Pernah nggak, kamu berniat membaca sebuah novel, tetapi akhirnya malah membuka Wattpad atau mencari bacaan di internet? Atau mungkin, sekarang kamu lebih sering membaca cerita lewat layar ponsel daripada membuka buku di rak?
Kalau iya, kamu nggak sendirian. Kebiasaan membaca memang perlahan berubah. Dulu, membaca identik dengan buku yang dibawa ke mana-mana, dibuka halamannya, dan diberi penanda ketika belum selesai. Sekarang, cukup dengan ponsel dan koneksi internet, kita sudah bisa menemukan berbagai bacaan tanpa harus pergi ke toko buku atau perpustakaan.
Perubahan ini terasa terutama di kalangan mahasiswa. Di sela kuliah, tugas, dan aktivitas lainnya, membaca lewat ponsel sering kali terasa lebih praktis. Apalagi, banyak platform menyediakan cerita dengan beragam genre, salah satunya Wattpad. Muncul satu pertanyaan menarik: apakah kemudahan membaca digital membuat buku fisik perlahan kehilangan tempatnya?
Kebiasaan Membaca Belum Tentu Hilang
Ternyata, kebiasaan membaca belum tentu ikut berubah hanya karena medianya berbeda. Penelitian Salsabela dkk. (2026) terhadap 51 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia membahas minat mahasiswa dalam membaca sastra digital melalui Wattpad.
Hasilnya, 88,2% responden menjadikan perangkat digital sebagai media utama untuk membaca. Sementara itu, 94,1% responden mengaku masih aktif membaca setidaknya sekali dalam seminggu.
Angka ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar mahasiswa lebih sering membaca lewat perangkat digital, kebiasaan membaca mereka tetap berjalan. Jadi, bukan berarti mahasiswa kehilangan minat membaca. Bisa jadi, mereka hanya menemukan cara yang lebih sesuai dengan keseharian mereka.
Kenapa Membaca Lewat Ponsel Terasa Lebih Menarik?
Alasannya cukup sederhana: praktis. Bayangkan ketika sedang menunggu dosen masuk kelas, berada di perjalanan, atau menghabiskan waktu sebelum tidur. Membuka aplikasi tentu terasa lebih mudah daripada membawa buku ke mana-mana.
Hal ini juga terlihat dalam penelitian tersebut. Sebanyak 51,0% responden memilih kemudahan akses sebagai alasan utama membaca secara digital, dan 31,4% mempertimbangkan kesesuaian isi bacaan dengan minat mereka. Artinya, mahasiswa cenderung memilih media yang mudah dijangkau sekaligus menyediakan bacaan sesuai selera. Lewat platform digital, pembaca juga bisa menemukan banyak cerita tanpa harus membeli setiap buku yang ingin dibaca.
Kebiasaan ini pun bukan sekadar tren sesaat. Sebanyak 78,4% responden sudah menggunakan Wattpad selama lebih dari tiga tahun, sehingga membaca di platform digital sudah menjadi bagian dari aktivitas membaca mereka.
Genre yang paling diminati adalah romantis dan komedi romantis, dengan persentase 58,8%. Mungkin inilah yang membuat cerita bertema percintaan dan kehidupan sehari-hari mudah menarik perhatian pembaca muda.
Selain pilihan cerita yang beragam, Wattpad juga menawarkan pengalaman berbeda. Pembaca bisa meninggalkan komentar, mengikuti penulis, dan berinteraksi dengan pembaca lain. Dengan begitu, membaca tidak selalu menjadi aktivitas yang sepi. Ada ruang untuk berbagi pendapat dan membicarakan cerita yang sama.
Lalu, Bagaimana Nasib Buku Fisik?
Di tengah kemudahan membaca digital, buku fisik memang menghadapi tantangan. Ketika sebuah cerita bisa diakses lewat ponsel, sebagian orang mungkin merasa tidak perlu lagi membeli buku cetak. Perangkat digital juga memungkinkan kita membawa banyak bacaan sekaligus tanpa memenuhi tas dengan buku.
Namun, apakah itu berarti buku fisik sudah tidak dibutuhkan? Menurutku, belum tentu. Dominasi media digital memang terlihat, tetapi belum cukup untuk membuktikan bahwa buku cetak akan segera berakhir. Kita sebaiknya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa buku fisik sudah usang.
Berdampingan, Bukan Saling Menggantikan
Pada akhirnya, perkembangan teknologi memang mengubah cara kita menikmati bacaan. Membaca tidak harus selalu dilakukan dengan membuka halaman demi halaman buku. Kita bisa membaca novel lewat aplikasi, menemukan cerita baru di internet, atau menikmati karya sastra dari berbagai platform digital.
Namun, perubahan media tidak serta-merta menghilangkan media sebelumnya. Buku fisik masih punya tempatnya sendiri, sementara media digital menawarkan kemudahan yang sulit diabaikan. Mungkin pertanyaannya bukan lagi apakah buku fisik akan menghilang, melainkan bagaimana keduanya bisa terus berdampingan di tengah perubahan kebiasaan membaca.
Sebab, yang paling penting bukanlah dari mana kita membaca, tetapi apakah kita masih memiliki keinginan untuk membaca. (*)
Referensi
- Salsabela, N. Z., Zainudin, A. F., Ardafa, N. E., & Turistiani, T. D. (2026). Analisis minat membaca sastra digital melalui platform Wattpad pada mahasiswa. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 161–173.