekarang cuma 10 hari, sisanya harus beli sendiri. Jadi ya diatur-atur lagi pengeluaran,” katanya.

Meski demikian, ia tak ingin terlalu banyak mengeluh.

“Cukup enggak cukup dicukup-cukupin. Namanya hidup, harus dijalani,” ujarnya.

Bagi Slamet, usia tua bukan hanya soal tubuh yang menurun, tetapi juga tentang sepi yang datang perlahan. Anak-anaknya tinggal di Garut, Banjaran, Jakarta, dan Bekasi. Mereka tak sering pulang.

“Paling kalau Lebaran datang. Dua hari di sini, habis itu balik lagi. Ketemu anak kadang setahun sekali,” katanya.

Meski begitu, ia tetap merasa bahagia karena anak-anak dan cucunya masih menyayanginya.

“Biar harta enggak punya, asal anak sama cucu sayang ka kolotna (ke orang tuanya), itu sudah senang. Saya mah enggak mikir muluk-muluk,” ujarnya.

Yang paling berat baginya justru urusan ekonomi.

“Sekarang mah berat pisan. Harga-harga naik terus. Kalau dapat uang 40 ribu, dipakai sebagian, sisanya disimpan buat besok kalau enggak dapat penumpang,” katanya.

Ia lalu memberi pesan untuk generasi muda.

“Kalau anak muda mah kerja aja dulu. Jangan gengsi. Jangan nanya gaji dulu berapa. Yang penting jujur, rajin, nanti juga ada jalannya,” ucap Slamet.

Dengan jumlah lansia yang besar, tantangan ke depan bukan hanya soal angka, tetapi bagaimana memastikan mereka tetap sehat, aktif, dan merasa dihargai.

Pemerintah Kecamatan Kiaracondong mengaku berupaya menghadirkan ruang nyaman bagi lansia. Berbagai kegiatan digelar, mulai dari sekolah lansia, senam rutin, pengajian, hingga rekreasi bersama.

“Kami punya Sekolah Lansia, ada senam, pengajian, juga kegiatan healing. Harapan saya sederhana, semua lansia di Kecamatan Kiaracondong bahagia,” kata Maman.

Menurutnya, para lansia perlu ruang untuk tetap aktif, berkumpul, dan merasa dihargai.

“Kalau mereka sering kumpul, bergerak, dan punya kegiatan, itu bagus untuk kesehatan fisik maupun mental,” ujarnya.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)