Atlet Saling Sindir, Mencari Keadilan atau Memang Tak Ada Keadilan?

3 menit baca
Muhammad Yusup Zaelani
Ditulis oleh Muhammad Yusup Zaelani diterbitkan
Hadiah jam tangan Rolex untuk pemain Timnas Indonesia dari Presiden Prabowo Subianto. (Sumber: Instagram Story/justinhubner5)
Hadiah jam tangan Rolex untuk pemain Timnas Indonesia dari Presiden Prabowo Subianto. (Sumber: Instagram Story/justinhubner5)

Beberapa waktu lalu media sosial dihebohkan dengan kritik dari mantan atlet wushu yaitu Lindswell Kwok, ia mengkritik pemberian jam tangan mewah merek Rolex yang diberikan oleh Presiden Prabowo kepada pemain tim nasional (timnas ) sepakbola Indonesia.

Tak lama setelah itu, media sosial juga kembali dihebohkan oleh atlet PON (Pekan Olahraga Nasional) yang protes terhadap Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang tidak menepati janji pemberian bonus untuk para atlet yang berjuang di PON.

Amarah para atlet PON memuncak saat Pemprov Riau memberi uang Rp 20 juta ke Rayyan Arkan DIkha, bocah yang viral karena "aura farming" saat pacu jalur di Kuantan Singingi (Kuansing)

Sepintas terdengar, ungkapan para atlet ini adalah sebagai bentuk dari "iri hati' terhadap bonus yang diterima oleh atlet lain.

Namun di balik itu terdapat keresahaan yang lebih mendalam tentang mengapa atlet atlet yang bukan berasal dari cabang olahraga populer seperti sepak bola jarang diapresiasi, meski mereka sudah berjuang untuk bangsa.

Apakah karena mereka tidak bisa dijadikan sebagai ajang untuk viral? Miris. Jadi, Bonus itu untuk apresiasi atau cari sensasi?

Antara Popularitas dan Prestasi

Di beberapa negara, salah satunya Indonesia sepak bola adalah olahraga yang digemari banyak orang. Bahkan ada yang menganggap bahwa sepakbola bukan sekedar olahraga, tetapi sebagai budaya, hiburan.

Maka tak aneh rasanya ketika Timnas bermain banyak sekali yang menantikan, walaupun prestasinya tidak selalu membanggakan.

Sebab popularitas inilah, yang menjadikan apresiasi tidak lagi diukur oleh prestasi yang ditorehkan oleh atlet, tapi ditentukan oleh popularitas.

Sebagai contoh, Timnas Sepakbola mendapatkan bonus Jam tangan Mewah, setelah menang melawan China pada Kualifikasi Piala dunia, berita dipenuhi dengan berita ini.

Sementara itu para atlet dari cabang olahraga seperti wushu, angkat besi, dan panahan yang hampir setiap kejuaraan Asia maupun Olimpiade selalu menyumbangkan mendali kurang diapresiasi.

Bonus sudah pasti ada, tapi beberapa pihak seperti tutup telinga dengan prestasi mereka. Berbeda dengan halnya dengan sepakbola, ketika menorehkan prestasi semua pihak ingin memberi apresiasi. Maka tak heran ada beberapa atlet yang meminta keadilan

Meminta Keadilan, Bukan Iri Hati

Tarian Anak Koci dalam pacu jalur bukan sekadar pertunjukan visual. Ia adalah ritual penuh makna. (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Tarian Anak Koci dalam pacu jalur bukan sekadar pertunjukan visual. Ia adalah ritual penuh makna. (Sumber: mediacenter.riau.go.id)

Kritik yang diungkapkan oleh atlet wushu tentang pemberian jam tangan mewah kepada Timnas Sepakbola memang menuai pro dan kontra. Banyak yang menyudutkan bahwa atlet wushu ini memiliki rasa kedengkian.

Tapi mari kita telaah, kritik ini muncul bukan karena rasa dengki tapi karena belum maksimalnya sistem dalam apresiasi. Para atlet berjuang dengan dedikasi dan nasioanalisme yang sama, tapi kenapa harus berbeda dalam apresiasi. Apakah itu bisa sebut sebagai keadilan?

Begitu juga dengan para atlet PON Riau yang protes karena bonus yang dijanjikan belum cair, dan Pemprov malah memberi kepada bocah viral "aura farming".

Para atlet PON protes bukan tanpa alasan, karena persiapan untuk bertanding di PON tidak sebentar, banyak waktu yang mereka korbankan untuk latihan.

Tidak tepat jika yang disalahkan adalah para punggawa Timnas Indonesia yang mendapatkan bonus Jam tangan mewah, bocah viral karena "aura farming".

Mereka tidak salah, yang harus dibenahi sekarang adalah sistem apresiasi terhadap atlet yang belum adil, merata, dan standar yang jelas.

Jika pihak pihak terkait masih seperti ini, memberikan apresiasi dan bonus bergantung popularitas dan sensasi, maka para atlet yang berasal dari cabang olahraga yang tidak populer akan frustasi dan putus asa.

Jangan Biarkan Atlet Saling Sindir, tapi Saling Dukung

Jujur, sedih rasanya melihat atlet saling sindir seperti ini.

Mereka para atlet yang seharusnya menjungjung nilai nilai sportivitas harus ternodai untuk memperjuangkan hak hak mereka yang belum tersampaikan.

Tentu, ini bukanlah salah mereka, tetapi ini kembali lagi tentang sistem dari berbagai aspek yang belum baik sepenuhnya, dari segi pembinaan, apresiasi, dan masih banyak lagi.

Semoga kedepannya sistem olahraga di Indonesia bisa segera membaik dan para atlet bisa membawa nama harum bangsa, lalu mendapatkan apresiasi yang sepadan. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 03 Nov 2026, 22:11

Lari Malam di Summarecon Bandung, Cara Sederhana Menikmati Suasana Gedebage

Summarecon Bandung jadi salah satu pilihan menarik untuk lari malam sambil menikmati suasana kawasan Gedebage yang modern dan nyaman.

Summarecon Bandung (Foto: Muhammad Dafi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 20:57

Menikmati Gedung Tua Bandung dan Efektivitas Insentif PBB Rp1

Bandung tidak hanya membutuhkan gedung baru yang megah. Kota ini Butuh keberanian untuk merawat bangunan lama yang menjadi bagian dari identitasnya.

Penulis Menikmati Jalan Asia Afrika merupakan Galeri Sejarah Terbuka yang Luar Biasa. (Sumber: Sri Maryati)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:48

ASN Award Bandung dan Masalah Bobot Kerja

Penghargaan dapat membangkitkan motivasi. Namun, bobot kerja, kompetensi, integritas, dan produktivitas yang menentukan mutu birokrasi.

Penyerahan ASN Award Kota Bandung (Sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 19:21

Pemanfataan Lahan Gambut yang Baik dan yang Buruk

Pemanfaatan lahan gambut yang tepat untuk kelestarian alam dan kenali praktik buruk yang memicu kerusakan lingkungan.

Pemanfataan Lahan Gambut Yang Baik dan Yang Buruk (Sumber: R.M.A. Ahmad Said Widodo | Foto: R.M.A. Ahmad Said Widodo diolah dengan Nano Banana 2 Lite)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 18:17

November Rain

Siap siaga dalam menghadapi awal musim penghujan di akhir tahun 2026 sekarang

Suasana Dayeuhkolot saat ini yang sering dilanda banjir besar saban musim hujan. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 17:02

Jas Almamater dan Dekadensi Kejujuran

Penting kiranya mengungkap tentang jas almamater yang tergadaikan demi isu besar dalam sumpah pemuda yang dipelesetkan menjadi gelaran aksi mahasiswa bayaran.

Massa aksi di depan gedung DPRD Jawa Barat. (Sumber: Ayobandung | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 16:22

Tuntut Saja Negeri Ini dan Para Pemilik Kebijakan

Bolehkan kita sebagai warga negara Indonesia menuntut tentang berbagai bencana yang terjadi dan minim penanganan dari permerintah

Kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2026 di Indonesia. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 14:21

Asuransi Aing KDM: Seberapa Jauh Negara Hadir Melindungi Pekerja Informal Jabar?

Asuransi Aing yang digagas KDM menarik dicermati. Lewat program ini, Pemrov Jabar memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 5,4 juta pekerja informal.

Asuransi Aing untuk pekerja informal Jabar. (Sumber: ayobandung.com | Foto: jabarprov.go.id via ayobandung.com)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 11:22

Antisipasi Banjir dalam Alunan November Rain

November Rain adalah judul lagu rock yang pernah populer. Tetapi lagu ini seakan mengingatkan kita akan musim penghujan. Mengantisipasi banjir perlu aksi nyata sedini mungkin melalui fenomena alam.

Banjir di Kampung Bojong Asih, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, pada Minggu, 9 Maret 2025. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Ayo Netizen 03 Nov 2026, 07:50

Ayo Mengenal Stoicisme; Berdamai dengan Hal-Hal yang Tak Bisa Kita Kendalikan

Mengajak pembaca untuk mengenal stoicisme, filosofi tentang penerimaan akan diri dan menghadapi kehidupan dengan lebih baik

ilustrasi karya seni. (Foto: Alexas Fotos)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 20:58

Komunikasi sebagai Jembatan Empati di Tengah Krisis Karhutla

Melalui komunikasi, masyarakat Bandung yang tidak merasakan langsung dampak karhutla tetap dapat membangun kepedulian, solidaritas, dan dukungan bagi masyarakat yang terdampak.

Penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Sumber: Pemprov Kalteng)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 19:02

Fenomena Kemacetan di Bunderan Cibiru berdasarkan Pengalaman Pengguna Jalan

Kemacetan sering terjadi di perkotaan akibat padatnya kendaraan, salah satunya di Bunderan Cibiru, Bandung, yang menjadi titik pertemuan arus lalu lintas masyarakat sehari-hari.

Kondisi lalu lintas di kawasan Bunderan Cibiru, Bandung. (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: Vania Ramadhani Sidiq)
Wisata & Kuliner 02 Nov 2026, 18:53

Ikon Taraju, Surga Tersembunyi di Tasikmalaya

Hamparan perkebunan teh dari ketinggian memang menjadi pemandangan yang memanjakan mata. Hal ini yang menjadi salah satu kelebihan Ikon Taraju di Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya.

Wisatawan berswafoto di Ikon Taraju (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 18:24

Gasibu Tempo Dulu

Lahan cikal bakal Gasibu merupakan kawasan rawa yang memiliki sumber mata air dan sempat masuk dalam rencana pembangunan kompleks Gedung Sate.

Kawasan Gasibu tempo dulu. (Sumber: KITLV)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:37

Analisis Ekologis, Sosiologis dan Ekonomi Perkebunan Teh Era Kolonial vs Perkebunan Sawit Era Modern

Membandingkan dampak ekologis, sosiologis dan ekonomi perkebunan era kolonial dan modern. Temukan transformasi besar, warisan sejarah dan tantangan keberlanjutan yang dihadapi industri ini.

Perkebunan Teh Cukul, Pangalengan. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 17:14

Seluk-Beluk Memancing

Mencermati aktivitas memancing dari sudut ekologis, psikologis, atau sejarah.

Seluk-beluk memancing. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 15:15

Karhutla: Bencana Alam atau Persoalan Hukum?

Karhutla bukan sekadar bencana alam akibat kondisi cuaca, tetapi juga persoalan lingkungan yang menuntut tanggung jawab manusia dan penegakan hukum.

Dokumentasi penanganan kebakaran hutan dan lahan. (Sumber: gakkum.kehutanan.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 13:18

Kala Bersepeda dan Berlari di Kota Bandung Menjadi Aktivitas Berisiko

Dengan konsentrasi PM2,5 yang tinggi, maka olahraga luar ruangan di Kota Bandung menghadapi persoalan yang agak mengkhawatirkan.

Sekelompok warga bersepeda di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Ayo Bandung)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 11:53

Komunikasi dengan Alam

Komunikasi lingkungan dilakukan sepanjang tahun, bukan ketika musim kebakaran dan banjir muncul.

Kebakaran hutan dan lahan di Riau (04 Sep 2026). (Sumber: mediacenter.riau.go.id)
Ayo Netizen 02 Nov 2026, 10:30

Becak Cirebon: Transportasi Langka yang Masih Digunakan Sebagian Masyarakat

Transportasi umum di Kota Cirebon masih menyediakan berbagai macam pilihan mulai dari ojek online, elf, angkot hingga becak.

Becak disekitaran Grage Mall Cirebon. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)