Menjelang Proklamasi Kemerdekaan di Bandung (Bagian 2)

4 menit baca
Malia Nur Alifa
Ditulis oleh Malia Nur Alifa diterbitkan
Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)
Pasukan Pembela Tanah Air (PETA). (Sumber: 360doc)

Setelah desas desus kalahnya Jepang dalam Perang Dunia II ini kian merebak, maka para anggota PETA di Bandung melakukan rapat apabila terjadi pembubaran PETA maka apa yang harus dilakukan. Sebab sudah jelas bahwa suatu negara tanpa alat pertahanan dan keamanan merupakan hal yang tidak mungkin. Mereka mempersiapkan diri untuk meneruskan perjuangan demi terwujudnya Indonesia yang berpemerintahan sendiri.

Lalu mereka para anggota PETA kota Bandung menghubungi Daidan di Cimahi, Garut, Tasikmalaya dan Pangandaran melalui para bekas perwira PETA (data ini saya peroleh dari sebuah buku yang diterbitkan Pemkot Bandung pada 1981 dan merupakan wawancara lisan bersama bapak Sukanda Bratamanggala pada 15 Februari 1980 di Bandung). Demikian pula ada hubungannya antara pimpinan Seinendan (organisasi barisan pemuda semi–militer yang dibentuk oleh pemerintah Jepang pada 9 Maret 1943) dengan PETA di Bandung yaitu Mashudi, A.H. Nasution dengan PETA di Cimahi di bawah kepemimpinan Aruji Kartawinata, karena hanya merekalah yang berani menangkap siaran radio dari luar negeri dan mereka juga mendengar kabar dari radio luar negeri tersebut bahwa pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, Hiroshima dan Nagasaki telah dijatuhi bom Atom.

Pada tanggal 18 Juli 1945, angkatan muda Indonesia mengadakan pertemuan di gedung Isola (sekarang rektorat UPI). Di bawah pimpinan Jamal Ali, Hiswara Darmaputra dan Isya Ansyari. Hadir dalam pertemuan itu wakil-wakil angkatan muda dari Cirebon, Pekalongan, Semarang dan dari Jakarta dipimpin oleh Chaerul Saleh (nantinya beliau menjadi wakil Perdana Menteri era kepemimpinan Soekarno) dan Sukarni (tokoh pejuang yang membentuk Comite Van Aksi untuk menyebarkan kemerdekaan Indonesia, karena akses informasi masih berpaku pada radio dan surat kabar). Rapat tersebut menghasilkan gagasan untuk mempercepat penyebaran informasi mengenai kekalahan Jepang dan persiapan kemerdekaan Indonesia.

Para pegawai stasiun radio Bandung pun telah mengetahui tentang berita kekalahan Jepang tersebut, pihak Jepang akan segera menandatangani naskah tanda menyerah kepada Sekutu pada 15 Agustus 1945. Para pegawai radio pun langsung menyebarkan berita melalui siaran dan dengan menggebu-gebu mereka semua menyampaikan bahwa sudah saatnya kita merdeka dan berdaulat.

Para pekerja surat kabar Tjahaja, PTT, Jawatan Kereta Api, Kelompok bekas PETA, Heiho (pasukan militer pembantu yang dibentuk tentara kekaisaran Jepang di Indonesia pada Perang Dunia II), Barisan Pemuda, Barisan Pembantu Prajurit, telah dibekali apa-apa saja yang harus mereka lakukan apabila Jepang benar-benar telah kalah dari Sekutu. Tidak hanya itu saja, di Bandung bapak Otto Iskandar Dinata pun sibuk mempersiapkan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia, dan hal ini menjadi perhatian para pemimpin perjuangan kemerdekaan lainnya. Mobilisasi masyarakat di kota Bandung terlihat sangat sibuk dengan pergerakan demi pergerakan, namun harus tetap kondusif, seperti pasar dan pusat ekonomi yang tetap berjalan di tengah perpindahan kekuasaan, keadaan Bandung memang sedikit mencekam, para warga membuat palang-palang di jalan raya dan memeriksa setiap kendaraan yang keluar masuk gedung–gedung penting di Bandung, dan mereka semua selalu berjaga di setiap gardu di penjuru kota Bandung, semua warga bahu membahu untuk menciptakan situasi kota yang tetap kondusif.

Setelah itu para pemuda dan warga pun menyiapkan rencana untuk pengambilalihan kekuasaan dari tangan Jepang terhadap seluruh Jawatan-Jawatan yang ada di Kota Bandung. Di setiap Jawatan-Jawatan itu para pimpinan dan pegawai pribumi merasakan bahwa hawa mulai berbeda di kantor-kantor mereka.

Pengambilalihan itu pun akhirnya terlaksana dengan cara damai karena pihak Jepang ternyata sangatlah kooperatif di lapangan. Namun, ada satu dua kejadian yang harus menggunakan kekerasan terutama ketika pengambilalihan aset-aset militer. Jawatan Radio Bandung, tiga hari sebelum menerima berita tentang proklamasi, mereka semua para pegawainya telah mengambil alih kekuasaan atas jawatan tersebut, tanpa adanya perlawanan dari pihak pengurus radio lama (pengurus pegawai orang Jepang).

Di Daidan Cimahi pada 14 Agustus 1945, diadakan pertemuan untuk menerima pengumuman bahwa akan mendapat tambahan senjata berat, karena itu senjata lama harus dikumpulkan. Lalu pada 16 Agustus 1945 diadakan pertemuan juga di Daidan Cimahi untuk membahas pembubaran PETA kota Bandung dan sekitarnya, walau kompi Daidan Sukajadi, Bandung sebagian masih berada di Pameungpeuk.

Tak lama para anggota Daidan Sukajadi, kota Bandung kembali dari Pameungpeuk, mereka sekitar 200 orang dengan senjata lengkap serta pakaian seragam coklat, lalu mereka melakukan pengambilalihan jawatan-jawatan dan kantor-kantor vital di Bandung seperti kantor Keresidenan, kantor Kotapradja, Kabupaten Bandung, Jawatan Kereta Api, Kantor Pos, telepon dan telegraf dan instansi lainnya.

Di markas polisi Tegalega, para polisi melakukan perampasan senjata dari para prajurit Jepang, dan lagi-lagi mereka pihak Jepang tidak melakukan perlawanan sama sekali. Pasukan Suhari memimpin perampasan senjata di Gudang Senjata ACW (Pindad, sekarang) dan pasukan Sumarsono merampas senjata di gudang senjata Jepang di Dayeuhkolot, lalu para pemuda dari Andir pun melakukan perampasan senjata kepada pasukan Jepang yang ada di Lapangan terbang Andir.

Warga Bandung bahu-membahu untuk mempersiapkan kemerdekaan, mereka dengan penuh suka cita dan dada yang menggebu-gebu mempersiapkan segalanya dengan seksama dan hati-hati, agar tidak terjadi kaos dan hal-hal yang merugikan warga masyarakat Bandung. Kita sebagai warga Bandung kiwari, seharusnya bangga dan mengisi kemerdekaan dengan semangat yang sama, memegang teguh kejujuran dan nilai luhur agar wujud rasa syukur ini tidak hanya tertuang dalam seremonial tahunan saja menjelang 17-an, namun harus selamanya melekat pada diri dan hati sanubari kita. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Malia Nur Alifa
Tentang Malia Nur Alifa
Periset sejarah Lembang sejak 2009. Menuliskan beberapa buku sejarah tentang Lembang dan pemandu wisata sejarah sejak 2015.

Berita Terkait

News Update

Linimasa 16 Sep 2026, 23:37

Ketika Rentatan Gempa Guncang Kertasari

Puluhan gempa tercatat di sekitar Kertasari dan Pangalengan. Warga mengaku masih trauma dengan gempa yang terjadi pada 2024.

Ilustrasi gempa Kertasari tahun 2024. (Sumber: Ayomedia | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 20:23

Filosofi Orang Kampung: Membaca Kehidupan Lewat Kisah Si Doel

Filosofi Orang Kampung mengajak kita mengenang Si Doel sekaligus memahami nilai kehidupan dan budaya yang tumbuh dari kampung.

Buku Filosofi Orang Kampung karya Harry Tjahjono, penulis serial televisi legendaris Si Doel Anak Sekolahan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 19:02

Pendidikan Empati dalam Isu Sosial

urgensinya pendidikan empati diajarkan. Bukan hanya mencari jalan keviralan. Demi meningkatkan kuantitas konten tanpa memfilter isinya.

Ilustrasi anak sekolah di ladang sawah. (Sumber: Pexels | Foto: Noel Snpr)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 17:03

Stadion Persib Kelas Dunia Kapan ?

Persib Bandung bermain di stadion kelas Piala Dunia saat Asian LC 2 melawan FC Seoul Korea Selatan medio September 2026

Kondisi rumput liar tak terawat di luar Stadion GBLA yang sempat disorot pada 2019 lalu. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 15:29

Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya

Mengupas potensi bahaya gunung berapi, sesar aktif di Bandung Raya dan langkah mitigasi demi keselamatan warga. Simak informasi artikel Mewaspadai Gunung Berapi Aktif dan Sesar Aktif di Bandung Raya.

Poster Riset - Kesiapan Obyek Wisata Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu Terhadap Bencana (Sumber: issuu.com/anggasafik/docs/poster_riset_tangkuban_perahu | Foto: Angga Safik Ul Ridwa)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 13:45

Penyiar Legendaris dan Perjalanan RRI di Era 1970-an Hingga Masa Kini

Terkadang wajah penyiar tidak pernah dilihat, tapi suaranya bisa menjadi kenangan dalam sejarah. Sambas, Hasan Azhari Oramahi, Poppy Tiendas, dll adalah nama legendaris penyiar RRI dengan suara emas.

Gedung Kantor RRI Bandung. (Sumber: RRI | Foto: R.Erlan W.K)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 10:32

Kenapa Gaji ASN Jadi Rebutan Bank?

Payroll sesungguhnya buka cuma rekening gaji. Dana yang masuk secara rutin saban bulan menciptakan aktivitas lanjutan.

Gedung bank BJB. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 16 Sep 2026, 08:11

Kebakaran Cihanja Punclut dan Pentingnya Penanganan Lingkungan Berkelanjutan

Catatan Lukman Nurhakim tentang material mudah terbakar di bawah timbunan, dampak asap terhadap warga, dan pentingnya penanganan pascakebakaran membuka pertanyaan yang lebih luas.

Kebakaran lahan di Cihanja-Punclut Kawasan Bandung Utara. (Foto: Dokumen Lukman Nurhakim)
Ayo Biz 15 Sep 2026, 20:08

Dari Lereng Arjuno ke Peta Jalan Net Zero: Jejak United Tractors Merawat Industri Berkelanjutan

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan.

UT menghubungkan pemberdayaan masyarakat, pelestarian lingkungan, dan transisi energi dalam perjalanan menuju industri berkelanjutan. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan bantuan ChatGPT)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 19:51

200 Ikon Bandung #5: Pemandian Tjihampelas, Kolam Renang Pertama di Indonesia

Pemandian Tjihampelas menyimpan sejarah panjang olahraga renang di Indonesia sebelum bangunannya hilang dan berganti menjadi kawasan hunian modern.

Pemandian Tjihampelas pada masa kolonial. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 17:12

200 Ikon Bandung #4: Saritem

Sekarang, kawasan lokaslisasi Saritem telah tiada, bahkan telah digantikan dengan keberadaan sebuah pesantren yang cukup besar.

Sebuah roman Sunda karya Aan Merdeka Permana yang berjudul "Saritem". (Sumber: Istimewa)
Seni Budaya 15 Sep 2026, 16:00

Hikayat Wayang Tavip, Inovasi Wayang dari Sampah Plastik

Wayang Tavip lahir dari plastik bekas. Karya seni ciptaan Muhammad Tavip ini terus berkembang dari bentuk 2D hingga 3D.

Wayang Tavip menjadi inovasi dalam seni pewayangan dengan bentuk karakter yang khas dan unik. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 15:17

Menjaga Wajah Kota: Sinergi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung

Mereka tidak sekadar ditertibkan, melainkan langsung dibawa ke Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Bandung di Rancacili.

Ilustrasi Penanganan PPKS dan Penataan RTH di Kota Bandung. (Sumber: dibuat dengan chatgpt.com | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 13:25

Seandainya Saya Jadi Presiden - Bagian 2

Negara bukanlah panggung pertunjukan, tetapi seandainya saya jadi presiden, saya ingin ada yang membaca puisi kenegaraan saat pelantikan. Negara akan maju jika semua warga diwajibkan membaca buku.

Bendera Republik Indonesia. (Sumber: Pexels | Foto: Firman Marek_Brew)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 11:41

Jangan Sampai Pilkades di Jabar Menjadi Kotak Hitam Digital

Sistem pemilu yang baik bukan hanya harus mampu menghasilkan angka, tetapi juga harus memungkinkan pihak yang berwenang memeriksa bagaimana angka tersebut dihasilkan.

Ilustrasi Pilkades. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung.com)
Ayo Netizen 15 Sep 2026, 09:56

Obituari untuk Kanaya Whu

Ada suara yang justru menemukan kehidupan keduanya setelah kematian. Kanaya Whu salah satunya. Kematian selalu memiliki cara yang aneh untuk menjadi kenangan. Ada sebuah puisi elegi dalam obituari ini

Kanaya Whu. (Sumber: Instagram | Foto: Kanaya Whu)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 19:01

Stiker Radio: Ketika Kenangan Lama Kembali Mengudara

Masih dalam suasana memperingati Hari Radio Nasional pada 9 September 2026, menarik untuk menengok kembali salah satu memorabilia radio yang kerap luput dari perhatian: stiker radio.

Beragam stiker radio dari berbagai stasiun radio di seluruh Indonesia yang menjadi bagian dari koleksi penulis. (Sumber: Foto dan koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 18:24

Nestapa Dago Dairy dan Asa Kedaulatan Pakan dari Bangku SMK

Kita abai menyiapkan cetak biru pendidikan modern di hulu peternakan.

Ilustrasi Mewujudkan SMK Peternakan Jurusan Pakan yang sesuai dengan perkembangan teknologi. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 17:05

Menggelorakan Wisata Olahraga di Kota Bandung

Wisata olahraga sebagai wisata yang mulai dijadikan model wisata yang sangat menarik dan mampu mengundang wisatawan menemukan wisata sembari berolahraga.

Bagi generasi Z, lari bukan hanya olahraga, tetapi gaya hidup yang terus berkembang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Sep 2026, 15:11

Riung Gunung Bandung, 'Bandung Kakurung ku Gunung'

Riung Gunung Bandung mengungkap pesona alam legendaris Bandung kakurung ku gunung.

Nuansa Riung Gunung Pangalengan, Wisata Bandung Murah. (Sumber: Instagram | Foto: nuansariunggunung_)