Benteng Kritis Mahasiswa UNPAR dalam Menangkal Hoaks dengan Literasi Digital

Irene Diva
Ditulis oleh Irene Diva diterbitkan Senin 05 Jan 2026, 10:23 WIB
Hoax alias berita palsu. (Sumber: Pexels | Foto: Hartono Creative Studio)

Hoax alias berita palsu. (Sumber: Pexels | Foto: Hartono Creative Studio)

Perkembangan teknologi informasi di era digitalisasi membawa perubahan yang signifikan bagi kehidupan manusia. Berkembangnya arus informasi yang cepat di internet membuat kita dapat mengakses informasi kapan saja dan dimana saja. Salah satu kelompok aktif dalam menggunakan media sosial adalah mahasiswa. Selain itu, mahasiswa juga menjadi kelompok yang rentan terhadap penyebaran hoaks.

Fenomena hoax ini dapat menjadi peluang bagi orang yang tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan fitnah dan kebencian, dan hal ini seringkali dilakukan melalui media sosial, yaitu wadah penyebaran informasi yang cepat sangat efektif. Fenomena ini dapat dikurangi dengan meningkatkan kualitas sumber daya dan manusia mengenai literasi digital, terutama pada generasi muda dan pelajar. Oleh karena itu, pentingnya literasi digital sebagai dasar kemampuan berpikir kritis untuk menentukan relevansi informasi dalam rangka menaggulangi hoaks.

Arus informasi digital yang cepat memungkinkan penyebaran konten berlangsung dalam waktu singkat. Media sosial dan aplikasi pesan instan memfasilitasi pengguna untuk membagikan informasi secara masif. Proses ini sering kali terjadi tanpa adanya verifikasi kebenaran informasi.

Akibatnya, informasi palsu mudah bercampur dengan informasi yang valid. Konten yang bersifat sensasional juga cenderung lebih cepat menarik perhatian publik. Kondisi tersebut meningkatkan potensi hoaks diterima sebagai kebenaran oleh mahasiswa. Penelitian Nafis et al. (2025) menunjukkan bahwa fitur berbagi dan algoritma media sosial mempercepat penyebaran informasi yang belum terverifikasi sehingga hoaks menyebar secara luas.

Rendahnya literasi digital menyebabkan mahasiswa kesulitan dalam menganalisis informasi yang diterima. Banyak mahasiswa belum terbiasa memeriksa sumber dan kredibilitas informasi digital. Informasi yang beredar sering diterima tanpa proses evaluasi kritis. Hal ini membuat mahasiswa mudah terpengaruh oleh hoaks yang dikemas secara persuasif.

Kurangnya kemampuan analisis juga mendorong penyebaran informasi palsu secara tidak sadar. Akibatnya, kualitas pemahaman informasi di lingkungan akademik menurun. Yuliani (2025) menemukan bahwa rendahnya literasi digital mahasiswa berpengaruh langsung terhadap lemahnya kemampuan evaluasi dan verifikasi informasi di media sosial.

Ilustrasi mahasiswa di Indonesia. (Sumber: Pexels/Dio Hasbi Saniskoro)
Ilustrasi mahasiswa di Indonesia. (Sumber: Pexels/Dio Hasbi Saniskoro)

Literasi digital membantu mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis terhadap informasi. Mahasiswa yang literat digital mampu membandingkan berbagai sumber informasi. Mereka juga dapat menilai perbedaan sudut pandang dan keakuratan data. Kemampuan ini mendorong mahasiswa untuk tidak menerima informasi secara pasif.

Selain itu, literasi digital melatih mahasiswa bersikap reflektif dan rasional. Dengan demikian, mahasiswa dapat menyaring informasi secara bertanggung jawab. Yuliani (2025) menegaskan bahwa literasi digital berkontribusi signifikan dalam membentuk mahasiswa yang kritis, analitis, dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi informasi digital.

Baca Juga: Resolusi Gerakan Budaya Mutu, Menyelamatkan Masa Depan Kota Bandung

Arus informasi digital yang cepat mempermudah penyebaran hoaks di kalangan mahasiswa. Rendahnya literasi digital melemahkan kemampuan mahasiswa dalam menganalisis dan memverifikasi kebenaran informasi. Literasi digital berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui evaluasi sumber dan keakuratan data.

Dengan literasi digital yang baik, mahasiswa UNPAR dapat menjadi benteng kritis dalam menangkal hoaks di era digitalisasi. Oleh karena itu, penguatan literasi digital perlu menjadi perhatian utama di lingkungan akademik. UNPAR dapat mengintegrasikan literasi digital ke dalam mata kuliah umum dan tugas akademik secara bertahap. Selain itu, mahasiswa perlu dibiasakan melakukan pengecekan fakta sebelum menyebarkan informasi digital. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Irene Diva
Tentang Irene Diva
hello!!
Nilai artikel ini
Klik bintang untuk menilai

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Jan 2026, 20:34 WIB

Bandung dan Tawanan Kota yang Terjajah Diam-Diam: Sebuah Resolusi Baru

Kota bergerak maju, tapi belum pulih. Di balik modernitas, tersisa warisan kolonial yang membentuk birokrasi, selera, dan mimpi warga.
Persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan tahun 1910-an. (Sumber: kitlv)
Beranda 09 Jan 2026, 19:07 WIB

Sebelum Terlambat 2030, Strategi Komunikasi SDGs Harus Melampaui Jargon Birokrasi

SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif.
SDGs adalah milik kita semua; dan komunikasi adalah kunci untuk membuka partisipasi kolektif. (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 17:49 WIB

Keamanan Data dan Masa Depan AI: Jalan Panjang Membangun Kepercayaan Publik

Di Indonesia, AI sudah semakin relevan dan meresap ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari rekomendasi konten hiburan, aplikasi belajar daring, hingga layanan finansial digital.
Ilustrasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 17:14 WIB

Bandung Semakin Padat, Saatnya Berbenah Sebelum Terlambat

Kemacetan di Bandung dipicu kendaraan berlebih, jalan sempit, angkutan umum kurang baik, wisatawan, dan parkir liar.
Kemacetan di salah satu ruas jalan Kota Bandung di Jl. A. Yani  Kacapiring. 01/12/25 (Sumber: Naila Husna Ramadan)
Beranda 09 Jan 2026, 16:37 WIB

Wajah Lain Wisata Delman di Kota Bandung: Romantis bagi Wisatawan, Berat bagi Kuda

Tantangan besarnya adalah kebutuhan akan regulasi yang mampu menjembatani kepentingan hewan, kusir, dan penumpang secara adil.
Ade, kusir delman di sekitar wilayah Gedung Sate. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Biz 09 Jan 2026, 16:28 WIB

Food Genomics, Teknologi Nutrisi Presisi yang Mengubah Cara Anak Muda Makan

Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik.
Generasi millennial dan Gen Z, yang tumbuh bersama teknologi dan terbiasa dengan personalisasi dalam setiap aspek hidupnya, mulai melirik pendekatan baru yakni food genomics atau nutrigenomik. (Sumber: Ist)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 16:13 WIB

Balai Kota Bandung sebagai Promotor Produk Kriya Unggulan Glassware dan Mesin Roaster Kopi

Gedung balai kota mesti bisa menjadi promotor bagi kriya glassware eksklusif dan mesin roaster kopi buatan Bandung.
Halaman balai kota Bandung. (Sumber: dokpri | Foto: Sri Maryati)
Ayo Jelajah 09 Jan 2026, 16:00 WIB

Hikayat Tamasya Baheula di Kawah Putih Ciwidey, Tempat Healing Kompeni yang Sepi dan Sunyi

Kawah Putih Ciwidey tampil sebagai tujuan berat dan hening dalam Gids van Bandoeng 1927 lengkap dengan belerang dan tanjakan panjang.
Lukisan Kawah Putih Franz Wilhelm Junghuhn. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:43 WIB

Penipuan Online: Apakah Ada Hukumnya?

Penipuan melalui telepon berkembang lebih cepat daripada aturan hukumnya.
Media dalam jaringan (daring). (Sumber: Pexels | Foto: Torsten Dettlaff)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 15:06 WIB

'Berkawan' dengan Gelapnya Jalan Soekarno Hatta

Jalan Soekarno Hatta makin gelap karena lampu PJU mati, membuat warga merasa was-was setiap melintas.
Jalan Soekarno Hatta ramai malam hari, motor, dan mobil bergerak di tengah padatnya arus, (01/12/2025). (Sumber: Fayyaza Jasmine | Foto: Fayyaza Jasmine)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 14:39 WIB

Bobotoh Cek! Cara Beli Single Ticket Pertandingan PERSIB di Aplikasi Resmi

Cara membeli single ticket pertandingan kandang PERSIB Bandung melalui aplikasi resmi PERSIB (PERSIBapp).
Pemain Persib Bandung, Adam Alis. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Arif Rahman)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 13:26 WIB

Bandung Terus Diganggu oleh Pungli yang Tak Kunjung Teratasi

Pungli terus mengganggu kenyamanan warga Bandung muncul berulang di berbagai ruang publik, menunjukkan lemahnya pengawasan dan kebutuhan akan tindakan tegas untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat.
Area parkir di salah satu kawasan kuliner Bandung yang sedang dipadati oleh beberapa kendaraan, terutama pada jam makan siang (4/12/2025). (Sumber: Keira Khalila K | Foto: Keira Khalila K)
Beranda 09 Jan 2026, 11:20 WIB

PKL Cicadas Tolak Jalur BRT, Spanduk Protes Bermunculan: Kami Butuh Kepastian, Bukan Sekadar Proyek

Berdasarkan temuan di lapangan, kegelisahan pedagang memuncak setelah adanya pendataan mendadak yang dilakukan dua kali, masing-masing oleh konsultan dan Satpol PP.
Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Cicadas menolak pembangunan jalur Bus Rapid Transit (BRT). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:27 WIB

Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia

Suasana akrab dan inspiratif menyelimuti acara "Weekend Retreat" yang diselenggarakan oleh Bright Scholarship Regional Bandung.
Membangun Visi dan Networking: Weekend Retreat Bright Scholarship Regional Bandung Bersama Founder Duta Inspirasi Indonesia
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 09:01 WIB

Optimalisasi Keterampilan Pemrograman dalam Kehidupan Sehari-Hari

Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya?
Keterampilan pemrograman memiliki tingkat kesulitan yang lumayan tinggi untuk kebanyakan orang, sehingga terkadang dipertanyakan apakah mutunya melebihi kesulitannya? (Sumber: Pexels | Foto: hitesh choudhary)
Ayo Netizen 09 Jan 2026, 07:53 WIB

Bentuk Sadar Toleransi terhadap Penganut Sunda Wiwitan

Kesadaran toleransi sedang ramai digaungkan, namun terkadang hanya dirasakan oleh penganut agama resmi versi pemerintah.
Podcast bersama Bapak Ira Indrawardana, S.Sos., M.Si., Dosen Antropologi Universitas Padjajaran. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Paguyuban Project)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:32 WIB

Dari Ancaman TPA hingga Harapan Transformasi

Sampah menumpuk, citra kota terancam. Bagaimana Bandung mengubah krisis jadi peluang?
Tumpukan sampah yang mencerminkan darurat lingkungan yang butuh solusi cepat di Gudang Selatan, Bandung, Jawa Barat, (01/12/2025). (Sumber: Azzahra Syifa Lestari)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 20:16 WIB

Kenapa Stoikisme Lebih Ampuh daripada Terjerat Pinjol? Seni Menghadapi Quarter Life Crisis

Jangan sampai salah langkah demi gengsi! Kenali cara hadapi Quarter Life Crisis dengan Stoikisme agar terhindar dari jeratan Pinjol.
Ilustrasi perasaan tersesat dan lelah mental saat menghadapi Quarter Life Crisis. (Sumber: unplash | Foto: Mehran Biabani)
Ayo Netizen 08 Jan 2026, 19:19 WIB

Kota Bandung dan Krisis Sampah

Kota Bandung kembali berada dalam sorotan publik akibat persoalan sampah yang tak kunjung teratasi.
Gunung"sampah di daerah warga jl. buanasari II no.1 , Kota Bandung pada Selasa, 2 Desember 2025. (Foto:Muhammad Fiqri A.)