'Aura Farming' Dika dan Globalisme Lokal di Media Sosial

4 menit baca
Prof. Dr. Moch Fakhruroji
Ditulis oleh Prof. Dr. Moch Fakhruroji diterbitkan
Dika, si "anak coki" yang viral di media sosial. (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Dika, si "anak coki" yang viral di media sosial. (Sumber: mediacenter.riau.go.id)

Siapa sagka sebuah event tradisional Indonesia yang telah ada sejak abad ke-17 tiba-tiba dikenal di seluruh dunia.

Inilah yang sedang terjadi dalam beberapa pekan ini. Seorang anak berusia 11 tahun bernama Rayyan Arkhan Dikha yang berasal dari Provinsi Riau mendadak viral di media sosial.

Dengan mengenakan pakaian tradisional berwarna hitam dan kacamata hitam, Dika—panggilan akrabnya—telah menyedot perhatian jutaan pengguna media sosial di seluruh dunia ketika “menari” di ujung perahu dayung dalam perhelatan Pacu Jalur, salah satu perhelatan budaya tradisional di Kuantan Singingi, sebuah kabupaten di Provinsi Riau.

Pacu Jalur sendiri merupakan salah satu tradisi yang telah ada sejak abad ke-17 dan telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Dalam perhelatan ini, setiap perahu yang berbentuk kano berukuran panjang ini disertai oleh “anak coki” atau seseorang yang “menari” di ujung perahu dayung dengan menggerakkan tangan dan badannya secara ritmik untuk menyemangati dan mengarahkan gerakan para pendayung.

Rekaman video ini sebenarnya diposting pertamakali di TikTok oleh pengguna dengan akun Lensa Rams sejak Januari lalu.

Bahkan video ini diambil pada bulan Agustus setahun sebelumnya. Namun videonya malah viral beberapa pekan ini setelah tarian uniknya ditiru oleh para pengguna media sosial di Instagram dan TikTok.

Aura Farming

Pacu Jalur merupakan salah satu tradisi yang telah ada sejak abad ke-17. (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Pacu Jalur merupakan salah satu tradisi yang telah ada sejak abad ke-17. (Sumber: mediacenter.riau.go.id)

Popularitas tarian tradisional dari Dika sang “anak coki” ini merupakan salah satu ilustrasi dari fenomena “aura farming.” Istilah yang popular di tahun 2024 ini merujuk pada ekspresi di internet yang biasanya diarahkan pada selebritas atau karakter anime karena “keren” dan memanen “aura.”

Outfit tradisional berwarna hitam lengkap dengan kacamata yang juga hitam—seperti Men in Black, salah satu film populer Hollywood—Dika dipandang sebagai “the ultimate aura farmer” di media sosial.

Tidak hanya outfit yang dikenakannya, Dika benar-benar terlihat “cool” dan tak tergoyahkan meskipun berdiri di atas perahu yang bergerak cepat. Hal inilah yang tampaknya membuat orang-orang merasa takjub.

Gerakan uniknya ini kemudian membanjiri linimasa media sosial tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Tidak tanggung-tanggung sampai Travis Kelce, atlet American Footbal (sekaligus bintang NFL), menirukan gerakan unik Dika. Dan, tidak terhitung berapa pengguna media sosial yang kemudian juga turut mengikuti gerakan unik ini.

Secara teoretis, aura farming merupakan salah satu fenomena yang menggambarkan bagaimana makna sesuatu dibangun dan disirkulasikan oleh pengguna media sosial, alih-alih oleh struktur kuasa yang bersifat hierarkis.

Semua pengguna di internet adalah interconnected nodes—titik-titik yang saling terhubung satu sama lain yang membentuk apa yang diistilahkan oleh Manuel Castells sebagai “network society.”

Lokal yang menjangkau global

Popularitas Pacu Jalur dan Provinsi Riau di media sosial menjadi salah satu bukti bahwa internet telah menjadi gerbang bagi tradisi lokal untuk dikenal secara global. (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Popularitas Pacu Jalur dan Provinsi Riau di media sosial menjadi salah satu bukti bahwa internet telah menjadi gerbang bagi tradisi lokal untuk dikenal secara global. (Sumber: mediacenter.riau.go.id)

Hampir pasti bahwa Dika tidak bermaksud untuk “tebar pesona” atau “memanen aura” melalui penampilan itu dan mungkin baginya hal tersebut telah menjadi bagian dari event Pacu Jalur.

Sebab, ia memang telah menjadi “anak coki” sejak masih berusia 9 tahun. Namun pengguna media sosial adalah masyarakat yang mempraktikkan budaya digital, dimana setiap praktik unik dapat dikreasi ulang dan dibagikan kembali kepada sesama pengguna media sosial.

Pada titik ini, budaya digital menggambarkan bagaimana pembuat konten dapat mereproduksi konten sebelumnya dengan cara dan konteks yang baru namun secara co-exist saling menyempurnakan. Namun satu hal yang pasti, kini bukan hanya Dika yang membuat dunia penasaran, tetapi juga Pacu Jalur sebagai tradisi lokal khas Indonesia.

Oleh karena itu, tampaknya belum terlambat ketika Gubernur Riau kemudian mengangkat Dika sebagai Duta Wisata provinsi ini dan memberikan beasiswa kepadanya karena secara tidak langsung telah memperkenalkan Pacu Jalur dan Riau kepada dunia.

Sebab, hingga tulisan ini dibuat, Pacu Jalur masih menjadi salah satu trending topic di berbagai platform media sosial. Tidak hanya di media sosial, Dika juga diberitakan sebagai “viral Indonesian boy” di berbagai media arus utama.

Fenomena ini menjadi salah satu ilustrasi paling kentara tentang bagaimana arus budaya dalam konteks digital telah memberikan dampak yang lebih luas. Terlebih, Dika bukan yang pertama dan satu-satunya sosok yang meraih popularitas secara digital.

Popularitas Pacu Jalur dan Provinsi Riau di media sosial menjadi salah satu bukti bahwa internet telah menjadi gerbang bagi tradisi lokal untuk dikenal secara global.

Meski sama-sama telah dipromosikan sebelumnya di sejumlah media mainstream berskala lokal dan mungkin nasional, namun momentum ini justru diperoleh dari media sosial. Media yang menjadi wadah ekspresi individual dan personal. Sesuatu yang diilustrasikan oleh Manuel Castells (The Rise of the Network Society, 1996) sebagai “networked individualism.”

Hal ini sekaligus membuktikan bahwa platform media sosial sekali lagi telah menunjukkan sifat partisipatif-nya. Internet telah memberikan peluang yang sama kepada setiap kelompok kultural untuk tampil sebagai arus dalam panggung global, terlepas dari kepentingan dan tujuan yang disandangnya. (*)

Tonton Video Terbaru dari Ayobandung:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 23 Okt 2026, 20:14

Lemahneundeut, Jejak Tanah Neundeut atau Nendatan di Lereng Gunung

Lemahneundeut adalah masa tanah atau batuan yang bergerak ke bawah lereng.

Persawahan berteras-teras di Bandung Selatan, merupakan jejak lemahneundeut yang dikelola dengan baik. (Sumber: T. Bachtiar)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 19:17

Sosok Didi Petet sebagai Potret Bandung dalam Film Preman Pensiun

Didi Petet sudah meninggal beberapa tahun lalu, tapi sosoknya dalam film Preman Pensiun masih membekas, dan menjadi ingatan waktu yang tercermin dalam potret kehidupan sehari-hari di Bandung.

Ilustrasi Didi Petet. (Sumber: Gemini AI)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 18:31

Lebih Berani di Rumah daripada di Jenewa: Posisi Indonesia dalam Perundingan Plastik

Menurut KLH/BPLH, 202), porsi plastik dalam sampah nasional naik dari 11% pada 2010 menjadi hampir 20% pada 2024 dan dapat mencapai 50% pada 2050 tanpa intervensi seriu.

Warga memungut sampah botol dan gelas plastik di bawah jembatan Babakan Sapan (BBS) Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 30 Juni 2025. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:59

Kampus Bukan Tempat Pamer Knalpot: Saatnya Menjaga Kenyamanan Akademik di UIN Bandung Kampus I Cipadung

Knalpot bising di Kampus I UIN Bandung, Cipadung, mengganggu kenyamanan akademik. Saatnya bersama menjaga ketertiban kampus.

Ilustrasi knalpot brong. (Sumber: Pexels | Foto: Quốc Bùi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 16:26

CCTV Merekam, tetapi Belum Tentu Mencegah: Keamanan Lingkungan Mahasiswa Perlu Tanggung Jawab Bersama

CCTV dapat membantu merekam kejadian, menyusun kronologi, dan memberikan petunjuk untuk mengidentifikasi orang yang diduga terlibat.

Ilustrasi CCTV. (Sumber: Pexels | Foto: Bezalens JGP)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 15:32

Kisah 101 FM : Ketika Radio Bandung Masih Siaran di Gelombang AM/MW

Dari kawasan Jalan Rajamantri Kulon, Bandung, stasiun radio ini mengudara melalui jalur FM (Frequency Modulation).

Radio 101 FM Bandung, salah satu pelopor siaran radio di jalur FM di Kota Bandung pada era 1980-an hingga 1990-an. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 14:41

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon

Taman Wisata Goa Sunyaragi adalah salah satu wisata bersejarah di Kota Cirebon yang menyimpan banyak cerita menarik.

Taman Wisata Goa Sunyaragi Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 13:00

BRT Bandung Dibangun untuk Mengurai Kemacetan, Mengapa Masyarakat Justru Menanggung Dampaknya?

Pembangunan Bus Rapid Transit Bandung Raya diharapkan mengurangi kemacetan. Namun, dampak proyek halte menimbulkan pertanyaan tentang tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kenyamanan masyarakat.

Halte BRT di Jalan Ahmad Yani, Cicadas termasuk tipe B dimana halte berada di antara jalan satu arah dengan 4 lajur. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 12:41

Mewujudkan Bandung Kota Jamu, Merawat Warisan Inggit Garnasih

Salah satu contoh inovasi Jamu kekinian di Bandung adalah Paduan Rempah, usaha minuman herbal yang dirintis Ahmad Hikmat Rahayu bersama istrinya

Acaraki Jamu tak sekadar menjual minuman herbal, tetapi menyuguhkan pengalaman gaya hidup yang berakar pada warisan budaya. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 11:27

Demam Aplikasi Pemda: Solusi Pelayanan Publik atau Cuma Proyek 'Sampah Digital'?

Membahas masalah aplikasi pemerintah yang belum efektif serta pentingnya digitalisasi pelayanan publik yang berorientasi pada kemudahan, keamanan, dan kebutuhan masyarakat.

Foto seseorang menggunakan ponsel. (Sumber: Pexels | Foto: Towfiqu barbhuiya)
Ayo Netizen 23 Okt 2026, 10:17

Menengok Terminal Ledeng, Menengok Diri Sendiri

Terminal Ledeng mengingatkan saya bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan di tempat yang sama, bahkan ketika melewati jalan yang benar-benar sama.

Terminal Ledeng, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Ramadhan)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 20:08

Sepuluh Tahun Wacana: Lampu Merah Soekarno-Hatta Menunggu Jawaban

Lampu merah Kiaracondong disebut jenuh sejak 2016, dan hingga kini masih bisa mencapai 12 menit. Mengapa solusi struktural belum juga datang?

Lampu merah Kiaracondong. (Sumber: Harun Yahya)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 19:29

Membangun Budaya K3 untuk Mencegah Kebakaran di Kota Bandung

Dengan budaya K3 yang kuat, pelatihan APAR yang tepat, dan partisipasi masyarakat, Kota Bandung lebih aman dari ancaman kebakaran.

Apel kesiapan petugas damkar kota Bandung. (Sumber: Bandung.go.id)
Sejarah 22 Okt 2026, 12:36

Hikayat Resolusi Jihad dan Lahirnya Hari Santri

Resulusi Jihad menjadi pembakar jiwa nasionalisme para santri untuk mempertahankan kemerdekaan. Resolusi yang dikeluarkan pada 22 Oktober 1945 saat ini diperingati sebagai Hari Santri Nasional

Ilustrasi Resolusi Jihad yang menjadi latar belakang diperingatinya Hari Santri Nasional (Foto: artificial intelligence)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 09:04

Polisi, Massa Hitam, dan Keamanan Kota Bandung

Dalam merespon demonstrasi, kemampuan membedakan aksi damai dan serangan terorganisir sangat penting.

Massa yang terdiri dari mahasiswa dan elemen masyarakat menggelar demo di sekitar Tugu Simpang Lima, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026) sore (Sumber: ayobandung.com | Foto: Rachmadi Rasyad)
Ayo Netizen 22 Okt 2026, 07:54

Menilik Komitmen Green Campus UIN SGD Bandung di Tengah Dominasi Kendaraan Pribadi

Kampus tidak hanya berfungsi sebagai ruang untuk mengembangkan pengetahuan, tapi juga menjadi tempat di mana kesadaran ekologis harus ditanamkan.

Suasana salah satu parkiran UIN SGD Bandung Kampus 1 di siang hari, Selasa (5/5/2026). (Foto: Meyliana Sofiyanti)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:53

Gambut Oh Gambut

Ulasan tentang tanah gambut

Gambut oh Gambut (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 19:12

Darurat Curanmor di Peundeuy Cicalengka: Saatnya Pemilik Kontrakan Bertanggung Jawab

Maraknya kasus curanmor hingga 7-10 per bulan di Peundeuy Cicalengka menuntut pergerakan pemilik kontrakan agar lebih tegas dan serius dalam mendata identitas penghuni baru.

Bisnis kontrakan daerah Peundeuy, Cicalengka. (Sumber: Pribadi | Foto: Intan oktari ramadhani)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 18:16

Lawan Arah Bukan Jalan Pintas: Saatnya Tertib di Jalan Rancaekek

Kebiasaan berbahaya pesepeda motor yang melawan arah di Jalan Raya Bandung–Garut, Rancaekek.

para pengendara yang melawan arus di Rancaekek. (Sumber: Ayojelajah.id)
Ayo Netizen 21 Okt 2026, 17:03

Selamat Ulang Tahun Lembang ke-144

Tahun ini, Lembang menginjak usia 144 tahun, tepat pada Jumat, 16 Oktober 2026.

Komunitas pelajar pecinta seni dan budaya, sesaat setelah penampilan sendra tari "Lembang Bihari ka Lembang Kiwari". (Sumber: Indra Riyadi)