10 Kecamatan dengan Arus Pendatang Tertinggi di Kota Bandung

2 menit baca
Ilham Maulana
Ditulis oleh Ilham Maulana diterbitkan
Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melakukan pendataan terhadap pemudik yang baru tiba di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa 24 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melakukan pendataan terhadap pemudik yang baru tiba di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa 24 Maret 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

AYOBANDUNG.ID - Kota Bandung masih menjadi magnet bagi para pendatang. Arus migrasi masuk terus terjadi seiring dengan peran Bandung sebagai pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, kota pendidikan, perdagangan, industri, hingga pariwisata.

Meski data terbaru belum dirilis, gambaran tren tersebut dapat terlihat dari Data Konsolidasi Bersih Kemendagri Semester II Tahun 2024. Dalam data itu, sejumlah kecamatan tercatat menjadi tujuan utama para pendatang.

Babakan Ciparay menempati posisi teratas dengan jumlah migrasi masuk mencapai 3.155 jiwa. Disusul Kiaracondong sebanyak 3.089 jiwa dan Buahbatu dengan 3.004 jiwa. Sementara itu, Batununggal mencatat 2.787 jiwa, Coblong 2.625 jiwa, dan Arcamanik 2.613 jiwa.

Kecamatan lain seperti Ujungberung mencatat 2.611 jiwa, Bandung Kulon 2.584 jiwa, Cibeunying Kidul 2.583 jiwa, serta Sumur Bandung dengan 2.518 jiwa. Angka-angka ini menunjukkan bahwa persebaran pendatang tidak hanya terpusat di tengah kota, tetapi juga merata ke berbagai wilayah.

Memasuki momen pascalebaran 2026, potensi lonjakan pendatang kembali terlihat di berbagai titik kedatangan. Salah satunya di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, dimana Petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) melakukan pendataan terhadap pemudik yang baru tiba.

Disdukcapil Kota Bandung mendata para pendatang usai libur Lebaran 2026 guna memastikan mereka tercatat dalam administrasi kependudukan. Kegiatan ini juga bertujuan mendata penduduk nonpermanen pasca Hari Raya Idul Fitri 1447 H sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib administrasi kependudukan.

Suasana arus balik mulai terlihat di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa 24 Maret 2026 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Suasana arus balik mulai terlihat di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Selasa 24 Maret 2026 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)

Namun, Pemerintah Kota Bandung sendiri menegaskan tidak akan membatasi arus kedatangan tersebut. Pemerintah Kota Bandung menegaskan bahwa Kota Bandung tetap menjadi kota terbuka bagi siapa pun yang ingin datang dan menetap, khususnya masyarakat usia produktif yang dinilai mampu memberikan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa pihaknya tidak akan membatasi arus kedatangan penduduk pasca lebaran. Namun, pemerintah akan memastikan seluruh proses administrasi kependudukan berjalan tertib dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ia menegaskan bahwa sebagai kota terbuka, Bandung tidak mungkin melarang orang untuk datang, tetapi penataan administrasi tetap menjadi hal yang utama.

Menurut Farhan, kehadiran masyarakat usia produktif justru menjadi peluang besar dalam meningkatkan kualitas demografi Kota Bandung. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, kelompok ini juga dinilai mampu membawa inovasi serta memperkuat daya saing kota di berbagai sektor.

Ia menyatakan bahwa pemerintah terbuka terhadap kehadiran kelompok tersebut karena kontribusinya yang positif bagi perkembangan kota.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

News Update

Ayo Netizen 25 Sep 2026, 08:28

Kado Istimewa Hari Jadi Kota Bandung:  Penghargaan Nasional Layanan Investasi

Pada semester pertama tahun 2026 telah mencatatkan angka investasi yang sangat impresif, yaitu melampaui Rp 6 triliun

Penghargaan Nasional Layanan Investasi 2026 untuk  kota Bandung (Sumber: dok bandung.go.id)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 20:45

Becak Listrik Bandung dan Penyakit Lama Kebijakan Publik

Becak listrik adalah alat produksi. Ia menghasilkan uang hanya ketika bergerak dan membawa penumpang. Kalau baterai habis, ada risiko pendapatan hilang.

Becak listrik bantuan Presiden tiba di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayobandung)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 18:56

Koleksi Media Cetak Lawas: Merawat Ingatan dan Sumber Pengetahuan 

Di tengah derasnya arus informasi digital yang serba cepat dan instan, koleksi media cetak lawas menghadirkan cara lain untuk memahami perjalanan bangsa.

Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, melakukan penelitian terhadap surat kabar Pikiran Rakyat edisi lawas. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 17:27

Toponimi yang Lahir dari Respons Indra Manusia terhadap Stimulus Gempa 

Guncangan gempa bumi yang besar dengan kehancuran permukiman, akan menimbulkan emosi dan rasa takut, sebab inilah yang dapat menjadi alasan lahirnya toponim Cieundeur dan Cigenjlong.

Korban Gempa Cianjur. (Sumber: Ayobandung | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 16:03

Mengapa Sejarah Kelam G30S Harus Tetap Dibaca?

Seyogianya sejarah harus tetap dibaca, meski itu adalah sejarah kelam. Sejarah bukanlah alat untuk menebar kebencian, tetapi dari sejarah kita belajar. Pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila.

Poster rilis film Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI tahun 1984 oleh Perusahaan Produksi Film Negara. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 13:53

Mengapa Hari Tani dan Reforma Agraria Penting bagi Warga Bandung?

Petani dan usaha pertanian di Kota Bandung masih ada dan terus bertahan,

Hamparan sampah di kota Bandung dan petani yang sedang beraktivitas (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 09:25

Kenapa Biaya Publish Scopus Berbeda? Simak Alasannya!

Biaya publikasi jurnal Scopus sering disalahpahami akademisi. Pahami siapa yang menetapkan biayanya, cara cek tarif resmi, dan cara menyusun anggaran publikasi yang realistis.

Ilustrasi akademisi sedang menyusun jurnal ilmiah. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 24 Sep 2026, 08:34

Pelecehan terhadap Perempuan di Ruang Keagamaan

Pelecehan seksual terhadap perempuan tidak menutup kemungkinan terjadi di ruang-ruang keagamaan.

Perempuan seringkali menjadi satu-satunya korban yang harus menanggung traumanya juga beban sosial yang seharusnya ditanggung oleh para pelaku. (Sumber: pexels)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 20:44

KDM Muncul di 'Financial Times' dan Sinyal Radar Kekuasaan Global

Ketika Financial Times mengangkat KDM dalam salah satu reportasenya, yang terjadi bukan sekadar peliputan, melainkan juga sinyal ihwal adanya potensi perubahan lanskap politik.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 19:26

Dari Wilayah Ilir ke Ulu: Sejarah Jembatan Ampera Peninggalan Soekarno

Jembatan Ampera merupakan jembatan yang menghubungi kedua wilayah yaitu Ulu dan Ilir yang terpisah oleh Sungai Musi. Jembatan ini menyimpan berbagai sejarah yang tersimpan di dalamnya.

 (Sumber: Balai Diklat Keuangan Palembang | Foto: Angga Sunda Prima)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 17:23

Ikon Bandung Pilihan Saya: 'Toko Buku Djawa'

Toko Buku Djawa bukan sekadar toko buku lama di Braga, tetapi juga bagian dari memori masa kecil dan jejak perubahan budaya kawasan tersebut.

Etalase toko buku Djawa di Jalan Braga no. 79, Kota Bandung. (Sumber: Flickr | Foto: fatmanabilla)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 16:27

Review Ingatan Sosok Figur Publik yang Pernah Menjabat Walikota Bandung

Setiap pemimpin akan meninggalkan kesan dan jejak sejarah. Sosok walikota Bandung yang diketengahkan di sini adalah Ateng Wahyudi dan Dada Rosada. Layak menjadi sosok figur publik untuk dikenang.

Walikota dari masa ke masa : R. Husein Wangsaatmadja (1976 - 1983), H. Ateng Wahyudi (1983 - 1993), Wahyu Hamidjaja (1983 - 1998), Aa Tarmana (1998 - 2003). (Sumber: Instagram | Foto: Musium Kota Bandung)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 15:23

Konservasi Khusus Owa dan Celepuk Indonesia

Lindungi owa, primata setia Indonesia dan celepuk, burung hantu kecil Indonesia dari kepunahan. Upaya konservasi habitat dan penyelamatan satwa ini demi menjaga keseimbangan ekosistem hutan berharga.

Owa Jawa. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: A.Baihaqi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 13:59

Keadilan Ekonomi untuk Guru

Guru masih diposisikan sebagai pahlawan, itu pun tanpa tanda jasa, tanpa ada jalan keluarnya, menganggap bahwa guru hanya sukarela, keilmuannya tidak sebesar gaji karyawan non pendidikan.

Sejumlah siswa saat beraktivitas di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Jalan Kerkof, Kota Cimahi, Kamis 18 Juni 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 10:26

Potret Destinasi dan Lanskap Kuliner Bogor Tahun 2000

Memasuki milenium baru pada tahun 2000, Bogor tetap mengukuhkan posisinya sebagai destinasi gastronomi yang tak lekang oleh waktu.

Es Pala, minuman segar khas Bogor. (Sumber: ChatGPT | Foto: Ilustrasi oleh AI)
Ayo Netizen 23 Sep 2026, 09:02

Ada Warga yang Mungkin Hilang dari Radar Data Pemerintah Kota Bandung

Kehidupan bergerak cepat, sementara pemutakhiran data bergerak lambat. Maka, muncullah apa yang diistilahkan sebagai invisible citizens.

Warga sedang antre menerima bantuan sosial. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 18:33

Jika Ada Lagi Taman Nasional atau Taman Hutan Raya Baru di Jawa Barat

Menelusuri peluang hadirnya taman nasional atau taman hutan raya (tahura) baru sebagai benteng keanekaragaman hayati, pelindung ekosistem (flora dan fauna) serta oasis hijau masa depan Bumi Pasundan.

Bagas Aji Prakoso saat menjajal Tahura Djuanda. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 16:50

Ketika Idealisme Pengabdian Gen-Z Membentur Tembok Kaku Birokrasi

Artikel opini ini membahas paradoks antara idealisme pengabdian ASN Generasi Z dan budaya birokrasi yang masih dianggap kaku.

Tumpukan Berkas. (Sumber: Chat GPT | Foto: AI Chat GPT)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 15:05

Jalur FM: Ketika Suara dari Udara Menjadi Lebih Jernih

Sebelum gelombang FM semakin ramai di Bandung, perubahan serupa lebih dahulu terasa di Jakarta.

Studio Radio OZ Bandung di Jl. Setrasari II No. 14, Bandung. Radio OZ menjadi salah satu stasiun radio di Bandung yang termasuk awal bermigrasi dari jalur AM ke FM. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 22 Sep 2026, 14:42

216 Tahun Kota Bandung: Merawat Warisan dan Membangun Masa Depan Gastronomi Berkelanjutan

Lebih dari sekadar destinasi tempat orang mencari tempat makan yang estetis atau makanan lezat, Bandung pada hakikatnya adalah laboratorium budaya.

Kudapan tradisional khas Kota Kembang yang sangat populer antara lain cireng, cilok, seblak, dan telur gulung. (Sumber: Shutterstock | Foto: Hanifah Kurniati)