Trotoar Manjahlega Bandung dalam Bayang-Bayang JPO dan Reklame

2 menit baca
Hanina Aulia
Ditulis oleh Hanina Aulia diterbitkan
Kondisi trotoar yang terpotong oleh JPO di Manjahlega, Kota Bandung, pada Rabu 03 Desember 2025. (Foto: Hanina Aulia Saffana)
Kondisi trotoar yang terpotong oleh JPO di Manjahlega, Kota Bandung, pada Rabu 03 Desember 2025. (Foto: Hanina Aulia Saffana)

Kota Bandung dikenal sebagai kota yang dinamis dan terus berkembang, namun kualitas akses jalan kaki masih belum memenuhi kebutuhan warganya. Kondisi ini terlihat jelas di kawasan Manjahlega, di mana berbagai hambatan menghalangi penggunaan trotoar secara efektif.

Struktur JPO di kawasan tersebut memotong jalur trotoar, sehingga ruang berjalan menjadi menyempit. Situasi ini menunjukkan adanya masalah dalam perencanaan yang kurang memprioritaskan kenyamanan masyarakat. 

Trotoar seharusnya dirancang sebagai ruang aman yang mendukung pergerakan warga tanpa gangguan signifikan. Namun, ketika pondasi JPO berdiri tepat di jalur utama, fungsi tersebut terganggu dan menjadi tidak efektif.

Hambatan fisik ini memaksa warga mengubah alur langkahnya secara tidak nyaman. Akibatnya, kualitas pengalaman berjalan kaki menurun, padahal pengalaman tersebut seharusnya dapat dinikmati oleh semua orang. 

Standee minimarket dan papan iklan tempat makan yang berada di jalur trotoar Manjahlega, Bandung, pada Rabu 03 Desember 2025 (Foto: Hanina Aulia Saffana)
Standee minimarket dan papan iklan tempat makan yang berada di jalur trotoar Manjahlega, Bandung, pada Rabu 03 Desember 2025 (Foto: Hanina Aulia Saffana)

Di samping itu, trotoar di Manjahlega juga dipenuhi media promosi yang ditempatkan tanpa mempertimbangkan aturan penataan kota. Standee, seperti yang digunakan oleh minimarket atau papan iklan tempat makan, dipasang langsung di jalur berjalan.

Penempatan tersebut tidak hanya mengurangi ruang gerak, tetapi juga menciptakan suasana lingkungan yang terlihat semrawut. Oleh karena itu, ruang publik kehilangan identitasnya sebagai area yang aman dan tertata. 

Hambatan dari JPO maupun media promosi menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap penggunaan ruang publik. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa standar lebar minimal trotoar belum diterapkan secara konsisten.

Dari pengamatan yang saya lakukan, ketika bagian trotoar menyempit akibat struktur atau reklame, warga sering terpaksa berjalan mendekati arus kendaraan. Situasi ini meningkatkan risiko kecelakaan, yang seharusnya dapat dicegah melalui penataan ruang yang lebih baik. 

Selain itu, media promosi yang ditempatkan sembarangan memperburuk kesemrawutan kawasan dan mengganggu keindahan kota. Trotoar tidak boleh diperlakukan sebagai perpanjangan ruang bisnis yang dapat digunakan sesuka hati.

Baca Juga: Diganggu Pengamen Paksa, Kenyamanan Wisatawan Sering Terabaikan di Kota Bandung

Menurut saya, keberadaan standee dan papan iklan juga mengganggu alur berjalan warga yang melewati kawasan tersebut. Hal ini menyebabkan ruang publik kehilangan fungsinya sebagai jalur aman dan menyeluruh bagi semua kelompok usia. 

Harapannya Walikota Bandung, Muhammad Farhan, dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penempatan JPO agar tidak lagi memotong trotoar bagi pejalan kaki. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa setiap pembangunan baru tetap mengikuti standar teknis dan tidak mengulangi masalah serupa.

Selain itu, pengawasan terhadap penempatan media promosi di sepanjang trotoar Manjahlega perlu diperketat. Dengan peraturan yang tegas dan konsisten, warga dapat menikmati trotoar yang lebih aman dan tertata. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Hanina Aulia
Tentang Hanina Aulia
Mahasiswi Digital PR Telyu 2024

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 10 Jul 2026, 20:05

Melihat Dunia dari Bandung: Dari Objek Kolonial ke Subjek Global

Suara Bandung tidak selalu terdengar konsisten. Kadang menguat, kadang tenggelam. Tergantung pada konteks global yang sedang berlangsung.

Museum Konferensi Asi-Afrika. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 18:01

Urgensi Bandara Husein Sastranegara Menuju Konektivitas ASEAN

Pemprov Jabar dan Pemkot Bandung perlu segera mendesak agar pemerintah pusat mengijinkan rute internasional untuk Bandara Husein

Bandara Husein Sastranegara dilihat dari lantai 9 Gedung Pusat Manajemen PT Dirgantara Indonesia. (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 17:00

Jejak-jejak Sejarah 'Kawadanaan' di Kecamatan Lembang

Salah satu potensi dan daya tarik wisata sejarah yang dimiliki Kota Lembang yaitu bangunan “Pendopo eks Kawedanaan”.

Alun alun Lembang tahun 1902. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 16:44

Luas 150 Hektar, Bagaimana Cara Jelajah TMII dalam Sehari?

Bingung keliling TMII dalam sehari? Cek rute terbaik, rekomendasi anjungan, kereta gantung, museum, hingga atraksi Tirta Cerita.

Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 16:28

Ada Lohbener, Ada Losarang

Semula, toponimi dua kecamatan ini adalah toponim sungai yang mengalir melintasi Indramayu.

Lokasi Lohbener dan Losarang di Kabupaten Indramayu. (Sumber: Google maps)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 15:22

Sisa Peradaban Lama di Utara Bandung

Tak jauh dari kawasan Kebun Binatang Bandung terdapat arca Ganesha yang terdapat di gerbang depan Institut Teknologi Bandung.

Arca Ganesha di gerbang ITB. (Sumber: Dokumentasi Malia 2026)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 14:46

Menimbang Kembali Peran Ayah dalam Memperingati Hari Ayah Nasional

Maka di Hari Ayah Nasional ini, mari kita mencoba untuk menimbang dan melihat kembali, bagaimana peran ayah sesungguhnya terhadap anak-anak dan keluarganya.

Ilustrasi seorang ayah dan anaknya. (Sumber: Pexels | Foto: Faisal Allam)
Wisata & Kuliner 10 Jul 2026, 14:03

Panduan Wisata Situ Gunung Sukabumi: Tiket, Jembatan Gantung, dan Curug Sawer

Panduan lengkap Situ Gunung Sukabumi, mulai dari harga tiket, jalur wisata, Jembatan Gantung terpanjang di Asia Tenggara, Curug Sawer, hingga cara menuju lokasi.

Danau Situ Gunung Sukabumi.
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 13:34

Diskursus Intelektual dalam Pendidikan Bernuansa Islami

Era teknologi telah memunculkan paradigma baru, bahwa pemikiran-pemikiran baru mengalami diskursus intelektual. Apakah ini juga menjadi tantangan bagi pendidikan bernuansa islami.

Anak-anak beragama Islam sedang mengaji di masjid. (Sumber: Pexels/Hera hendrayana)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 12:09

Redesain Kota Bandung: Sehat Rakyatnya Jaya Kotanya

Dapat kita ketahui bahwa kesehatan merupakan salah satu kebijakan yang perlu diambil sesegera mungkin selain pendidikan.

Suasana Jalan Braga, Kota Bandung saat diberlakukannya Braga Free Vehicle pada Sabtu, 4 Mei 2024. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 09:47

Menyusuri Jejak Dunia Hiburan Indonesia Era Tahun 70-an

Annie Rae sebagai pendatang baru tengah menanjak popularitasnya di blantika musik pop Indonesia.

Sampul Majalah Variasari edisi Juli 1970 yang menampilkan Annie Rae, biduanita ternama asal Bandung. (Sumber: Koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 10 Jul 2026, 08:01

Kecerdasan Buatan dalam Waktu ke Waktu

Menelusur sejarah perkembangan kecerdasan buatan.

Kecerdasan buatan bukan sekadar teknologi, tetapi sebagai pemahaman bahwa menusia selalu mencari lebih dari Batasan yang telah ada.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 21:54

Masjid Agung Al-Ittihad: Representasi Multikulturalisme di Kota Benteng

eberadaan Masjid Agung Al-Ittihad memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding fungsi religius semata.

Masjid Agung Al-Ittihad Kota Tangerang. (Sumber: Pemerintah Kota Tangerang)
Wisata & Kuliner 09 Jul 2026, 18:37

Kerak Telor Betawi, Kuliner Tradisional Jakarta dengan Sejarah Panjang

Kerak Telor merupakan kuliner khas Betawi yang menjadi ikon Jakarta. Simak sejarah, bahan, cara memasak, dan fakta menarik di balik hidangan legendaris ini.

Kerak Telor Betawi.
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 18:00

Asal Usul dan Perkembangan Ampiang Dadiah: Tradisi Kuliner Minangkabau dari Masa ke Masa

Membahas Ampiang Dadiah yogurt yang terbuat dari susu kerbau berasal dari Sumatera Barat.

Es Ampiang Dadiah, dibeli di Pasar Ateh, Bukittinggi. (Sumber: Wikimedia Commons)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:48

69 Tahun Navigasi Birokrasi: Mengukuhkan LAN sebagai Think Tank Strategis di Tengah Badai Disrupsi

LAN RI di usia ke-69 memperkuat perannya sebagai think tank strategis yang mendorong transformasi birokrasi melalui inovasi, digitalisasi, dan kebijakan berbasis bukti menuju Indonesia Emas 2045.

Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia. (Sumber: LAN RI)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 17:11

Antara Bandung dan Yogyakarta, Semarak Kuliner Tiada Henti

Kuliner menjadi patron wisata yang menarik wisatawan. Bandung dan Yogyakarta memiliki karakter budaya yang berbeda, tetapi dengan wisata kuliner, dua kota itu menghadirkan Indonesia kini.

Kehadiran Tjitarum sebagai toko bolu dan kue bukan sekadar membuka ruang baru bagi wisatawan untuk membeli buah tangan. Namun simbol bagaimana kuliner bisa menjadi bahasa pelestarian budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:59

Bedah Konsistensi Strategi Digital PR pada Peluncuran Mobil Listrik Keluaran Terbaru

Peluncuran New Air ev & Cloud EV bukti konsistensi Wuling bangun citra kendaraan listrik modern. Lewat web & Instagram, Wuling tampilkan pesan & visual inovatif masa depan.

Ilustrasi mobil listrik. (Sumber: Wuling Motors)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 16:05

Menari, Merayakan Masa Kecil

Setiap tarian memang berhenti saat musik usai, tapi cerita ihwal keberanian Kakang berjoged untuk pertama kalinya akan terus hidup, tumbuh subur saat dirawat, dipelihara, dipupuk & menari dalam hati.

Kakang bergaya sebelum tampil menari di spot foto yang ada serambi masjid Al-Hidayah, Kebonterong Cibiru Kota Bandung, Rabu (24/6/2026) (Sumber: Istimewa | Foto: Aa Akil)
Ayo Netizen 09 Jul 2026, 15:05

Menelusuri Jejak Rasa (Bagian II): Penjaga Memori dan Tradisi Kuliner Bandung

Setelah membedah lima ikon pertama pada bagian sebelumnya, mari kita lanjutkan penelusuran enam ikon kuliner legendaris lainnya.

Hidangan Warung Kopi Purnama (Foto: GMAPS)