Catatan Reuni Angkatan 95 Pendidikan Ekonomi IKIP Bandung

6 menit baca
Eli Rusli
Ditulis oleh Eli Rusli diterbitkan
Villa Isola di Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung. (Sumber: Pemkot Bandung)
Villa Isola di Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung. (Sumber: Pemkot Bandung)

Minggu, 21 September 2025. Sinar matahari semakin membakar kulit saat penulis tiba di lokasi reuni ke-30 angkatan 95 Pendidikan Ekonomi (Pekon), IKIP Bandung, di Galeri Soeyono, Jalan Raya Tangkuban Parahu, Lembang. Beberapa rekan penulis terlihat memarkirkan kendaraannya. Dan acara reuni pun spontan dimulai di lahan parkir.

Di bawah sengatan matahari dan hembusan angin Lembang nan sejuk kami melepas rindu setelah hampir dua puluh lima tahun tidak bertatap muka. Rata-rata angkatan 95 lulus di akhir abad sembilan belas.

Angkatan 95, lengkapnya angkatan tahun 1995 Jurusan Pekon, IKIP Bandung terbilang unik. Pada saat Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPTN) tahun 1995, IKIP Bandung pertama kali memperkenalkan nama Jurusan Pekon di Fakultas Ilmu Pendidikan Sosial (FPIPS).

Sebelumnya, jurusan ini bernama Jurusan Pendidikan Dunia Usaha (PDU). Untuk program studinya tetap sama yaitu Program Pendidikan Akuntansi, Pendidikan Manajemen Bisnis, Pendidikan Manajemen Perkantoran, dan Pendidikan Ekonomi dan Koperasi. Dalam buku panduan UMPTN 1995, Jurusan Pekon/PDU termasuk salah satu jurusan yang paling diminati sedangkan daya tampung mahasiswa baru hanya tersedia 120 kuota.

Pada tahun 2000, saat mahasiswa Jurusan Pekon 95 mulai meninggalkan dunia kampus terjadi masalah yang mengganjal. Terlihat sepele namun patal. Jika diibaratkan seperti duri kecil yang masuk ke dalam kulit. Sedikit tetapi terasa. Masalahnya, pada lembaran ijazah yang diterima angkatan 95 masih tercatat Jurusan PDU bukan Jurusan Pekon padahal pada saat masuk kuliah sudah diakui sebagai mahasiswa Jurusan Pekon.

Beberapa rekan angkatan 95 Jurusan Pekon mengkonfirmasi masalah ini ke jurusan hingga fakultas. Bahkan ada yang inisiatif menulis di surat pembaca koran Pikiran Rakyat.

Perjuangan membuahkan hasil, meski di dalam ijazah tercetak Jurusan PDU, Pembantu Rektor I, Prof. Dr. H. S. Hamid Hasan, M.A atas nama rektor IKIP yang pada saat itu sudah menjadi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) mengeluarkan Surat Keterangan Nomor 5992/K04/PP.03.01/2000 yang menyatakan bahwa Jurusan PDU adalah sama dengan Jurusan Pekon.

Angkatan 95 atau angkatan pertama Jurusan Pekon saat pertama masuk kuliah tercatat sebagai mahasiswa IKIP Bandung. Namun pada saat lulus nama IKIP Bandung telah berganti menjadi UPI sehingga pada saat acara wisuda muncul guyonan bahwa UPI itu singkatan dari Universitas Padahal IKIP.

Hal ini pula yang memicu angkatan 95 Pekon bersikeras mempertanyakan mengapa di dalam ijazahnya masih tercatat Jurusan PDU bukan Pekon sedangkan pada saat lulus menggunakan logo UPI.

Lulusan angkatan 95 Pekon seolah ingin menegaskan, mengapa logo IKIP bisa berubah menjadi UPI sedang Jurusan Pekon yang sudah menggantikan Jurusan PDU tidak berubah. Padahal saat pertama kali tercatat sebagai mahasiswa sudah tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Pekon bukan PDU.

Kembali ke reuni. Reuni diadakan di Galeri Soeyono di Kompleks Panorama Indah, Jalan Raya Tangkuban Parahu No C-31 Lembang, Kabupaten Bandung Barat yang di dalamnya menyuguhkan deretan mobil klasik, motor klasik, dan barang-barang antik lainnya. Suasana di dalam restoran dan kafe mengajak, melanglang memasuki ruang waktu 30 tahun ke belakang.

Pertengahan tahun 1995, Kota Bandung terutama di Jalan Setiabudhi, kampus UPI tidak seramai sekarang. Alat transportasi yang digunakan mahasiswa menuju kampus banyak menggunakan kendaraan umum yaitu angkutan kota dan bus kota atau damri. Mahasiswa yang menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil maupun sepeda motor dapat dihitung dengan jari.

Gerbang kampus berdiri tegak di sebelah utara, di depan Griya Seni Popo Iskandar sekarang. Sehingga kalau pagi, siang atau sore hari saat mahasiswa bubar kuliah, jalan di depan gerbang kampus sangat ramai. Angkutan kota yang ke arah Lembang atau Kota Bandung akan disesaki mahasiswa yang baru menyelesaikan perkuliahan.

Suasana kampus sangat sejuk karena rimbunnya pepohonan yang berdiri di antara gedung-gedung perkuliahan. Setiap pagi, terutama saat musim kemarau udara pagi akan terasa sangat dingin sekali. Terdapat pemandangan yang memanjakan mata di belakang kampus.

Pesona Gunung Tangkuban Parahu nan cantik dapat dipandang sepuas-puasnya dari pinggir lapangan sepak bola yang tidak terawat. Bergeser sedikit ke arah selatan, Gedung JICA UPI sekarang, pemandangan Kota Bandung dapat dilihat dengan jelas dari atas lapang sepak bola yang kedua.

Gedung Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). (Sumber: fpeb.upi.edu)
Gedung Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI). (Sumber: fpeb.upi.edu)

Tahun 1995, di sekeliling kampus UPI seperti Negla, Sersan Bajuri, Ledeng, Cipaku, Panorama/Jalan Kapten Abdul Hamid, dan Jalan Gegerkalong Girang banyak kos-kosan mahasiswa sederhana. Rumah-rumah penduduk di sekitar UPI memanfaatkan rumah tinggal untuk ditempati mahasiswa IKIP Bandung yang datang dari luar kota. Bahkan tidak sedikit penduduk yang mulai membuat kamar-kamar kos khusus buat mahasiswa dari luar kota.

Jalan Gegerkalong Girang tiga puluh tahun lalu tidak seramai sekarang. Jarak antar warung agak berjauhan. Menjelang sore hingga malam, di ujung jalan, samping gedung FPTK ramai disesaki pedagang-pedagang kuliner yang harganya relatif terjangkau bagi mahasiswa.

Salah satu alat transportasi yang paling terkenal di ujung Jalan Gegerkalong Girang adalah keor, demikian orang-orang menyebutnya. Keor ini kendaraan sejenis angkutan kota, ukurannya lebih kecil dari angkot. Keor bisa memuat delapan penumpang bila dipaksakan. Bahkan tidak jarang penumpang yang sengaja berdiri di pintu agar bisa terangkut.

Jalannya pelan dan jarak tempuhnya pun terbatas hanya dari ujung Jalan Gegerkalong Girang sampai Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Gegerkalong. Bagi orang-orang yang malas berjalan kaki, keor adalah pilihan utama setelah turun dari angkot di Jalan Setiabudhi. Ongkosnya pun relatif murah hanya seratus rupiah.

Reuni yang mengambil tema In Harmony Never Ending Story, dihadiri mantan ketua angkatan 95 dan ketua umum hima Pekon 1997-1998 yaitu Cecep Ridwan dan Elfin Permana. Dalam kesempatan ini keduanya mengajak agar menjaga silaturahmi di antara alumnus angkatan 95 Pekon. Menurut Cecep Ridwan, yang juga bertindak selaku ketua pelaksana kegiatan, reuni ini tidak hanya menjadi ajang bertatap muka, mengenang masa lalu, dan bergembira saja.

Beliau mengharapkan acara reuni ini bisa dijadikan sebagai alat diskusi, berbagi informasi, dan mempererat tali persaudaraan antar alumnus sekaligus mendoakan rekan-rekan yang telah mendahului. Ketua angkatan 95 Pekon ini juga mengharapkan agar reuni mendatang dihadiri peserta melebihi hari ini. Sebab yang datang ke reuni hari ini hanya sekitar 33 persen dari seluruh angkatan 95 Pekon.

Meskipun peserta yang datang hanya sekitar 33% tidak sedikit yang datang dari luar kota. Mereka sengaja datang karena sudah hampir tiga puluh tahun tidak bertatap muka. Walaupun sering berinteraksi di berbagai media sosial, rasanya lebih sempurna jika langsung bertatap muka. Terbukti ketika bertemu langsung keramaian langsung pecah seketika padahal acara belum dimulai.

Baca Juga: Perlu Terobosan Kebijakan, Bagaimana Mengukuhkan Bandung sebagai Kota Talenta?

Tidak semua alumnus Jurusan Pekon 95 yang sejatinya dididik untuk menjadi calon-calon tenaga pendidik di tanah air itu menjadi guru. Dari sejumlah peserta yang hadir tidak hanya tenaga pengajar yang mengajar di sekolah-sekolah di seputar Jawa Barat. Ada yang menjadi pengusaha, akunting, marketing, motivator, IT, bahkan penulis.

Ini membuktikan bahwa meski mempunyai latar belakang pendidikan sebagai calon pendidik namun bisa berkiprah di luar dunia kependidikan.

Acara reuni angkatan 95 Jurusan Pekon IKIP Bandung ditutup dengan menyanyikan lagu Sampai Jumpa milik Endank Soekamti dan Kemesraan milik Iwan Fals bersama-sama. Matahari mulai bergeser ke barat saat keluar dari Galeri Soeyono.

Beberapa rekan terlihat masih melepas kangen seakan enggan berpisah. Ada air mata bahagia dan sedih yang menjadi satu. Pesan persaudaraan jelas tergurat di wajah masing-masing. Semoga persaudaraan dan persahabatan ini abadi seperti Gunung Tangkuban Parahu yang setia menjaga kawasan Bandung Utara. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Ayo Netizen 14 Okt 2026, 18:01

Menyeret Emak dan Bapak Ke Pengadilan

Banyak Lansia atau orang tua yang disidangkan oleh anak kandungnya di pengadilan yang semestinya tidak terjadi peristiwa nirempati tersebut

Ruang sidang bukan tempat membalas budi orang tua. Utamakan musyawarah dan kasih sayang. (Sumber: Ilustrasi oleh Gemini AI)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 16:45

Penertiban PKL: Apakah Menuju Bandung yang lebih Ramah dengan Pejalan Kaki?

Beberapa waktu ke belakang Bandung sedang melakukan penertiban PKL di Jalan Kiaracondong dan Cihapit tentunya harapannnya pejalan kaki mendapatkan haknya kembali.

Ilustrasi Penertiban PKL. (Sumber: Ayobandung.com)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 14:52

Momentum Memerdekakan Guru

Menjadi anomali bahwa profesi guru mendapatkan tuntutan, tetapi dalam kehidupannya masih di bawah dari harapan.

Ilustrasi guru dan siswa di ruang kelas sekolah. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 13:49

Proyeksi JPO UIN Bandung: Realisasi atau Ilusi?

Sebuah kritik dan saran kepada birokrasi UIN Bandung terkait usulan pengadaan JPO di depan gerbang kampus yang berhadapan langsung dengan Jalan A.H. Nasution.

Lanskap Jalan A.H Nasution di jam aktifitas. (Sumber: Dipotret dengan ponsel pribadi. | Foto: Rifki Ahmad Ma'ruf)
Sejarah 14 Okt 2026, 11:58

Jejak LASWI Maung Bikang Asal Bandung

Di Bandung pernah ada satu pasukan perempuan yang terjun dalam medan perang di garis depan. Pasukan ini bernama LASWI

Patung LASWI di Kebonjukut, Kota Bandung (Foto: Mildan Abdalloh)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 11:12

Sunyi yang Tidak Selalu Puitik

Refleksi peringatan hari kesehatan mental di lingkungan pendidikan di Indonesia.

Kesehatan Mental Remaja (Sumber: GeminiAI)
Ayo Biz 14 Okt 2026, 10:41

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi

PLN Nusantara Power UP Cirata memperkuat infrastruktur jalan demi mendukung kelancaran mobilisasi dan keselamatan masyarakat sekitar.

PLN Nusantara Power UP Cirata Perkuat Kepedulian terhadap Akses Jalan di Sekitar Wilayah Operasi
Beranda 14 Okt 2026, 09:38

Data Center AI Jatiluhur Butuh 33 Juta Liter Air per Hari, Walhi Soroti Hak Warga dan Petani

Selain kebutuhan air yang besar, WALHI Jabar menyoroti transparansi dokumen lingkungan, potensi dampak terhadap pertanian, serta kebutuhan energi untuk operasional pusat data.

Pemandangan Waduk Jatiluhur pada 10 Oktober 2023. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 09:04

Persib Sudah Juara, Mengapa Fasilitas Pemain Perlu Disoal?

Thom Haye melayangkan kritikan terhadap fasilitas pemulihan yang disediakan Persib Bandung. Kritikan Haye dibarengi keluhan soal padatnya jadwal dan perjalanan yang melelahkan,

Thom Haye dalam sebuah pertandingan. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 14 Okt 2026, 08:00

Sampah Itu Pasti, Bersih Itu Pilihan: Belajar dari Kota Bandung

Sampah adalah konsekuensi kehidupan sehari-hari, tetapi kota yang dipenuhi sampah bukanlah takdir.

Launching GASLAH Tahun 2026 dalam Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026 Tingkat Kota Bandung. (Sumber: prokopim.bandung.go.id | Foto: Protokol Komunikasi Pimpinan)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 20:52

KDM, 'Bakakak Hayam', 'Bakekok', dan Investasi Rp7,4 Triliun

Bagi urang Sunda -- atau setidaknya mereka yang akrab dengan budaya dan tradisi Sunda pastilah tahu -- dan mungkin juga suka -- bakakak hayam.

Ilustrasi bakakak hayam. (Sumber: Dok pribadi | Foto: AI Gemini)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 19:14

Pegunungan Sanggabuana Akan Menjadi Taman Hutan Raya

Pegunungan Sanggabuana bersiap beralih status menjadi Taman Hutan Raya (Tahura). Langkah strategis ini diambil demi menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan melindungi ekosistem hutan Jawa.

Peta Pegunungan Sanggabuana (Sumber Peta:  Koninklijk Instituut voor Taal-, Land- en Volkenkunde), 1923 (Sumber: Digital Collections Universiteit Leiden)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:25

Paradigma Kereta Api Menjadi Wajah Baru Mobilitas Indonesia

Kereta api telah menjadi bagian dari denyut kehidupan sehari-hari. Dari alat transportasi menjadi ekosistem mobilitas. Wajah baru ini harus mampu menghubungkan berbagai aktivitas manusia.

Pekerja melakukan perawatan lokomotif di Depo Lokomotif Daop 2, Kota Bandung, Selasa 19 Maret 2024. (Sumber: Ayobandung | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 18:06

Ketika Hak Pejalan Kaki Terampas dan Jalanan Terjebak Macet di Kawasan SPOrT Jabar

Ulasan kritis trotoar SPOrT Jabar yang tersita PKL hingga picu kemacetan. Mengajak Pemda bertindak nyata demi hak pedestrian dan keadilan ruang publik.

Trotoar depan pagar SPOrT Jabar, Pacuan Kuda di penuhi pedagang kaki lima. (Sumber: Pribadi | Foto: Marsya Laura Humaira)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 17:02

Dualisme Mahasiswa Bandung: Di Antara Barisan Soekarno dan Gelombang Aksi Massa

Ketika demonstrasi mahasiswa mengguncang pemerintahan Soekarno, muncul pertanyaan yang membelah mahasiswa: apakah membela Indonesia berarti harus menjatuhkan Soekarno, atau justru mempertahankannya?

Pawai ITB Tahun 1966 di Jl. Asia Afrika Bandung (Sumber: Buku Mereka Dari Bandung: Pergerakan Mahasiswa Bandung 1960-1967)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 16:14

Janji Manis Negara Lindungi Berita, Angin Segar atau Alarm Waspada?

Saat pembaca beralih dari mesin pencari ke AI, industri media kian tertekan. Menkum Supratman Andi Agtas janji lindungi karya pers, apakah ini angin segar atau alarm waspada?

Industri media kian tertekan akibat pergeseran pola konsumsi informasi usai kehadiran AI yang menggeser mesin pencari. (Sumber: Pexels | Foto: Markus Winkler)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 15:13

Investasi Jawa Barat, SIO, dan Perlindungan Pekerja

Banyak pekerjaan di sektor industri dan konstruksi memerlukan keterampilan khusus, terutama pengoperasian forklift, crane, alat berat, serta pesawat angkat dan angkut lainnya.

Ilustrasi Investasi dan ketenagakerjaan di Jawa Barat mesti maju bersama (Sumber: dokpri | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 11:11

Nostalgia Era 90-an sambil Menikmati Sejuknya Gelatopedia Cirebon

Berkunjung ke Gelatopedia Cirebon tak hanya sekedar menikmati dinginnya es krim tapi juga nostalgia ke tahun 90-an di tempat yang sangat sejuk.

Desain Dinding Gelatopedia Cirebon (11/10/26). (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Dias Ashari)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 08:56

Jalan A.H. Nasution UIN 1 Bandung: Ramai Laju Kendaraan, Sepi Hak Pejalan Kaki

Setiap hari mahasiswa dan warga terpaksa berjalan di bahu Jalan A.H. Nasution karena trotoar yang rusak.

Mahasiswa terpaksa berjalan di bahu jalan,karena trotoar yang tidak layak digunakan disekitar gerbang UIN Bandung Kampus 1. (Foto: Risa Aulia Rahma)
Ayo Netizen 13 Okt 2026, 07:44

Persib U18 dan Anak-Anak yang Menanggung Dosa Rivalitas Orang Dewasa

Langkah manajemen Persib membawa kasus penyerangan terhadap rombongan Persib U18 ke jalur hukum memiliki arti penting.

Bobotoh cilik Persib. (Sumber: ayobandung.com | Foto: ayobandung)