Ikhsanuddin Qothi, Dokter Influencer yang Membawa Angin Segar bagi Stigma Buruk Puskemas

3 menit baca
Dias Ashari
Ditulis oleh Dias Ashari diterbitkan
Melalui kontennya ini, Dokter Ikhsanuddin Qothi pun kerap memberikan edukasi mengenai kesehatan. (Sumber: Instagram/Ikhsanuddin Qothi)
Melalui kontennya ini, Dokter Ikhsanuddin Qothi pun kerap memberikan edukasi mengenai kesehatan. (Sumber: Instagram/Ikhsanuddin Qothi)

Kesehatan menjadi salah satu bagian yang krusial dalam kehidupan manusia. Dengan kesehatan, seseorang bisa melakukan apapun dengan kesehatan juga seseorang bisa menjadi manusia yang berdaya untuk lingkungannya.

Meski demikian, kita sebagai manusia pun tak luput dari kondisi yang tidak sehat/tidak fit.

Banyak berbagai faktor yang mempengaruhi, diantaranya gaya hidup yang tidak sehat, kondisi cuaca yang tidak menentu hingga ikut terpapar wabah penyakit di suatu daerah.

Sebagai pasien yang sedang ada dalam kondisi tidak sehat, tentu kita menginginkan kesembuhan, salah satunya datang ke fasilitas kesehatan terdekat yaitu puskesmas. Bagaimana rasanya ketika berharap dilayani dengan baik tapi kita malah mendapat ekspresi jutek dari petugas puskemas.

Selain antrian yang lama, pemeriksaan yang kadang ala kadarnya, instruksi yang kurang jelas dan pengambilan obat yang juga seringnya tidak lengkap, seolah menjadi hal lumrah yang terjadi di pelayanan puskemas.

Padahal puskemas sendiri merupakan fasilitas pelayanan pertama yang disediakan pemerintah untuk bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat. Puskemas sendiri merupakan garda pertama untuk mendeteksi/ screening penyakit pada masyarakat.

Banyak fasilitas seperti imunisasi, konseling gizi, konseling ibu hamil, dan menyusui, pengobatan ringan hingga konsultasi kejiwaan yang bisa diakses secara gratis menggunakan BPJS dan tentunya sesuai dengan prosedur yang harus ditaati.

Mengenai pelayanan petugas puskesmas yang tidak ramah, juga diakui dan ditanggapi oleh seorang dokter dari generasi gen z bernama dr. Ikshan dalam sebuah podcast yang ditayangkan oleh Uung Victoria Finky melalui akun youtubenya:

Emang sih puskemas menjadi tantangan diibaratkan orang memandang puskesmas sebagai tempat yang nakes jutek dan kita tidak bisa langsung memutarbalikkan / mengubah  membalikan telapak tangan

Melalui kontennya ini, Dokter Ikhsan pun kerap memberikan edukasi mengenai kesehatan. (Sumber: Instagram/Ikhsanuddin Qothi)
Melalui kontennya ini, Dokter Ikhsan pun kerap memberikan edukasi mengenai kesehatan. (Sumber: Instagram/Ikhsanuddin Qothi)

Dokter yang sering mendapat julukan dokter gen z ini memiliki nama lengkap Ikshanuddin Qoth’I merupakan dokter umum universitas airlangga. Dr. Ikshan dikenal sebagai konten kreator pada tahun 2024 melalui akun media sosial instagram dan tiktok.

Melalui akun tiktok nya, Dokter sekaligus konten kreator ini seringkali membagikan video yang tidak lepas dari gelak tawa. Berawal dari koas menjadi dokter IGD hingga keisengan netizen mengisi petisi online yang menjadikannya dokter Puskesmas hingga hari ini.

Sebagaimana pekerjaan yang dilakukan di bidang pelayanan, tentu setiap petugas akan memiliki pengalaman yang unik dalam mengahadapi berbagai macam karakter manusia. Begitu pun dengan Dokter Ikhsanuddin Qothi yang sering membagikan pengalamannya berhadapan dengan pasien, mulai dari yang lucu hingga menjengkelkan.

Melalui kontennya ini, Dokter Ikhsan pun kerap memberikan edukasi mengenai kesehatan, edukasi akan pertanyaan netizen di media sosial dan membahas isu-isu krusial mengenai kesehatan yang sedang happening.

Dokter Ikhsan pun kerap membagikan kegiatan jenaka bersama ibu-ibu petugas puskesmas yang ada kaitannya dengan edukasi kesehatan di puskesmas.

Selain itu Dokter Ikhsan sering mengajak petugas puskesmas lainnya untuk membuat konten joget ala tiktok. Selain sebagai sebuah sarana hiburan ketika pelayanan di puskemas selesai.

Secara tidak langsung kegiatan ini juga menjadi re-branding bagi puskemas, khususnya bagi pelayan yang sering dianggap judes atau tidak ramah ternyata mereka tidak seburuk itu juga.

Gen z yang seringkali dianggap lebih fleksibel juga penuh dengan segudang kreatif, nyatanya bisa membawa angin segar untuk memperbaiki citra buruk pelayanan kesehatan di puskesmas.

Mungkin selama ini kita menganggap bahwa seorang dokter itu memiliki citra yang eksklusif, susah didekati, kaku tapi kehadiran Dokter Ikhsan di dunia kedokteran sudah banyak mendobrak stigma itu.

Hebatnya juga, melalui keterkenalan melalui sosial media ini , ternyata menarik Kemenkes untuk terlibat aktif memperbaiki pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia.

Hal ini terbukti dari keterlibatan rapat/ program yang dirancang oleh Kemenkes yang ikut serta melibatkan dokter-dokter gen z atau yang sudah memiliki kredibilitas di sosmed dalam ranah edukasi untuk terus hadir menjadi jawaban bagi tantangan di dunia kesehatan.

Hadirnya Dokter tersebut tentunya diharapkan bisa memberikan atau menjangkau masyarakat jauh yang belum teredukasi kesehatan secara maksimal oleh petugas yang hadir secara langsung di pusat pelayanan kesehatan. (*)

Tonton Video Terbaru Ayobandung:

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 06 Okt 2026, 06:30

PHBS Sebagai Modalitas Kesehatan Warga Kota Bandung

Tahun 2026 ini, influenza tipe A ini menjadi gambaran yang sama, meski oleh pemerintah tidak lagi di-covidkan. Namun kekhawatiran masyarakat tetap trauma dan ketakutan berlebihan.

Ilustrasi penderita influenza.
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 20:09

Ruang Terbuka Hijau di 30 Kecamatan di Kota Bandung

Artikel ini mengulas kondisi Ruang Terbuka Hijau di 30 kecamatan Kota Bandung. Temukan sebaran, fasilitas publik, keasrian lingkungan dan upaya pelestarian taman kota demi Bandung yang lebih asri.

Aktivitas warga di taman Alun-Alun Cicendo, Kota Bandung, Sabtu, 9 Juli 2022. (Sumber: Ayobandung | Foto: Magang Foto/Algifari Tohaga Abdillah)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 19:22

Ketika Wajah-Wajah Populer Mengisi Halaman Majalah Selecta Edisi Oktober 1970

Membuka kembali majalah lawas selalu menghadirkan sensasi tersendiri. Begitu pula ketika kembali membaca Majalah Selecta edisi Oktober 1970.

Hastarita Abdullah, fotomodel 17 tahun, tampil di sampul depan Majalah Selecta edisi Oktober 1970. Sementara Trio Nindya Sisters, tiga bersaudari asal Solo, tampil di sampul belakang, 56 tahun silam. (Sumber: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 17:03

10 Netizen Terpilih September 2026, Menangkap Ragam Isu Bandung dan Jawa Barat

Redaksi Ayobandung.id mengumumkan 10 penulis terbaik kanal "Ayo Netizen" untuk periode September 2026, dengan total hadiah tetap Rp1,5 juta.

Simulasi penanganan bencana gempa bumi akibat Sesar Lembang. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 16:16

Ronda Malam: Mereka yang Berjaga saat Warga Terlelap

Ketika warga terlelap, petugas ronda tetap terjaga. Di RW 10 Kelurahan Karang Mekar, Kota Cimahi, ronda malam menjadi ikhtiar keamanan sekaligus bukti bahwa semangat gotong royong masih menyala.

Ilustrasi warga Indonesia sedang ronda. (Sumber: Ilustrasi dibuat dengan Gemini AI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 15:02

Ruang Terbuka Hijau di Kota Bandung

Kota Bandung kini terus berbenah menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain berfungsi menjaga keseimbangan alam dan menekan polusi, kehadiran taman kota ini juga menjadi sarana rekreasi warga.

Taman di Jl. Tongkeng No.46, Merdeka, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 13:41

Mencegah KBGO di Kampus: Bukan Lagi Soal Perempuan Menjaga Diri

Seruan agar perempuan "pandai menjaga diri" di ruang digital tak lagi cukup. Kampus harus hadir secara sistemik menjamin ekosistem belajar yang aman bagi mahasiswi.

Pembukaan Latsar CPNS Tahun 2022 (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SkTAN)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 11:04

Kesehatan Mental Kita di Hari Sumpah Pemuda

Refleksi peringatas Sumpah Pemuda dengan isu keshatan mental.

Sumpah Pemuda & Kesehatan Mental. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 05 Okt 2026, 10:14

Amit-Amit, Jangan sampai Keranda Jadi Alat Ukur Tata Kota

Keranda seharusnya hanya mengantar manusia ke tempat peristirahatan terakhir. Ia jangan sampai berubah menjadi alat ukur apakah sebuah kota bekerja dengan baik atau tidak.

Lahan pekuburan di salah satu sudut Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Gilang Fathu Romadhan)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 19:10

Batik dari Warisan Budaya Tradisional Menuju Fashion Internasional

Tahun 2009, UNESCO telah telah memasukkan batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Batik perlu bergerak dari craft based economy menuju creative fashion industry. Dan dari produk menjadi nilai.

Koleksi batik Retno Mulyo. (Sumber: Batik Retno Mulyo)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 16:38

Memikirkan Kembali Sumber Daya Energi Baru: Terbarukan Berbiaya Murah dan Ramah Lingkungan

Mengulas solusi energi baru dan terbarukan yang murah serta ramah lingkungan.

Pengelola Waduk Jatiluhur menyebutkan kemarau panjang pada Juli 2023 menyebabkan tinggi muka air waduk mengalami penyusutan hingga 10 meter atau 2 meter diambang batas kritis. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 14:22

Masa Depan Podcast: Kemana Arah Komunikasi Digital Antara Manusia dan Akal Imitasi?

Perkembangan teknologi turut membuat podcast dengan pelbagai macam tema yang bisa diangkat. Maka tidak ada lagi batasan bahwa kita tidak bisa menyuarakan aspirasi melalui podcast.

Ilustrasi alat studio podcast. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 10:47

Peringati Bulan Bahasa dengan Membaca Indeks Literasi

Refleksi tingkat literasi Indonesia dalam momentum bulan bahasa tahun 2026.

Bulan Bahasa dan Literasi. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 04 Okt 2026, 09:59

KDM Mengingatkan Pers, tetapi Siapa yang Mengingatkan KDM?

KDM tidak perlu takut kepada wartawan yang kritis. Justru seorang gubernur memerlukan wartawan yang mampu menjadi semacam cermin yang tidak bisa diedit.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 20:31

Saat Pajak Terus Mencekik, Masihkah 'Worth It' untuk Membangun Usaha Mandiri?

Di Negara ini menjadi Karyawan atau Wirausahawan bukan satu-satunya pilihan yang menguntungkan. Keduanya punya konsekuensi yang terkadang merugikan.

Apakah kita benar-benar bisa memilih antara menjadi karyawan dan pengusaha di negeri ini? (Sumber: pixabay)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 19:15

Masjid Menara Sangat Terkait Kali Semarang

Kali Semarang dan anak-anak sungainya, dermaga sungai di Kampung Melayu dengan Masjid Menaranya, menjadi satu situs penting dalam sejarah perkembangan Kota Semarang.

Pak Ali (berbaju putih), sedang memberikan keterangan tengtang penimbunan lantai satu masjid. (Foto: T Bachtiar)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 18:02

Investasi Bangsa Dimulai dari Penguasaan Literasi Generasi Muda

Penguasaan literasi generasi muda harus ditempatkan sebagai fondasi utama untuk membangun bangsa yang kuat, mandiri, adaptif dalam menghadapi perubahan zaman.

Anak muda sedang membaca buku. (Sumber: Pexels | Foto: Abby Chung)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 16:45

Mengenang Masa Keemasan Acara Musik di Layar Kaca TVRI

Bagi generasi yang tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, acara musik di TVRI bukan sekadar tontonan.

Aneka Ria Safari. Salah satu acara musik televisi favorit penonton Indonesia era 1980-1990-an. Program ini menghadirkan penyanyi dan grup musik populer serta lagu-lagu yang tengah digemari masyarakat. (Sumber: Majalah Monitor TVRI)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 15:14

Makna Filosofis, Persamaan, dan Perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak

Makna filosofis, persamaan dan perbedaan Pupuh Sunda, Jawa, Madura, Bali dan Sasak.

Seniman tembang pupuh. (Sumber: Dika Dzikriawan)
Ayo Netizen 02 Okt 2026, 11:49

Seragam Khaki

Cerita seorang guru honorer yang mendapat ujian ekonomi tapi tetap bekerja profesonal.

Ilustrasi 'Khaki'. (Sumber: ChatGPT)