Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

4 menit baca
Kin Sanubary
Ditulis oleh Kin Sanubary diterbitkan
Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)

Semangat kebersamaan begitu terasa dalam Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang (1991–1995) yang mengusung tema "Ngahiji Ngabina Kahadean Subang". Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 4 Juli 2026, di GOR Gotong Royong, Subang, ini bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan momentum mempererat tali silaturahmi, mengenang perjalanan masa sekolah, sekaligus memperkuat kepedulian alumni terhadap almamater dan masyarakat.

Sejak registrasi dibuka pukul 07.30 WIB, suasana hangat langsung terasa. Alumni dari lima angkatan saling menyapa, bertukar cerita, dan melepas rindu setelah sekian lama menempuh perjalanan hidup masing-masing. Alunan Welcome Song semakin menghidupkan suasana, membawa para peserta kembali pada kenangan masa berseragam putih abu-abu.

Di area kegiatan, peserta juga dapat mengunjungi berbagai stan UMKM milik alumni. Beragam produk unggulan ditampilkan, mulai dari peuyeum Ciruluk, papais, opak, hingga aneka kuliner khas Subang yang menambah semarak suasana reuni.

Tepat pukul 09.00 WIB, acara resmi dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Hymne Subang sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa dan daerah yang menjadi bagian dari perjalanan para alumni.

Setelah pembacaan doa, Ketua Panitia, Ristiaji Ari Wibowo, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan sekaligus harapan agar reuni ini menjadi awal semakin eratnya kebersamaan antarlulusan SMA Negeri 1 Subang. Suasana semakin semarak ketika Jingle Reuni dikumandangkan sebagai simbol persatuan lima angkatan.

Reuni tahun ini dihadiri 684 alumni, terdiri atas 118 alumni Angkatan 1991, 167 alumni Angkatan 1992, 133 alumni Angkatan 1993, 136 alumni Angkatan 1994, dan 130 alumni Angkatan 1995.

Sambutan kemudian disampaikan oleh Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi, yang juga merupakan alumni Angkatan 1991, dilanjutkan oleh Kepala SMA Negeri 1 Subang. Pada kesempatan tersebut, alumni menyerahkan Donasi Alumni Peduli Pendidikan serta bantuan untuk renovasi Masjid As Sholihin sebagai wujud kepedulian terhadap almamater.

Nuansa nostalgia semakin kuat saat diputar Video Memorabilia Alumni 1991–1995 yang membawa peserta kembali mengenang berbagai momen berharga selama menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Subang.

Kenangan masa sekolah semakin hidup melalui sesi Talk Show Nostalgia yang menghadirkan alumni berprestasi dari setiap angkatan, yakni Dian Kustiadi (1991), Muhammad Syafir (1992), Fanny Faradilla (1993), Dede Sunarya (1994), dan Asep Irpan Rosadi (1995). Mereka berbagi kisah perjalanan hidup, pengalaman, serta kenangan yang menginspirasi. Kehadiran dua guru tercinta, Bapak Karya Nugraha dan Bapak Haryanov, semakin menghangatkan suasana dengan cerita dan pesan-pesan penuh makna.

Sebagai bentuk penghormatan atas jasa para pendidik, panitia menyerahkan cinderamata kepada para guru sebagai ungkapan terima kasih atas dedikasi mereka dalam mendidik dan membimbing para siswa hingga berhasil menapaki berbagai profesi.

Alumni SMA Negeri 1 Subang Angkatan 1991 berfoto bersama Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosadi. (Foto: Kin Sanubary)
Alumni SMA Negeri 1 Subang Angkatan 1991 berfoto bersama Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosadi. (Foto: Kin Sanubary)

Memasuki siang hari, suasana semakin semarak dengan penampilan band alumni, sesi foto bersama setiap angkatan, permainan interaktif, pembagian doorprize, makan siang bersama, hingga hiburan musik yang dibawakan para alumni. Seluruh rangkaian acara seolah menjadi pemanasan menjelang momen yang paling dinantikan.

Tepat pukul 13.45 WIB, riuh tepuk tangan dan sorak sorai memenuhi GOR Gotong Royong ketika grup musik legendaris Java Jive naik ke atas panggung. Kehadiran band yang menjadi ikon musik pop Indonesia pada era 1990-an itu seketika membawa ribuan kenangan kembali hidup. Para alumni yang sebelumnya larut dalam obrolan spontan berdiri, mendekat ke depan panggung, dan bernyanyi bersama sejak lagu pertama dimainkan.

Selama lebih dari satu jam, Java Jive menghadirkan konser nostalgia yang membangkitkan memori masa remaja para alumni. Lagu-lagu hit seperti "Selalu Untuk Selamanya", "Kau yang Terindah", "Gerangan Cinta", "Gadis Malam", "Permataku", "Keliru", "Menikah", "Hilang", "Sisa Semalam", hingga "Dansa Yo Dansa" menggema di seluruh arena. Hampir tak ada satu pun penonton yang hanya duduk diam. Mereka larut bernyanyi bersama, bertepuk tangan mengikuti irama, bahkan saling berangkulan menikmati setiap lagu yang pernah menjadi soundtrack masa SMA.

Penampilan enam personel Java Jive Fathur, Danny, Noey, Capung, Edwin, dan Tonny tampil penuh energi dan sukses membangun kedekatan dengan penonton. Bukan sekadar konser, penampilan mereka menjadi mesin waktu yang membawa para alumni kembali ke era 1990-an, ketika lagu-lagu Java Jive akrab mengiringi kisah persahabatan, cinta pertama, hingga berbagai kenangan indah semasa sekolah.

Tak heran jika konser Java Jive menjadi klimaks sekaligus momen paling berkesan dalam reuni lima angkatan tersebut. Suasana penuh kegembiraan, tawa, dan nyanyian bersama menjadi penutup yang sempurna sebelum acara berakhir.

Usai konser, para alumni kembali memanfaatkan kesempatan untuk berfoto bersama guru dan sahabat-sahabat lama sebelum seluruh rangkaian kegiatan resmi ditutup pada pukul 16.00 WIB.

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan. Lebih dari sekadar mengenang masa lalu, reuni ini menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperluas jejaring antarsesama alumni, memperkuat kepedulian terhadap almamater, serta menumbuhkan semangat untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan maupun masyarakat. Konser Java Jive pun menjadi penutup yang sempurna, mengikat seluruh kenangan dalam satu sore penuh kebersamaan yang akan terus dikenang. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Kin Sanubary
Tentang Kin Sanubary
Kolektor media cetak lawas. Peraih Anugerah PWI Jawa Barat 2023 Kategori Pangajen Rumawat Kalawarta

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 06 Jul 2026, 18:01

Membaca Ulang Jogja Dua yang Kini Bertransformasi Jadi 'Buah Dua'

Asal-usul julukan “Jogja 2” yang disematkan kepada Buahdua, Sumedang, melalui tinjauan sejarah pada masa Agresi Militer Belanda II, juga peran warga memaknai julukan tersebut.

Monumen Perjuangan Jogja 2 di Desa Darongdong (Sumber: Ilustrasi | Foto: Ilustrasi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:49

Jejak Otentisitas Kuliner Bumi Pasundan: Tinjauan 8 Resep Warisan dalam Karya Ny. Tuty Latief (1976)

Pada tahun 1976, sebuah pustaka boga berjudul Resep Masakan Daerah hadir sebagai dokumentasi penting bagi khazanah kuliner Nusantara.

Pepes ikan emas (pais lauk mas) Sunda. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunawan Kartapranata)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 17:41

Rujak Cingur Surabaya, Kuliner Legendaris Sejak 1930-an

Kenali sejarah rujak cingur Surabaya, bahan khas, warung legendaris, Festival Rujak Uleg, hingga tips menikmati kuliner Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Rujak Cingur Surabaya.
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 17:03

Perjalanan Panjang Mie Ayam: Dari Makanan Pendatang hingga jadi 'Comfort Food' Sejuta Umat

Rasanya sudah biasa ketika pergi ke mana pun, pasti ada gerobak atau warung mie ayam yang berjualan.

Foto mie ayam dari warung pinggir jalan. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Syabil Rasyidan)
Bandung 06 Jul 2026, 16:15

Kisah Ratri Wijaya Nakhodai 3 Lini Mode: Potret Tangguh UMKM Bandung yang Ogah Gulung Tikar Digilas Zaman

Di tengah ketatnya persaingan pasar digital dan pergeseran tren yang bergerak secepat kilat, para kreator lokal dituntut untuk tidak sekadar bertahan, melainkan terus beradaptasi dan bertransformasi.

Ratri Wijaya dikenal sebagai desainer sekaligus entrepreneur sukses yang menaungi tiga brand fashion sekaligus, yaitu Rumah Batik Wijaya, Kamaku, dan Alaiya. (Sumber: AyoBiz.id | Foto: Eneng Reni Nuraisyah Jamil)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 16:01

10 Netizen Terpilih Juni 2026, Menangkap Momentum dengan Kualitas

Per Juni 2026 dan seterusnya penulis tidak lagi dibatasi satu tema besar, melainkan dipersilakan mengangkat isu apa pun yang relevan dengan momentum.

Website ayobandung.id. (Sumber: Unsplash | Foto: Alex Knight)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 14:14

Mendefinisikan Ulang Nation Branding: Ketika Identitas Bangsa Tak Lagi Ditentukan dari Atas

Artikel ini mengulas partisipasi publik dalam pemilihan logo HUT ke-81 RI sebagai paradigma baru nation branding yang memperkuat legitimasi, reputasi, dan identitas kolektif Indonesia.

logo HUT ke-81 RI. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:40

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang: Nostalgia Berujung Meriah Bersama Java Jive

Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang membuktikan bahwa persahabatan yang terjalin sejak bangku sekolah tetap hidup meski waktu terus berjalan.

Band legendaris asal Bandung, Java Jive, tampil menghibur dan menyemarakkan Reuni Lima Angkatan SMA Negeri 1 Subang. (Foto: Kin Sanubary)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 13:19

Demokratisasi Keahlian: Reinvensi Peran SME dalam Ekosistem Corporate University

Reinvensi peran SME dalam Corporate University mengubah pelatihan menjadi ekosistem pembelajaran berkelanjutan yang relevan, adaptif, dan berdampak pada kinerja organisasi.

Ilustrasi ASN. (Sumber: diskominfo.bandaacehkota.go.id)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 12:47

Lagu Kontroversial 'Lalaki Langit' dari Bupati Purwakarta

Kontroversi Lagu "Lalaki Langit" buatan Bupati Purwakarta menuai kritik panas dari netizen hingga berujung permintaan maaf.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein. (Sumber: ppid.purwakartakab.go.id)
Wisata & Kuliner 06 Jul 2026, 12:40

Pantai Sayang Heulang, Wisata dengan View Eksotis di Garut Selatan yang Wajib Dikunjungi

Pantai Sayang Heulang Garut menawarkan karang raksasa, gumuk pasir, camping, dan sunset indah. Ketahui harga tiket, lokasi, aktivitas, serta tips berkunjung terbaru.

Pantai Sayang Heulang Garut. (Sumber: Instagram @pantaisayangheulang)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 11:38

Kaum Prekariat, Mimpi yang Digantung Zaman

Kaum Prekariat sampai saat ini hanya menggantungkan impiannya untuk meningkatkan taraf hidup.

Aktivitas buruh perempuan di sebuah pabrik tekstil di Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 10:25

Tari Bali: Kaya akan Ritual Sakral hingga Berkembang menjadi Tarian Penyambutan

Sejarah keindahan tarian tradisional Bali dan makna dibaliknya.

Gambaran posisi Penari Pendet duduk saat menari dalam sebuah acara. (Sumber: Arsip Nasional)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 09:41

Sate Maranggi: Narasi Evolusi, Filosofi, dan Diplomasi Budaya di Balik Ikon Kuliner Purwakarta

Kekuatan utama Sate Maranggi tersebut justru terletak pada teknik marinasinya yang intens.

Sate Maranggi. (Sumber: Wikimedia Commons | Foto: Gunwan Kartapranata)
Ayo Netizen 06 Jul 2026, 08:40

Rupiah Kuat Harapan Tertinggi Masyarakat

Kekuatan Rupiah harus diperhatikan dengan seksama.

Ilustrasi uang rupiah. (Sumber: Pexels | Foto: Defrino Maasy)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 20:03

Menelusuri Akar Sejarah Pasunda Bubat dan Kondisi Kedua Kerajaan Pascatragedi

Peristiwa Pasunda Bubat dan Kondisi Kerajaan Majapahit dan Kerajaan Sunda Pasca-Pasunda Bubat berdasarkan catatan kitab-kitab kuno.

Ilustrasi Pasunda Bubat (Sumber: Wikimedia commons)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 18:11

Komentar Jahat yang Mendongkrak Penjualan PUKA

Hate comment yang membanjiri TikTok PUKA justru mendongkrak penjualan scrunchie buatan para penyandang disabilitas.

Proses produksi aksesori di PUKA, dikerjakan langsung oleh teman-teman penyandang disabilitas (Sumber: Penulis | Foto: Lupita Sari Ayuning Cahya Nugraha)
Wisata & Kuliner 05 Jul 2026, 17:23

Cara Berkunjung ke Suku Baduy Banten, Semua yang Wajib Diketahui Sebelum Datang ke Kanekes

Berencana ke Baduy? Ketahui rute menuju Ciboleger, larangan di Baduy Dalam, masa Kawalu, penginapan rumah warga, dan tips perjalanan sebelum berangkat.

Pemukiman di Desa Knekes, Banten, yang popular dengan sebutan Baduy. (Sumber: Wikimedia)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 17:10

Merebut Simpati Masyarakat Desa dalam Ketahanan Pangan Bergizi

Ketercapaian pemerintah dapat dilihat ketika masyarakat di desa antusias untuk mempertahankan pangan yang aman dan amanah. 

Program makan bergizi gratis (MBG). (Sumber: kebumenkab.go.id)
Ayo Netizen 05 Jul 2026, 13:22

Sering Dianggap Lemah, Sains Buktikan Perempuan Lebih Kuat Tahan Rasa Sakit

Ungkap fakta sains tentang mekanisme proteksi saraf unik pada tubuh perempuan.

Ilustrasi perempuan. (Sumber: Pexels | Foto: Ron Lach)