Sosok yang Menyemai Harapan Hijau di Padatnya Kota Bandung

3 menit baca
Seli Siti Amaliah Putri
Ditulis oleh Seli Siti Amaliah Putri diterbitkan
Gin Gin Ginanjar. Di bawah kepemimpinannya, program Buruan SAE meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional. (Sumber: Humas DKPP Bandung | Foto: Humas DKPP Bandung)
Gin Gin Ginanjar. Di bawah kepemimpinannya, program Buruan SAE meraih berbagai penghargaan nasional dan internasional. (Sumber: Humas DKPP Bandung | Foto: Humas DKPP Bandung)

Di tengah padatnya Kota Bandung, di antara deretan rumah dan beton yang menutup pandangan ke tanah, Gin Gin Ginanjar melihat sesuatu yang berbeda: peluang untuk menanam.

Bukan di sawah yang luas, melainkan di halaman rumah warga, di sudut-sudut gang, dan di hati masyarakat Bandung. Bukan sekadar menanam sayur di pekarangan, tapi menanam harapan bahwa Bandung bisa mandiri, sehat, dan berdaya lewat pangan yang tumbuh dari tangan warganya sendiri.

Dari lahan sempit di halaman warga, ia menumbuhkan gagasan besar bernama Buruan SAE, gerakan pertanian perkotaan yang kini mengakar di lebih dari 500 titik diseluruh Bandung. SAE berarti Sehat, Alami, Ekonomis, tiga kata sederhana yang kini menjelma jadi cara hidup baru bagi warga kota.

“Mulai saja dulu,” ujarnya tenang,“sambil berjalan kita belajar, memperbaiki, tapi yang penting mulai.”

Itulah prinsip yang sejak enam tahun terakhir membimbinglangkahnya sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung.

Perjalanan panjang Gin Gin berawal dari tanah kelahirannya sendiri, Bandung. Iatumbuh di Cicadas, menempuh pendidikan S1 di Institut Pertanian Bogor, lalu melanjutkan studi S2 ke Belanda, di IHE Delft, menanamkan ilmu dan nilai keberlanjutan yang kelak tumbuh subur di tanah kelahirannya. Pengalaman di negeri orang justru menanamkan kesadaran baru: kota tak boleh bergantung penuh pada pasokan luar.

“Setiap rumah punya potensi. Yang perlu ditanam bukan cuma benih, tapi kesadaran,”katanya.

Kariernya di pemerintahan dimulai sejak 1995, dari Bappeda hingga kini menjabat sebagai Kepala DKPP Bandung sejak 2019 yang membuat ia merasa “menemukan rumah.” Dunia pertanian, yang dulu hanya sebatas keilmuan, kini jadi ladang nyata pengabdian.

“Bidangnya kembali ke pertanian, sesuai dengan latar belakang pendidikan dan passion saya,” ujarnya tersenyum.

Di tangannya, Bandung bukan hanya kota dengan bangunan dan jalanan, tapi juga ruang hidup yang harus dijaga kemandiriannya. Melalui Buruan SAE, ia ingin masyarakat kota menjadi subjek, bukan sekadar konsumen. Gerakan itu tak sekadar bicara soal menanam cabai atau kangkung, tapi tentang menanam kesadaran pangan, kebersamaan, dan kemandirian.

“Kalau masyarakat mau berupaya, apapun bisa dilakukan,” katanya.

Upaya itu pun berbuah manis. Perjalanan Buruan SAE menembus batas kota. Buruan SAE telah membawa nama Bandung ke panggung dunia.

Pada tahun 2022, program ini mendapat penghargaan Food Production di Brazil. Tiga tahun kemudian, 2025, Buruan SAE kembali mencatat sejarah dengan meraih penghargaan Circular Economy dalam ajang Milan Pact Award 2025 di Italia, pengakuan internasional atas inovasi pangan berkelanjutan yang lahir dari ibukota Jawa Barat.

Madu dari budidaya Buruan Sae di Astanaanyar (Foto: Ist)
Madu dari budidaya Buruan Sae di Astanaanyar (Foto: Ist)

“Kita tidak mengejar penghargaan, nothing to lose, tapi kalau bekerja tulus dan sungguh-sungguh menjalankan nya, pengakuan akan datang sendiri.”

Tak berhenti di situ, Gin Gin juga dinobatkan sebagai ASN Inovatif Jawa Barat 2023, serta membawa DKPP meraih sederet penghargaan nasional, termasuk Piala Abdibaktitani 2021 & 2023 dari Kementerian Pertanian dan SPHP Award tingkat provinsi.

Gaya kepemimpinannya sederhana, memberi teladan, bukan perintah. Ia lebih suka turun langsung ke lapangan.

“Kalau ingin mengajak orang menanam, ya kita harus menanam dulu,” ujarnya.

Baginya, birokrasi tak harus kaku. Inovasi lahir bukan dari ruang rapat, tapi dari keberanian mencoba. Baginya, kepemimpinan bukan soal jabatan, tapi kemauan untuk menanam sesuatu yang kelak tumbuh menjadi harapan bagi banyak orang.

Kini, Buruan SAE bukan hanya program, tapi gerakan sosial yang memperkuat semangat gotong royong. Ratusan titik kebun kota tumbuh di halaman, sekolah, hingga kantor pemerintah. Bandung pun perlahan belajar untuk mandiri, memproduksi sebagian pangannya sendiri dan memperkuat cadangan pangan lokal.

Visi Gin Gin juga belum berhenti di situ. Ia ingin membangun pasar hasil urban farming, sekaligus mendorong profesionalisasi kelompok tani kota.

Di sela hiruk pikuk kota, Gin Gin Ginanjar terus menanam. Menanam benih, ide, dan keyakinan. Kini ia bermimpi lebih jauh, menjadikan Bandung sebagai kota dengan kedaulatan pangan. Tak sekadar cukup untuk warga, tapi mampu jadi contoh bagi kota lain.

Dan dari tangan-tangannya yang tak henti bekerja, Bandung pun menuai.

“Semua harus diusahakan, harus ada upaya, dan upaya itu harus dimulai.” (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Seli Siti Amaliah Putri
Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 11 Agu 2026, 20:01

Membaca Gaya Komunikasi di Balik Publikasi Koleksi Jam Tangan Edisi Khusus

Analisis ini berfokus pada cara perusahaan menyampaikan produknya kepada publik, bukan membahas spesifikasi produk secara rinci.

Ilustrasi iklan.
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 18:10

Menulis sebagai Cara Membangun Pengetahuan

Sebuah refleksi tentang menulis yang tidak berhenti pada keterampilan menyusun kata dan kalimat, tetapi melihat menulis sebagai bagian dari proses membangun pengetahuan dan membentuk cara berpikir.

Ilustrasi mengetik artikel dengan laptop. (Sumber: Unsplash | Foto: Sergey Zolkin)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 17:02

Indonesia Raya Tercipta di Bandung

Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah W.R. Soepratman membaca tantangan di majalah Timboel pada 1924.

Ilustrasi Wage Rudolf Soepratman. (Sumber: Ayobandung.id)
Beranda 11 Agu 2026, 16:53

Bandung Makin Panas di Siang dan Makin Dingin di Malam, Ada Apa dengan Suhu Kota?

Suhu Kota Bandung menunjukkan perubahan menarik. Siang makin panas dan malam tetap dingin. Pohon serta ruang hijau punya peran pent

Kota Bandung tampak seperti cekungan dengan dominasi kawasan pemukiman serta industri. Sementara bagian hijau sudah sangat kurang. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 16:08

Penyiaran Proklamasi Kemerdekaan di Bandung

Berita mengenai proklamasi kemerdekaan dengan cepat menyebar dan meluas dalam masyarakat Kota Bandung.

Jawa hokokai pada 1944. (Sumber: Polri.go.id)
Wisata & Kuliner 11 Agu 2026, 15:39

Panduan Wisata Telaga Biru Cicerem, Danau Jernih di Kaki Gunung Ciremai

Jelajahi Telaga Biru Cicerem, telaga alami dengan air biru kehijauan yang jernih, ikan warna-warni, dan panorama kaki Gunung Ciremai.

Telaga Biru Cicerem. (Sumber: Instagram @telagabiruciceremofficial)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 15:17

Dilema PKL: Tertib atau Mati Pelan-pelan

Data menunjukkan bahwa sektor informal, seperti PKL, masih menjadi tulang punggung tenaga kerja di Indonesia.

Petugas Satpol PP Kota Bandung menggunakan alat berat merobohkan bangunan liar dan lapak PKL di Jalan Ibrahim Adjie, Kiaracondong, Kota Bandung, Senin 10 Agustus 2026. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 13:48

Berjumpa dengan Bari Lukman, Pengibar Merah Putih Pertama di Bandung

Yang menarik, perjumpaan dengan Bari Lukman tidak diawali oleh pencarian seorang tokoh sejarah.

Bari Lukman (memegang bolpoin) bersama rekan-rekan wartawan di Bandung. (Sumber: Dokumentasi  Kin Sanubary)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 12:27

Jejak Memori Rijsttafel: Simfoni Akulturasi dan Potret Budaya Kolonial di Nusantara

Sebagai warisan budaya, Rijsttafel mengajak kita untuk melakukan penelusuran terhadap sebuah tradisi adiboga yang tumbuh di tengah ketegangan kolonialisme.

Momen rijsttafel pada tahun 1880-an. (Sumber: Collectie Stichting Nationaal Museum van Wereldculturen | Foto: Jhr. Josias Cornelis Rappard)
Ayo Netizen 11 Agu 2026, 08:58

Membangkitkan Kembali Pesawat Kebanggaan Indonesia 

Membangkitkan kembali pesawat asli Indonesia sebenarnya perwujudan yang logis bagi Indonesia, pemerintahan saat ini pun perlu mendanainya dengan sungguh-sungguh.

Kondisi Bandara Husein Sastranegara sebelum penerbangan dipindahkan. (Sumber: Ayobandung)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 18:19

Resensi Novel 'Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname': Kisah Jungkir Balik Sebuah Keluarga Jawa

Novel ini menceritakan tentang sebuah keluarga Jawa yang mencoba untuk mengadu nasib ke Suriname.

Buku "Permulaan Sebuah Musim Baru di Suriname". (Sumber: Ayobandung.id)
Bandung 10 Agu 2026, 17:54

Inovasi Kudapan Nostalgia, Cara Kuliner Lokal Bandung Bikin Biskuit Gabin Naik Kelas

Dinamika jajanan di Kota Bandung rasanya tidak pernah kehabisan akal untuk memanjakan lidah para pencintanya, tak terkecuali untuk inovasi biskuit gabin.

Biskuit gabin, kudapan sederhana yang akrab dengan memori masa kecil yang dapat panggung untuk tampil lebih modern dan kekinian. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 17:47

Berburu Buku Tahun 1980-an

Kilasan informasi masa tahun 1980-an tentang literasi yang dominasi membaca buku, koran, majalah, novel dan komik

Ilustrasi toko buku di Pasar Palasari. (Sumber: Ayobandung.id)
Wisata & Kuliner 10 Agu 2026, 17:47

Warung Perkedel Ibu Kokom, Hidden Gem Kuliner Bandung di Cimenyan

Warung Ibu Kokom menjadi destinasi kuliner favorit di Cimenyan berkat perkedel renyah, sambal terasi, dan terutama pemandanagan serta suasana alam yang sejuk.

Perkedel di Warung Ibu Kokom Cimenyan. (Sumber: Instagram @warung_ibukokom)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 16:24

Shrinkflation Tanda Inflasi Tersembunyi pada Suatu Negara

Shrinkflation adalah fenomena ekonomi ketika perusahaan mengurangi kuantitas atau ukuran suatu produk tanpa menaikkan harga jual secara langsung. Fenomena ini umumnya jarang diketahui oleh konsumen.

Ilustrasi shrinkflation dengan kemasan produk yang makin kecil akibat inflasi. (Sumber: Flickr | Foto: Brett Jordan)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 15:52

Makna Kemerdekaan untuk Kembalikan Esensi Pajak Penerangan Jalan di Bandung

Sangat ironis jika bulan kemerdekaan diwarnai dengan ruas jalan dan ruang publik yang gelap gulita.

Ilustrasi makna hari kemerdekaan untuk mengatasi kegelapan di ruas jalan dan ruang publik. (Sumber: Hasil kreasi dengan Gemini | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 12:51

Ketika Tuntutan Produktivitas dalam Hustle Culture Memicu Beban Mental Mahasiswa

Berangkat dari keresahan mahasiswa terhadap tuntutan selalu produktif, yang di mana sering disalahartikan sebagai keharusan selalu terlihat sibuk.

Seorang wanita duduk di atas tempat tidur sambil memegang bantal, dikelilingi kertas dan laptop, menunjukkan ekspresi stress. (Sumber: pexels | Foto: Ron Lach)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 11:12

Sawah, Kerbau (Baja), dan Kenangan

Munding boleh berganti traktor. Sawah bisa saja berubah wajah menjadi rumah, kos-kosan. Permainan anak-anak boleh berganti zaman. Tapi kenangan tentang kebersamaan semestinya tetap tumbuh

Asyiknya membajak sawah menggunakan kerbau dulu, kini digantikan perannya oleh traktor (Sumber: Instagram @kangnandarvlog)
Ayo Netizen 10 Agu 2026, 09:27

Kala Kemarahan Pejabat Jadi Konten Pemerintahan

Sebuah teguran langsung pejabat kepada bawahannya dan viral dapat membuat masyarakat merasa pemerintah hadir. Itu bukan sesuatu yang harus diremehkan.

Ilustrasi pejabat memarahi bawahan (Sumber: Dokumentasi pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 09 Agu 2026, 19:39

Dari Uang Tunai ke Sekali Klik dalam Perubahan Perilaku Keuangan Mahasiswa

Peralihan ke dompet digital mempermudah transaksi mahasiswa, namun berisiko memicu perilaku konsumtif.

Kemudahan transaksi dompet digital melalui pemindaian kode QR semakin efisien dan dekat dengan aktivitas harian mahasiswa. (Sumber: Pexels/Pavel Danilyuk)