Selamat Hari Raya Idul Adha
1447 H • Hari Raya Kurban & Kebajikan

Kota Dirgantara dan Agresi terhadap Venezuela, Ada Benang Merahnya ?

Totok Siswantara
Ditulis oleh Totok Siswantara diterbitkan Selasa 06 Jan 2026, 07:31 WIB
Pesawat CN-235 di depan hanggar final assy PT Dirgantara Indonesia di Bandung. (Sumber: dokumen perusahaan | Foto: PT DI)

Pesawat CN-235 di depan hanggar final assy PT Dirgantara Indonesia di Bandung. (Sumber: dokumen perusahaan | Foto: PT DI)

Meneguhkan Bandung sebagai Kota Dirgantara sangat relevan untuk resolusi kota 2026. Predikat kota dirgantara perlu dipertahankan oleh pemerintah pusat dan daerah lewat program yang cocok untuk kemajuan.

Publik sempat tersentak membaca berita agresi terhadap negara berdaulat di Amerika Latin, yakni Venezuela. Dalam operasi militer tersebut Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya “ditangkap” paksa lalu dibawa ke New York City, Amerika Serikat, pada 3 Januari 2026.

Di media sosial langsung ramai diperbincangkan ihwal pesawat buatan Indonesia yang digunakan Operasi Absolute Resolve. Operasi militer itu mengerahkan 150 pesawat canggih, termasuk jenis CN-235.Agresi lewat operasi militer tersebut menerapkan kombinasi serangan udara dan aksi pasukan khusus. Pesawat jenis CN-235 merupakan produk bersama antara industri penerbangan Indonesia, yakni PT Dirgantara Indonesia (PT DI) dengan industri Spanyol, yakni CASA.

PT DI yang berada di kota Bandung juga pernah mengirim pesawat CN-235 jenis penumpang kepada maskapai penerbangan Air Venezuela dengan skema sewa pada tahun 1900-an. Namun, krisis ekonomi mengakibatkan Air Venezuela mengalami kebangkrutan sehingga kontrak CN-235 tidak berlanjut. Bahkan, pesawat yang sudah dioperasikan dibiarkan terparkir dan terbengkalai di bandara Maiquetía, Caracas, Venezuela.  Kemudian PTDI mengambil keputusan untuk memulangkan pesawat CN-235 itu dari Venezuela.

Pesawat CN-235 menggunakan dua mesin turboprop General Electric CT7-9C, yang merupakan variasi dari mesin General Electric T64. Mesin ini memiliki daya 1.700-1.900 shaft horsepower (SHP) dan dilengkapi dengan propeller Hamilton Sundstrand 14RF-19 dengan empat bilah.

Mesin CT7-9C dirancang untuk memberikan kinerja yang handal karena memiliki kemampuan lepas landas dan mendarat yang baik, serta kemampuan membawa beban yang lebih besar. Sayangnya masalah lead time engine CN-235 yakni durasi kontrak pembelian hingga mesin tersebut bisa dipasang hingga siap terbang ( final assy ) terbilang lama sehingga melemahkan pemasaran.  Lead time pengadaan mesin CN 235 dulu pada awal produksi membutuhkan waktu 19 bulan, ternyata kini lebih lama lagi hingga 26 bulan. Masalah tersebut disertai faktor lain yang memberatkan yakni kontrak harga engine bisa berubah dan kini vendor menetapkan harga 50 persen lebih tinggi.

Jika membedah riwayat kontrak penjualan di masa lalu menunjukkan bahwa pesawat CN-235 sering dijual lewat prosedur barter yang kurang menguntungkan. Tahap pertama CN-235 dibarter dengan produk militer dari Korea Selatan. Maka lahirlah program ROKAF sebanyak 8 buah pesawat. Dengan Malaysia terjadilah barter dengan mobil Proton Saga maka lahirlah program TUDM sebanyak 6 buah pesawat. Kemudian disusul dengan kontrak imbal dagang dengan Thailand dengan beras ketan, maka lahirlah program MOAC sebanyak 2 buah pesawat.

Selain barter ada juga melalui skema pembiayaan yang seret. Yakni kontrak dengan PT Merpati Nusantara Airlines ( PT MNA) sebanyak 15 pesawat dan dengan Pakistan Air Force sebanyak 4 buah pesawat.

Pada saat awal produksi CN-235 dahulu harga per-pesawat itu dalam kondisi green flyable lebih kurang  8,5 juta USD. Jika dengan tambahan konfigurasi khusus harganya bisa mencapai 11,6 juta USD per-pesawat. Dari harga tersebut sekitar 70 persen merupakan biaya pengadaan komponen atau vendor item yang berasal dari Amerika dan Eropa. Itulah sebabnya kalau dihitung-hitung maka nilai tambah produksi CN-235 belum besar.

Kawasan produksi KP II PT Dirgantara Indonesia dilihat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)
Kawasan produksi KP II PT Dirgantara Indonesia dilihat dari Bandara Husein Sastranegara Bandung (Sumber: dokpri | Foto: Totok Siswantara)

Revitalisasi Bandung Kota Dirgantara

Perintis industri penerbangan di Tanah Air, khususnya PT DI adalah Nurtanio Pringgoadisuryo, kemudian dilanjutkan oleh BJ.Habibie. Nurtanio menjadi pelopor Bandung sebagai kota dirgantara. Rintisan tersebut dilanjutkan oleh BJ Habibie dengan membangun Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang kemudian menjadi PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di kawasan Bandara Husein Sastranegara.

Pamor kota dirgantara meredup setelah penerbangan komersial dari Bandara Husein Sastranegara dipindah ke Bandara Kertajati. Setelah penerbangan komersial dipindahkan, Bandara Husein menjadi sunyi dan sepi, tetapi bangunan dan fasilitas penerbangannya masih terlihat megah.

Revitalisasi kota dirgantara merupakan solusi masalah aktual bangsa, yakni  bandara Husein mesti dihidupkan Kembali untuk melayani penerbangan seperti dahulu. Kemudian ditingkatkan sebagai usaha perawatan pesawat terbang yang tergabung dalam Indonesia Aircraft Maintenance Shop Association ( IAMSA). Apalagi pada saat ini masih kurang teknisi penerbangan yang berlisensi, akibatnya berpengaruh terhadap kondisi fasilitas Maintenance Repair Overhaul (MRO).

Berbagai negara sangat berkepentingan terhadap pengembangan profesi teknisi pesawat terbang. Hal itu seperti dilakukan Singapura yang berhasil mengembangkan Seletar Aerospace Park (SAP) yang dibangun di lahan seluas 140 hektar. Begitu juga dengan Malaysia yang telah mendirikan Malaysia International Aerospace Center (MIAC). Sebagai kota dirgantara, mestinya Bandung juga membangun fasilitas  MRO yang merupakan aerospace park. 

 Potensi pariwisata juga menyertai keberadaan PT DI. Industri penerbangan itu telah mengangkat citra wisata teknologi di Kota Bandung. Sampai-sampai mahasiswa fakultas teknik yang ada di Indonesia telah menjadikan studi ekskursi ke PT DI sebagai acara wajib untuk mendukung studinya. Hal tersebut tidak berlebihan, karena berbagai proses teknologi dan industri bisa mereka saksikan di kawasan pabrik KP-II yang lokasinya membentang di sebelah utara Bandara Husein Sastranegara. KP-II merupakan kawasan pabrik yang layout hanggar dan capability of manufacturing-nya serupa dengan yang ada di perusahaan Boeing di Amerika Serikat.

Baca Juga: RUU: Permainan yang Populer di Kalangan Politisi

Hanggar di KP-II yang membentang dari timur ke barat hingga lima kilometer di dalamnya merupakan lorong produksi pesawat terbang dan produk lainnya secara sistemik. Begitu masuk di pintu gerbang di ujung timur para pengunjung langsung memasuki hanggar yang berisi material bahan baku pembuatan pesawat terbang yang berupa aneka jenis aluminium alloys. Berbagai treatment material bisa dilihat di hanggar ini. Kemudian pengunjung berjalan ke arah barat menuju hanggar fabrikasi yang berisi mesin-mesin CNC, metal forming, bonding and composite, dan lain-lain.

Berbagai komponen dan struktur pesawat dibuat disini. Dikelompokkan dalam cell produksi, dari Cell A hingga Cell N. Terlihat unjuk kerja mesin CNC yang mampu memotong balok-balok alumunium menjadi komponen struktur pesawat. Kemudian komponen-komponen yang jumlahnya ratusan ribu item itu diintegrasikan dalam hanggar final assembly.

Disamping hanggar fabrikasi terletak Gedung Pusat Teknologi dimana penulis selama puluhan tahun pernah berkantor disitu.  Di gedung ini pengunjung bisa melihat desain struktur pesawat terbang dengan program komputer CATIA dan analisa kekuatan berbasis finite element model dengan NASTRAN. Selain itu juga bisa dilihat berbagai pengujian pesawat terbang baik ground test maupun flight test yang melibatkan berbagai sensor untuk mengetahui karakteristik beban dan performance pesawat terbang.

Wisata teknologi dan industri pesawat terbang di Kota Bandung merupakan wahana edukasi yang bisa membangkitkan semangat kemandirian dan kemajuan bangsa. (*)

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Totok Siswantara
Penulis lepas, pemulia tanaman, lulusan Program Profesi Insinyur

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 26 Mei 2026, 18:26

Makna Berkurban di Tengah Hidup yang Serba Sulit

Hari Raya Idul Adha tidak hanya dimaknai sebagai ibadah kurban, tetapi juga refleksi atas berbagai pengorbanan masyarakat yang sering kali tidak terlihat di tengah hidup yang semakin sulit.

Ilustrasi hewan kurban. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 17:05

Melon Premium Margamukti, dari Desa ‘Tanpa Keunikan’ sampai Berhasil Ciptakan Ekosistem Mandiri

BUMDes Marga Makmur menciptakan ‘pasar’. Menciptakan jaringan petani sampai menghubungkan mereka kepada para pembeli.

Hasil budidaya melon premium di Desa Margamukti, Sumedang Utara, (22/5/2026). (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 15:15

Demokratisasi Rasa: Potret Arsitektur Sosial dan Spiritual di Atas Meja Makan Idul Adha

Pesta kuliner yang terjadi selama Idul Adha merupakan manifestasi dari rasa syukur yang mendalam.

Ilustrasi olahan rendang dari daging kurban Idul Adha. (Sumber: Unsplash | Foto: prananta haroun)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 14:04

Duel Klasik Persib vs PSMS di Final Divisi Utama Perserikatan 1985

Final Divisi Utama Perserikatan 1985 antara Persib Bandung melawan PSMS Medan di Stadion Utama Senayan, Jakarta, pada 23 Februari 1985.

Berdiri dari kiri: Iwan Sunarya, Dede Iskandar, Sobur, Kosasih, Wawan Karnawan,  Ajat Sudrajat. Jongkok: Jafar Sidik, Suryamin, Sukowiyono, Adeng Hudaya dan Robby Darwis. (Sumber: tabloid BOLA edisi Februari 1983 | Foto: koleksi Kin Sanubary)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 13:00

Wededed ... Ikoniknya para Bobotoh Encib

Selebrasi para bobotoh Persib saat ini yang paling ikonik adalah sepeda motor yang digeber-geber sehingga menghasilkan suara wededed.

Ribuan Bobotoh mengikuti konvoi perayaan juara Super League 2025–2026 di Kota Bandung, Minggu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 12:12

Di Balik Konvoi Juara Persib 2026, Netizen Heran Banyak Kejadian 'Aneh' Tahun Ini

Keresahan sebagaian publik yang terjadi pada momentum konvoi juara tim Persib Bandung tahun 2026.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 26 Mei 2026, 11:24

3 Catatan untuk Konvoi Persib di Masa Depan: Sterilisasi Jalur, Keselamatan Bobotoh, dan Masalah Sampah

Konvoi juara Persib menyisakan sejumlah evaluasi, mulai dari sterilisasi jalur, keselamatan Bobotoh saat berdesakan, hingga 112 ton sampah di Kota Bandung.

Pemain dan official Persib Bandung bersama Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Wisata & Kuliner 26 Mei 2026, 09:58

Pemandian Air Panas Cimanggu kini hadir dengan wajah baru sebagai Jiwanta Hot Spring di kawasan Ciwidey.

Jiwanta Hot Spring menghadirkan konsep baru pemandian air panas alami dengan fasilitas lebih modern di Ciwidey.

Pemandian Air Panas Cimanggu. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Linimasa 26 Mei 2026, 09:51

Dupan, Ketika Citarum Menolak Surut

Banjir kembali merendam Sapan Bandung. Luapan Sungai Citarum membuat Dupan terus hidup sebagai langganan genangan warga.

Banjir Citarum di Sapan. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Biz 26 Mei 2026, 09:29

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026

PT PLN Nusantara Power UP Cirata sukses memborong penghargaan bergengsi TOP CSR Awards 2026 atas komitmen keberlanjutan sosial mereka.

Ukir Prestasi Gemilang, PT PLN Nusantara Power UP Cirata Sabet Trofi TOP CSR Awards 2026
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 08:21

Remitologisasi Sunda: Milangkala Tatar Sunda Mestinya 11 Oktober

Remitologisasi merupakan hak, bahkan kewajiban, bagi suatu bangsa yang sedang krisis jatidiri. Namun, mesti dilakukan dengan baik dan benar.

Prasasti Kebon Kopi II/Prasasti Pasir Muara. (Sumber: Leiden Library)
Ayo Netizen 26 Mei 2026, 07:40

Fenomena Mematikan Centang Biru pada WhatsApp dalam Perspektif Etika Komunikasi Digital

Fenomena mematikan centang biru WhatsApp mencerminkan perubahan etika komunikasi digital antara kebutuhan privasi, kenyamanan, dan ekspektasi respons instan.

Ilustrasi fenomena mematikan fitur centang biru pada WhatsApp. (Sumber: Dok. Penulis)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 19:25

Bandung Kembali Berpestapora untuk Tiga Kali Berturut-turut

Persib Bandung resmi menyambit gelar Liga Indonesia yang ke-5 kalinya dalam tiga kali berturut-turut. Euforia perayaan di Kota Bandung pun kembali menjadi perhatian.

Para Bobotoh merayakan gelar juara Persib Bandung di Liga Super Indonesia 2025/2026. (Sumber: Dokumentasi Penulis).
Ayo Biz 25 Mei 2026, 18:51

Cerita dari Sumedang Utara, ‘Revolusi Mindset’ Warga Margamukti hingga Jadi Desa BRILiaN

Masuk 15 besar Desa BRILiaN 2025 bukan garis finish, melainkan titik awal bagi Desa Margamukti.

Kepala Desa Margamukti, Siti Nuraeni Sofa (tengah berjilbab hitam baju orange) saat acara promosi B2B budidaya melon premium. (Sumber: Ayobandung.id/Aris Abdulsalam)
Linimasa 25 Mei 2026, 17:18

Sisa-sisa Kejayaan Persib Bandung di Si Jalak Harupat

Si Jalak Harupat masih menyimpan jejak kejayaan Persib lewat pedagang jersey dan kenangan juara liga.

Kondisi pedagang suvenir Persib di Stadion Si Jalak Harupat. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 15:29

Persib Juara ala Atomic Habits

Analisa kemenangan Persib lewat Prinsip Atomic Habits-nya James Clear.

Pemain Persib Bandung mengangkat piala usai pertandingan melawan Persijap Jepara dalam Super League 2025-2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage, Kota Bandung, Sabtu 23 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 12:10

Magot, dan Kesabaran Warga Bandung Mengurus Sampah Dapur

Majelis Ta'lim Baitul Mu'min membuat acara pengajian mengundang mahasiswa ITB menggelar pelatihan pengolahan sampah organik rumah tangga dengan menggunakan magot BSF atau larva Black Soldier Fly.

Jamaah Masjid Baitul Mu'min Mengikuti Pelatihan Pengolahan sampah dengan Magot. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Uwes Fatoni)
Beranda 25 Mei 2026, 10:17

Bandung Berpesta Semalaman untuk Persib, Petugas dan Warga Lokal Bersihkan Sampah Sejak Pagi Buta

Pas datang tadi mah kondisinya kacau, Kang. Pabalatak pisan. Plastik, botol minuman, bungkus makanan, bekas flare, pokokna loba pisan.

Handoyo bersama warga dan unsur kewilayahan ikut turun membersihkan sampah bekas konvoi di kawasan Pasupati, Senin 25 Mei 2026. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 25 Mei 2026, 10:16

Persib, Bobotoh, dan Komunikasi Kota yang Membiru

Persib juara bukan sekadar prestasi, tetapi peristiwa komunikasi publik. Konvoi bobotoh menjadi bahasa kolektif yang membangun identitas, emosi, dan solidaritas kota.

Puluhan ribu bobotoh memenuhi jalan Asia-Afrika, Kota Bandung saat konvoi Persib Bandung juara Super League 2025-2026, Sabtu 24 Mei 2026. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Biz 25 Mei 2026, 09:45

Support System yang Membentuk Ekosistem: Potret UMKM Bandung Hari Ini

Seperti inilah cara ekosistem UMKM di bawah binaan BRI menjalani arah bisnis yang sehat.

Kampung Kreatif Batik Difabel, bagian dari UPTD Pusat Pelayanan Sosial Griya Harapan Difabel (GHD), Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Aris Abdulsalam)