Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

Halwa Raudhatul
Ditulis oleh Halwa Raudhatul diterbitkan Kamis 05 Mar 2026, 11:53 WIB
Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)

Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)

AYOBANDUNG.ID - Saat cahaya langit perlahan meredup, ratusan orang berkumpul dengan sepatu dan helm terpasang rapi di tengah aktivitas Kota Bandung yang tak pernah benar-benar berhenti. Mereka bukan hendak mengikuti lomba lari atau menonton konser, melainkan bersiap memulai agenda Night Walk bersama Komunitas Kaki Besi.

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas masing-masing. Di ruang-ruang publik perkotaan, jalan kaki menjelma menjadi sarana interaksi sosial yang mempertemukan beragam latar belakang dalam satu kegiatan bersama.

“Banyak yang datang itu bukan cuma mau olahraga. Mereka ingin punya circle baru, ingin punya teman jalan,” ujar Founder Kaki Besi Club, Insan Buana (39).

Bagi sebagian orang, perjalanan adalah cara menuju tujuan. Namun bagi Kaki Besi, perjalanan justru menjadi ruang utama yang dinikmati bersama. Dalam setiap rute, peserta kerap berhenti untuk berbincang, ngopi, hingga singgah di masjid dengan arsitektur menarik.

“Kalau orang lain pikniknya di Tasik, kalau kami pikniknya itu sepanjang perjalanan ke Tasik,” kata Insan.

Konsep yang dibangun pun berbeda dengan kegiatan olahraga jarak jauh pada umumnya. Tidak ada target waktu tiba atau tekanan untuk mencapai garis akhir secepat mungkin. Peserta diberi keleluasaan menikmati perjalanan.

“Benar-benar tidak ada batasan. Mau berhenti ngopi dulu, mau istirahat, mau tidur sebentar juga tidak masalah,” ujarnya.

 (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
(Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)

Pendekatan tersebut membuat Kaki Besi berkembang sebagai komunitas yang inklusif. Mayoritas pesertanya berusia 20 hingga 40 tahun, namun berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari pekerja kreatif, pegawai swasta, aparatur sipil negara, hingga komunitas dari Mahkamah Konstitusi.

Sejak didirikan pada April 2025 dan mulai aktif berkegiatan pada Mei 2025, pertumbuhannya terbilang pesat. Akun @kakibesi.club kini memiliki 47 ribu pengikut per 3 Maret 2026, dengan 12 ribu anggota yang tercatat dalam basis data resmi.

“Followers kami sudah 47.000 tanpa ads sama sekali, benar-benar organik. Database anggota resmi sudah 12.000 orang,” jelas Insan.

Di balik pertumbuhan tersebut, pengelolaan komunitas menjadi aspek yang terus diperkuat. Berbekal pengalaman di industri kreatif, Insan terbiasa merancang program, aktivasi, dan konten untuk menjaga keterlibatan anggota.

“Karena saya di kreatif, jadi terbiasa bikin event, bikin aktivitas, dan bikin konten,” katanya.

Setiap pekan, minimal satu agenda digelar. Mulai dari Service Routine sejauh 10 kilometer, Night Walk 7–8 kilometer, Betis After Office, hingga Extreme Walk dan Trail Walk dengan jarak lebih menantang. Selain agenda rutin, setiap empat bulan diselenggarakan acara besar yang menyatukan berbagai segmen anggota.

Untuk menjaga daya tarik, setiap kegiatan dirancang memiliki pembeda. Panitia kerap menghadirkan influencer lokal, hiburan karaoke, hingga penampilan band agar suasana tetap dinamis.

“Kami buat ada pembedanya supaya jadi daya tarik,” ujar Insan.

Nilai tambah juga diberikan melalui skema tiket. Pada acara besar, tiket dijual sekitar Rp100.000, namun peserta memperoleh jersey, slayer, serta produk sponsor dengan nilai yang diklaim jauh lebih tinggi.

“Dengan hampir Rp1.000.000 value yang didapat, mereka cuma bayar Rp100.000. Karena kami cari sponsor dan dikembalikan lagi ke anggota,” jelasnya.

Model tersebut membuat tiket kerap habis dalam waktu singkat.

“Maksimal dua menit sudah sold out,” kata Insan.

Di sisi lain, pertumbuhan yang eksponensial menghadirkan tantangan tersendiri. Tim pengelola harus menyesuaikan sistem dan infrastruktur agar sejalan dengan lonjakan jumlah anggota.

“Pertumbuhannya eksponensial. Kami kadang agak delay karena harus mengejar sistem,” ujarnya.

Sebagai respons, pengembangan sistem tiket internal dan rencana pendirian basecamp permanen mulai disiapkan. Penataan ini dilakukan seiring meningkatnya permintaan dari luar Bandung, seperti Bogor dan sejumlah kota di Jawa Barat hingga Jawa Tengah.

“Rencana besarnya, Kaki Besi jadi gerakan nasional. Namanya Kaki Besi Indonesia. Kami ingin roadshow dan membangun struktur yang lebih rapi,” kata Insan.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Mar 2026, 12:06

Suara Tionghoa Menyigi Ruang Dialog, Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Ruang perjumpaan dari berbagai umat beragama menjadi taman bertumbuh, tempat pengalaman yang dibagikan tanpa takut, juga tempat identitas dirayakan tanpa curiga.

Suara Tionghoa di Majalengka. (Dok. Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 11:53

Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas.

Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Seni Budaya 05 Mar 2026, 10:03

Sejarah Tari Saman, Jejak Warisan Syeikh di Dataran Tinggi Gayo

Jejak nama Saman dikaitkan dengan ulama abad ke-14 dan pengaruh Islam di Aceh, membentuk tarian komunal yang sarat syair moral.

Pagelaran Tari Saman terbesar di dunia dengan 12.262 penari. Acara kolosal ini diadakan pada 13 Agustus 2017 di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 09:25

Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik.

Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 06:55

Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

Berawal dari konten viral di media sosial, Komunitas Kaki Besi berkembang menjadi komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Didirikan oleh Insan Buana, Kaki Besi kini memiliki puluhan ribu pengikut.

Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Bandung 04 Mar 2026, 21:33

Menilik Eksistensi Kue Balok Kang Didin, Kuliner Legendaris Bandung sejak 1950 yang Melawan Arus Zaman

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya.

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 16:42

Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Lagu Lebaran Sebentar Lagi merupakan salah satu lagu remake dari band Gigi yang sebelumnya dinyanyikan pertama kali oleh Bimbo. 

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 04 Mar 2026, 15:22

Hampir 9 Tahun Bertahan, Begini Cara Dagelan Jabar Mengikuti Perubahan Zaman di Instagram

Berawal dari repost meme receh khas tongkrongan warganet Jawa Barat, akun ini tak memaksa diri menjadi media berita, tetapi juga tak bertahan sebagai sekadar akun humor.

Admin Dagelan Jabar Nono Sugianto. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 15:04

Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

Dalam nama Cikalintu, kata 'Kalintu' berarti keliru atau ditukar.

Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Sejarah 04 Mar 2026, 14:46

Misteri Danau Cipanas Rancaekek, Tempat Pemandian Bupati Bandung Zaman Dulu

Warga menyebut penambangan bukit Gunung Cipanas memicu lenyapnya sumber panas yang dulu jadi tempat rekreasi elite Bandung.

Danau Cipanas Rancaekek. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 13:30

Benny Soebardja Pelopor Progresif Rock Indonesia

Musisi rock asal Bandung, Benny Soebardja, dikenal lewat band-band yang pernah ia bentuk, mulai dari The Peels, Shark Move, hingga Giant Step.

Benny Soebardja dengan vinyl "Shark Move" (1973) di Delft, Belanda. Dijuluki oleh media asing sebagai The Godfather of Indonesian Progrock Underground. (Sumber: Istimewa)
Wisata & Kuliner 04 Mar 2026, 13:15

Jejak Pitalka, Roti Pipih Ramadan dari Kosovo yang Bertahan Sejak Era Ottoman

anya muncul setahun sekali di Kosovo, pitalka menjadi warisan kuliner sejak masa Ottoman yang tetap hidup di meja iftar Prizren.

Pitalka, roti khas Kosovo yang jadi iftar Ramadan.
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 11:09

Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

Siwok cante, merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh mereka yang sedang mengemban tugas negara.

Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 09:38

Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah

Sejatinya, ngabuburit bukan sekadar cara “mengisi waktu”, menunggu azan magrib.

Aktivitas apik ngabuburit di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 03 Mar 2026, 20:40

Sentuhan Estetika di Balik The Edit, Titik Temu Kurasi Fashion Muslim Premium di Bandung

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia.

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 03 Mar 2026, 19:24

Rumah Tumbuh, Akses Menguat: Ujian Transformasi BTN di Tengah Rekor Pembiayaan

Di tengah lanskap itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tampil sebagai aktor sentral.

Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)
Seni Budaya 03 Mar 2026, 16:37

Sejarah Batik Pekalongan, Warisan Budaya dari Pantura Sejak 1802

Sejak awal 1800-an, batik di Pekalongan berkembang dari perdagangan pesisir hingga diakui UNESCO sebagai bagian jejaring kota kreatif dunia.

Kain sarung motif batik Pekalongan tahun 1980-an di Museum Honolulu. (Sumber: Wikimedia)
Beranda 03 Mar 2026, 15:06

Bisnis Parcel di Kota Bandung Lesu, Pedagang Putar Otak Jelang Lebaran

Bisnis parcel di Kota Bandung menghadapi tantangan jelang Idul Fitri. Penurunan hingga 50 persen membuat pedagang membatasi stok, menurunkan harga, dan memaksimalkan pemasaran digital.

Keranjang parcel tersusun rapi di kawasan Buah Batu, Kota Bandung. Pedagang kini harus putar otak demi mengatasi tren penjualan yang menurun. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Bandung 03 Mar 2026, 14:21

Racikan Konsistensi dan Doa, Seni Membangun Kedai Kopi "Artisan" ala Makmur Jaya

Di balik kemasan yang estetik dan antrean pelanggan Makmur Jaya yang mengular, ada sosok Derry Kustiadihardjo yang membangun fondasi bisnis ini dengan filosofi yang sangat membumi.

Di balik kemasan yang estetik dan antrean pelanggan Makmur Jaya yang mengular, ada sosok Derry Kustiadihardjo yang membangun fondasi bisnis ini dengan filosofi yang sangat membumi. (Sumber: Ist)
Sejarah 03 Mar 2026, 13:07

Sejarah Revolusi Iran 1979 dan Jalan Panjang Khamenei sebagai Pimpinan Tertinggi

Khamenei adalah anak kandung Revolusi Iran 1979 yang menggulingkan rezim boneka AS pimpinan Shah terakhir Reza Pahlavi.

Ali Khamenei muda berpidato dalam demonstrasi Revolusi Iran 28 Januari 1979 di Universitas Teheran. (Sumber: Wikimedia)