Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

4 menit baca
Hasan Abdul Rohman M.I.Kom.
Ditulis oleh Hasan Abdul Rohman M.I.Kom. diterbitkan
Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah membuka TikTok bukan karena ingin menonton video FYP, melainkan karena takut api streak dengan teman terputus? Kita mungkin hanya ingin mengirim video lucu, membalas pesan singkat, atau sekadar memastikan api streak hari itu tetap menyala. Awalnya terasa menyenangkan. Namun, ketika dilakukan setiap hari, kebiasaan ini bisa berubah menjadi rutinitas yang rasanya sayang untuk dilewatkan.

Angka streak yang terus bertambah seolah menjadi tanda bahwa komunikasi dengan seseorang masih terjaga. Kita merasa punya sesuatu yang dipertahankan bersama. Namun, pernahkah kita bertanya, apakah hubungan pertemanan itu benar-benar semakin dekat atau kita hanya sibuk menjaga api streak agar tidak padam?

Tidak bisa dimungkiri, api streak punya sisi menyenangkan. Di tengah kesibukan kuliah, pekerjaan, dan aktivitas sehari-hari, mengirim video lucu bisa menjadi cara sederhana untuk menyapa teman. Terkadang, dari kiriman video yang awalnya hanya dibalas dengan tawa, obrolan bisa berkembang menjadi percakapan yang lebih panjang. Kita bisa membahas hal yang sedang viral, berbagi cerita, atau menemukan kesamaan minat.

Baca Juga: Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Dalam situasi seperti ini, TikTok membantu kita menjaga komunikasi tanpa harus selalu bertemu secara langsung. Video singkat yang dikirimkan kepada teman pun bisa menjadi bentuk perhatian kecil. Setidaknya, ada sesuatu yang dibagikan di tengah kesibukan masing-masing.

Namun, persoalannya mulai menarik ketika streak sudah berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Kita mungkin mulai merasa sayang jika api yang sudah dijaga begitu lama harus padam begitu saja. Ketika teman belum mengirim video, kita mengingatkannya. Ketika sedang sibuk, kita tetap menyempatkan diri membuka TikTok agar streak tidak terputus.

Lama-kelamaan, muncul perasaan bahwa interaksi harus dilakukan setiap hari, apa pun kondisinya. Sesuatu yang awalnya spontan dan menyenangkan perlahan terasa seperti kewajiban.

Baca Juga: Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Di sinilah kita perlu berhenti sejenak. Apakah kita membuka TikTok karena memang ingin berbagi sesuatu dengan teman atau hanya karena takut kehilangan api streak? Apakah kita benar-benar punya cerita untuk dibagikan atau sekadar mengirim video agar hitungan hari tetap berjalan?

Tentu, tidak ada yang salah dengan mempertahankan api streak. Mengirim video setiap hari juga tidak otomatis berarti kita kecanduan media sosial. Setiap orang punya cara masing-masing untuk menjaga pertemanan. Namun, kita perlu memperhatikan ketika kebiasaan tersebut mulai membuat kita merasa tertekan, mengganggu waktu istirahat, atau membuat pekerjaan dan tanggung jawab lain terbengkalai.

Jangan sampai aktivitas yang seharusnya menyenangkan justru menjadi beban. Media sosial semestinya membantu kita menjalani kehidupan, bukan membuat kita merasa harus selalu hadir di dalamnya.

Baca Juga: Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Lebih jauh lagi, api streak mengajak kita memikirkan kembali hubungan antara intensitas komunikasi dan kedekatan emosional. Dua orang bisa bertukar pesan setiap hari tanpa benar-benar mengetahui apa yang sedang dialami satu sama lain. Sebaliknya, ada teman yang jarang mengirim pesan, tetapi selalu hadir ketika kita membutuhkan tempat bercerita.

Artinya, sering berkomunikasi tidak selalu berarti hubungan semakin dekat. Begitu pula, jarang berinteraksi melalui media sosial bukan berarti sebuah pertemanan kehilangan makna.

Kita perlu membedakan antara hadir secara digital dan hadir secara emosional. Mengirim video lucu memang bisa menjadi bentuk perhatian. Namun, mendengarkan cerita teman dengan sungguh-sungguh, menanyakan kabarnya ketika sedang kesulitan, atau meluangkan waktu untuk membantu juga merupakan bentuk kepedulian yang tidak kalah penting.

Keduanya tidak harus dipertentangkan. Api streak tetap bisa menjadi bagian dari pertemanan yang sehat selama kita menjalaninya dengan senang hati, bukan karena merasa terpaksa.

Baca Juga: Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Lalu, bagaimana jika suatu hari api streak itu akhirnya padam?

Mungkin kita merasa sayang karena angka yang sudah dikumpulkan selama berbulan-bulan kembali ke awal. Namun, bukankah pertemanan seharusnya lebih besar daripada sebuah angka di layar? Semua obrolan, tawa, pengalaman, dan dukungan yang pernah dibagikan tidak serta-merta hilang hanya karena streak terputus.

Kalau hubungan dengan seseorang terasa berubah hanya karena api streak padam, mungkin kita perlu memikirkan kembali apa yang selama ini membuat pertemanan itu berarti. Apakah karena kedekatan yang benar-benar terbangun atau karena rutinitas digital yang terus kita pertahankan?

Baca Juga: Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Pada akhirnya, api streak TikTok bukan sesuatu yang harus dihindari. Fitur ini bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi, terutama bagi kita yang terbiasa berinteraksi melalui media sosial. Namun, kita juga perlu memberi ruang bagi diri sendiri untuk tidak selalu terhubung. Ada tugas yang harus diselesaikan, waktu istirahat yang perlu dijaga, dan kehidupan di luar layar yang juga membutuhkan perhatian.

Sesekali tidak membuka TikTok bukan berarti kita melupakan teman. Tidak mengirim video selama sehari juga tidak otomatis membuat sebuah pertemanan menjadi renggang.

Sebab, tujuan pertemanan bukanlah memastikan api streak terus menyala setiap hari. Tujuannya adalah membangun hubungan yang membuat kita bisa saling mengenal, memahami, dan mendukung satu sama lain. Api streak boleh menjadi pengingat untuk menyapa, tetapi jangan sampai kita lupa bahwa orang di balik layar jauh lebih penting daripada angka yang kita pertahankan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Bandung 15 Okt 2026, 19:59

Industri Hiburan Bandung Masih Bergelora, Playlist Rewind 2026 Jadi Bukti Eksistensi Kota Musik

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026.

Kota Bandung tak pernah kehilangan taji sebagai barometer industri hiburan dan kiblat festival musik Tanah Air. Denyut kreatifitas itu kini kembali terbukti lewat hadirnya Playlist Rewind 2026. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 17:57

Para Insinyur Planologi, Arsitektur dan Sipil Terkemuka Yang Terlibat Pembangunan Kota Bandung dan Cimahi (Bagian 1)

Kisah insinyur planologi, arsitektur dan sipil terkemuka dalam membangun Bandung dan Cimahi. Temukan jejak sejarah, inovasi tata kota dan mahakarya ikonis mereka di sini!

Lukisan cat air Gedung Sate (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2)
Bandung 15 Okt 2026, 16:41

Menolak Lupa Rasa Rumah, 11 Tahun Warung Kopi Imah Babaturan Merawat Hangatnya Bandung

Tepat pada 15 Oktober 2026, warung kopi dan rumah makan, yakni Warung Kopi Imah Babaturan yang bersemayam di jantung Kota Bandung ini merayakan hari jadinya yang ke-11.

Pemilik Warung Kopi Imah Babaturan, yakni Mohammad Nurul Hudha dan sang istri, Anggia Bonyta. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:48

Relasi Santri dengan Indonesia

Refleksi Hari Santri Nasional 2026: menelusuri jejak Resolusi Jihad, peran ulama, dan perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan serta menjaga hubungan santri dan negara.

Relasi Santri dengan Indonesia (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:09

Ketika Pertemanan Punya Target Harian: Terhubung atau Sekadar Menjaga Api Streak TikTok?

Pernah takut api streak TikTok dengan teman terputus? Kebiasaan ini bisa menjaga komunikasi, tetapi juga terasa seperti kewajiban harian. Apakah kita benar-benar terhubung atau sekadar menjaga angka?

Fitur api streak TikTok bisa menjadi cara menyenangkan untuk menjaga komunikasi.
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 15:03

Pardoks 'Tidak Ada Bukti' dalam Kasus Pelecehan Seksual di Unpas

Data menunjukkan bahwa laporan palsu -- atau bahkan fitnah -- dalam kasus kekerasan dan pelecehan seksual di kampus sangat rendah, sementara underreporting sangat tinggi. Apa artinya?

Aksi mahasiswa Universitas Pasundan (Unpas) Bandung terkait dugaan kekerasan seksual oleh oknum dosen. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 15 Okt 2026, 12:03

Mengenal Emma Poeradiredja dan Jejak Politik Perempuan Sunda

Emma Peoradiredja, seorang tokoh perempuan sunda yang membukakan jalan berpolitik untuk perempuan di tanah sunda

Emma Poeradiredja
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 22:06

Bandung dan Cirebon Sama-Sama Minim Penerangan Lampu Jalanan

Penerangan jalan umum di wilayah Jawa Barat masih sangat minim perhatian sehingga kondisi ini bisa mengakibatkan potensi kecelakaan bagi pengguna kendaraan.

Penerangan Jalan Ahmad Yani-Pantura Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)