Jika Benzema Datang, Persib Sebenarnya Membeli Apa?

6 menit baca
Djoko Subinarto
Ditulis oleh Djoko Subinarto diterbitkan
Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)
Karim Benzema (Sumber: ayobandung.com | Foto: Wikimedia Commons (Lisensi CC) via ayobandung.com)

KARIM Benzema dirumorkan bakal merapat ke Persib Bandung. Rumor ini tentu membetot perhatian para pecinta sepakbola Tanah Air, lantaran Benzema adalah nama besar dalam jagat sepakbola mondial.

Jika Benzema benar-benar datang ke Bandung, Persib tidak hanya akan menggaet seorang striker berusia 38 tahun, melainkan juga juga akan mendapatkan sebuah nama, sejarah, jaringan perhatian, dan merek global yang telah dibangun selama hampir dua dekade.

Tetapi, namanya juga rumor. Ia bisa benar, bisa juga tidak. Segalanya masih merupakan spekulasi. 

Al-Hilal, klub terakhir yang dibela Benzema, secara resmi mengumumkan pada 31 Agustus 2026 bahwa pihaknya dan Benzema sepakat mengakhiri hubungan kontrak mereka. 

Maka, Benzema pun berstatus bebas transfer. Sebegitu jauh, tidak ada pengumuman resmi yang menunjukkan bahwa Persib telah mencapai kesepakatan dengan pemain kelahiran Lyon itu. 

Pintu terbuka

Sudah barang tentu, status bebas transfer Benzema saat ini membuat sebuah pintu terbuka untuk Persib. Namun demikian, tidak berarti seorang pemain sekaliber Benzema tiba-tiba harganya menjadi murah. Pastinya yang dibicarakan dalam kasus seperti ini bukan lagi sekadar biaya transfer. Yang harus dihitung adalah keseluruhan nilai ekonominya. Ada gaji, bonus, hak citra, fasilitas, pajak, kemungkinan pendapatan komersial, penjualan merchandise, tiket, sponsor, sampai dampaknya terhadap perhatian media harus masuk dalam kalkulasi. 

Dalam bahasa sederhana, jika memang akhirnya Benzema merapat ke Persib, klub berjuluk Maung Bandung itu tidak sedang membeli sebuah kaki kanan dan kaki kiri Benzema. Persib berpotensi membeli sebuah ekosistem perhatian yang melekat pada nama seorang Karim Benzema.

Dan nama itu dibangun melalui karier yang panjang. Bayangkan, Benzema telah menghabiskan 14 musim bersama Real Madrid dan mencatat 647 penampilan serta 353 gol untuk klub Espana tersebut. Ia memenangi lima Piala Eropa dan 25 trofi bersama Madrid. 

Pada 2022, ia menyabet Ballon d'Or setelah musim yang sangat produktif, termasuk melesakkan 15 gol dalam perjalanan Real Madrid meraih Liga Champions ke-14. Real Madrid sendiri menyebutnya sebagai salah satu legenda terbesar dalam sejarah klub.

Angka-angka di atas penting bukan cuma bagi buku sejarah sepak bola. Angka-angka itu adalah bagian dari modal merek. 

Punya nilai ekonomi

Dalam khazanah pemasaran modern, seseorang dapat berfungsi sebagai human brand, di mana reputasi, kompetensi, popularitas dan asosiasi yang melekat pada individu dapat mempunyai nilai ekonomi tersendiri. 

Penelitian dalam Journal of Business Research menunjukkan bahwa citra positif seorang pemain dapat meningkatkan nilai mereknya, sementara kompetensi dan popularitas sama-sama berperan dalam pembentukan nilai tersebut.

Itulah sebabnya usia tidak otomatis menghapus nilai seorang superstar macam Benzema. Secara olahraga, pemain berusia 38 tahun tentu menghadapi persoalan yang berbeda dibandingkan pemain berusia 25 tahun. Kecepatan, menit bermain, pemulihan fisik dan konsistensi pertandingan harus dihitung secara realistis. 

Namun, sebuah merek tidak selalu menua dengan kecepatan yang sama dengan tubuh atlet. Trofi, sejarah, reputasi dan ingatan publik justru dapat bertahan setelah kemampuan fisik mulai menurun.

Persib sebenarnya pernah mengalami sebagian kecil dari fenomena tersebut. Ketika Michael Essien memperkuat squad Persib pada tahun 2017, daya tariknya tidak berhenti pada kontribusi di lapangan. Ia datang dengan reputasi sebagai mantan pemain Chelsea, Real Madrid dan AC Milan. 

Ketika itu, manajemen Persib menyebut nilai kontraknya berada di bawah Rp10 miliar, sementara media melaporkan kebutuhan anggaran sekitar Rp9 miliar. PSSI juga melihat kedatangan Essien sebagai sesuatu yang dapat memberi leverage bagi kompetisi dari sisi bisnis.

Pada hari pertama penjualan jersey Essien, seluruh 60 potong yang disiapkan untuk pembeli langsung dilaporkan ludes, sementara pesanan daring sudah mencapai ratusan. Penjualan jersey Persib pada hari biasa disebut hanya sekitar 10 potong per hari. Angka itu memang bukan bukti bahwa seluruh biaya mendatangkan Essien kembali melalui merchandise. Tetapi, ia menunjukkan satu hal penting, yakni nama besar pemain dapat segera mengubah perilaku konsumen.

Jauh lebih besar

Benzema tentu mempunyai modal merek yang jauh lebih besar. Ia bukan hanya mantan pemain klub besar Eropa. Ia adalah pemenang Ballon d'Or, legenda Real Madrid, mantan penyerang tim nasional Les Bleus Prancis dan bagian dari generasi pemain yang sangat dikenal oleh penonton mondial. Bahkan, orang yang tidak mengikuti Liga Indonesia pun kemungkinan besar mengenal namanya. Dalam ekonomi perhatian, pengenalan semacam itu adalah aset.

Masalahnya, perhatian tidak otomatis berubah menjadi uang. Jutaan orang yang mengetahui Benzema belum tentu membeli tiket pertandingan Persib. Pengikut media sosial belum tentu membeli jersey. Pemberitaan internasional belum tentu menghasilkan sponsor baru. Di sinilah keputusan bisnis menjadi jauh lebih rumit daripada sekadar menghitung berapa banyak gol yang mungkin dicetak seorang striker.

Persib setidaknya harus menghitung incremental value, yakni berapa pendapatan tambahan yang benar-benar muncul jika Benzema datang, dibandingkan dengan kondisi tanpa Benzema. 

Misalnya, apakah pertandingan Persib akan menjual lebih banyak tiket, apakah harga tiket dapat dinaikkan tanpa mengurangi jumlah penonton, apakah sponsor bersedia membayar lebih, apakah penjualan merchandise meningkat, apakah hak siar menjadi lebih bernilai, dan apakah konten digital Persib memperoleh penonton baru dari luar Indonesia?

Pertanyaan terakhir bahkan lebih menarik. Jika Benzema datang, Persib mungkin memperoleh akses terhadap pasar perhatian yang sebelumnya sulit dijangkau. 

Seorang penggemar Real Madrid di Asia, Afrika, Timur Tengah atau Eropa tidak otomatis menjadi pendukung Persib. Namun, ia mungkin menjadi penonton satu pertandingan, pengikut akun Persib, pembeli jersey atau konsumen konten. Dalam bisnis olahraga, perubahan kecil semacam itu dapat bernilai jika terjadi pada skala besar.

Tetapi, ada sisi lain yang sering luput. Superstar juga membawa ekspektasi superstar. Ketika seorang pemain biasa gagal mencetak gol, persoalannya mungkin berhenti pada statistik pertandingan. Namun, ketika pemain dengan reputasi Ballon d'Or gagal mencetak gol, kegagalan itu bisa menjadi berita besar. Setiap menit bermain, cedera, pergantian pemain dan performanya akan memperoleh perhatian lebih besar. Persib bukan hanya membeli perhatian positif. Ia juga berpotensi membeli risiko reputasi.

Karena itu, struktur kontrak menjadi sangat penting. Kontrak seorang pemain seperti Benzema tidak harus dipahami sebagai gaji tetap dikalikan jumlah tahun. Secara bisnis, klub dapat merancang kombinasi gaji, bonus penampilan, bonus gol, bonus prestasi, hak komersial dan durasi kontrak untuk menghubungkan sebagian biaya dengan hasil yang benar-benar tercipta. Bentuk akhirnya tentu hanya dapat diketahui jika negosiasi benar-benar terjadi.

Lalu, jika Benzema bersedia datang dan merumput di Bandung, mampukah Persib membayar Benzema? Ini pertanyaan terlalu cetek. Persib tentu punya uang yang cukup.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: “Apa yang sebenarnya yang perlu dibeli Persib?” 

Jika yang dibeli hanya seorang striker, faktor usia dan performa semestinya menjadi fokus perhitungan. Jika yang dibeli juga sebuah merek, maka kalkulasinya bisa berubah. Persib harus menghitung nilai olahraga sekaligus nilai perhatian, nilai komersial, risiko reputasi, dan kemungkinan terbentuknya pasar baru.

Benzema, dengan demikian, dapat menjadi lebih dari sekadar rumor transfer. Ia menjadi contoh bagaimana sepak bola Indonesia sedang berhadapan dengan logika industri olahraga global. Klub tidak lagi hanya mencari pemain yang dapat membantu memenangi pertandingan demi pertandingan di Liga nasional atau kompetisi regional. Mereka juga mencari aset yang dapat memperbesar audiens, memperkuat merek dan membuka keran pendapatan baru. 

Walau demikian, nama besar tetap bukan jaminan keuntungan. Seorang superstar hanya benar-benar menjadi aset ekonomi jika perhatian yang dibawanya dapat diterjemahkan menjadi nilai yang terukur. 

Jika Benzema suatu hari benar-benar memakai jersey Persib, pertandingan pertamanya mungkin akan berlangsung selama 90 menit -- bisa juga kurang. Namun, nilai ekonominya bakal dimainkan jauh lebih lama dari itu. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)