Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

3 menit baca
Risa Aulia Rahma
Ditulis oleh Risa Aulia Rahma diterbitkan
Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)

Keberadaan kampus perguruan tinggi di sebuah kawasan perkotaa umumnya menjadi pusat pertumbuhan yang ramah, dan aman bagi seluruh masyarakat. Namun, realitas lapangan di sekitar Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung Kampus 1, Jalan A.H. Nasution, Cipadung, memperlihatkan kenyataan yang berbeda. Di balik Bandung sebagai kota pendidikan, fasilitas pejalan kaki di kawasan ini masih memprihatinkan.

Di area samping dan sekitar gerbang UIN 1 Bandung, ketersediaan trotoar yang aman dan memenuhi standar kenyamanan jalan masih sangat minim. Akibatnya, ruang gerak harian ribuan mahasiswa dan warga sekitar terpaksa dilakukan di bahu jalan berhadapan langsung dengan deru kendaraan bermotor berkecepatan tinggi.

Mengapa kondisi ini bisa terjadi di kawasan kampus?

Kondisi ini dipicu oleh beberapa masalah utama terkait ruang pejalan kaki di sekitar kampus 1 UIN Bandung:

1. Kurangnya Fasilitas Trotoar:

Di beberapa titik sepanjang Jalan A.H. Nasution, bentuk fisik trotoar banyak yang rusak atau terputus oleh saluran pembuangan air (drainase) yang tidak tertutup rapi dan pejalan kaki sering kali tidak memiliki pilihan selain melangkah turun ke badan jalan.

2.  Penyalahgunaan Ruang Pejalan Kaki:

Di titik yang memiliki trotoar, seringkali dimanfaatkan sebagai area parkir liar kendaraan bermotor hingga lapak Pedagang Kaki Lima (PKL), dan hak berjalan kaki yang seharusnya dijamin undang-undang menjadi terabaikan.

Trotoar yang terpakai untuk parkir kendaraan di sepanjang Jalan A.H. Nasution, mengabaikan hak pejalan kaki. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Risa Aulia Rahma)
Trotoar yang terpakai untuk parkir kendaraan di sepanjang Jalan A.H. Nasution, mengabaikan hak pejalan kaki. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Risa Aulia Rahma)

3.  Besarnya Risiko Kecelakaan Lalu Lintas:

Jalan A.H. Nasution merupakan jalur arteri primer penghubung kawasan Cibiru dan Ujungberung yang dilalui berbagai jenis kendaraan, termasuk bus umum dan angkutan barang berat seperti truk. Tanpa adanya  trotoar yang memadai, pejalan kaki berada dalam posisi rentan terhadap bahaya lalu lintas.

Selain risiko kecelakaan, dampak dari lingkungan yang tidak ramah pejalan kaki ini pada akhirnya memicu budaya ketergantungan pada kendaraan bermotor. Mahasiswa cenderung memilih sepeda motor atau angkutan jarak pendek hanya untuk perjalanan antar titik yang relatif dekat. Hal ini menciptakan dampak beruntun berupa kepadatan area parkir dan memicu kemacetan parah di pintu gerbang kampus.

Belum lagi risiko yang dirasakan kelompok yang lebih rentan, penyandang disabilitas hampir mustahil melintasi jalur ini secara mandiri, karena tidak ada ubin penunjuk jalan maupun jalan landai yang memadai, dan saat malam tiba, minimnya penerangan di sisi jalan menambah rasa tidak aman, baik karena risiko tertabrak maupun potensi gangguan keamanan lainnya.

Lantas, langkah apa yang perlu segera diambil?

Untuk Penyelesaian masalah keselamatan pejalan kaki di kawasan Kampus 1 UIN Bandung ini perlu ada kerja sama antara Pemkot Bandung, Dinas Perhubungan, Dinas PUPR, hingga pihak kampus:

 1.Pembangunan Trotoar Berkelanjutan: Membangun kembali trotoar fisik yang tertutup rapat, rata, dan terpisah tegas dari jalur kendaraan di sepanjang Jalan A.H. Nasution.

Tanpa trotoar yang aman, warga terpaksa berjalan dan berlari di pinggir jalan raya secara langsung. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Risa Aulia Rahma)
Tanpa trotoar yang aman, warga terpaksa berjalan dan berlari di pinggir jalan raya secara langsung. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Risa Aulia Rahma)

2.Penerapan Penyeberangan Aman: Menyediakan pelican crossing bersinyal suara atau Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang ramah disabilitas di titik-titik utama keluar-masuk mahasiswa.

3.Penataan dan Penegakan Hukum Zona Pedestrian: Menertibkan parkir liar dan memberikan ruang pengganti yang teratur bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) agar trotoar tetap terjaga bagi pejalan kaki.

4.Penerangan Jalan Umum (PJU) yang aman untuk semua kalangan: Menambahkan lampu penerangan khusus jalur pedestrian untuk menjamin keselamatan warga, khususnya waktu sore hingga malam hari.

Memperbaiki trotoar di sekitar UIN 1 Bandung pada dasarnya bukan cuma soal mencetak beton dan semen, melainkan tentang melindungi keselamatan warga dan mahasiswa. Sudah saatnya kawasan luar kampus ini berubah menjadi ruang yang aman dan manusiawi, sebuah tempat di mana siapa pun bisa melangkah dengan tenang, tanpa dibayangi rasa cemas apalagi ketakutan akan kecelakaan. (*)

Referensi

  •    Undang-Undang Republik Indonesia No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Pasal 131 dan Pasal 275).
  •      Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No. 03/PRT/M/2014 tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Kawasan Perkotaan.
  •   Arsanti, D. S., & Ramadhan, G. (2021). Analisis Kebutuhan Fasilitas Penyeberangan di Ruas Jalan A.H. Nasution Kota Bandung.
  •    Koran Mandala. (2026). Trotoar Rusak di Jalan AH Nasution Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Membahayakan Pejalan Kaki.
  •   Ayo Bandung / Ayo Netizen. (2026). Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 16:51

Membuka Monitor Oktober 1983: Saat Si Unyil, Gombloh, dan Bintang Idola Menemani Hari-Hari Kita

Majalah Monitor edisi Oktober 1983 mengajak kita pulang sejenak ke masa ketika hiburan tak datang setiap saat dalam genggaman, tetapi justru dinanti dengan penuh antusias.

Majalah Monitor edisi Oktober 1983, majalah hiburan dan keluarga dengan sampul mojang Bandung, Reita Soebita. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 15:42

Tahun Berulang, MAMPUS Berulang Tahun

Ejaan setiap pemilihan diksi sangat relevan, sehingga menciptakan makna, bahkan pembacaan yang multitafsir sering disebut sebagai perspektif.

Berulang Tahun MAMPUS (Malam Minggu Puisi) (Foto: Ayu Maimun)
Seni Budaya 12 Okt 2026, 14:41

Mengubah Gerakan Erotis Tari-tarian Kerakyatan Melalui Tari Lidah Agni

Tari kerakyatan tradisional sunda, memang kerap mendapat stigma terdapat unsur erotis. Akan tetapi, para peneliti ISBI Bandung mengubahnya menjadi gerakan tari lidah agni.

Salah satu gerakan Tari Lidah Agni  yang dipentaskan oleh Sanggar Putri Ayu Bandung (Foto: mildan)
Beranda 12 Okt 2026, 14:18

Menari dan Berbagi untuk Sesama Lewat Bhakti Nṛtya Pertiwi

Lebih dari sekadar pertunjukan, Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi ruang perjumpaan untuk merayakan keberagaman budaya.

Pertunjukan tari Kalimantan dalam Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi bagian dari perayaan keberagaman budaya Nusantara sekaligus ajakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 14:01

Semrawut Parkir Liar Pasar Ujungberung: Jalan Sempit, Pejalan Kaki Terpaksa 'Nyempil' di Antara Kendaraan

Parkir liar di bahu jalan dan trotoar depan Pasar Ujungberung bikin ruas jalan menyempit. Pejalan kaki terpaksa nyempil di antara kendaraan

Kondisi parkir liar sepeda motor di bahu jalan depan Pasar Ujungberung yang menyebabkan penyempitan jalan. (Foto: Rahayu)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 13:22

Aksa Cafe Cirebon tempat Nongkrong Cozy di Cirebon

Aksa Cafe Cirebon menjadi salah satu tempat nongkrong anak muda yang punya tempat yang nyaman dan rasa makanan yang enak

Menu Aksa Cafe Cirebon (11/10/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)