Kondisi Suram Infrastruktur Perkotaan dan Hak Pejalan Kaki yang Dirampas

5 menit baca
Muhammad Abdullah Rizieq Nano Al Jabar
Ditulis oleh Muhammad Abdullah Rizieq Nano Al Jabar diterbitkan
Kondisi trotoar di kawasan Jalan Buah Batu terlihat akar pohon dan tumpukan sampah yang  menghalangi  akses pejalan kaki, Jumat (05 November 2025). (Sumber: Dok.Pribadi)
Kondisi trotoar di kawasan Jalan Buah Batu terlihat akar pohon dan tumpukan sampah yang menghalangi akses pejalan kaki, Jumat (05 November 2025). (Sumber: Dok.Pribadi)

Trotoar di Bandung saat ini berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan. Sebaiknya, trotoar tersebut dipakai oleh masyarakat untuk berjalan dengan lebih nyaman dan aman. Sayangnya, di banyak lokasi di kota ini, warga terpaksa harus melangkah ke jalan raya disebabkan oleh keadaan trotoar yang tidak baik dan sering kali dipakai oleh pedagang atau menjadi tempat parkir yang tidak teratur.

Walikota M. Farhan yang membawa visi "Bandung Utama" terlihat belum menampilkan komitmen yang cukup mendalam dalam menangani masalah ini. Keluhan dari masyarakat terus berdatangan melalui berbagai saluran, tetapi tanggapan yang diberikan oleh pemerintah kota masih dirasa kurang memadai.

Bandung Raya masih menunjukkan peran pendorong yang kurang efektif. Ini terlihat dari tanggapan pengguna internet @GinaGegana yang menjadi viral di akun Instagram Info Bandung Raya. Ia tegas menyatakan bahwa trotoar Bandung tidak lagi layak digunakan karena permukaannya rusak dan membahayakan keselamatan. Suara warga seperti Gina adalah bukti nyata kegagalan kepemimpinan kota dalam mendengarkan jeritan rakyatnya.

Sorotan intens dari media memang tidak bisa dihindari. Artikel yang diterbitkan oleh portal berita Nawacita pada 18 Oktober 2025 mengungkapkan uneg-uneg dari seorang warga bernama Naufal yang mengalami langsung bagaimana minimnya kualitas fasilitas umum ini. Naufal menekankan keadaan trotoar yang tidak bersahabat bagi pejalan kaki karena terhalang oleh pohon besar yang berada di tengah jalur, yang terkadang membuatnya merasa frustrasi.

Sementara itu, Agil mengungkapkan kekecewaannya terhadap trotoar yang justru disalahgunakan fungsinya, di mana trotoar tersebut dijadikan lahan parkir liar dan lapak pedagang bahkan kendaraan pun sering kali melewatinya hingga tak menyisakan ruang bagi pejalan kaki. Kesaksian Naufal dan Agil ini adalah bukti nyata bahwa orang nomor satu di kota ini gagal menyediakan hak dasar warganya untuk berjalan kaki dengan nyaman dan aman.

Terlihat kondisi trotoar di tempati oleh pedagang kaki lima di daerah jalan Ahmad Yani. (Jumat 05 November 2025). (Sumber: Dok.Pribadi)
Terlihat kondisi trotoar di tempati oleh pedagang kaki lima di daerah jalan Ahmad Yani. (Jumat 05 November 2025). (Sumber: Dok.Pribadi)


Okupasi trotoar oleh pedagang kaki lima menjadi hal yang lumrah di era kepemimpinan saat ini. Trotoar yang seharusnya hanya untuk tempat berjalan kaki, kini berubah menjadi pasar yang berserakan dan tidak teratur.

Di kolom komentar TikTok @ayobandungcom, akun yang bernama Destia menyindir bahwa trotoar Bandung hanyalah mitos karena kenyataannya hanya dipenuhi lapak pedagang. Sindiran ini mencerminkan fakta di lapangan, di mana sudah banyak terlihat trotoar berubah fungsi total tanpa penertiban yang tegas dari pihak berwenang.

Kualitas pengerjaan proyek trotoar tahun 2024-2025 adalah sebuah ironi besar yang mencoreng wajah pemerintahan kota. Bagaimana dana besar senilai Rp40 miliar dari APBD dapat menghasilkan kualitas yang lemah dan rentan terhadap kerusakan?

Pengguna Instagram @bandung. banget saat ini sedang aktif membagikan gambar ubin di Jalan Gatot Subroto yang sudah mengalami keretakan dalam waktu beberapa minggu saja. Saya percaya bahwa ini lebih dari sekadar isu teknis, melainkan juga menunjukkan adanya kelemahan yang besar dalam pengawasan proyek yang ditangani oleh kepala daerah.

Masalah parkir liar di atas trotoar juga semakin tidak terkendali dan diabaikan begitu saja. Di banyak tempat, trotoar berubah menjadi lahan parkir motor yang dikuasai juru parkir liar. Warga bernama Raihan menyampaikan kekecewaannya di platform X dengan menyatakan bahwa melapor kepada pihak berwenang tidak ada gunanya karena keesokan harinya masalah yang sama terulang kembali. Raihan juga menilai pemimpin kota hanya pandai dalam membuat gimmick tanpa tindakan nyata yang efektif. Komentar yang mengena ini menunjukkan kekecewaan yang mendalam dari masyarakat terhadap kepemimpinan yang tidak efisien.

Akibat okupasi trotoar yang tidak dicegah, ibu-ibu dan anak-anak sekolah terpaksa turun ke jalan raya dan mempertaruhkan keselamatan mereka. Mereka harus mengambil risiko besar karena berhempitan dengan kendaraan yang melaju kencang tanpa ada perlindungan. Di mana fungsi pemerintah yang seharusnya melindungi keselamatan warganya? Pejabat tertinggi di kota ini harus bertanggung jawab penuh atas risiko kecelakaan mengerikan yang terus mengancam kehidupan warga setiap hari.

Visi "Bandung Utama" yang disampaikan oleh pemimpin kota saat ini tampak tidak berarti dan hanya sebatas kata-kata tanpa makna. Janji untuk meningkatkan kualitas ruang publik yang nyaman tidak menunjukkan hasil di lapangan. Masyarakat mulai merasakan kebosanan dengan narasi indah di media sosial yang tidak sejalan dengan kenyataan pahit yang mereka hadapi di jalan. Apakah orang yang memimpin daerah ini hanya pandai dalam beriklan tetapi tidak mampu melakukan tindakan yang nyata?

Target penyelesaian proyek infrastruktur jelang akhir tahun 2025 terkesan sangat dipaksakan dan tidak realistis untuk dicapai. Kejar tayang seperti ini sering kali mengorbankan detail kerapian dan keselamatan pengguna jalan demi mengejar angka-angka laporan semata. Pemimpin kota seharusnya paham bahwa membangun kota bukan sekadar mengejar persentase laporan yang terlihat bagus di atas kertas. Pembangunan perlu memusatkan perhatian pada pembuatan infrastruktur yang efisien dan berkelanjutan untuk masyarakat dalam periode yang lama.

Baca Juga: Ketika Banjir dan Longsor Menguji, Kepedulian Sosial dan Ekologis Menjadi Fondasi Pemulihan Sumatra

Dampak negatif dari trotoar yang dalam kondisi buruk sangat berbahaya bagi perekonomian Kota Bandung secara keseluruhan. Menurut Data TomTom Traffic Index tahun 2024, Bandung berada di peringkat pertama sebagai kota paling macet di Indonesia. Macet semakin parah karena warga tidak mau berjalan kaki di trotoar yang rusak dan penuh dengan kendaraan yang parkir tidak berizin, bahkan digunakan sebagai tempat berdagang. Pemimpin daerah tidak menyadari hubungan langsung antara kondisi trotoar yang buruk dengan kerugian ekonomi yang disebabkan oleh kemacetan yang terus-menerus ini.

Kita bisa melihat contoh dari kota lain yang sudah berhasil memuliakan pejalan kakinya dengan baik. Surabaya dan Semarang sudah jauh lebih unggul dalam menjaga ketertiban penggunaan trotoar dibandingkan Bandung. Bahkan kota-kota kecil di Jawa Tengah berhasil menerapkan aturan tegas yang membuat trotoar tetap steril dan fungsional. Pimpinan kota harus menanggalkan arogansi dan mulai belajar dari kesuksesan kota lain dalam menata ruang publik dengan benar.

Orang yang paling berpengaruh di kota ini harus langsung turun tangan untuk memimpin perubahan infrastruktur dengan memberlakukan sanksi yang tegas dan konsisten terhadap semua pelanggaran. Tanpa komitmen yang nyata dan bisa diukur, Bandung hanya akan tetap terlihat bagus dari jauh, tetapi tidak nyaman untuk tinggal. Rakyat tidak lagi ingin mendengar janji-janji yang sama terus-menerus, tetapi mereka ingin tindakan nyata yang bisa dilihat dan dirasakan dampaknya.

Walikota M. Farhan, manfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk menunjukkan bahwa Anda layak menjadi pemimpin sejati Kota Bandung. Jangan biarkan warisan kepemimpinan Anda hanya berupa trotoar rusak dan komentar pedas dari warga yang kecewa berkepanjangan. Kembalikan fungsi trotoar untuk pengguna jalan kaki agar mereka bisa berjalan dengan nyaman dan aman sebelum kepercayaan publik runtuh sepenuhnya dan tidak dapat diperbaiki lagi. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 07:43

Kenapa Maling di Negeri Ini Tidak Takut CCTV?

Di tengah ekonomi yang semakin sulit kejadian kriminalitas semakin meningkat terutama untuk pencurian sepedah motor di Bandung

Gambaran curanmor di CCTV (Sumber: Istimewa)
Sejarah 07 Okt 2026, 19:44

Mengenang Persitiwa Perobekan Bendera Belanda di Bandung

Bandung memiliki catatan sejarah penting dalam penyebaran teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 1945 lalu. Para pemuda radio Bandung adalah para pelaku utamanya proses pengambilalihan sejumlah fa

Gedung Bekas Bank DENIS tempat peristiwa perobekan Bendera Belanda terjadi di Bandung. Gedung ini sekarang menjadi gedung bank bjb
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 18:59

Inisiatif Rail Clinic Berbasis RS Dustira, Terobosan Faskes di Jawa Barat

RS Dustira dan Stasiun Cimahi. Keduanya berada sangat berdekatan dan memiliki sejarah panjang yang tidak terpisahkan dari perkembangan Kota Cimahi

Rumah sakit Dustira dilihat dari skibridge Stasiun Cimahi (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 17:27

Punahnya Satwa yang Dilindungi Akibat Bencana Ekologis

Alam sebagai habitat harus dijaga agar bisa diminimalisir bencana ekologis. Perluasan untuk peningkatan ekonomi seharusnya mempertimbangkan kondisi hutan, di mana habitat satwa menjaga keseimbangan.

Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Nyonyofoto)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 15:54

Pesona Garut (Bagian 2): 'Surga dari Timur', Rekam Sejarah, dan Mahakarya Gastronomi Pasundan

Kabupaten Garut tak hanya dikenal lewat bentang alamnya yang memikat, tetapi juga keberagaman warisan kulinernya yang kaya akan nilai sejarah dan kearifan lokal.

Dodol menjadi salah satu oleh-oleh paling ikonik dari Garut. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Midori)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 14:41

Persamaan dan Perbedaan antara Sejarah, Tarikh, Riwayat, Hikayat, Babad, Mitologi dan Legenda

Bedah tuntas persamaan dan perbedaan sejarah, tarikh, riwayat, hikayat, babad, mitologi dan legenda. Pahami makna, karakteristik serta posisinya dalam literatur historis dan kultural Nusantara.

Seorang pengunjung mencari buku di antara rak-rak sempit Perpustakaan Batu Api, Jatinangor, Sabtu 9 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 13:10

Tebang Pilih Hukum: Investigasi Keracunan 88 Seoul vs Keracunan MBG

Hukum yang ada di Indonesia seringkali tebang pilih karena tajam ke bawah dan tumpul ke atas salah satunya investigasi keracunan.

Restoran 88 Seoul Paskal (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 12:36

DNA Sunda di Tanah Banyumas

Berkisah tentang folklore dan toponimi yang mengaitkan keterkaitan Banyumas dengan Sunda.

DNA Sunda di Tanah Banyumas (Sumber: GeminiAi)
Ayo Netizen 07 Okt 2026, 10:54

Tarif Parkir Rp65.000 dan Negara yang Kalah di Pinggir Jalan Kota Bandung

Kasus tari parkir Rp65.000 di Jalan Diponegoro, Bandung, seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan siapa oknumnya. Pelaku, jika terbukti melanggar, tentu harus ditindak.

Petugas sedang melakukan pemeriksaan bus pariwisata. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Muslim Yanuar)
Beranda 07 Okt 2026, 09:42

Halte BRT di Tengah Jalan Satu Arah, Solusi atau Biang Macet Baru di Ahmad Yani Cicadas?

Pembangunan halte BRT di tengah Jalan Ahmad Yani picu kekhawatiran macet. Warga dan pengamat mengkritik desain, Pemkot pilih percepat proyek, sementara perencana ungkap manfaat BRT.

Sejumlah pekerja menyelesaikan proyek pembangunan halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, Selasa 6 Oktober 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)