Jalur Pejalan Kaki di Kota Bandung yang Masih Jauh dari Ideal

2 menit baca
Rahma Dewi
Ditulis oleh Rahma Dewi diterbitkan Selasa 06 Jan 2026, 10:41 WIB
Parkir Sembarangan dan Trotoar Rusak Menggangu Aktivitas Pejalan Kaki di Jl. Buah Batu, Kec.Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/12/2025). (Foto: Rahma Dewi Utami)

Parkir Sembarangan dan Trotoar Rusak Menggangu Aktivitas Pejalan Kaki di Jl. Buah Batu, Kec.Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/12/2025). (Foto: Rahma Dewi Utami)

Trotoar seharusnya menjadi tempat aman dan nyaman bagi warga Bandung untuk berjalan kaki, namun terdapat banyak trotoar masih jauh dari kata layak digunakan. Dapat dilihat bahwasanya trotoar malah menjadi tempat untuk menaruh kendaraan pribadi sehingga banyak pengguna jalan yang merasa terganggu. 

Saya sering melihat trotoar yang rusak, terputus, atau penuh hambatan. Kondisi ini membuat pejalan kaki terpaksa turun ke jalan dan menghadapi kendaraan yang melintas cukup dekat.

Di beberapa titik, permukaan trotoar tidak rata dan licin ketika hujan, pejalan kaki harus ekstra hati-hati agar tidak kepeleset. Situasi seperti ini sangat menggangu aktivitas harian warga, adapula trotoar yang dipenuhi tiang listrik atau kotak utilitas yang berdiri di tengah jalur.

Benda-benda tersebut membuat warga harus memutar atau berjalan sangat dekat dengan sisi jalan. Ini menunjukkan bahwa penataannya tidak bekerja sama. Selain itu, karena pedagang kaki lima sering menggunakan trotoar untuk berjualan, jalur pejalan kaki menjadi sempit. Warga yang melintas kemudian kehilangan ruang aman untuk bergerak.

Motor yang naik ke trotoar saat macet menjadi masalah tambahan, mereka sering melintas tanpa memperhatikan keselamatan pejalan kaki. Kondisi ini membuat trotoar tidak lagi terasa sebagai ruang publik yang aman.

Walikota bandung M. Farhan melakukan perbaikan trotoar yang rusak di kota bandung namun perbaikan itu tidak merata sehingga menyebabkan fasilitas banyak yang masih terlihat rusak dan menghambat aktifitas masyarakat. 

Di beberapa daerah permukiman, tampaknya trotoar dibiarkan dalam kondisi buruk. Namun, wilayah yang terlihat dari pusat kota mendapat perbaikan lebih cepat, dan wilayah yang tidak terlihat dari pusat kota tidak mendapatkan perbaikan dan tidak di perhatikan. 

Banyak trotoar tidak memiliki jalur landai atau petunjuk blok yang tepat, membuatnya kurang ramah bagi penyandang disabilitas. Akibatnya, beberapa penduduk tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan trotoar secara mandiri.

Jika Bandung ingin menjadi kota yang inklusif, penataan trotoar harus menjadi perhatian utama Walikota Bandung. Ruang publik yang ramah pejalan kaki adalah dasar dari kota yang tertib dan nyaman. Perbaikan yang merata akan berdampak besar bagi mobilitas warga.

Penataan ulang fungsi trotoar juga harus dilaksanakan oleh Walikota Bandung. Parkir yang sembarangan dan pedagang kaki lima di trotoar harus di tertibkan, karena trotoar harus kembali menjadi fungsi utama untuk pejalan kaki. 

Baca Juga: Nasib Angkot di Bandung, Resolusi Angkutan Anti Macet yang Romantis Saat Kita Jadi Penumpang!

Selain itu, Walikota Bandung M. Farhan harus mengedepankan aksesibilitas pada pembangunan trotoar.  Walikota Bandung juga memastikan adanya jalur landai, guiding block yang benar, dan permukaan trotoar yang rata sekaligus tidak licin. 

Saya percaya orang nomor satu di Kota Bandung dapat menjadikan pembenahan trotoar sebagai langkah strategis. Upaya ini tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga meningkatkan rasa aman pejalan kaki. Kota yang rapih selalu dimulai dari fasilitas dasarnya.

Trotoar yang aman juga akan mendorong budaya berjalan kaki, warga bisa berpindah tempat tanpa rasa khawatir. Aktivitas kota juga menjadi lebih hidup, ruang publik yang tertata baik mencerminkan perhatian pemerintah terhadap warganya.

Sudah saatnya Bandung menghadirkan trotoar yang layak bagi semua orang, dengan pembenahan yang terencana. Kota Bandung dapat menjadi lebih aman dan nyaman untuk ditinggali. Harapan akan Bandung yang ramah pejalan kaki bukanlah hal yang mustahil. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Rahma Dewi
Tentang Rahma Dewi
Mahasiswa Digital PR Telkom University 2024

Berita Terkait

News Update

Bandung 08 Jun 2026, 19:34

Menilik Eksistensi Dawa Rempah, Racikan Minuman Herbal Tradisional dengan Sentuhan Modern

Gaya hidup sehat turut menjadi tren kekinian yang santer digandrungi oleh masyarakat di masa kini. Salah satu caranya lewat menjaga kesehatan dan kebugaran.

Dawa Rempah (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:31

Hari Laut Sedunia, Masih Adakah Prospek Galangan Kapal di Jabar?

Masih sedikit industri galangan kapal di Jabar. Padahal provinsi ini memiliki sebelas pelabuhan yang bisa digunakan sebagai prasarana galangan kapal.

Ilustrasi Hari Laut Sedunia 2026, pemandangan Pantai Jayanti di Kecamatan Cidaun. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Muhammad Ikhsan)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 18:01

Polemik Penggusuran Perumahan Warga di Anyer Dalam akibat Pembangunan oleh KAI

Perumahan Warga di Anyer Dalam digusur untuk pembangunan yang dilakukan oleh oleh KAI merupakan kejadian yang terjadi 5 tahun yang lalu.

Foto Grafiti Bekas 2021 di Tembok Menyusuri di Jalan Serang menyusuri Jalan Anyer Dalam, 17 April 2026. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Hikmat Nur Hidayat)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 17:29

Polemik SPPG Sukabumi: Antara Harapan Gizi dan Alarm Nyata bagi Gen Z

Tercatat sudah tiga kali gelombang unjuk rasa terjadi di pertengahan tahun ini.

Dokumentasi demo SPPG Sukabumi
Beranda 08 Jun 2026, 17:04

Bandung Pernah Jadi Kiblat Musik Indie, Kini Para Musisi Berusaha Merebutnya Kembali

Bandung pernah menjadi salah satu pusat musik independen Indonesia. Melalui Bandung Music Indie, para musisi kini berupaya membangun kembali ruang bersama dan semangat kolektif yang mulai memudar.

Atmosfer hangat dan akrab mewarnai gelaran Bandung Music Indie saat musisi lintas generasi dan penikmat musik bertemu dalam satu ruang yang sama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 16:53

Gedung BAT Cirebon, Pusat Industri yang Kini Hidup sebagai Cagar Budaya Kota

Bukan hanya bangunan kosong, Gedung BAT Cirebon merupakan saksi bisu kejayaan industri kolonial di Kota Cirebon.

Potret Gedung BAT Cirebon saat ini (Sumber: siceppot.cirebonkota.go.id)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 15:07

Gor Saparua sebagai Ruang Ekspresi Anak Muda dan Panggung Musik Kota Bandung

Satu tempat yang sekarang banyak dipakai orang untuk mencurahkan keringat selama 1990-an-2000-an.

Gor Saparua Bandung. (Sumber: Magang Ayobandung | Foto: Miftahul Zikri)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 12:00

Perempuan yang Menjerit-Membuncah Keheningan Malam Kota Bandung

Bahkan di keheningan malam pun perempuan selalu ramai dengan isi kepalanya.

Suasana alam di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: KOSONGDANSATU)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 10:41

Ibu Kota di Bawah Hujan Plastik: Bagaimana Peran Pemerintah dalam Mengatasinya?

Hujan mikroplastik di Ibu Kota dan pernah menjadi berita hangat pada 2025 akhir tahun.

Banjir akibat hujan deras di Jakarta. (Sumber: Pexels | Foto: Jeffry Surianto)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:43

Fenomena Geologi Mata Air Asin dalam Memori Kolektif dan Toponimi Desa Ciuyah

Fenomena mata air asin di Desa Ciuyah, Kab. Sumedang, berasal dari air laut purba (connate water).

Kondisi terkini situs mata air asin purba (connate water) di Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, saat didokumentasikan pada 28 Maret 2026 pukul 10.50 WIB. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Fatia Siti Biladi)
Wisata & Kuliner 08 Jun 2026, 09:42

Panduan Wisata Sea World: Dunia Bawah Laut yang Bisa Dijelajahi dalam 3 Jam

Panduan lengkap Sea World Ancol mulai dari harga tiket, Antasena Tunnel, feeding shark, Jellyfish Sphere, hingga tips berkunjung agar pengalaman lebih maksimal.

Sea World Indonesia. (Sumber: KCIC)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 09:02

Rompi "Psikolog Klinis" di Puskesmas: Niat Baik yang Menabrak Aturan

Pemasangan rompi bertuliskan "Psikolog Klinis" di puskesmas menuai sorotan. Di balik niat baik meningkatkan layanan, ada aturan profesi yang dipertanyakan.

Seorang warga berkonsultasi dengan psikolog di Puskesmas Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Rabu 13 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 08 Jun 2026, 08:26

Wujudkan Optimasi Pajak Bumi dan Bangunan dengan Drone  

Mengelola Pajak Bumi dan Bangunan dengan drone sangat efektif untuk melakukan pemetaan udara, pemutakhiran data blok, dan penilaian properti secara presisi.

Demo drone produksi Iter Aero di Kabupaten Subang terkait dengan bidang perkebunan (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 19:05

Bangsa Penghafal: Ketika Pancasila Dipisahkan dari Tradisi Berpikir yang Melahirkannya

Pancasila tidak lahir dari hafalan. Ia lahir dari pergulatan pemikiran yang panjang. Ironisnya, bangsa yang mewarisinya justru semakin terbiasa menghafal daripada memahami.

Bung Karno (Foto: Dokumen Historia.ID)
Bandung 07 Jun 2026, 18:19

Dari K-Pop hingga Kuliner, Mengintip Cara Bandung dan Korea Selatan Ubah Hubungan Kultural Jadi Peluang Bisnis Kreatif

Dari kegemaran menikmati musik hingga tren produk kecantikan, adaptasi kultural ini perlahan tapi pasti membuka ruang-ruang usaha baru yang melibatkan para pelaku industri kreatif lokal.

“Oullim Korea: Rhythm & Recipes” yang memadati 23 Paskal Shopping Center, Bandung, pada 5–7 Juni 2026.
Bandung 07 Jun 2026, 15:04

Dari Tren Jadi Cuan, Kisah Mawaru Matcha Ekspansi Ratusan Gerai Lewat Minuman Kalcer

Gelombang hype yang mengakar dari tren makanan hingga minuman kalcer masa kini seperti dessert, kopi, sampai matcha greentea, kian menarik respons positif masyarakat.

Mawaru Matcha. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Sejarah 07 Jun 2026, 09:41

Riwayat Cibiru, Pusat Kesenian Hingga Kemacetan

Cibiru dikenal karena kemacetannya, tetapi kawasan ini juga menjadi rumah bagi benjang dan wayang golek.

Kondisi kemacetan di Cibiru, Bandung. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Wisata & Kuliner 07 Jun 2026, 08:33

Jelajah Yogyakarta untuk Pemula: Destinasi, Kuliner, dan Itinerary Pilihan

Panduan lengkap untuk pertama kali ke Yogyakarta, mulai dari transportasi, tempat menginap, wisata budaya, hingga kuliner khas yang wajib dicoba.

Tugu Jogja. (Sumber: Kemenparekraf)
Ayo Netizen 07 Jun 2026, 07:09

Menelusuri Jejak Bioskop Capitol di Sukabumi

mengenai bioskop capitol di sukabumi, yang pernah menjadi pusat hiburan masyarakat ditahun 90-an

Bioskop Capitol sudah ada sejak masa kolonial Belanda. (Sumber: Dokumentasi Penulis)