Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

3 menit baca
Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan
Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)

AYOBANDUNG.ID - Saat cahaya langit perlahan meredup, ratusan orang berkumpul dengan sepatu dan helm terpasang rapi di tengah aktivitas Kota Bandung yang tak pernah benar-benar berhenti. Mereka bukan hendak mengikuti lomba lari atau menonton konser, melainkan bersiap memulai agenda Night Walk bersama Komunitas Kaki Besi.

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas masing-masing. Di ruang-ruang publik perkotaan, jalan kaki menjelma menjadi sarana interaksi sosial yang mempertemukan beragam latar belakang dalam satu kegiatan bersama.

“Banyak yang datang itu bukan cuma mau olahraga. Mereka ingin punya circle baru, ingin punya teman jalan,” ujar Founder Kaki Besi Club, Insan Buana (39).

Bagi sebagian orang, perjalanan adalah cara menuju tujuan. Namun bagi Kaki Besi, perjalanan justru menjadi ruang utama yang dinikmati bersama. Dalam setiap rute, peserta kerap berhenti untuk berbincang, ngopi, hingga singgah di masjid dengan arsitektur menarik.

“Kalau orang lain pikniknya di Tasik, kalau kami pikniknya itu sepanjang perjalanan ke Tasik,” kata Insan.

Konsep yang dibangun pun berbeda dengan kegiatan olahraga jarak jauh pada umumnya. Tidak ada target waktu tiba atau tekanan untuk mencapai garis akhir secepat mungkin. Peserta diberi keleluasaan menikmati perjalanan.

“Benar-benar tidak ada batasan. Mau berhenti ngopi dulu, mau istirahat, mau tidur sebentar juga tidak masalah,” ujarnya.

 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
(Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Pendekatan tersebut membuat Kaki Besi berkembang sebagai komunitas yang inklusif. Mayoritas pesertanya berusia 20 hingga 40 tahun, namun berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari pekerja kreatif, pegawai swasta, aparatur sipil negara, hingga komunitas dari Mahkamah Konstitusi.

Sejak didirikan pada April 2025 dan mulai aktif berkegiatan pada Mei 2025, pertumbuhannya terbilang pesat. Akun @kakibesi.club kini memiliki 47 ribu pengikut per 3 Maret 2026, dengan 12 ribu anggota yang tercatat dalam basis data resmi.

“Followers kami sudah 47.000 tanpa ads sama sekali, benar-benar organik. Database anggota resmi sudah 12.000 orang,” jelas Insan.

Di balik pertumbuhan tersebut, pengelolaan komunitas menjadi aspek yang terus diperkuat. Berbekal pengalaman di industri kreatif, Insan terbiasa merancang program, aktivasi, dan konten untuk menjaga keterlibatan anggota.

“Karena saya di kreatif, jadi terbiasa bikin event, bikin aktivitas, dan bikin konten,” katanya.

Setiap pekan, minimal satu agenda digelar. Mulai dari Service Routine sejauh 10 kilometer, Night Walk 7–8 kilometer, Betis After Office, hingga Extreme Walk dan Trail Walk dengan jarak lebih menantang. Selain agenda rutin, setiap empat bulan diselenggarakan acara besar yang menyatukan berbagai segmen anggota.

Untuk menjaga daya tarik, setiap kegiatan dirancang memiliki pembeda. Panitia kerap menghadirkan influencer lokal, hiburan karaoke, hingga penampilan band agar suasana tetap dinamis.

“Kami buat ada pembedanya supaya jadi daya tarik,” ujar Insan.

Nilai tambah juga diberikan melalui skema tiket. Pada acara besar, tiket dijual sekitar Rp100.000, namun peserta memperoleh jersey, slayer, serta produk sponsor dengan nilai yang diklaim jauh lebih tinggi.

“Dengan hampir Rp1.000.000 value yang didapat, mereka cuma bayar Rp100.000. Karena kami cari sponsor dan dikembalikan lagi ke anggota,” jelasnya.

Model tersebut membuat tiket kerap habis dalam waktu singkat.

“Maksimal dua menit sudah sold out,” kata Insan.

Di sisi lain, pertumbuhan yang eksponensial menghadirkan tantangan tersendiri. Tim pengelola harus menyesuaikan sistem dan infrastruktur agar sejalan dengan lonjakan jumlah anggota.

“Pertumbuhannya eksponensial. Kami kadang agak delay karena harus mengejar sistem,” ujarnya.

Sebagai respons, pengembangan sistem tiket internal dan rencana pendirian basecamp permanen mulai disiapkan. Penataan ini dilakukan seiring meningkatnya permintaan dari luar Bandung, seperti Bogor dan sejumlah kota di Jawa Barat hingga Jawa Tengah.

“Rencana besarnya, Kaki Besi jadi gerakan nasional. Namanya Kaki Besi Indonesia. Kami ingin roadshow dan membangun struktur yang lebih rapi,” kata Insan.

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Sep 2026, 21:13

Rekam Jejak Euro Management Indonesia Siapkan SDM Indonesia Go Global

Program Academic Writing diarahkan untuk memperkuat kemampuan pegawai dalam menyusun tulisan akademik secara sistematis dan sesuai dengan standar internasional.

Keberangkatan siswa Euro Management Indonesia kuliah di  Jerman (Foto: Humas Euro Manajemen Indonesia)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 19:25

Art Zine SMPN 1 Kasokandel

Setiap karya harus diapresiasi karena kita percaya bahwa setiap anak memiliki kodratnya yang unik

 (Foto: Penulis)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 13:27

Sekolah, Gerbang Perlindungan Anak di Ruang Digital

Perlindungan anak di ruang digital tidak cukup berhenti pada literasi digital. Sekolah harus memiliki kapasitas dan mekanisme nyata untuk mendeteksi, merespons, dan merujuk.

Ancaman terhadap anak di ruang digital terus berkembang. Karena itu, sekolah harus memiliki sistem untuk mendeteksi, merespons, dan menangani risiko keamanan digital. (Sumber: unsplash.com | Foto: Javas rabni)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 11:00

Siapa yang ‘Membunuh’ Radio Bandung?

Angkasa Bandung makin tiiseun. Perlahan, satu demi satu, stasiun radio mulai pamit dari udara Bandung.

Taman Radio mengukuhkan Bandung sebagai Kota Radio. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rahmat Herman Simabur)
Ayo Netizen 09 Sep 2026, 08:22

Belajar dari Viralitas Produk: Memotret Pentingnya Pelayanan bagi Konsumen

Terdapat beberapa peristiwa yang mengusik perhatian masyarakat, viralnya antara konsumen dan produk tertentu, maraknya kejadian viral ini mesti jadi perhatian bersama.

Pedagang melayani pembeli yang mencari buku pelajaran di Pasar Buku Palasari, Jalan Palasari, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 20:59

Eksplorasi Bandrek: Simbol Kehangatan dan Diplomasi Rempah Tatar Sunda

Dalam khazanah kuliner Nusantara, bandrek bukan sekadar minuman penghangat raga, melainkan manifestasi filosofis dari nilai kanyaah.

Bandrek, minuman penghangat tubuh khas Tatar Sunda yang cocok diseruput di tengah sejuknya dataran tinggi Priangan. (Sumber: IG: daoendjati.smg)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 17:52

Hari Aksara Internasional dan Darurat Membaca Indonesia

Hari Aksara Internasional seyogianya bukan hanya sekadar slogan tentang huruf tapi juga manusia.

Ilustrasi huruf. (Sumber: Pexels/Brett Jordan)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 13:11

Jangan Bangun Teras Cihampelas untuk Instagram

Yang perlu dibangun pemerintah di Cihampelas bukan latar belakang foto, melainkan alasan-alasan bagi orang-orang untuk datang, tinggal, dan kembali.

Teras Cihampelas (Sumber: ayobandung.com | Foto: Dok. Pemkot Bandung via ayobandung.com)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 11:25

Abu Vulkanik, Polusi Udara dan Potensi Bandung sebagai Produsen Full Face Respirator

Perlu mitigasi agar tidak terjebak dalam situasi buruk terkait kesehatan mata dan organ

Ilustrasi APD antidebu sekaligus masker dalam satu kesatuan sistem yang disebut Full Face Respirator. (Sumber: dengan Gemini | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 08 Sep 2026, 10:55

Abu Vulkanik, Masker, dan MBG

Bila masker mengajarkan kewaspadaan. Sekolah belajar arti pentingnya adaptasi. MBG menegaskan pemenuhan gizi anak harus tetap berjalan dan abu vulkanik mengingatkan kita segala kebijakan yang baik

Sejumlah siswa mengenakan masker saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 132 Cihaurgeulis, Jalan Surapati, Kota Bandung, Senin 7 September 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 18:21

Markas Divisi Siliwangi di Purwakarta

Menelusuri jejak perjuangan militer di Purwakarta melalui sejarah Markas Divisi Siliwangi. Temukan kisah heroik, arsitektur bersejarah, dan peran pentingnya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Komandan Divisi Siliwangi Abdul Haris Nasution dalam parade TNI di Purwakarta, 17 Januari 1947. (Sumber: Perpustakaan Nasional)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 17:11

200 Ikon Bandung #2: GMR FM, Keep Rock Until the End

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002.

GMR FM pernah menjadi bagian penting dari kehidupan anak muda Bandung dan perkembangan budaya musik rock sebelum akhirnya tutup pada 2002. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 15:58

10 Penulis Ayonetizen Terbaik Agustus 2026, Beropini di Bulan Kemerdekaan

Redaksi Ayobandung.id kembali mengumumkan para penulis terbaik di kanal "Ayo Netizen" untuk periode Agustus 2026, dengan total hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp1,5 juta.

Pegiat panjat tebing berkostum spiderman mengibarkan bendera Merah Putih raksasa di Tebing Hawu, Kampung Cidadap, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin 17 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 14:41

Jelajah Rasa Masa Kolonial: Menu-menu Rijsttafel Populer di Awal Abad ke-20

Pada awal abad ke-20, rijsttafel bukan sekadar tradisi santap bersama, melainkan manifestasi prestise sosial dan akulturasi budaya yang kompleks di Hindia Belanda.

Momen pelayanan hidangan Rijsttafel bagi para tamu di Hotel Homann, Bandung, sekitar tahun 1933. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 12:56

Ketika Kebebasan Sipil Terasa Kian Sempit

Pertanyaan yang cukup menyakitkan, kenapa semakin banyak aturan yang mengekang kebebasan sipil? Apa yang terjadi ketika kebebasan pers juga dibungkam karena dianggap membahayakan kedudukan pemerintah.

Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 11:28

Sekolah Bukan Pabrik Kepatuhan

Sekolah tidak cukup menjadi tempat belajar untuk mematuhi aturan. Sekolah harus menjadi tempat anak belajar mengapa sebuah aturan diperlukan.

Sekelompok siswa sedang melakukan upacara. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 07 Sep 2026, 07:47

Pengalaman Makan Makanan Murah Meriah ala Mahasiswa di Bandung

Nostalgia kuliner Bandung 1985-1988! Kilas balik keseruan berburu makanan murah meriah legendaris ala mahasiswa tempo dulu yang bikin kangen.

Gorengan sebagai salah satu jajanan makanan murah. (Sumber: unsplash | Foto: luthfian alfajr)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 18:33

Menghadirkan Sekolah Mitigasi Bencana

Diperlukan keseriusan mendalam, sekolah-sekolah menerapkan SPAB, hingga pada akhirnya jika hanya sekadar seremonial perlu ada pertimbangan.

Puluhan anak tingkat TK dan SD mengikuti lomba mewarnai yang digelar di kawasan Tebing Pabeasan 125, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis 27 Agustus 2026. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 15:23

Lava Lembar Batutemplek Cisanggarung, Bukan dari Letusan Efusif Gunung Sunda

Lava lembar Batutemplek Cisanggarung diduga merupakan jejak letusan efusif gunungapi purba yang mengalir mengikuti bentang alam Bandung utara dan membentuk lapisan batuan berlembar.

Batutemplek Cisanggarung merupakan lava yang melembar. (Sumber: Herlina)
Ayo Netizen 06 Sep 2026, 12:50

Harmoni Rempah dari Rumah Tua: Dokumentasi Rasa dan Kedermawanan Meja Makan Keluarga Arab-Bogor

Kuliner Arab-Bogor menjadi warisan budaya yang menjaga memori keluarga melalui rempah, teknik memasak tradisional, dan adaptasi bahan lokal.

Buku berjudul "30 Resep Masakan Arab Rumahan" karya Balqies Batarfie yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, tahun 2014. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)