Hayu Opsih

Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan Jumat 06 Feb 2026, 13:12 WIB
Tradisi bersih-bersih di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) jelang Ramadan. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Restu Nugraha)

Tradisi bersih-bersih di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) jelang Ramadan. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Restu Nugraha)

Di era tahun 90-an, terutama di Bungbulang Garut Pakidulan, yang berjarak sekitar 73 Km dari Kota Dodol ke arah barat daya melalui jalur Cikajang belok kanan ke arah Cibuluh. Ya sekitar 130 Km dari Bandung dengan jarak tempuh 5-6 jam menggunakan kendaraan umum (bis legen Eka Jaya yang sekarang tinggal cerita dan kenangan, elf Aldy Aldo).

Tradisi bersih-bersih menjelang Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan semata. Pasalnya, aktivitas warga ini syarat peristiwa sosial, kultural, spiritual yang membekas kuat dalam ingatan masa kecil.

Ibu-ibu opsih (operasi bersih-bersih), kerja bakti dari jalan Pasarlama sampai Pasantren. Bapak-bapak ngecet pager sekitar Masjid. Anak-anak nyeuseuh karpet Masjid di sungai, mata air, proyek, bendungan buatan. Sungguh ritual sederhana yang menyatukan ajengan, aceng, barudak, sungai, sawah, dan kebersamaan.

Kondisi masjid Darussalam Bungbulang, Garut Kidul, Rabu (27/3/2024). (Sumber: Istimewa | Foto: Nuralimat Hakiah (pun alo))
Kondisi masjid Darussalam Bungbulang, Garut Kidul, Rabu (27/3/2024). (Sumber: Istimewa | Foto: Nuralimat Hakiah (pun alo))

Bersih-bersih Masjid, Jalan, Cat Pagar dan Nyuci Karpet

Semua warga terlibat, dengan perannya masing-masing, bergerak seirama tanpa perlu aba-aba. Sungguh indah, guyub kehidupan kampung yang rukun, damai, ramai, dan penuh rasa memiliki.

Seminggu (dua minggu) menjelang Ramadan, biasanya selepas ngaji subuh di hari Ahad, Masjid Darussalam dan sekitarnya mulai dipenuhi aktivitas. Sebelumnya, Ajengan mengumpulkan barudak, dan membagi tugas masing-masing.

Ada yang disuruh membawa sapu, lap, ember, parang, congkrang, nyere, sabun, sikat. Tak ketinggalan yang mengurusi bekal, amunisi isi perut di sawah, wahangan. Mulai dari beras secangkir, kastrol, asin, sambel, lalaban, kacang panjang. Dulu tugas-tugas kecil itu dianggap terasa berat. Padahal sangat penting untuk menghadirkan dan menyantap hidangan alakadarnya. Ngaronyok euy!

Sekitar pukul enam, Mang Ase biasa disapa, pengurus DKM ngabewarakeun dari toa Masjid.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mangrupikeun pangumuman… Ka sadaya pala wargi, bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda-pemudi nu aya di bumi. Rehna dinten ayeuna bade diayekun opsih atanapi kerja bakti. Waktos na ti tabuh 7 énjing dugi ka rengsé. Tempatna di Masjid Darussalam, sabudeureun Jalan Pasarlama dugi ka Pasantren. Ku kituna, dipiharep ka sadaya pala wargi tiasa ulubiung. Sakitu pangumumanana. Hatur nuhun kana sadaya perhatosanana. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid dibersihkan dari dalam hingga luar. Lantai disapu dan dipel, kaca dilap sampai bening, kinclong mengkilap, bedug diganti kulitnya dengan kulit munding yang baru, masih terasa hanyir, bau amis khasnya. Halaman disapu, sampah dibuang ke jarian, WC dan tempat wudu disikat sampai bersih.

Warga menjemur karpet yang telah dicuci di Bendungan Cibeureum, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (20/6/2018). (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Warga menjemur karpet yang telah dicuci di Bendungan Cibeureum, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (20/6/2018). (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)

Nah, ini waktu yang ditunggu anak-anak. Karpet masjid yang sudah digulung dan dipanggul ramai-ramai untuk dibawa ke Sungai Cibalubur Loa, Cibalubur Sasak, Proyek, Cek Dam (bendungan, irigasi) untuk dicuci dan disikat sampai bersih.

Di saat yang sama, ibu-ibu sudah lebih dulu turun tangan. Sejak pagi mereka membersihkan jalan sepanjang Pasarlama menuju Pesantren. Dengan perhatian utama pada jalanan depan Masjid Darussalam. Sapu lidi bergerak beriringan, debu dan daun kering disingkirkan, rumput liar dicabut, selokan kecil dikorek agar air lancar dan tidak tersumbat. Banjir ci leuncang!

Selalu ada yang unik, di sela-sela pekerjaan terdengar obrolan ringan, sesekali tawa kecil, dan saling sapa. Jalan kampung yang biasa dilewati sehari-hari, saat itu terasa lebih bersih, nyaman, endah dan bermakna yang seolah-olah ikut disucikan jelang menyambut Ramadan.

Tak jauh dari situ, bapak-bapak sibuk mengecet pagar masjid. Ember berisi kapur, cet putih dari apu berjejer di halaman. Dengan kuas sederhana yang terbuat dari injuk, rumput ilalang, eurih, pagar yang kusam perlahan berubah cerah. Bodas nyacas!

Kadang tangan, baju, bahkan wajah mereka penuh bercak putih. Tak ada yang mengeluh. Malahan yang ada justru rasa bangga, syukur  dan terharu. Pagar masjid tampak bersih dan terang, seakan menyambut bulan suci dengan wajah dan semangat baru.

Bagi barudak, bagian paling ditunggu tentu saat karpet sudah sampai di sungai yang melewati sawah, menerobos sedikit menanjak dan turun berkelok ke Cangkudu Astana Anyar. Setelah disikat dan dibilas, giliran ngojay di air Cibalubur yang jernih dan dingin.

Botram dilakukan di pinggiran sungai (pematang sawah) antara sungai dan serang. Makan sederhana, tapi nikmatnya luar biasa. Kadang dilengkapi ikan hasil mancing dadakan. Ada beunteur, bogo, lubang, yang terlihat jelas berenang di dasar sungai.

Peci dan sarung tak pernah tertinggal. Sarung diselempangkan bak Kabayan Saba Kota. Awalnya untuk salat, lalu berubah fungsi jadi alat berenang, permainan babalonan, drum sarung, eentogan.

Setelah Salat Zuhur, (sebelum waktu lohor) tiba, permainan makin ramai dan tambah seru. Ada rarakitan dari gebog cau, ada ngaruru, saling membersihkan badan dengan batu lonjong yang halus. Anak-anak berbaris, antre, kadang membentuk lingkaran untuk membersihkan punggung satu sama lain. Semua itu dilakukan sambil belajar sabar, belajar giliran, dan belajar indahnya kebersamaan.

Terkadang suasana makin riuh yang berakibat rusuh, tapi tidak sampai ribut. Lempar tanah, pasir, petak umpet di antara bebatuan dan pepohonan mewarnai aktivitas nyeuseuh karpet. A Ipan, anak Ua, sering bikin deg-degan. Dengan naik ke pohon Loa, menghilang lama, lalu tiba-tiba loncat dari ketinggian lima sampai sepuluh meter, mencebur ke sungai. Air muncrat, tawa pecah. Sungai terasa hidup, ada ragam ikan terlihat jelas di air yang bening.

Kondisi Cibalubur Loa Bungbulang, Garut Kidul, Rabu (8/5/2019) (Sumber: Instagram @ariesghifarie | Foto: Hasil tangkap layar)
Kondisi Cibalubur Loa Bungbulang, Garut Kidul, Rabu (8/5/2019) (Sumber: Instagram @ariesghifarie | Foto: Hasil tangkap layar)

Jaga Tradisi, Ramadan Suci

Rupanya di tengah semua keriuhan itu, ada batas yang tak pernah dilanggar. Waktu salat tetap dijaga dan diperhatikan. Menjalankan ibadah di bebatuan sungai menjadi aktivitas luar biasa dan tak bisa dilupakan. Bisi pamali, doraka! Jadi ungkapan yang bukan sekadar larangan, tapi penanda nilai.

Bermain boleh, bersenang-senang mesti, tapi hubungan dengan Gusti Allah tidak boleh terputus. Di sanalah harmonisasi budaya Sunda dan Islam hadir secara alami yang ditanamkan sejak dini oleh orangtua dan ajengan, tanpa ceramah panjang lebar yang langsung dipraktikan secara bersama-sama dalam kehidupan sehari-hari.

Menjelang siang, kampung terasa berubah. Masjid bersih, pagar putih berkilau, jalan kampung rapi, sungai tetap jernih. Anak-anak terlihat lelah tapi bahagia, ibu-ibu puas melihat jalan bersih, bapak-bapak tersenyum memandangi pagar masjid. Semua lelah berbuah berkah agar hidup tetap terarah.

Dalam buku Ramadhan di Priangan (Tempo Doele) dijelaskan sebulan sebelum memasuki bulan Ramadan, secara gotong royong warga kampung menata dan membersihkan perkuburan sekaligus menziarahi makam para leluhur dan handai tolan.

Walhasil, diteruskan dengan gotong royong "bersih-bersih desa" yang meliputi perbaikan lorong, jalan kampung, membersihkan selokan, mengecat (mengapur) pagar, bagunan dan membersihkan halaman dan lingkungan kampung.

Baca Juga: Tanda-Tanda Ramadan dan Berkah di Bulan Suci

Jadi tidak seperti sekarang orang mengapur bangunan dan membersihkan lingkungan bila menyambut perayaan 17 Agustus. Tapi dulu, hal itu dilakukan orang dalam rangkaian menyambut bulan suci (bersih) Ramadan. (Haryoto Kunto, 1996:25)

Dalam kontek sekarang, untuk di daerah Babakan Dangdeur Pasirbiru, aktivitas bersih-bersih biasanya dilakukan seminggu sebelum Ramadan pada hari Ahad mulai dari gang RW 4 sampai Masjid Ar Rohman. Tentunya dikomandoi langsung oleh Pa RT 1. Selesai beres-beres halaman rumah, jalan gang, tibalah saatnya botram di serambi Masjid dengan balakecrakan.

Ingat, berbagai tradisi bersih-bersih jelang Ramadan ini sungguh indah dan berkah. Ya bukan hanya tentang membersihkan karpet, jalan, pagar, melainkan ikhtiar bersama untuk membersihkan diri, merawat kebersamaan, dan menyiapkan jiwa-jiwa arif saat menyambut bulan suci.

Dengan demikian, tradisi kampung bau lisung yang terkadang dianggap sederhana, kolot, justru syarat makna yang terdalam. Bersama kenangan yang terus dijaga, dirawat agar terus hidup, tumbuh berkembang, meski zaman terus berubah. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Linimasa 05 Mar 2026, 21:19

UIN Bandung Sebelum dan Sesudah Magrib Saat Ramadan

Setiap Ramadan, kawasan UIN Sunan Gunung Djati Bandung berubah ramai oleh mahasiswa yang ngabuburit dan berburu takjil.

Suasana menjelang magrib saat Ramadan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 19:20

10 Netizen Terpilih Februari 2026: Bandung Raya dan Bulan Puasa

Berikut adalah nama-nama penulis yang meraih apresiasi dengan total hadiah senilai Rp1,5 juta.

Pameran Al-Qur’an Mushaf Sundawi berhias motif khas budaya Jawa Barat di Pusdai, Kota Bandung, Jumat 20 Februari 2026. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Sejarah 05 Mar 2026, 14:47

Sejarah Bandung Dijuluki Twente van Indonesië, Kota Kembang Diproyeksikan jadi Pusat Industri

Catatan koran 1949 menggambarkan Bandung dipenuhi pabrik tekstil yang membuatnya dibandingkan dengan Twente di Belanda.

Nederlandsch-Indische Metaalwaren en Emballage Fabrieken (NIMEF) di Bandung tahun 1950-an (Sumber: Wikimedia)
Mayantara 05 Mar 2026, 14:05

Kemarahan Digital Perang Iran dan Keuntungannya bagi Platform Media Sosial

Beberapa hari terakhir ini, linimasa media sosial dan juga WhatsApp Group di Indonesia dipenuhi umpatan dan kutukan.

Imbauan pemberhentian perang. (Sumber: Pexels | Foto: Nothing Ahead)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 12:06

Suara Tionghoa Menyigi Ruang Dialog, Sosial, Ekonomi, dan Budaya

Ruang perjumpaan dari berbagai umat beragama menjadi taman bertumbuh, tempat pengalaman yang dibagikan tanpa takut, juga tempat identitas dirayakan tanpa curiga.

Suara Tionghoa di Majalengka. (Dok. Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 11:53

Night Walk di Bulan Ramadan, Kaki Besi Perkuat Tren Komunitas Jalan Kaki di Bandung

Meski digelar pada bulan Ramadan, antusiasme peserta tidak surut. Dengan dress code serba hitam yang telah ditentukan panitia, para peserta memadati trotoar dengan tambahan aksesori khas.

Salah satu event komunitas Kaki Besi. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Seni Budaya 05 Mar 2026, 10:03

Sejarah Tari Saman, Jejak Warisan Syeikh di Dataran Tinggi Gayo

Jejak nama Saman dikaitkan dengan ulama abad ke-14 dan pengaruh Islam di Aceh, membentuk tarian komunal yang sarat syair moral.

Pagelaran Tari Saman terbesar di dunia dengan 12.262 penari. Acara kolosal ini diadakan pada 13 Agustus 2017 di Stadion Seribu Bukit, Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Mar 2026, 09:25

Renungan Ramadan dan Jadwal Puasa Bandung 1969 dalam Koran Lawas

Membuka kembali lembaran surat kabar lama sering menghadirkan pengalaman yang unik.

Surat kabar Berdikari terbitan Bandung, 28 November 1969, bertepatan dengan 18 Ramadan 1389 Hijriah (57 tahun silam). (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Beranda 05 Mar 2026, 06:55

Berawal dari Konten Viral, Kaki Besi Menjadi Komunitas Jalan Kaki Terbesar di Bandung

Berawal dari konten viral di media sosial, Komunitas Kaki Besi berkembang menjadi komunitas jalan kaki terbesar di Bandung. Didirikan oleh Insan Buana, Kaki Besi kini memiliki puluhan ribu pengikut.

Salah satu event Komunitas Kaki Besi. Dalam waktu kurang dari satu tahun, komunitas ini mencatat ribuan anggota aktif. (Sumber: Komunitas Kaki Besi)
Bandung 04 Mar 2026, 21:33

Menilik Eksistensi Kue Balok Kang Didin, Kuliner Legendaris Bandung sejak 1950 yang Melawan Arus Zaman

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya.

Bertempat di Jalan Abdul Rahman Saleh, No. 52, Husen Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kue Balok Kang Didin disebut berbeda dari ciri khas kue balok lainnya. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 16:42

Kisah Ramadan dalam Lagu ‘Lebaran Sebentar Lagi’

Lagu Lebaran Sebentar Lagi merupakan salah satu lagu remake dari band Gigi yang sebelumnya dinyanyikan pertama kali oleh Bimbo. 

Salat Idulfitri. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Kavin Faza)
Beranda 04 Mar 2026, 15:22

Hampir 9 Tahun Bertahan, Begini Cara Dagelan Jabar Mengikuti Perubahan Zaman di Instagram

Berawal dari repost meme receh khas tongkrongan warganet Jawa Barat, akun ini tak memaksa diri menjadi media berita, tetapi juga tak bertahan sebagai sekadar akun humor.

Admin Dagelan Jabar Nono Sugianto. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 15:04

Cikalintu, Tempat yang Keliru Dipilih

Dalam nama Cikalintu, kata 'Kalintu' berarti keliru atau ditukar.

Toponim Cikalintu dalam Peta Topografi Lembar Bandoeng Tahun 1905 (diperbaiki dari peta tahun 1904). Dipetakan oleh Topographisch Bureau, Batavia. (Sumber: Peta koleksi KITLV Heritage)
Sejarah 04 Mar 2026, 14:46

Misteri Danau Cipanas Rancaekek, Tempat Pemandian Bupati Bandung Zaman Dulu

Warga menyebut penambangan bukit Gunung Cipanas memicu lenyapnya sumber panas yang dulu jadi tempat rekreasi elite Bandung.

Danau Cipanas Rancaekek. (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 13:30

Benny Soebardja Pelopor Progresif Rock Indonesia

Musisi rock asal Bandung, Benny Soebardja, dikenal lewat band-band yang pernah ia bentuk, mulai dari The Peels, Shark Move, hingga Giant Step.

Benny Soebardja dengan vinyl "Shark Move" (1973) di Delft, Belanda. Dijuluki oleh media asing sebagai The Godfather of Indonesian Progrock Underground. (Sumber: Istimewa)
Ikon 04 Mar 2026, 13:15

Jejak Pitalka, Roti Pipih Ramadan dari Kosovo yang Bertahan Sejak Era Ottoman

anya muncul setahun sekali di Kosovo, pitalka menjadi warisan kuliner sejak masa Ottoman yang tetap hidup di meja iftar Prizren.

Pitalka, roti khas Kosovo yang jadi iftar Ramadan.
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 11:09

Siwok Cante, Konsep Puasa dalam Masyarakat Sunda Pra-Islam

Siwok cante, merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh mereka yang sedang mengemban tugas negara.

Buku hasil transliterasi dan terjemahan pertama Sanghyang Siksakandang Karesian bersama dua naskah Sunda kuna lainnya oleh Tim Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda 1987. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Mar 2026, 09:38

Bukan Sekadar Nunggu Azan Magrib, 5 Aktivitas Ngabuburit Berfaedah

Sejatinya, ngabuburit bukan sekadar cara “mengisi waktu”, menunggu azan magrib.

Aktivitas apik ngabuburit di Masjid Raya Al Jabbar. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Bandung 03 Mar 2026, 20:40

Sentuhan Estetika di Balik The Edit, Titik Temu Kurasi Fashion Muslim Premium di Bandung

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia.

The Edit menghadirkan ruang kurasi fashion yang tidak sekadar menjual produk, namun juga mengusung karya, karakter, dan cerita dari para desainer berbakat Indonesia. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Biz 03 Mar 2026, 19:24

Rumah Tumbuh, Akses Menguat: Ujian Transformasi BTN di Tengah Rekor Pembiayaan

Di tengah lanskap itu, PT Bank Tabungan Negara (BTN) tampil sebagai aktor sentral.

Pekerja merampungkan proyek rumah subsidi di El Hago Residence, Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang (3/12/2020). (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Deni Suhendar/Magang)