Bahaya! Trotoar di Sejumlah Titik Kota Bandung Rusak dan Ancam Keselamatan Pejalan Kaki

3 menit baca
Radhit adhiyaksa Hermanto
Ditulis oleh Radhit adhiyaksa Hermanto diterbitkan
Trotoar di jalan sumbawa kota Bandung 03/12/2025. (Sumber: Dok. pribadi | Foto: Radhit adhiyaksa hermanto)
Trotoar di jalan sumbawa kota Bandung 03/12/2025. (Sumber: Dok. pribadi | Foto: Radhit adhiyaksa hermanto)

Bandung Adalah kota terbesar ke-3 di Indonesia berdasarkan kepadatan penduduk,namun berbagai persoalan mendasar terkait layanan public masih muncul. Situasi ini menuntut evaluasi menyeluruh dari Walikota Bandung M. Farhan guna memastikan kualitas pelayanan yang merata.Pengamatan warga pada beberapa wilayah menunjukan adanya ketimpangan antara Pembangunan baru dan pemeliharaan fasilitas lama. Hal ini menimbulkan kesenjangan kualitas layanan yang dirasakan langsung dalam aktivitas sehari–hari.

Fasilitas public di Bandung kurang penangganan karena berbagai masalah, seperti kerusakan akibat vandalisme dan minimnya infrastruktur yang aksesibel bagi penyandang disabilitas, seperti trotoar yang rusak dan lampu jalan yang mati. Selain itu, masih ada isu kurangnya ruang terbuka hijau (RTH) yang ideal, meskipun pemerintah berusaha memperbaikinya.

Sejak dilantik pada 20 februari lalu, penulis tidak menemukan dan melihat adanya terobosan besar yang dilakukan oleh walikota Farhan. Program yang dilakukan justru terkesan ceremony dan tidak berkelanjutan seperti penertiban trotoar dan perbaikan trotoar yang kecil, mungkin akan benar tapi akan rusak kembali jika tidak di cek secara berkala.

Bukankah pembenaran fasilitas umum seperti trotoar dan lampu lampu di kota Bandung membantu perekonomian dan kenyamanan bagi Masyarakat? Pemerintah kota harus siap berbenah. Tidak perlu langsung melaksanakan semua program secara bersamaan mengingat anggaran yang terbatas, setidaknya pemerintah bisa memprioritaskan yang urgent terlebih dahulu

Seharusnya walikota lebih aware terhadap bobroknya fasilitas umum dikota Bandung yang sangat buruk seperti minimnya trotoar yang layak bagi penjalan kaki maupun disabilitas dan lampu lampu dikota bandung yang masih gelap dan tidak terang. Walikota harus memulai program penataan ulang untuk setiap fasilitas umum.

Pengerjaan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Lombok Kota Bandung pada Jumat, 26 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)
Pengerjaan revitalisasi trotoar di sepanjang Jalan Lombok Kota Bandung pada Jumat, 26 September 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ikbal Tawakal)

Walikota harus tegas dan berpegang teguh pada pendirian demi menjaga kenyaman bagi Masyarakat kota Bandung dan mulai mennata kembali trotoar di Bandung dan lampu lampu di kota Bandung. Berani untuk menegur para oknum yang merusak  fasilitas umum di kota Bandung.

M. Farhan harus menata dengan serius  jalan jalan  di kota Bandung untuk meminimalisir kemacetan dan tata Kelola kota. Tak lupa juga untuk memperbaiki dan membuat trotoar di kota Bandung layak untuk dipakai oleh Masyarakat dan para disabilitas.

Peningkatan kualitas trotoar di Kota Bandung menjadi kebutuhan mendesak mengingat tingginya aktivitas pejalan kaki di berbagai kawasan pusat kota. Banyak trotoar yang saat ini mengalami kerusakan, tidak rata, atau tertutup material bangunan sehingga mengurangi kenyamanan dan keselamatan pengguna. Pemerintah Kota Bandung perlu melakukan identifikasi lokasi-lokasi yang paling membutuhkan perbaikan trotoar, sehingga penanganannya dapat dilakukan secara lebih terarah dan efektif. 

Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas juga menjadi aspek penting dalam penataan trotoar. Saat ini, banyak jalur Masyarakat  di Bandung yang masih belum dilengkapi guiding block, ramp kursi roda, maupun penanda visual yang memadai. Karena itu, setiap pembangunan dan perbaikan trotoar perlu mengacu pada prinsip universal design agar dapat digunakan oleh semua kalangan tanpa pengecualian. Penerapan guiding block yang tersambung dengan baik, ramp dengan kemiringan sesuai ketentuan, serta penanda visual maupun auditif yang jelas akan meningkatkan keamanan dan kenyamanan pejalan kaki, termasuk penyandang disabilitas. Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh dan konsisten, Bandung dapat menghadirkan jaringan trotoar yang inklusif, fungsional, dan ramah bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga: Memiliki Kendaraan Pribadi di Bandung Bukan Sebuah Pilihan, Ini Kewajiban!

Aspek aksesibilitas bagi penyandang disabilitas turut menjadi bagian penting dalam penataan trotoar. Banyak jalur pedestrian di Bandung yang belum dilengkapi guiding block, ramp kursi roda, maupun penanda visual yang memadai. Pemerintah kota perlu memastikan bahwa seluruh perbaikan dan pembangunan baru pada trotoar mengacu pada prinsip universal design sehingga dapat digunakan oleh semua kalangan tanpa hambatan.

Edukasi terhadap Masyarakat mengenai pentingnya menjaga fasilitas umum di kota Bandung  juga bisa menjadi strategi yang bagus . Kampanye yang melibatkan komunitas, sekolah, serta pelaku usaha dapat mendorong kesadaran tersendiri  bahwa trotoar bukan ruang serbaguna, tetapi sarana  bagi keselamatan banyak orang. Dengan partisipasi publik yang lebih aktif, keberlanjutan program penataan trotoar akan lebih terjamin.

Terakhir, diperlukan transparansi dan keterlibatan publik dalam proses perencanaan maupun evaluasi proyek perbaikan trotoar. Pemkot Bandung dapat membuka kanal pengaduan yang responsif serta laporan perkembangan proyek secara berkala agar warga dapat menilai kualitas pekerjaan di lapangan. Dengan pendekatan kolaboratif dan terstruktur, upaya penanganan trotoar akan menghasilkan kota yang lebih ramah pejalan kaki, aman, dan nyaman bagi seluruh warga Bandung. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Radhit adhiyaksa Hermanto
Mahasiswa S1 Digital Public Relations

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)