Apakah Buku Fisik Mulai Menjadi Bagian dari Masa Lalu?

3 menit baca
Dila Ananda Pratama
Ditulis oleh Dila Ananda Pratama diterbitkan
Contoh buku fisik berjudul Pride and Prejudice karya Jane Austen. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Dila Ananda Pratama)
Contoh buku fisik berjudul Pride and Prejudice karya Jane Austen. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Dila Ananda Pratama)

Pernah nggak, kamu berniat membaca sebuah novel, tetapi akhirnya malah membuka Wattpad atau mencari bacaan di internet? Atau mungkin, sekarang kamu lebih sering membaca cerita lewat layar ponsel daripada membuka buku di rak?

Kalau iya, kamu nggak sendirian. Kebiasaan membaca memang perlahan berubah. Dulu, membaca identik dengan buku yang dibawa ke mana-mana, dibuka halamannya, dan diberi penanda ketika belum selesai. Sekarang, cukup dengan ponsel dan koneksi internet, kita sudah bisa menemukan berbagai bacaan tanpa harus pergi ke toko buku atau perpustakaan.

Perubahan ini terasa terutama di kalangan mahasiswa. Di sela kuliah, tugas, dan aktivitas lainnya, membaca lewat ponsel sering kali terasa lebih praktis. Apalagi, banyak platform menyediakan cerita dengan beragam genre, salah satunya Wattpad. Muncul satu pertanyaan menarik: apakah kemudahan membaca digital membuat buku fisik perlahan kehilangan tempatnya?

Kebiasaan Membaca Belum Tentu Hilang

Ternyata, kebiasaan membaca belum tentu ikut berubah hanya karena medianya berbeda. Penelitian Salsabela dkk. (2026) terhadap 51 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia membahas minat mahasiswa dalam membaca sastra digital melalui Wattpad.

Hasilnya, 88,2% responden menjadikan perangkat digital sebagai media utama untuk membaca. Sementara itu, 94,1% responden mengaku masih aktif membaca setidaknya sekali dalam seminggu.

Angka ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar mahasiswa lebih sering membaca lewat perangkat digital, kebiasaan membaca mereka tetap berjalan. Jadi, bukan berarti mahasiswa kehilangan minat membaca. Bisa jadi, mereka hanya menemukan cara yang lebih sesuai dengan keseharian mereka.

Kenapa Membaca Lewat Ponsel Terasa Lebih Menarik?

Alasannya cukup sederhana: praktis. Bayangkan ketika sedang menunggu dosen masuk kelas, berada di perjalanan, atau menghabiskan waktu sebelum tidur. Membuka aplikasi tentu terasa lebih mudah daripada membawa buku ke mana-mana.

Hal ini juga terlihat dalam penelitian tersebut. Sebanyak 51,0% responden memilih kemudahan akses sebagai alasan utama membaca secara digital, dan 31,4% mempertimbangkan kesesuaian isi bacaan dengan minat mereka. Artinya, mahasiswa cenderung memilih media yang mudah dijangkau sekaligus menyediakan bacaan sesuai selera. Lewat platform digital, pembaca juga bisa menemukan banyak cerita tanpa harus membeli setiap buku yang ingin dibaca.

Kebiasaan ini pun bukan sekadar tren sesaat. Sebanyak 78,4% responden sudah menggunakan Wattpad selama lebih dari tiga tahun, sehingga membaca di platform digital sudah menjadi bagian dari aktivitas membaca mereka.

Genre yang paling diminati adalah romantis dan komedi romantis, dengan persentase 58,8%. Mungkin inilah yang membuat cerita bertema percintaan dan kehidupan sehari-hari mudah menarik perhatian pembaca muda.

Selain pilihan cerita yang beragam, Wattpad juga menawarkan pengalaman berbeda. Pembaca bisa meninggalkan komentar, mengikuti penulis, dan berinteraksi dengan pembaca lain. Dengan begitu, membaca tidak selalu menjadi aktivitas yang sepi. Ada ruang untuk berbagi pendapat dan membicarakan cerita yang sama.

Lalu, Bagaimana Nasib Buku Fisik?

Di tengah kemudahan membaca digital, buku fisik memang menghadapi tantangan. Ketika sebuah cerita bisa diakses lewat ponsel, sebagian orang mungkin merasa tidak perlu lagi membeli buku cetak. Perangkat digital juga memungkinkan kita membawa banyak bacaan sekaligus tanpa memenuhi tas dengan buku.

Namun, apakah itu berarti buku fisik sudah tidak dibutuhkan? Menurutku, belum tentu. Dominasi media digital memang terlihat, tetapi belum cukup untuk membuktikan bahwa buku cetak akan segera berakhir. Kita sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa buku fisik sudah usang.

Berdampingan, Bukan Saling Menggantikan

Pada akhirnya, perkembangan teknologi memang mengubah cara kita menikmati bacaan. Membaca tidak harus selalu dilakukan dengan membuka halaman demi halaman buku. Kita bisa membaca novel lewat aplikasi, menemukan cerita baru di internet, atau menikmati karya sastra dari berbagai platform digital.

Namun, perubahan media tidak serta-merta menghilangkan media sebelumnya. Buku fisik masih punya tempatnya sendiri, sementara media digital menawarkan kemudahan yang sulit diabaikan. Mungkin pertanyaannya bukan lagi apakah buku fisik akan menghilang, melainkan bagaimana keduanya bisa terus berdampingan di tengah perubahan kebiasaan membaca.

Sebab, yang paling penting bukanlah dari mana kita membaca, tetapi apakah kita masih memiliki keinginan untuk membaca. (*)

Referensi

  • Salsabela, N. Z., Zainudin, A. F., Ardafa, N. E., & Turistiani, T. D. (2026). Analisis minat membaca sastra digital melalui platform Wattpad pada mahasiswa. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 161–173.
Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Nov 2026, 20:21

Potensi Hutan Babakan Siliwangi Bandung sebagai Destinasi Wisata

Bandung menjadi salah satu kota yang masih memiliki hutan kota. Hutan Babakan Siliwangi Bandung berpotensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata, selain penyeimbang udara bersih dari polusi.

Hutan Kota Babakan Siliwangi, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 20:09

Karhutla dan Kabut Asap Menjadi Berita Utama Surat Kabar Daerah-Nasional hingga Internasional

Besarnya perhatian terhadap bencana ekologis tercermin dari pemberitaan berbagai surat kabar daerah, nasional, hingga internasional.

Sejumlah surat kabar daerah yang menyoroti peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pulau Kalimantan. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 19:08

Dari Papua ke Jawa Barat: Karhutla dan Peran Warga Bandung

Dari karhutla Papua hingga kejadian di Bandung, mari jaga lingkungan lewat 4 langkah sederhana pencegahan kebakaran di sekitar rumah.

Ilustrasi kebakaran hutan di Papua. (Sumber: AI Generator | Foto: Ilustrasi AI)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 18:23

Hanya Sepekan: Asap Karhutla Kembali Penuhi Langit Palangkaraya

Baru saja genap sepekan langit Palangka Raya bersih karena sudah turun hujan. Namun kabar baik tersebut tidak berlangsung lama setelah pembakaran hutan kembali terjadi.

Asap Karhutla kembali penuhi langit Palangkaraya. (Sumber: Instagram| info.kalteng)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 17:25

10 Netizen Terpilih Oktober 2026: Menangkap Isu Hujan, Bencana, dan Wajah Kota Bandung

10 penulis terbaik Ayo Netizen Oktober 2026 diumumkan. Dari isu hujan dan bencana hingga wajah kota Bandung, total hadiah Rp1,5 juta.

Banjir yang menggenangi Jalan Raya Pluto, Margahayu, Kota Bandung, Rabu 14 Mei 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 16:45

Apakah Buku Fisik Mulai Menjadi Bagian dari Masa Lalu?

Analisis kebiasaan membaca digital mahasiswa Indonesia beserta tiga keterbatasan data yang perlu dicermati sebelum menyimpulkan nasib buku cetak.

Contoh buku fisik berjudul Pride and Prejudice karya Jane Austen. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Dila Ananda Pratama)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 13:57

Menemukan Manisnya Ketan Susu Bang Zul, Hidden Gem Kuliner di Ujung Berung

Ketan Susu Bang Zul, salah satu hidden gem kuliner di Ujung Berung, Bandung. Sajian ketan susu dengan beragam topping, menawarkan perpaduan rasa manis, gurih, dan tekstur yang menggugah selera.

Ketan Susu Bang Zul. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 12:24

Éling ka Wiwitan, Sadar ka Wekasan: Membangun Bandung Tangguh Bencana

Kota tangguh bencana tidak dibangun ketika bencana datang, melainkan jauh sebelumnya melalui kesadaran mengenali risiko dan keberanian melakukan mitigasi.

Pembangunan kota harus dimulai dengan kesadaran bersama terhadap risiko bencana. (Sumber: pexels | Foto: alfian light)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 11:11

Lagu ‘Halo-Halo Bandung’ Kala Persib Tandang di Negeri Orang

Tanpa harus merencanakan sebuah pertunjukan kebudayaan, para bobotoh Persib membawa salah satu simbol sejarah Bandung ke hadapan publik internasional.

Pemain Persib merayakan kemenangan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Nov 2026, 07:57

Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor: Merawat Welas Asih dari Jalanan

Di tengah rezim yang sewenang-wenang, Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor kembali menyatukan suara korban yang diabaikan dan menjaga nyala welas asih sebagai napas panjang perlawanan di jalanan.

Aksi Kamisan Bandung & Jatinangor di Braga, 29 Agustus 2026 (Foto: Iqa Kinanti Nandakasih)
Mitra 04 Nov 2026, 20:29

Dari 475 Pendaftar, 35 Jurnalis Terpilih Raih Beasiswa S2 BRI Fellowship Journalism 2026

BRI resmi mengukuhkan 35 jurnalis sebagai penerima beasiswa pascasarjana lewat Inaugurasi BRI Fellowship Journalism 2026.

BRI resmi mengukuhkan 35 jurnalis sebagai penerima beasiswa pascasarjana lewat Inaugurasi BRI Fellowship Journalism 2026. (Sumber: Dok. BRI)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 19:59

Setelah Kedua Arca Kebun Binatang Ditemukan, Lantas Apa dan Bagaimana?

Berbulan-bulan lamanya kita seolah sibuk mencari, lalu apa? Kenapa kita mencari? Apa yang kita cari? Apa bedanya saat "hilang" dan saat sudah ditemukan jika perlakuan terhadapnya tak banyak berubah?

(Ilustrasi Arca) Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 16:40

Bagaimana Album Tigapagi Menjaga Nyala Ingatan Kolektif di Nusantara Dharma Book Festival 7.0

Di hadapan Indonesia yang kian karut-marut, penampilan Tigapagi di NDBF 7.0 menjadi ruang merawat akal sehat dan luka sejarah, mengajak kita menatap trauma tanpa kehilangan harapan untuk bertahan.

Penampilan Tigapagi pada malam penutupan Nusantara Dharma Book Festival 7.0 (Sumber: NDBF 7.0 | Foto: Tim dokumentasi NDBF 7.0)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 16:11

Bandung dan Hujannya yang Selalu Bikin Was-Was

Bandung di musim hujan memang memberikan kesegaran udara tapi selalu menunjukkan was-was karena menyebabkan banjir dan potensi kehilangan nyawa.

Kondisi  Langit Bandung menjelang Hujan di Soekarno Hatta. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 15:19

Review Film The Love Hypothesis: Film Rom-com Kampus yang Menguji Cinta

Review film The Love Hypothesis yang memadukan pola fake dating dan grumpy x sunshine dengan latar akademik. Meski alurnya mudah ditebak, kedekatan tokohnya tetap menghibur.

Poster Film The Love Hypothesis. (Sumber: Primevideo)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 14:12

Jabar Juara Judol, Sungguh Memprihatinkan dan Mencemaskan

Besarnya jumlah pemain judol di Jabar semakin terasa ketika melihat duit yang terlibat. Sepanjang tahun 2024, ditaksir deposit judol di Jabar mencapai Rp5,97 triliun.

Ilustrasi judi online. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 12:39

Ironi-Ironi dalam Nikah Siri

Refleksi pernikahan siri di Indonesia.

irono-Ironi dalam Nikah Siri (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 12:15

Istilah Bahasa Jawa, Jawa Kawi, Sunda dan Sansekerta untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Pelajari istilah besar guncangan gempa bumi dalam Bahasa Jawa, Jawa Kawi, Sunda dan Sansekerta. Temukan kekayaan kosakata tradisional untuk tingkatan getaran bencana alam kuno Nusantara di sini!

Gempa Bumi Dahsyat (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan ChatGPT)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:46

Medsos Mengubah Waktu dan Jarak

Medsos dapat merubah waktu dan jarak dalam penyampaian informasi

Dalam beberapa tahun ini, mengakses media sosial menjadi ritual yang seolah tanpa batas. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 04 Nov 2026, 10:18

Travel, Jalan Tol dan Perbincangan di Dalamnya

Banyak cerita-cerita yang hanya ada di perjalanan, tentang mereka yang terus berjuang di tengah kemegahan zaman.

Kemacetan akibat perbaikan dan pemeliharaan jalan di Tol Cikopo- Palimanan (Cipali). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)