5 Padanan Kata Ramadan agar Konten Islami Tidak Monoton

Aris Abdulsalam
Ditulis oleh Aris Abdulsalam diterbitkan Kamis 05 Feb 2026, 08:42 WIB
Ilustrasi masjid. (Sumber: Unsplash | Foto: Nouman Younas)

Ilustrasi masjid. (Sumber: Unsplash | Foto: Nouman Younas)

AYOBANDUNG.ID -- Selama bulan Ramadan, konten bernuansa Islami membanjiri linimasa. Mulai dari poster, caption media sosial, hingga artikel reflektif. Masalahnya, banyak konten terasa seragam karena pilihan katanya itu-itu saja.

Padahal, dengan bantuan tesaurus, pesan kebaikan bisa disampaikan dengan bahasa yang lebih segar tanpa mengubah makna. Berikut lima kata yang paling sering muncul saat Ramadan, beserta padanan katanya agar konten Islami tidak monoton.

1. Berbagi

Kata ini hampir selalu muncul dalam ajakan kebaikan selama Ramadan. Agar tidak terasa klise, ada beberapa padanan kata yang bisa dipakai sesuai konteks.

Padanan kata yang bisa digunakan:

  • menyalurkan
  • menyumbangkan
  • mengulurkan bantuan
  • memberikan
  • menginfakkan

Contoh:
Alih-alih menulis “Mari berbagi di bulan Ramadan”, kamu bisa menulis “Mari menyalurkan kebaikan di bulan Ramadan”.

2. Berkah

Berkah adalah kata favorit selama Ramadan. Karena terlalu sering dipakai, kata ini kerap kehilangan daya tarik.

Padanan kata yang bisa dipertimbangkan:

  • karunia
  • anugerah
  • limpahan rahmat
  • kebaikan

Contoh:
“Bulan penuh berkah” bisa diganti menjadi “bulan penuh karunia”.

3. Ibadah

Kata ibadah sering dipakai untuk berbagai aktivitas keagamaan. Untuk menghindari pengulangan, variasi diksi berikut bisa digunakan.

Padanan kata ibadah:

  • pengabdian
  • amal
  • perbuatan kebajikan
  • pengamalan ajaran

Contoh:
“Meningkatkan ibadah di bulan Ramadan” bisa menjadi “meningkatkan amal dan pengabdian di bulan Ramadan”.

Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)
Ilustrasi puasa Ramadan. (Sumber: Unsplash | Foto: Abdullah Arif)

4. Pahala

Dalam ajakan berbuat baik, kata pahala hampir selalu hadir. Padahal, ada alternatif diksi yang tetap aman secara makna.

Padanan kata yang bisa digunakan:

  • ganjaran
  • balasan kebaikan
  • nilai ibadah

Contoh:
“Pahala berlipat ganda” dapat ditulis sebagai “balasan kebaikan yang berlipat”.

5. Doa

Doa biasanya muncul di akhir caption atau paragraf penutup. Agar tidak repetitif, beberapa padanan berikut bisa dipakai.

Padanan kata doa:

  • permohonan
  • harapan
  • munajat
  • pinta

Contoh:
“Semoga doa kita dikabulkan” bisa diganti dengan “semoga permohonan kita dikabulkan”.

Baca Juga: Kata-Kata Khas Ramadan yang Sering Salah Kaprah

Meski tesaurus sangat membantu, tidak semua padanan kata bisa digunakan di semua konteks. Setiap kata memiliki nuansa makna yang berbeda. Karena itu, pastikan tetap menyesuaikan dengan pesan yang ingin disampaikan.

Konten Islami yang baik bukan hanya soal niat, tetapi juga cara menyampaikan. Dengan memanfaatkan tesaurus, pesan Ramadan bisa terasa lebih hidup dan tidak terjebak pengulangan kata.

Bahasa yang segar membantu pesan kebaikan sampai ke pembaca dengan lebih kuat.

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 05 Feb 2026, 11:09 WIB

Paling Asyik Ngabuburit Benahi Tanaman Hortikultura di Halaman Rumah

Ngabuburit bercocok tanam hortikultura di halaman rumah juga sangat tepat untuk sarana pendidikan gizi keluarga.
Petik buah rambutan di kebun halaman rumah penulis (Sumber: dokumen pribadi | Foto: Sri Maryati)
Beranda 05 Feb 2026, 09:25 WIB

AI Bukan Sekadar Canggih, Tapi Ada Isu Etika dan Pencurian Hak Cipta di Baliknya

Kemajuan AI saat ini menyimpan potensi bahaya sistematis, terutama terkait pelanggaran hak cipta dan etika yang berlangsung secara masif dan otomatis.
Suasana diskusi “Mempertanyakan Kecerdasan Buatan” yang digelar di Perpustakaan Bunga di Tembok, Bandung pada (31/1/26). (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 05 Feb 2026, 08:42 WIB

5 Padanan Kata Ramadan agar Konten Islami Tidak Monoton

Dengan bantuan tesaurus, pesan kebaikan bisa disampaikan dengan bahasa yang lebih segar tanpa mengubah makna.
Ilustrasi masjid. (Sumber: Unsplash | Foto: Nouman Younas)
Ayo Jelajah 04 Feb 2026, 20:22 WIB

Hikayat Pasar Buku Palasari Bandung, Terus Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Pasar Buku Palasari pernah jadi pusat perburuan buku murah di Bandung. Kini, pasar legendaris itu berjuang bertahan di tengah gempuran teknologi digital.
Kondisi Pasar Buku Palasari Bandung kini, terus bertahan di tengfah gempuran perubahan zaman. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 19:21 WIB

Jaga Manglayang

Hadirnya Ruwatan Gunung Manglayang bukan sekadar tradisi, melainkan pondasi yang harus menjadi ikhtiar bersama dalam menjaga, memelihara, dan melestarikan kearifan lokal.
Kondisi kawasan resapan air yang beralih fungsi menjadi permukiman dan lahan pertanian di Kawasan Bandung Utara (KBU), Kabupaten Bandung, Rabu 7 Mei 2025. (Sumber: Ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Jelajah 04 Feb 2026, 17:55 WIB

Tragedi Penembakan Rene Louis Coenraad, Razia Rambut Gondrong Orde Baru Berujung Petaka Berdarah

Kematian Rene Louis Coenraad, mahasiswa ITB asal Prancis, membuka sisi gelap razia rambut Orde Baru dan relasi brutal antara negara dan mahasiswa.
Pemakaman jenazah Rene Louis Coenraad, 9 Oktober 1970. (Sumber: Potret Sejarah Indonesia)
Ayo Jelajah 04 Feb 2026, 16:47 WIB

Sejarah Panjang Freeport Indonesia, Tambang Emas Raksasa Pusara Kontroversi

Freeport Indonesia bukan sekadar tambang emas dan tembaga. Sejarahnya merekam tarik-menarik kuasa, modal asing, politik negara, dan luka panjang di Papua.
Penambangan Freeport di Grasberg, Mimika, Papua. (Sumber: Kementerian ESDM)
Bandung 04 Feb 2026, 16:11 WIB

Napas Seni di Sudut Braga, Kisah GREY Membangun Rumah bagi Imajinasi

Grey Art Gallery kini bertransformasi menjadi sebuah ekosistem yang bernapas, bergerak, dan terus menantang batas-batas konvensional seni rupa kontemporer di Jawa Barat.
Grey Art Gallery kini bertransformasi menjadi sebuah ekosistem yang bernapas, bergerak, dan terus menantang batas-batas konvensional seni rupa kontemporer di Jawa Barat. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 16:00 WIB

Kata-Kata Khas Ramadan yang Sering Salah Kaprah

Bahasa, seperti pasar, bergerak mengikuti kebiasaan mayoritas.
Pasar Cihapit (Foto: Ayobandung.com/Kavin Faza)
Bandung 04 Feb 2026, 14:50 WIB

Menjual Rasa, Merawat Janji: Rahasia Stevia Kitchen Bertahan Belasan Tahun Lewat Kekuatan Mulut ke Mulut

Tanpa strategi pemasaran yang muluk-muluk, Stevia hanya mengandalkan satu kunci utama untuk bertahan di industri kuliner yang keras: kepercayaan pelanggan yang dibangun secara organik.
Tanpa strategi pemasaran yang muluk-muluk, Stevia hanya mengandalkan satu kunci utama untuk bertahan di industri kuliner yang keras kepercayaan pelanggan yang dibangun secara organik. (Sumber: instagram.com/stevia.kitchen2)
Bandung 04 Feb 2026, 14:14 WIB

Bukan Soal Viral tapi Bertahan: Refleksi Dale tentang Kejujuran dan Ketangguhan di Balik Riuh Kuliner Bandung

Ledakan bisnis FnB yang kian marak jumlahnya, dapat dikatakan membantu memudahkan warga Bandung dalam menemukan apa yang mereka mau, dapat disortir dalam berbagai jenis dan pilihan.
Dale sudah menekuni dunia FnB ini sejak delapan tahun lamanya, pahit-manis perjalanan sudah Ia lalui dengan berbagai macam peristiwa yang terjadi. (Sumber: Ayobiz.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 14:03 WIB

5 Keuntungan Menulis di Ayobandung.id lewat Kanal Ayo Netizen

Ada sejumlah keuntungan yang bisa didapatkan penulis dengan berkontribusi secara rutin di Ayobandung.id
AYO NETIZEN merupakan kanal yang menampung tulisan para pembaca Ayobandung.id. (Sumber: Lisa from Pexels)
Beranda 04 Feb 2026, 11:56 WIB

Ironi Co-firing Biomassa PLTU di Jawa Barat, Klaim Transisi Energi dan Dampaknya bagi Warga

Skema yang diklaim lebih ramah lingkungan ini dinilai belum sepenuhnya menjawab persoalan mendasar, terutama dampak lingkungan dan kesehatan warga yang hidup berdampingan dengan PLTU.
Ilustrasi PLTU. (Sumber: Bruno Miguel / Unsplash)
Beranda 04 Feb 2026, 09:42 WIB

Jika Kebun Binatang Bandung Hilang, Apa yang Tersisa dari Kota Ini?

Tempat ini merupakan rangkaian panjang sejarah dan ungkapan cinta warga kota yang telah terbangun sejak satu abad lalu.
Pegunjung memanfaatkan Kawasan Kebun Binatang Bandung yang rindang dan sejuk untuk berkumpul dan makan bersama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 09:39 WIB

Aan Merdeka Permana Penulis Spesialis Tema Padjadjaran

Yayasan Kebudayaan Rancagé menetapkan sastrawan Sunda senior Aan Merdeka Permana sebagai peraih Hadiah Jasa 2026.
Buku-buku karya Aan Merdeka Permana. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 04 Feb 2026, 08:04 WIB

Ngabuburit dari Masa ke Masa

Ngabuburit di kota Bandung mengalami pergeseran nilai dan aktifitas serta cara melakukannya.
Masjid Al-Jabar di Kota Bandung. (Sumber: Pexels/Andry Sasongko)
Bandung 03 Feb 2026, 21:16 WIB

Misi Kemanusiaan dan Esensi CSR Berkelanjutan dalam Memulihkan Luka Bencana Cisarua

CSR berkelanjutan bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang hadir dan tetap ada hingga masyarakat benar-benar mampu berdiri kembali di atas kaki sendiri.
Dalam skenario bencana sebesar Cisarua, kecepatan respons adalah kunci utama untuk menyelamatkan nyawa dan harapan. (Sumber: SANY Indonesia)
Ayo Jelajah 03 Feb 2026, 19:40 WIB

Kisah Sentra Karangan Bunga Pasirluyu Bandung, Panen Rezeki saat Rajab dan Syaban

Jalan Pasirluyu Selatan Bandung berubah menjadi sentra karangan bunga. Bulan Rajab dan Syaban membawa lonjakan pesanan papan ucapan pernikahan dan hajatan.
Salah satu deretan toko bunga di Pasirluyu, Bandung. (Sumber: Ayobandung | Foto: Mildan Abdalloh)
Beranda 03 Feb 2026, 19:00 WIB

Info Ciumbuleuit, Homeless Media yang Hidup dari Kepercayaan Warga Sekitar

“Kalau sampai ada yang keberatan atau komplain, jujur saja bingung mau berlindung ke siapa. Kita kan nggak punya lembaga atau badan hukum,” tuturnya.
Pemilik dan pengelola akun Info Ciumbuleuit, Dio Rama. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 03 Feb 2026, 18:19 WIB

UU ITE dan Ancaman Kebebasan Ekspresi: Menggugat Pelanggaran Asas Lex Certa

Menganalisis pelanggaran asas lex certa dalam UU ITE yang memicu chilling effect dan mengancam kebebasan berekspresi serta kualitas demokrasi di Indonesia.
Ilustrasi kebebasan berekspresi dan berpendapat. (Sumber: Pixabay | Foto: SimulatedCitizen)