Semrawut Parkir Liar Pasar Ujungberung: Jalan Sempit, Pejalan Kaki Terpaksa 'Nyempil' di Antara Kendaraan

3 menit baca
Rahayu Mutia Rahmawati
Ditulis oleh Rahayu Mutia Rahmawati diterbitkan
Kondisi parkir liar sepeda motor di bahu jalan depan Pasar Ujungberung yang menyebabkan penyempitan jalan. (Foto: Rahayu)
Kondisi parkir liar sepeda motor di bahu jalan depan Pasar Ujungberung yang menyebabkan penyempitan jalan. (Foto: Rahayu)

Ruas Jalan Ujungberung di depan Pasar Ujungberung, Kota Bandung, mengalami penyempitan parah akibat maraknya parkir liar sepeda motor di bahu jalan dan trotoar.

Sekitar pukul 07.00 WIB, Jalan Ujungberung di depan Pasar Ujungberung masih dipadati orang dan kendaraan, meski sebagian besar pedagang kaki lima (PKL) mulai beres-beres dagangan untuk pulang. Namun yang paling mencolok bukan sekadar kemacetan arus kendaraan, melainkan deretan sepeda motor yang diparkir sampai memakan badan jalan.

Aktivitas warga di dalam Pasar Ujungberung pada pagi hari. Kepadatan pedagang dan pembeli diperparah dengan kendaraan yang parkir tidak beraturan. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Rahayu)
Aktivitas warga di dalam Pasar Ujungberung pada pagi hari. Kepadatan pedagang dan pembeli diperparah dengan kendaraan yang parkir tidak beraturan. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Rahayu)

Dari pengamatan langsung di lokasi, lebar jalan yang semestinya bisa dilalui kendaraan roda empat dengan leluasa kini hanya menyisakan ruang yang cukup untuk dua motor melintas berdampingan. Penyebabnya, sepeda motor pengunjung pasar diparkir berjejer hingga ke badan jalan dan trotoar, bukan di area yang semestinya.

Pedagang di lokasi mengatakan, kepadatan kendaraan biasanya mulai mereda begitu jam menunjukkan pukul 08.00 WIB. "Jam 8-an tuh udah senggang," ujar seorang pedagang perempuan di lokasi.

Namun, redanya arus kendaraan tidak serta-merta mengembalikan lebar jalan seperti semula. Motor-motor yang terparkir di badan jalan tetap bertahan meski aktivitas pasar sudah mulai sepi, membuat ruang untuk kendaraan tetap sempit sepanjang hari.

Dampak Langsung bagi Warga

Penyempitan jalan akibat parkir liar ini membawa dampak ke berbagai sisi. Dari sisi keselamatan, trotoar yang semestinya menjadi ruang pejalan kaki ikut dipenuhi motor yang terparkir, sehingga warga terpaksa berjalan di badan jalan, berdampingan langsung dengan kendaraan yang melintas.

Kondisi jalan yang hanya cukup dilalui dua motor sejajar ini juga berisiko menghambat akses kendaraan darurat, seperti ambulans atau mobil pemadam kebakaran, apabila sewaktu-waktu dibutuhkan melintasi kawasan Ujungberung yang merupakan akses penting menuju pusat kota.

Warga menyebut kemacetan di kawasan ini makin padat dibanding beberapa tahun lalu. Dulu, parkir pembeli pasar masih tertib di dalam area pasar, kini meluber sampai ke badan jalan.

Antrean kendaraan di dalam area Pasar Ujungberung yang semakin padat akibat parkir liar di sisi jalan, membuat akses masuk pasar menyempit. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Rahayu)
Antrean kendaraan di dalam area Pasar Ujungberung yang semakin padat akibat parkir liar di sisi jalan, membuat akses masuk pasar menyempit. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Rahayu)

Kondisi semrawut ini sejalan dengan hasil riset Institut Teknologi Nasional (ITENAS) yang mengevaluasi kinerja Jalan Ujung Berung. Studi tersebut menyebut aktivitas di sekitar pasar, termasuk kendaraan yang parkir di tepi jalan, sebagai hambatan samping yang menurunkan kapasitas jalan, sehingga ruas ini berada pada tingkat pelayanan jalan kategori D, atau mulai padat dan rawan macet.

Di sisi lain, data dari Open Data Bandung menunjukkan jumlah kendaraan bermotor di Kota Bandung sempat menurun saat pandemi Covid-19, dari 1.747.255 unit pada 2019 menjadi 1.552.747 unit pada 2021, sebelum kembali naik menjadi 1.562.688 unit pada 2023. Sementara lebar jalan di depan Pasar Ujungberung tidak bertambah sejak dulu, sehingga tekanan terhadap ruang jalan kembali meningkat.

Baca Juga: Kenapa Kekerasan Masih Terjadi di Sekolah

Solusi dan Jalan Keluar

Mengurai persoalan ini bukan perkara menyalahkan satu pihak saja, baik pemerintah maupun warga sama-sama punya peran. Dalam jangka pendek, penertiban rutin dan konsisten di jam-jam rawan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bisa jadi langkah paling cepat, bukan sekadar razia musiman. Penandaan tegas zona larangan parkir di sepanjang ruas depan pasar juga bisa membantu menekan kebiasaan parkir sembarangan.

Sementara untuk jangka panjang, penyediaan lahan parkir resmi yang memadai seperti gedung parkir vertikal di sekitar Pasar Ujungberung serta perbaikan tata kelola parkir internal menjadi kunci utama, ditambah kesadaran pengunjung untuk memarkirkan kendaraan di tempat semestinya. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 12 Okt 2026, 20:24

Soto-Soto Populer Nusantara: Mozaik Rasa, Pemetaan, Tipologi, dan Teknik Gastronomi Soto Indonesia

Dalam lanskap kuliner Nusantara, soto merupakan representasi konkret dari akulturasi dan adaptasi seni dapur tradisional Indonesia.

Soto Bandung, soto khas Bandung berbahan dasar daging sapi tanpa santan yang disajikan unik dengan lobak dan kedelai goreng. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 19:05

Mungkinkah Tiket Murah dari Bandara Husein?

Bandara perlu model bisnis yang mampu menarik maskapai, mendatangkan penumpang, dan menciptakan aktivitas ekonomi di sekitarnya.

Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung. (Sumber: bandung,go.id)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 18:16

PWI Jabar dan Tantangan Baru Menjaga Kepercayaan Publik di Era AI

PWI Jawa Barat juga dapat mendorong penguatan disiplin verifikasi di kalangan anggotanya. Misal, dengan membahas prosedur pemeriksaan video yang viral dan penggunaan gambar hasil AI.

Logo Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 17:31

Terlalu Dekat untuk Dikenal: Mengapa Situs Candi Bojong Menje perlu Diceritakan Kembali?

Situs Candi Bojong Menje menyimpan jejak sejarah yang penting, tetapi masih kurang mendapat perhatian layak. Sudah saatnya masyarakat, generasi muda, mengenal dan menjaga warisan sejarah ini.

Kondisi Situs Candi Bojong Menje di Desa Cangkuang, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi Jailani Abdul Rosyid | Foto: Jailani Abdul Rosyid)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 16:51

Membuka Monitor Oktober 1983: Saat Si Unyil, Gombloh, dan Bintang Idola Menemani Hari-Hari Kita

Majalah Monitor edisi Oktober 1983 mengajak kita pulang sejenak ke masa ketika hiburan tak datang setiap saat dalam genggaman, tetapi justru dinanti dengan penuh antusias.

Majalah Monitor edisi Oktober 1983, majalah hiburan dan keluarga dengan sampul mojang Bandung, Reita Soebita. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 15:42

Tahun Berulang, MAMPUS Berulang Tahun

Ejaan setiap pemilihan diksi sangat relevan, sehingga menciptakan makna, bahkan pembacaan yang multitafsir sering disebut sebagai perspektif.

Berulang Tahun MAMPUS (Malam Minggu Puisi) (Foto: Ayu Maimun)
Seni Budaya 12 Okt 2026, 14:41

Mengubah Gerakan Erotis Tari-tarian Kerakyatan Melalui Tari Lidah Agni

Tari kerakyatan tradisional sunda, memang kerap mendapat stigma terdapat unsur erotis. Akan tetapi, para peneliti ISBI Bandung mengubahnya menjadi gerakan tari lidah agni.

Salah satu gerakan Tari Lidah Agni  yang dipentaskan oleh Sanggar Putri Ayu Bandung (Foto: mildan)
Beranda 12 Okt 2026, 14:18

Menari dan Berbagi untuk Sesama Lewat Bhakti Nṛtya Pertiwi

Lebih dari sekadar pertunjukan, Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi ruang perjumpaan untuk merayakan keberagaman budaya.

Pertunjukan tari Kalimantan dalam Bhakti Nṛtya Pertiwi menjadi bagian dari perayaan keberagaman budaya Nusantara sekaligus ajakan untuk menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 14:01

Semrawut Parkir Liar Pasar Ujungberung: Jalan Sempit, Pejalan Kaki Terpaksa 'Nyempil' di Antara Kendaraan

Parkir liar di bahu jalan dan trotoar depan Pasar Ujungberung bikin ruas jalan menyempit. Pejalan kaki terpaksa nyempil di antara kendaraan

Kondisi parkir liar sepeda motor di bahu jalan depan Pasar Ujungberung yang menyebabkan penyempitan jalan. (Foto: Rahayu)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 13:22

Aksa Cafe Cirebon tempat Nongkrong Cozy di Cirebon

Aksa Cafe Cirebon menjadi salah satu tempat nongkrong anak muda yang punya tempat yang nyaman dan rasa makanan yang enak

Menu Aksa Cafe Cirebon (11/10/2026). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 09:41

Kenapa Kekerasan Masih Terjadi di Sekolah

Kita miris melihat masih terjadinya kekerasan di sekolah, yang mengakibatkan seorang anak meninggal dunia. Ada yang harus dibenahi secara serius tentang tata kelola sekolah. Disiplin bukan hukuman.

Ilustrasi kekerasan di sekolah. (Sumber: Pexels | Foto: Ivonne Vallejos)
Ayo Netizen 12 Okt 2026, 08:31

Paylater di Kalangan Gen Z Bandung: Kemudahan Transaksi atau Risiko Finansial?

Paylater menawarkan kemudahan transaksi bagi Gen Z, tetapi juga menyimpan risiko finansial. Kenali dampaknyadan pentingnya mengelola keuangan secara bijak agar tidak terjerat utang.

Ilustrasi AI penggunaan paylater di kalangan Gen Z dan risiko finansial yang perlu diwaspadai. (Sumber: OpenAI (AI-generated) | Foto: AI-generated image)
Bandung 11 Okt 2026, 21:19

Saksi Bisu Sejarah Sejak 1897, Grand Hotel Preanger Bandung Bertransformasi Jadi Destinasi Heritage Modern

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga.

Di tengah tren heritage tourism dan staycation yang kian diminati, keberadaan bangunan cagar budaya bernilai sejarah tinggi seperti Preanger menjadi aset berharga. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 15:25

Kemacetan Kopo Itu Ada Usainya atau Tidak, sih?

Kemacetan Kopo yang disebabkan oleh keserakahan para pengendara dengan mengambil jalan pengendara lain dari lawan arus dan solusi agar kemacetan bisa berkurang.

Kemacetan di daerah Kopo. (Sumber: infobandungkota via instagram | Foto: Tanty Malia)
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 13:45

Mengapa Jalan di Kebon Gedang Kembali Rusak? Menelusuri Penyebab di Balik Kerusakan Jalan

Jalan di Kebon Gedang kembali rusak meski telah diperbaiki. Artikel ini menelusuri kemungkinan penyebabnya, mulai dari genangan air, drainase, hingga tingginya aktivitas kendaraan.

 Ilustrasi.
Ayo Netizen 11 Okt 2026, 12:37

Citarum Masuk Kamar: Dari Jam 8 Malam Sampai Pagi di Katapang

Banjir Sungai Citarum yang masuk hingga ke kamar warga menjadi potret krisis lingkungan. Artikel ini mengulas penyebab, dampak, dan solusi yang harus dilakukan bersama.

Kondisi rumah di Gang Awug, Katapang, setelah banjir semalam akibat luapan Citarum. Air coklat masih menggenang di dalam rumah. (Sumber: Dokumentasi Warga)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 16:20

Zebra Cross di depan UIN Bandung Kampus 1, Apakah Safe-Crossing?

Kurangnya fasilitas yang memadai dan faktor lainnya, zebra cross di depan UIN Bandung Kampus 1 ternyata tidak termasuk ke dalam kategori safe-crossing.

Pejalan kaki yang menyeberang di zebra cross depan gerbang pintu masuk-keluar UIN Bandung Kampus 1. Difoto pada hari Rabu, 7 Oktober 2026 pukul 06.26 WIB. (Sumber: Dok. Pribadi | Foto: Evira Dwi Shakira)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 14:39

Darurat Kesehatan Mental dan Ruang Komunikasi Terapeutik Melalui Radio

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. Ini membuktikan pemulihan jiwa butuh empati nyata, bukan sekadar engagement digital.

Di tengah kelelahan konten mental health medsos, radio bertransformasi jadi ruang konseling terapeutik. (Sumber: Pexels | Foto: Vie Studio)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 13:19

Jangan Menghukum Saritem karena Reputasinya

Saat nama Saritem disebut, publik tidak hanya membayangkan lokasi geografis di Kota Bandung. Ada citra sosial yang ikut menyeruak, yang terbentuk dari sejarah, pemberitaan, dan percakapan warga. 

Polisi melakukan razia narkoba di Saritem. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 10 Okt 2026, 12:23

Gastro-Histori Roti Bagelen: Akulturasi Tiga Budaya dan Jejak Perintis Khoe Pek Goan di Garut Sejak 1885

Dalam khazanah gastro-historis Indonesia, Roti Bagelen menduduki posisi istimewa sebagai penganan legendaris yang melintasi zaman.

Roti Bagelen pertama kali terekam dalam sejarah lahir dan berkembang di Kabupaten Garut sebagai titik awal keberadaannya di Indonesia. (Sumber: Akun Shopee Bagelen Garut)