Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

5 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)

Membicarakan dunia literasi memang selalu menarik untuk dibahas. Tidak hanya tentang melihat kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, memahami, menganalisis serta menggunakan informasi secara efektif dalam berbagai aspek kehidupan. Literasi juga tentang bagaimana dia bertumbuh dan hidup dalam lingkup masyarakat.

Hal pertama yang saya ingin kunjungi di Cirebon adalah berbagai macam kegiatan literasinya. Saya coba scrolling di media sosial tentang komunitas atau kumpulan orang-orang yang menyukai literasi. Beberapa yang muncul di laman pencarian adalah KBC (Klub Buku Cirebon), Literasi Senja, Rumah Rengganis, Semiljan dan Literasi Kopi Cirebon. Beberapa komunitas ini menyelenggarakan kegiatan dengan waktu yang bervariasi. Misalnya untuk Komunitas KBC (Klub Buku Cirebon) menyelenggarakan kegiatan rutinnya hanya satu bulan sekali dengan lokasi yang berbeda. Pertemuan itu diisi dengan kegiatan silent reading yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan setiap anggota. Dari pemaparan tersebut dilajutkan untuk sesi diskusi dan tanya jawab sesuai dengan informasi yang ingin diketahui oleh anggotanya.

Sementara untuk Rumah Rengganis dan Smiljan Cirebon berbentuk cafe semi perpustakaan mini. Tentunya selain menyediakan berbagai makanan dan minuman, cafe ini juga menyediakan buku dan fasilitas diskusi untuk mereka yang menyukai dunia literasi.

Di tengah mencari informasi terkait dengan perkembangan literasi di Kota Cirebon, media sosial kerap menyuguhkan informasi yang selaras. Sehingga munculah satu akun di Tik*** yang memberikan informasi lapak baca buku gratis di Alun-alun Kejaksaan. Tak perlu lama menunggu tentu saya langsung menghubungi akun terkait dan bertanya terkait dengan jadwal lapak buku gratis selanjutnya. Melalui percakapan di ketahui bahwa lapak baca buku tanpa nama ini akan berpindah-pindah setiap bulannya. Karena satu bulan penuh sudah diselenggarakan di Alun-alun Kejaksaan maka lapak berikutnya ada di Alun-alun Palimanan. Lapak baca buku gratis ini bisa ditemui oleh warga Cirebon setiap hari sabtu atau minggu tergantung dengan waktu luang yang dimiliki oleh penggagasnya.

Saya coba mencari informasi kendaraan umum yang bisa ditempuh ke lokasi yang akan didatangi. Karena Alun-alun Palimanan berada di Kabupaten Cirebon maka perlu 21 km dari Kota Cirebon. Langkah pertama yang harus didatangi adalah menuju Terminal Harjamukti dengan menggunakan elf jurusan Babakan atau bisa menggunakan ojek online. Selanjutnya diteruskan dengan elf jurusan kabupaten Cirebon yang bisa ditemui kapan saja di pinggir jalan. Elf ini juga punya warna yang didominasi dengan merah, biru dan hijau maka sebelum naik pastikan terlebih dahulu untuk mengkonfirmasi tujuan kita.

Kurang lebih 33 menit waktu yang dibutuhkan untuk menerjang panasnya Kota Cirebon. Sejauh ini perjalanan lancar dan tidak banyak kemacetan seperti yang terjadi di Kota Bandung. Supir elf juga menjalankan kendaraannya dengan kecepatan yang stabil jadi penumpang akan merasa nyaman meski sedang berada di kendaraan umum.

Sesampainya di Alun-alun saya menemukan sebuah masjid yang tidak jauh bernama Masjid Besar Raudlatul Muttaqien untuk sejenak mendinginkan diri dan menunggu waktu ashar datang. Masjidnya cukup besar dengan fasilitas kamar mandi yang cukup bersih hanya saja pada bagian shalat lantainya kurang terasa bersih karena tidak digelar sejadah khususnya di area shalat perempuan.

Karena waktu masih lama saya coba mencari cafe ramen untuk menjajal kuliner Cirebon. Lewat satu informasi dari google di dapatkan nama cafe dua putri berdasarkan informasi cafe ini masih buka dan saya melanjutkan menggunakan gojek ke arah ini. Namun sesampainya di lokasi justru cafe yang bersangkutan sudah tutup. Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar katanya cafe tersebut sudah tutup lama.

Satu hal resiko yang memang bisa ditemui ketika melakukan perjalanan adalah ketidaksesuaian antara list dengan harapan. Namun saya tidak berkecil hati dan melanjutkan perjalanan dengan membeli cimol di sekitar cafe. Rasanya lumayan karena punya bentuk yang berbeda dengan cimol yang di Bandung. Jika di Bandung cimol dibuat dengan bulatan kecil di Cirebon cimol seperti cilok dengan ukuran besar lalu kemudian di potong kecil-kecil dengan bentuk yang sembarang.

Setelah jam menunjukkan pukul 16:30 saya mulai melanjutkan perjalanan ke arah alun-alun dan mencari lapak baca buku gratis di gelar. Namun sesampainya disana saya tidak langsung menemukan karena ternyata lapak buku baru saja digelar.

"Ka ini lapak baca buku gratis ya ? " tanyaku dengan yakin

"Hehe iya ka, tapi ini belum siap" sahutnya sambil menggelar karpet

"Gapapa ka saya bantuin"

"Aduh terimakasih ka"

Dan percakapan pun berlanjut hingga buku- buku di gelar dan satu pembaca lainnya mulai datang. Menurut informasi pembaca tersebut menjadi pembaca setia karena selalu hadir dalam setiap kegiatan. Saya tertarik dengan sebuah buku berjudul "Lebih Putih Dariku" karena punya latar belakang sejarah yang belum tentu kita temui dalam pelajaran atau mata kuliah selama mengenyam pendidikan.

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 17:30. Di tengah waktu berakhir kegiatan kami melakukan diskusi terkait dengan isi buku dan beberapa isu yang sedang berkembang di masyarakat. Dalam sela-sela waktu itu juga kami berbincang banyak hal terutama tentang ketertarikan membuka lapak baca buku gratis.

Melalui cerita ka Elfa seorang mahasiswa lulusan sastra, kegiatan membaca buku gratis sudah sering ditemuinya ketika dirinya berkuliah di Semarang. Menurutnya di beberapa ruang publik dan terbuka banyak sekali mahasiswa atau pecinta buku yang dengan senang hati membagikan buku bacaannya kepada setiap orang yang datang.

Baca Juga: Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Ka Elfa juga terinspirasi membuka lapak ini karena ingin menyebarkan minat literasi di Cirebon. Jika di Semarang lapak baca buku akan digandrungi banyak orang maka di Cirebon sebagian kebalikannya. Bukan berarti tidak ada peminatnya sama sekali melainkan jumlahnya sangat sedikit.

Tentu apa yang digagas oleh ka Elfa menjadi pergerakan baru untuk terus menyebarkan giat-giat literasi yang harapannya bisa terus menyebar hingga ke pelosok negeri.

Dari berbagai perbincangan saya mengambil semangat dan keberanian yang dimiliki ka Elfa. Disela-sela waktu senggangnya beliau rela memberikan waktunya untuk orang lain. Dan tentunya membuka lapak baca buku gratis pun perlu memiliki mental yang kuat karena tidak semua orang sabar dan bisa menunggu pembaca untuk datang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 16 Okt 2026, 13:58

Cerita Perjalanan Menuju Palimanan dan Belajar Keberanian dari Lapak Baca Buku Gratis Cirebon

Kegiatan membuka lapak untuk membaca buku gratis mulai hadir di beberapa kota untuk meningkatkan minat literasi, begitu juga dengan Kota Cirebon.

Baca Buku Gratis di Alun-Alun Palimanan Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 11:07

Jalur Banjaran–Pangalengan Seringkali Padat: Mengapa Kemacetan Terjadi?

Kemacetan di jalur Banjaran–Pangalengan menjadi perhatian karena jalur ini digunakan oleh warga untuk beraktivitas sehari-hari sekaligus menjadi akses menuju kawasan wisata.

Dokumentasi kemacetan di daerah Pasar Banjaran.
Ayo Netizen 16 Okt 2026, 10:07

SKS: Kebiasaan Buruk atau Mekanisme Bertahan Mahasiswa?

Tugas menumpuk dan tenggat mendekat membuat mahasiswa begadang demi menyelesaikan pekerjaan. Apakah SKS sekadar kebiasaan buruk atau cara bertahan di tengah tuntutan akademik?

night study (Sumber: pexels.com | Foto: Bikram Bezbaruah)
Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)