Keinginan Penduduk Bandung untuk Jaringan Transportasi yang Lebih Banyak

Marcia kaleela saputra
Ditulis oleh Marcia kaleela saputra diterbitkan Jumat 02 Jan 2026, 22:06 WIB
Suasana lalu lintas di Jalan Asia Afrika, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat, 28 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Marcia Kaleela)

Suasana lalu lintas di Jalan Asia Afrika, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat, 28 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Marcia Kaleela)

Perjalanan menjadi bagian penting dari kehidupan orang Bandung, mulai dari perjalanan ke sekolah dan tempat lainnya. Namun, sistem transportasi umum Bandung masih belum cukup untuk memenuhi permintaan mobilitas yang meningkat. Tidak banyak opsi transportasi publik di Bandung, terutama bus dan kereta yang biasa digunakan warga dalam bepergian.

Banyak warga Bandung masih bergantung pada kendaraan pribadi, menurut laporan GoodStats tahun 2025. Motor menjadi pilihan utama karena fleksibilitas cepat sementara transportasi umum belum memberikan kenyamanan yang serupa bagi masyarakat. 

Ketidakmerataan jaringan transportasi menyebabkan banyak permukiman dan wilayah lain kesulitan mendapatkan akses layanan publik yang layak. Layanan Teman Bus masih sedikit dan belum tersebar secara merata membuat warga kesulitan menemukan transportasi umum terdekat.

Layanan bus yang ada belum dapat diandalkan karena frekuensi tidak pasti serta informasi rute yang kadang membingungkan masyarakat. Halte yang tidak teratur dan lokasi kurang strategis semakin menyulitkan warga untuk berpindah moda secara nyaman dan efisien.

Pengguna transportasi umum di Bandung masih sangat sedikit, kurang dari sepuluh persen, karena layanan yang belum memadai. Banyak warga sangat berharap adanya Kereta Rel Listrik seperti di Jakarta yang bisa ke daerah lain dengan cepat dan mudah. Harapan itu menunjukkan keinginan warga untuk beralih ke transportasi yang lebih praktis dan nyaman jika tersedia. 

Ketidaksediaan pilihan memaksa warga kembali menggunakan kendaraan pribadi meskipun menambah kemacetan kota setiap harinya. Wali Kota Bandung ini perlu menempatkan perbaikan transportasi umum sebagai prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan mobilitas warga. Kebijakan yang berfokus pada memperluas akses dapat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

M. Farhan harus memperbanyak rute dan armada bus agar layanan Trans Metro Bandung bisa menjangkau wilayah padat penduduk. Penambahan layanan Teman Bus yang lebih banyak dan merata dapat memperluas pilihan perjalanan warga secara luas. 

Realisasi Bus Rapid Transit harus dipercepat oleh M. Farhan karena ini menawarkan kepastian waktu dan kapasitas besar. Bus Rapid Transit bisa menjadi solusi andalan untuk mobilitas Bandung kalau dirancang dengan terintegrasi sempurna dan menjangkau luas.

Fasilitas halte harus diperbaiki agar seluruh warga memperoleh akses informasi perjalanan yang jelas dan akurat. Halte ramah pejalan kaki akan meningkatkan kenyamanan masyarakat sehingga mendorong mereka menggunakan transportasi umum.

Pengembangan rel seperti KRL perlu dipertimbangkan serius oleh M. Farhan karena memberikan efisiensi perjalanan lebih stabil. KRL bisa jadi solusi besar buat mobilitas Bandung karena mampu hubungkan wilayah secara cepat dan lancar. Integrasi antarmoda harus menjadi fokus kepemimpinan M. Farhan agar masyarakat dapat berpindah dengan mudah dan efisien.

Baca Juga: Penjual Dompet Sukaregang Garut ‘Nyelip’ di Tengah Penjual Oleh-Oleh Yogyakarta

Sistem tarif terhubung dan informasi rute terpadu akan menciptakan pengalaman perjalanan lebih nyaman bagi seluruh warga Bandung. Transportasi umum yang merata dan terjangkau bisa meningkatkan kualitas hidup warga serta menciptakan kota berkelanjutan. Inisiatif yang dipimpin M. Farhan diharapkan menghadirkan sistem mobilitas baru yang memenuhi harapan masyarakat Bandung. 

Banyak warga Bandung merasa lelah setiap hari gara-gara terlalu bergantung pada motor atau mobil pribadi di tengah kemacetan.​ Layanan Teman Bus yang sekarang masih terbatas benar-benar membuat warga haus akan akses yang lebih merata di setiap sudut kota.​ Kami sangat berharap Wali Kota M. Farhan bisa wujudkan transportasi umum yang nyaman. (*)

Artikel Rekomendasi Untuk Anda

Disclaimer

Tulisan ini merupakan artikel opini yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Pandangan yang disampaikan dalam artikel ini tidak mewakili pandangan atau kebijakan organisasi dan redaksi AyoBandung.id.

Marcia kaleela saputra
Telkom University Digital Public Relations 2024

Berita Terkait

Menyalakan Api Kehidupan

Ayo Netizen 01 Jan 2026, 20:01 WIB
Menyalakan Api Kehidupan

News Update

Ayo Netizen 25 Jan 2026, 11:05 WIB

Interior Bus Listrik Metro sebagai Pengalaman Ruang Bergerak di Kota Bandung

Transportasi publik dalam konteks ini, dipahami sebagai ruang interior bergerak yang dialami secara nyata oleh pengguna/penumpang.
Bus listrik metro. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Biz 24 Jan 2026, 21:30 WIB

Menyelami Dinamika Properti Indonesia: Antara Regulasi, Pasar, dan Integritas Developer

Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti.
Industri properti kini bukan lagi sekadar urusan semen dan baja, melainkan pertarungan kecerdasan dalam menafsirkan naskah regulasi yang terus berganti. (Sumber: Freepik)
Beranda 24 Jan 2026, 09:15 WIB

Memaknai Filosofi Warna Wayang Golek sebagai Cermin Karakter dan Arti Kehidupan

Tak hanya posisi mahkota, warna pada wajah wayang juga menjadi kunci untuk memahami filosofi karakter.
Tatang Ruhiana dan koleksi wayan goleknya yang dijual di galeri Alan Ruchiat. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Halwa Raudhatul)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 22:10 WIB

Normalisasi Sungai Mandiri: Kepemimpinan RT/RW Menjawab Tantangan Banjir

Kabupaten Bandung termasuk wilayah yang hampir setiap musim penghujan mengalami banjir di sejumlah titik.
Ketua RT 02 dan warga membersihkan tumbuhan liar dan semak semak di aliran sungai. (Foto: Jumali indrayanto)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 20:43 WIB

Kualitas Perjalanan Warga Bandung Menurun, Evaluasi Infrastruktur Transportasi Mengemuka

Kemacetan di Bandung membuat perjalanan harian warga lebih lama, menurunkan produktivitas, dan menurunkan kenyamanan mobilitas. Perlu pengaturan lalu-lintas lebih baik.
Pengendara terjebak macet di Buah Batu Ketika hujan turun, Senin (01/12/2025). (Foto: Nabila Khairunnisa P)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 19:47 WIB

Lisa Blackpink di Bandung Barat: Antara Gengsi Global dan Ujian Tatakrama Kita

Lisa Blackpink syuting di Bandung Barat? Intip alasan Netflix memilih Citatah dan bagaimana warga menyikapi bocornya lokasi syuting tersebut.
Salah satu tebing karst yang terus dijaga bersama adalah Tebing Citatah 125 karena di sinilah sejarah panjat tebing Indonesia bermula. (Sumber: Eiger)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 17:24 WIB

Industri Sepak Bola Putri Indonesia Sedang Bertumbuh di Tengah Kekosongan Liga Resmi

Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat.
Dari Bandung, Tangerang hingga Samarinda, gairah sepak bola putri tumbuh dengan cepat, menghadirkan pemandangan baru yang beberapa tahun lalu masih jarang terlihat. (Sumber: MilkLife Soccer Challenge)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:58 WIB

Menata Ulang Wajah Transportasi Bandung

Lalu lintas Bandung yang terbilang sangat padat telah menjadi masalah bagi warga sejak tahun 2024.
Kemacetan Bandung Pada malam hari (21.52 WIB) di Jln. Terusan Buah Batu. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Muhammad Airell Fairuzia)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 16:24 WIB

Kota Wisata dengan Beban Mobilitas Tinggi: Tantangan Tata Transportasi Bandung

Pemerintah sudah mencoba menerapkan berbagai cara untuk mengatasi permasalahan kemacetan, namun masih tak kunjung menemukan solusi yang tepat.
Kemacetan arus lalu lintas di ruas jalan Buah Batu, Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, menjadi pemandangan sehari hari bagi warga yang melintas (03/12/2025). (Sumber: Ramadhan Dwiadya Nugraha)
Ayo Biz 23 Jan 2026, 15:58 WIB

Menjaga Pertumbuhan di Tengah Krisis Fiskal: Strategi Obligasi dan Sukuk Jawa Barat

Ekonomi Jawa Barat pada Triwulan II 2025 tumbuh solid sebesar 5,23% year-on-year. Namun, di balik angka yang tampak menjanjikan itu, terdapat bayangan tantangan fiskal yang semakin nyata.
Ilustrasi obligasi dan sukuk daerah memperluas inklusi keuangan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 15:01 WIB

Ketika Mobilitas Tersendat, Kepercayaan Publik Ikut Tergerus

Kemacetan yang terus menerus terjadi membuat masyarakat Bandung semakin resah.
Pengendara mobil dan motor yang menunggu macet di malam hari (02/11/2025). (Foto: Sherina Khairunisa)
Ayo Jelajah 23 Jan 2026, 14:03 WIB

Kisah Para Warga Bandung yang Terjerat Tipu Daya Judi Online Kamboja

Judi online jaringan Kamboja menjalar hingga Bandung lewat iklan kerja digital. Anak muda direkrut sebagai operator dari rumah kontrakan atau luar negeri dengan janji gaji bulanan yang terlihat wajar.
Ilustrasi judi Kamboja.
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 13:38 WIB

Dana Indonesiana Tertunda, Pelestari Budaya Ngada Alami Tekanan Mental

Dana Indonesiana belum cair, program budaya Ngada tertunda, pelakunya menghadapi tekanan sosial dan mental di kampungnya sendiri.
Desa Adat Bena. (Sumber: Arsip pribadi narasumber)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 12:08 WIB

Catatan Awal Tahun dari Wargi Bandung

Januari 2026 tiba, udara Bandung terasa berbeda.
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Terminal Cicaheum, Kota Bandung. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Ilham Maulana)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 10:07 WIB

Semestinya Kita Berefleksi dari Bencana Sumatra

Peristiwa ini bukan sekadar kabar duka dari satu wilayah, melainkan cermin rapuhnya kesiapsiagaan kita menghadapi bencana yang berulang.
Sisa banjir di Sumatra Barat pada awal Desember 2025. (Sumber: pkp.go.id)
Beranda 23 Jan 2026, 06:49 WIB

Konsistensi infoantapani Menyapa Warga Antapani Selama 12 Tahun, Bukan Cuma Urusan Algoritma dan Engagement

Akun ini tidak ingin dipandang sebagai media yang semata-mata mengutamakan kecepatan, namun juga tidak memilih gaya bahasa yang saklek, kaku, atau terlalu formal.
Owner dan founder @infoantapani, Venda Setya Nugraha. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Nisrina Nuraini)
Ayo Netizen 23 Jan 2026, 06:33 WIB

Bunderan Cibiru dan Tumpukan Kendaraan

Bunderan Cibiru menjadi salah satu titik macet yang ada di Bandung.
Macet menjelang Malam Natal dan Tahun Baru. (Sumber: Dokumentasi Penulis)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 21:00 WIB

Hanya 'Keajaiban' yang Bisa Menuntaskan Masalah Kemacetan di Kota Bandung

Macetnya Kota Bandung kerap menjadi sorotan, bagaimana cara mengatasinya?
Padatnya Kota Bandung pada sore hari, Rabu (3/12/2025). (Sumber: Dokumentasi penulis | Foto: Venecia Fiantika)
Ayo Biz 22 Jan 2026, 18:39 WIB

Industri Belajar Bernapas Hijau: Ketika Sustainability Jadi Nafas Baru

Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan.
Dengan mengintegrasikan prinsip keberlanjutan, industri dapat menekan dampak negatif melalui efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan pemanfaatan bahan baku ramah lingkungan. (Sumber: Freepik)
Ayo Netizen 22 Jan 2026, 18:14 WIB

Cinta Bobotoh pada PERSIB, Sebuah Kesetiaan Tanpa Syarat

Kesetiaan Bobotoh terhadap PERSIB Bandung yang tidak bergantung pada kemenangan atau prestasi semata.
Jadi warna lain yang menyapa di laga Persib, Bobotoh Unyu-unyu bukan sekadar pendukung tapi wajah baru dalam dinamika suporter sepak bola Indonesia. (Sumber: dok. Bobotoh Unyu-unyu)