Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)

Baru-baru ini Bandung sedang melakukan pembenahan kota salah satunya dengan menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang sudah secara turun-temurun memenuhi kawasan seperti Kiaracondong, Ahmad Yani dan Cihapit. Seperti yang kita ketahui bersama bahwasannya keberadaan PKL ini pada satu sisi mempermudah kebutuhan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari terutam yang berkaitan dengan pangan. Namun pada sisi yang lain keberadaannya pun sering membuat kota menjadi kumuh, mengakibatkan kemacetan hingga bau dan sisa limbah yang tidak dikelola dengan baik. Dengan adanya PKL sebetulnya bisa mengangkat ekonomi mereka yang menjadi pelaku usaha juga menjaga perputaran ekonomi di kalangan kelas menengah ke bawah. Namun pada sisi yang lain keberadaannya pun telah merenggut hak pengguna jalan karena berjualan di tempat yang bukan semestinya.

Sebagai pengguna jalan sejak lama saya selalu memimpikan kondisi trotoar yang bersih dan layak, tidak ada lubang yang bisa membuat seseorang terjatuh, tidak ada gundukan batu atau kabel yang bisa membuat seseorang tersandung, tidak ada motor yang parkir di atas trotoar dan terutama kios-kios yang menutupi area trotoar.

Penertiban PKL di kawasan Bandung yang tak semudah yang dibayangkan. Beberapa diantaranya memang sangat sulit untuk diberikan edukasi. Bahkan sering ditemui mereka melakukan aksi perlawanan di atas tanah yang sebetulnya bukan milik mereka sendiri. Masalahnya memang tidak selalu selesai dengan pembongkaran secara paksa melainkan berkaitan dengan berbagai macam faktor ekonomi, sosial dan birokrasi.

Hadirnya PKL tentu menjadi faktor pendukung ekonomi penyelamat penggangguran. Ketika PHK mulai bermunculan tidak dapat dipungkiri hal yang paling mudah yang bisa dikerjakan atau menjadi batu loncatan adalah menjadi wirausaha dengan menjadi PKL. Berjualan juga menjadi cara instan untuk mendapatkan penghasilan yang tentunya bisa digunakan untuk menyambung kehidupan sehari-hari. Terlebih masyarakat kita yang masih cenderung tidak memiliki tempat tinggal yang menetap maka penghasilan harian bisa menjadi jalan untuk menabung biaya sewa kontrakan untuk satu bulan.

Keberadaan PKL juga sangat sulit dihilangkan dalam masyarakat karena sejauh ini ekosistemnya didukung oleh konsumen. PKL tetap bisa eksis karena ada demand atau permintaan dari konsumen. Produk yang di jual oleh PKL juga cenderung bisa menawarkan harga yang ekonomis dan masuk ke dalam budget masyarakat menengah ke bawah. PKL juga memiliki solidaritas yang tinggi dan bahkan beberapa diantaranya mendirikan paguyuban atau komunitas. Dimana mereka bisa saling memberikan informasi terkait dengan lapak yang bisa digunakan untuk beroperasi berjualan tapi pada sisi lain juga bisa membentuk satu tujuan untuk melawan ketika terjadi penggusuran.

Baca Juga: Momentum Memerdekakan Guru

Sementara secara birokrasi seringkali pemerintah tidak memberikan solusi yang nyata dari kegiatan penertiban. Misalnya dari segi relokasi tempat yang seringkali tidak mempertimbangkan aspek strategis. Sehingga para PKL mengalami penurunan pendapatan yang tentu bisa saja terdampak kebangkrutan. Kegiatan penertiban juga cenderung memiliki penegakan hukum yang inkonsiten dimana hanya dilakukan musiman jika terdapat kunjungan pemerintahan. Sehingga ketika sistem hukumnya longgar maka PKL akan kembali menjalankan operasionalnya. Hadirnya premanisme yang mengambil pungutan liar sebagai bentuk uang kebersihan dan kemanan juga seringkali membuat PKL memiliki legalitas operasional karena mereka tidak mendapatkan tempat yang cuma-cuma secara gratis.

Saya berharap dengan adanya penertiban PKL para pejalan kaki kembali menemukan hak dan kebebasannya untuk menggunaka fasilitas jalan secara paripurna. Semoga program ini tetap berjalan dan dilakukan pengawasan secara konsisten untuk Bandung yang lebih ramah bagi pejalan kaki. Namun pemerintah pun tetap harus terlibat dalam menemukan relokasi tempat yang lebih strategis. Tentunya agar keseimbangan tetap terjadi, pejalan kaki kembali mendapatkan haknya dan PKL tetap bisa mempertahankan kestabilan dan perputaran ekonomi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)