Hayu Opsih

6 menit baca
Ibn Ghifarie
Ditulis oleh Ibn Ghifarie diterbitkan
Tradisi bersih-bersih di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) jelang Ramadan. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Restu Nugraha)
Tradisi bersih-bersih di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB) jelang Ramadan. (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Restu Nugraha)

Di era tahun 90-an, terutama di Bungbulang Garut Pakidulan, yang berjarak sekitar 73 Km dari Kota Dodol ke arah barat daya melalui jalur Cikajang belok kanan ke arah Cibuluh. Ya sekitar 130 Km dari Bandung dengan jarak tempuh 5-6 jam menggunakan kendaraan umum (bis legen Eka Jaya yang sekarang tinggal cerita dan kenangan, elf Aldy Aldo).

Tradisi bersih-bersih menjelang Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan semata. Pasalnya, aktivitas warga ini syarat peristiwa sosial, kultural, spiritual yang membekas kuat dalam ingatan masa kecil.

Ibu-ibu opsih (operasi bersih-bersih), kerja bakti dari jalan Pasarlama sampai Pasantren. Bapak-bapak ngecet pager sekitar Masjid. Anak-anak nyeuseuh karpet Masjid di sungai, mata air, proyek, bendungan buatan. Sungguh ritual sederhana yang menyatukan ajengan, aceng, barudak, sungai, sawah, dan kebersamaan.

Kondisi masjid Darussalam Bungbulang, Garut Kidul, Rabu (27/3/2024). (Sumber: Istimewa | Foto: Nuralimat Hakiah (pun alo))
Kondisi masjid Darussalam Bungbulang, Garut Kidul, Rabu (27/3/2024). (Sumber: Istimewa | Foto: Nuralimat Hakiah (pun alo))

Bersih-bersih Masjid, Jalan, Cat Pagar dan Nyuci Karpet

Semua warga terlibat, dengan perannya masing-masing, bergerak seirama tanpa perlu aba-aba. Sungguh indah, guyub kehidupan kampung yang rukun, damai, ramai, dan penuh rasa memiliki.

Seminggu (dua minggu) menjelang Ramadan, biasanya selepas ngaji subuh di hari Ahad, Masjid Darussalam dan sekitarnya mulai dipenuhi aktivitas. Sebelumnya, Ajengan mengumpulkan barudak, dan membagi tugas masing-masing.

Ada yang disuruh membawa sapu, lap, ember, parang, congkrang, nyere, sabun, sikat. Tak ketinggalan yang mengurusi bekal, amunisi isi perut di sawah, wahangan. Mulai dari beras secangkir, kastrol, asin, sambel, lalaban, kacang panjang. Dulu tugas-tugas kecil itu dianggap terasa berat. Padahal sangat penting untuk menghadirkan dan menyantap hidangan alakadarnya. Ngaronyok euy!

Sekitar pukul enam, Mang Ase biasa disapa, pengurus DKM ngabewarakeun dari toa Masjid.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mangrupikeun pangumuman… Ka sadaya pala wargi, bapak-bapak, ibu-ibu, pemuda-pemudi nu aya di bumi. Rehna dinten ayeuna bade diayekun opsih atanapi kerja bakti. Waktos na ti tabuh 7 énjing dugi ka rengsé. Tempatna di Masjid Darussalam, sabudeureun Jalan Pasarlama dugi ka Pasantren. Ku kituna, dipiharep ka sadaya pala wargi tiasa ulubiung. Sakitu pangumumanana. Hatur nuhun kana sadaya perhatosanana. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Masjid dibersihkan dari dalam hingga luar. Lantai disapu dan dipel, kaca dilap sampai bening, kinclong mengkilap, bedug diganti kulitnya dengan kulit munding yang baru, masih terasa hanyir, bau amis khasnya. Halaman disapu, sampah dibuang ke jarian, WC dan tempat wudu disikat sampai bersih.

Warga menjemur karpet yang telah dicuci di Bendungan Cibeureum, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (20/6/2018). (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)
Warga menjemur karpet yang telah dicuci di Bendungan Cibeureum, Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Rabu (20/6/2018). (Sumber: AyoBandung.com | Foto: Mildan Abdalloh)

Nah, ini waktu yang ditunggu anak-anak. Karpet masjid yang sudah digulung dan dipanggul ramai-ramai untuk dibawa ke Sungai Cibalubur Loa, Cibalubur Sasak, Proyek, Cek Dam (bendungan, irigasi) untuk dicuci dan disikat sampai bersih.

Di saat yang sama, ibu-ibu sudah lebih dulu turun tangan. Sejak pagi mereka membersihkan jalan sepanjang Pasarlama menuju Pesantren. Dengan perhatian utama pada jalanan depan Masjid Darussalam. Sapu lidi bergerak beriringan, debu dan daun kering disingkirkan, rumput liar dicabut, selokan kecil dikorek agar air lancar dan tidak tersumbat. Banjir ci leuncang!

Selalu ada yang unik, di sela-sela pekerjaan terdengar obrolan ringan, sesekali tawa kecil, dan saling sapa. Jalan kampung yang biasa dilewati sehari-hari, saat itu terasa lebih bersih, nyaman, endah dan bermakna yang seolah-olah ikut disucikan jelang menyambut Ramadan.

Tak jauh dari situ, bapak-bapak sibuk mengecet pagar masjid. Ember berisi kapur, cet putih dari apu berjejer di halaman. Dengan kuas sederhana yang terbuat dari injuk, rumput ilalang, eurih, pagar yang kusam perlahan berubah cerah. Bodas nyacas!

Kadang tangan, baju, bahkan wajah mereka penuh bercak putih. Tak ada yang mengeluh. Malahan yang ada justru rasa bangga, syukur  dan terharu. Pagar masjid tampak bersih dan terang, seakan menyambut bulan suci dengan wajah dan semangat baru.

Bagi barudak, bagian paling ditunggu tentu saat karpet sudah sampai di sungai yang melewati sawah, menerobos sedikit menanjak dan turun berkelok ke Cangkudu Astana Anyar. Setelah disikat dan dibilas, giliran ngojay di air Cibalubur yang jernih dan dingin.

Botram dilakukan di pinggiran sungai (pematang sawah) antara sungai dan serang. Makan sederhana, tapi nikmatnya luar biasa. Kadang dilengkapi ikan hasil mancing dadakan. Ada beunteur, bogo, lubang, yang terlihat jelas berenang di dasar sungai.

Peci dan sarung tak pernah tertinggal. Sarung diselempangkan bak Kabayan Saba Kota. Awalnya untuk salat, lalu berubah fungsi jadi alat berenang, permainan babalonan, drum sarung, eentogan.

Setelah Salat Zuhur, (sebelum waktu lohor) tiba, permainan makin ramai dan tambah seru. Ada rarakitan dari gebog cau, ada ngaruru, saling membersihkan badan dengan batu lonjong yang halus. Anak-anak berbaris, antre, kadang membentuk lingkaran untuk membersihkan punggung satu sama lain. Semua itu dilakukan sambil belajar sabar, belajar giliran, dan belajar indahnya kebersamaan.

Terkadang suasana makin riuh yang berakibat rusuh, tapi tidak sampai ribut. Lempar tanah, pasir, petak umpet di antara bebatuan dan pepohonan mewarnai aktivitas nyeuseuh karpet. A Ipan, anak Ua, sering bikin deg-degan. Dengan naik ke pohon Loa, menghilang lama, lalu tiba-tiba loncat dari ketinggian lima sampai sepuluh meter, mencebur ke sungai. Air muncrat, tawa pecah. Sungai terasa hidup, ada ragam ikan terlihat jelas di air yang bening.

Kondisi Cibalubur Loa Bungbulang, Garut Kidul, Rabu (8/5/2019) (Sumber: Instagram @ariesghifarie | Foto: Hasil tangkap layar)
Kondisi Cibalubur Loa Bungbulang, Garut Kidul, Rabu (8/5/2019) (Sumber: Instagram @ariesghifarie | Foto: Hasil tangkap layar)

Jaga Tradisi, Ramadan Suci

Rupanya di tengah semua keriuhan itu, ada batas yang tak pernah dilanggar. Waktu salat tetap dijaga dan diperhatikan. Menjalankan ibadah di bebatuan sungai menjadi aktivitas luar biasa dan tak bisa dilupakan. Bisi pamali, doraka! Jadi ungkapan yang bukan sekadar larangan, tapi penanda nilai.

Bermain boleh, bersenang-senang mesti, tapi hubungan dengan Gusti Allah tidak boleh terputus. Di sanalah harmonisasi budaya Sunda dan Islam hadir secara alami yang ditanamkan sejak dini oleh orangtua dan ajengan, tanpa ceramah panjang lebar yang langsung dipraktikan secara bersama-sama dalam kehidupan sehari-hari.

Menjelang siang, kampung terasa berubah. Masjid bersih, pagar putih berkilau, jalan kampung rapi, sungai tetap jernih. Anak-anak terlihat lelah tapi bahagia, ibu-ibu puas melihat jalan bersih, bapak-bapak tersenyum memandangi pagar masjid. Semua lelah berbuah berkah agar hidup tetap terarah.

Dalam buku Ramadhan di Priangan (Tempo Doele) dijelaskan sebulan sebelum memasuki bulan Ramadan, secara gotong royong warga kampung menata dan membersihkan perkuburan sekaligus menziarahi makam para leluhur dan handai tolan.

Walhasil, diteruskan dengan gotong royong "bersih-bersih desa" yang meliputi perbaikan lorong, jalan kampung, membersihkan selokan, mengecat (mengapur) pagar, bagunan dan membersihkan halaman dan lingkungan kampung.

Baca Juga: Tanda-Tanda Ramadan dan Berkah di Bulan Suci

Jadi tidak seperti sekarang orang mengapur bangunan dan membersihkan lingkungan bila menyambut perayaan 17 Agustus. Tapi dulu, hal itu dilakukan orang dalam rangkaian menyambut bulan suci (bersih) Ramadan. (Haryoto Kunto, 1996:25)

Dalam kontek sekarang, untuk di daerah Babakan Dangdeur Pasirbiru, aktivitas bersih-bersih biasanya dilakukan seminggu sebelum Ramadan pada hari Ahad mulai dari gang RW 4 sampai Masjid Ar Rohman. Tentunya dikomandoi langsung oleh Pa RT 1. Selesai beres-beres halaman rumah, jalan gang, tibalah saatnya botram di serambi Masjid dengan balakecrakan.

Ingat, berbagai tradisi bersih-bersih jelang Ramadan ini sungguh indah dan berkah. Ya bukan hanya tentang membersihkan karpet, jalan, pagar, melainkan ikhtiar bersama untuk membersihkan diri, merawat kebersamaan, dan menyiapkan jiwa-jiwa arif saat menyambut bulan suci.

Dengan demikian, tradisi kampung bau lisung yang terkadang dianggap sederhana, kolot, justru syarat makna yang terdalam. Bersama kenangan yang terus dijaga, dirawat agar terus hidup, tumbuh berkembang, meski zaman terus berubah. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Ibn Ghifarie
Tentang Ibn Ghifarie
Pegiat kajian agama dan media di Institute for Religion and Future Analysis (IRFANI) Bandung.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 28 Agu 2026, 08:00

Proyek Strategis Nasional Bersama dengan Militer, Menuju Indonesia Emas 2045?

Peran militer dalam berjalannya Proyek Strategis Nasional patut diapresiasi atau diantisipasi?

Masa Retreat Kabinet Merah Putih di Magelang. (Sumber: menpan.go.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 20:20

Ayyuhal Walad: Kumpulan Nasihat Imam Al-Ghazali untuk Orang yang Sedang Mencari

Ayyuhal Walad merupakan kumpulan nasihat yang ditulis ketika Al-Ghazali mendapatkan surat dari salah satu murid kinasihnya.

Buku "Ayyuhal Walad". (Sumber: Ayobandung.id)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 18:34

Sudahkah Hukum Berpihak pada Korban Kekerasan Seksual Anak di Bawah Umur?

Mengangkat isu mengenai kekerasan seksual pada anak sebagai persoalan yang sensitif dan penting, memaparkan berbagai kekerasan seksual, dan membahas mengenai sulitnya bagi korban untuk bersuara.

Ilustrasi anak yang mengalami trauma kekerasan. (Sumber: Pexels/Ron Lach)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 17:25

Istilah Sunda untuk Besar Guncangan Gempa Bumi

Masyarakat Sunda memiliki lima istilah untuk menggambarkan tingkat guncangan gempabumi, dari riyeg hingga pralaya, yang berkaitan dengan skala MMI dan dampak kerusakannya.

Gambar tafsir baru mitologi gempabumi. Bola bumi berada di ujung tanduk sapi yang berdiri di atas paus. Bila paus dan sapi bergerak, terjadilah gempabumi. (Sumber: Dok. T Bachtiar)
Beranda 27 Agu 2026, 16:55

Kemenkes Temukan Jutaan Kasus PTM lewat Cek Kesehatan Gratis, Prioritaskan Tata Laksana demi Indonesia Emas 2045

Skrining Cek Kesehatan Gratis terhadap 73,8 juta peserta hingga Juli 2026 mengungkap jutaan kasus penyakit tidak menular yang selama ini tidak terdeteksi.

Pelaksanaan program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Beranda 27 Agu 2026, 16:20

73,8 Juta Peserta Jangkau Cek Kesehatan Gratis, Kemenkes Ubah Paradigma Menuju Indonesia Emas 2045

Generasi yang sakit akan sulit menjadi generasi unggul, sementara generasi yang sehat menjadi modal utama menuju Indonesia Emas 2045.

Program cek kesehatan gratis (CKG) untuk anak sekolah di SMPN 5 Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Senin 4 Agustus 2025. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 15:17

Selawatan, Muludan, dan Perdamaian 

Dari buku yang semula hanya tergeletak di rak sederhana tiba-tiba menjadi pintu masuk untuk membicarakan Islam tidak hanya mengajarkan bagaimana mencintai Nabi, tetapi harus menjadi landasan bersama

Anak-anak tengah asyik diskusi sebelum belajar ngaji bersama. (Sumber: instagram @jaro_numoto)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 13:53

Nasib CFD Bandung yang Terjerat Audit Rp2,7 Miliar

BPK menemukan penggunaan anggaran sekitar Rp 2,7 miliar terkait CFD untuk membayar personel non-ASN tanpa dasar hukum yang memadai.

CFD di kawasan Dago. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Kavin Faza)
Ikon 27 Agu 2026, 13:40

Gedung Sate Cikajang Garut, Bangunan Unik di Tengah Perkebunan Teh

Di pelosok Cikajang, Garut, berdiri Gedung Sate Cikajang yang dibuat mirip ikon Jawa Barat dan digunakan untuk kegiatan warga.

Bangunan miniatur Gedung Sate di Cikajang, Garut. (Sumber: Ayomedia | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 10:01

Mata Ini Menjadi Berharga di Hadapan Kyai Umar

Cerpen berdasarkan kisah nyata kehidupan Kyai Ahmad Umar Abdul Manan, pendiri Pondok Pesantren Al Muayyad Surakarta.

Ilustrasi santri. (Sumber: Pixabay)
Ayo Netizen 27 Agu 2026, 08:34

Full Depth Reclamation (FDR) sebagai Solusi Infrastruktur Jalan Berkelanjutan

Full Depth Reclamation (FDR) adalah metode rehabilitasi jalan berkelanjutan yang memanfaatkan material lama untuk memperkuat jalan, mengurangi limbah, menekan biaya, dan memperpanjang umur layanan.

ilustrasi (Sumber: - | Foto: -)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 20:21

Pengalaman Berburu Kopi di Warung, Toko dan Pabrik Kopi Tua di Kota Bandung

Menjelajahi aroma kopi legendaris Bandung! Simak keseruan berburu racikan kopi terbaik mulai dari warung legendaris, toko bersejarah, hingga pabrik kopi tua yang masih kokoh berdiri di Paris van Java.

Warung Kopi Purnama di Jalan Braga, Kota Bandung. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 19:10

Festival Film Bandung: Konsisten Merawat Apresiasi Perfilman Indonesia

Festival Film Bandung bukan sekadar seremoni tahunan. Selama hampir empat dekade, FFB telah menjadi bagian dari perjalanan perfilman Indonesia.

Para penerima Penghargaan Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2026 berfoto bersama usai acara penganugerahan. (Foto: Agus Wahyudi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 17:37

Selamat Tinggal Terminal Cicaheum, Selamat Tinggal ‘Warnas Bi Yayah’ dan ‘JPO Preman Pensiun’

Terminal ini dilekatkan dengan tokoh-tokoh preman jalanan, pencopet, hingga aktivitas terminal sehari-hari di Bandung.

Warung nasi Bi Yayah. Ya, yang kedua, warung nasi milik Yuli Yumiati atau yang memerankan tokoh Bi Yayah di sinetron “Preman Pensiun” ikut terkenal seiring popularitas sinetron ini. (Sumber: Facebook)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 15:18

Jejak 'Mak Nyus' Sunda di Ibu Kota: Telaah Historis dan Kurasi Kuliner Jawa Barat Pilihan Bondan Winarno

Masakan Sunda bukan sekadar hidangan pelengkap, melainkan bagian penting dari identitas rasa yang turut membentuk selera masyarakat metropolitan.

Hidangan dari Dapur Sunda, Jl. Cipete Raya No.13, Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan. (Sumber: Google Review | Foto: merry silviani)
Sejarah 26 Agu 2026, 13:54

Sejarah Gedung Sate Bandung, Jejak Kolonial yang Bertahan Lebih dari Seabad

Gedung Sate dibangun pada 1920 sebagai pusat pemerintahan kolonial. Simak sejarahnya hingga menjadi ikon Jawa Barat.

Baris berbaris serdadu wanita KNIL di area Gedung Sate pada tahun 1949. (Sumber: KITLV)
Wisata & Kuliner 26 Agu 2026, 12:42

Jelajah Goa Sunyaragi, Labirin Batu Karang di Jantung Kota Cirebon

Jelajahi Goa Sunyaragi Cirebon, kompleks bersejarah dengan lorong batu karang, arsitektur unik, tiket masuk, dan tips berkunjung.

Wisata Goa Sunyaragi Cirebon. (Sumber: Instagram @goasunyaragi)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 12:23

Peringkat Nabi Muhammad saw. Dalam Kasus Tabloid Monitor Tahun 1990

Kisah tahun 1990 ini, berawal dari survei 50 tokoh yang dikagumi oleh pembaca tabloid Monitor dan memunculkan demonstrasi masyarakat

Klarifikasi dan permintaan Tabloid Monitor atas edisi 15 Oktober 1990 yang kontroversial. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 10:28

Pasar Baru Bandung dan Penyakit 'Kota Branding'

Upaya pem-branding-an memang penting. Kota perlu dikenal. Kawasan perlu memiliki daya tarik. Tetapi, branding hanyalah lapisan paling luar dari sebuah ekosistem. 

Pasar Baru Bandung. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Regia Ramadhina Revalgian/Magang)
Ayo Netizen 26 Agu 2026, 08:44

Jika Pohon-Pohon di Kalimantan Bisa Bernyanyi dan Hewan di Dalamnya Bisa Bicara

Manusia seringkali lupa bahwa di bumi ini mereka hidup tidak sendirian melainkan berdampingan dengan mahluk hidup lainnya yang juga harus dijaga kelestariannya.

Orang utan di hutan Kalimantan. (Sumber: Pexels | Foto: Tim Morgan)