Keinginan Penduduk Bandung untuk Jaringan Transportasi yang Lebih Banyak

3 menit baca
Marcia kaleela saputra
Ditulis oleh Marcia kaleela saputra diterbitkan
Suasana lalu lintas di Jalan Asia Afrika, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat, 28 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Marcia Kaleela)
Suasana lalu lintas di Jalan Asia Afrika, Kelurahan Braga, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat, 28 November 2025. (Sumber: Dokumentasi Pribadi | Foto: Marcia Kaleela)

Perjalanan menjadi bagian penting dari kehidupan orang Bandung, mulai dari perjalanan ke sekolah dan tempat lainnya. Namun, sistem transportasi umum Bandung masih belum cukup untuk memenuhi permintaan mobilitas yang meningkat. Tidak banyak opsi transportasi publik di Bandung, terutama bus dan kereta yang biasa digunakan warga dalam bepergian.

Banyak warga Bandung masih bergantung pada kendaraan pribadi, menurut laporan GoodStats tahun 2025. Motor menjadi pilihan utama karena fleksibilitas cepat sementara transportasi umum belum memberikan kenyamanan yang serupa bagi masyarakat. 

Ketidakmerataan jaringan transportasi menyebabkan banyak permukiman dan wilayah lain kesulitan mendapatkan akses layanan publik yang layak. Layanan Teman Bus masih sedikit dan belum tersebar secara merata membuat warga kesulitan menemukan transportasi umum terdekat.

Layanan bus yang ada belum dapat diandalkan karena frekuensi tidak pasti serta informasi rute yang kadang membingungkan masyarakat. Halte yang tidak teratur dan lokasi kurang strategis semakin menyulitkan warga untuk berpindah moda secara nyaman dan efisien.

Pengguna transportasi umum di Bandung masih sangat sedikit, kurang dari sepuluh persen, karena layanan yang belum memadai. Banyak warga sangat berharap adanya Kereta Rel Listrik seperti di Jakarta yang bisa ke daerah lain dengan cepat dan mudah. Harapan itu menunjukkan keinginan warga untuk beralih ke transportasi yang lebih praktis dan nyaman jika tersedia. 

Ketidaksediaan pilihan memaksa warga kembali menggunakan kendaraan pribadi meskipun menambah kemacetan kota setiap harinya. Wali Kota Bandung ini perlu menempatkan perbaikan transportasi umum sebagai prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan mobilitas warga. Kebijakan yang berfokus pada memperluas akses dapat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

M. Farhan harus memperbanyak rute dan armada bus agar layanan Trans Metro Bandung bisa menjangkau wilayah padat penduduk. Penambahan layanan Teman Bus yang lebih banyak dan merata dapat memperluas pilihan perjalanan warga secara luas. 

Realisasi Bus Rapid Transit harus dipercepat oleh M. Farhan karena ini menawarkan kepastian waktu dan kapasitas besar. Bus Rapid Transit bisa menjadi solusi andalan untuk mobilitas Bandung kalau dirancang dengan terintegrasi sempurna dan menjangkau luas.

Fasilitas halte harus diperbaiki agar seluruh warga memperoleh akses informasi perjalanan yang jelas dan akurat. Halte ramah pejalan kaki akan meningkatkan kenyamanan masyarakat sehingga mendorong mereka menggunakan transportasi umum.

Pengembangan rel seperti KRL perlu dipertimbangkan serius oleh M. Farhan karena memberikan efisiensi perjalanan lebih stabil. KRL bisa jadi solusi besar buat mobilitas Bandung karena mampu hubungkan wilayah secara cepat dan lancar. Integrasi antarmoda harus menjadi fokus kepemimpinan M. Farhan agar masyarakat dapat berpindah dengan mudah dan efisien.

Baca Juga: Penjual Dompet Sukaregang Garut ‘Nyelip’ di Tengah Penjual Oleh-Oleh Yogyakarta

Sistem tarif terhubung dan informasi rute terpadu akan menciptakan pengalaman perjalanan lebih nyaman bagi seluruh warga Bandung. Transportasi umum yang merata dan terjangkau bisa meningkatkan kualitas hidup warga serta menciptakan kota berkelanjutan. Inisiatif yang dipimpin M. Farhan diharapkan menghadirkan sistem mobilitas baru yang memenuhi harapan masyarakat Bandung. 

Banyak warga Bandung merasa lelah setiap hari gara-gara terlalu bergantung pada motor atau mobil pribadi di tengah kemacetan.​ Layanan Teman Bus yang sekarang masih terbatas benar-benar membuat warga haus akan akses yang lebih merata di setiap sudut kota.​ Kami sangat berharap Wali Kota M. Farhan bisa wujudkan transportasi umum yang nyaman. (*)

Ikuti AyoBandung.id di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

Berita Terkait

News Update

Ayo Netizen 09 Okt 2026, 20:18

Generasi Berempati Ekologis

Refleksi guru dalam isu darurat dampah di Bandung Raya.

Generasi berempati ekologis. (Sumber: GeminiAI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 19:45

Pesantren dan Pluralitas Indonesia

Bagaimana kita melihat pesantren kini dalam pluralitas? Masyarakat tidak cukup hanya diajarkan untuk "toleran". Mereka perlu memahami mengapa perbedaan harus dihormati dan hidup bersama secara adil.

Ilustrasi santri yang sedang belajar di pesantren. (Sumber: Pexels/Mufid Majnun)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:38

Hidangan-Hidangan Nostalgia: Tanggung Jawab Bersama Melestarikan Warisan Kuliner Nusantara

Mari kita melangkahkan kaki lebih dalam untuk menjelajahi keunikan serta kekayaan rasa hidangan utama tradisional yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Populer di Bandung sejak 1930, Colenak Tapai Pisang menyajikan perpaduan tapai singkong dan pisang tanduk panggang dengan saus gula merah kelapa, nikmat disantap hangat bersama teh panas. (Sumber: Dokumentasi Primarasa)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 18:04

Curug Putri Palutungan Terjun dari Atas Lava Gunung Gegerhalang

Gunung Gegerhalang itu ibu dari Gunung Cereme. Bila direkonstruksi, tinggi Gunung Gegerhalang itu diperkirakan mencapai 4.000 m dpl.

Dinding lembah di sisi timur Curug Putri, berupa susunan batutemplek, lava yang membeku dari aliran Gunung Gegerhalang peruode ke-2. (Foto: T Bachtia)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 17:35

UU Pelindungan Ketenagakerjaan: Mampukah Membuka Jalan bagi Gen Z?

Jika aturan memberikan perlindungan yang jelas sekaligus menciptakan kepastian hukum, perusahaan memiliki dasar yang lebih baik untuk menyusun rencana usaha dan perekrutan.

Harapan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dan Nasib Gen Z. (Sumber: dok FSP LEM SPSI | Foto: Arif Minardi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 16:45

Menyelisik Peristiwa ’65 dari Kacamata Seorang Anak 7 Tahun: Membaca Candik ala 1965

Candik Ala 1965 membuka cara membaca peristiwa 1965 melalui pengalaman seorang anak yang belum memahami sepenuhnya konflik politik di sekitarnya.

Buku "andik Ala 1965" karya Tinuk R. Yampolsky. (Foto: Nur Febri Putranto)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 15:32

Bandung dan Cirebon: Dua wilayah di Jawa Barat yang Memiliki Suhu Udara Berkebalikan

Bandung dan Cirebon merupakan dua kota yang berada dalam satu wilayah Jawa Barat tapi memiliki kondisi cuaca yang jauh berbeda

Dua kota yang masuk ke wilayah Jawa barat tapi memiliki cuaca yang berbeda. (Sumber: Generated AI)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 10:16

Kala Bandung Tua Perlu Belajar dari Bandung Muda

Bandung Tua perlu belajar dari Bandung muda. Bukan berarti setiap gagasan anak muda pasti benar. Juga bukan berarti generasi yang lebih tua harus menyerahkan kemudi begitu saja. 

Aktivitas lari yang jadi tren di Bandung kiwari. (Sumber: ayobandung.id | Foto: Irfan Al-Faritsi)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 08:04

Jejak Rasa di Tanah Seberang: Sejarah, Adaptasi, dan Evolusi Kuliner Jawa di Suriname

Migrasi besar-besaran tenaga kerja dari Jawa ke Suriname terjadi pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Sebuah foto yang memperlihatkan seorang perempuan Jawa di Suriname sedang menyiapkan hidangan ala Jawa untuk sebuah perjamuan. (Sumber: collectie.wereldmuseum.nl)
Ayo Netizen 09 Okt 2026, 07:43

Masa Depan Bandung Command Center: Dari Monitor ke Otak Kota

BCC masa depan idealnya mempunyai tiga lapisan. Pertama, IoT menjadi mata dan telinga kota. Kedua, AI menjadi mesin analisisnya. Ketiga, manusia tetap menjadi pengambil keputusan.

Ruang utama Bandung Command Center (BCC). (Sumber: sumber: Bandung.go.id)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 19:14

Ketika Keamanan Pangan Kota Bandung Diuji Kasus 88 Seoul

Momentum untuk melihat kembali bagaimana keamanan pangan dan perlindungan konsumen diterapkan dalam industri kuliner Kota Bandung yang terus berkembang.

Ilustrasi Walikota Bandung sedang sidak keamanan pangan. (Sumber: ilustrasi dikreasi dengan chatgpt | Foto: Sri Maryati)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 18:13

Bagaimana Menjadikan Kota Bandung sebagai Sentra Batik Utama di Jawa Barat

Bandung berpotensi menjadi sentra batik utama Jawa Barat. Melalui inovasi motif modern, penguatan pengrajin lokal dan dukungan festival budaya, batik Bandung siap mendominia pasar lokal dan global.

Damakara Store di Cihapit. (Sumber: Ayobandung.id | Foto: Rizma Riyandi)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 17:43

Khazanah Masakan Bogor Tempo Doeloe: Warisan Gastronomi Leluhur yang Kian Langka

Kuliner Bogor tempo doeloe adalah bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Sunda dan kekayaan gastronomi Nusantara.

Cungkring merupakan sajian khas Bogor berupa sate kulit sapi yang dibalut gurihnya bumbu rempah dan kacang. (Sumber: Youtube | Foto: Dyodoran)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 16:17

Mang Jaya, Maestro Dongeng Sunda yang Melintasi Zaman

Lebih dari setengah abad Mang Jaya menjaga dongeng dan bahasa Sunda tetap hidup melalui kekuatan suara dan imajinasi.

Sosok Mang Jaya, maestro dongeng Sunda yang telah puluhan tahun menghidupkan tradisi mendongeng dan memperkenalkan kekayaan cerita Sunda kepada lintas generasi. (Sumber: Istimewa)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 15:46

Memaknai Kembali Bandung Heritage

Ada sudut-sudut kota Bandung yang menyimpan cerita sejarah tapi tergerus oleh waktu. Bandung bukan hanya kota arsitektur, tapi juga tempat bahasa Sunda dicetak, dibaca dan disebarluaskan.

Gedung peninggalan Era Kolonial di Kota Bandung. (Sumber: Pexels | Foto: Andaru Firmansyah)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 13:10

Bandung Tak Bisa Hanya Diurus lewat 'PowerPoint'

Bandung tidak perlu menciptakan sejarah baru. Sejarahnya sudah ada. Yang dibutuhkan adalah menghubungkan titik-titik sejarah yang selama ini berdiri sendiri.

Salah satu sudut kawasan heritage Braga. (Sumber: ayobandung.com | Foto: Arif Ruhiyat)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 12:18

Masakan-Masakan Tionghoa Populer dalam Buku 'Masakan Aneka Warna' (1969)

Buku berjudul Masakan Aneka Warna disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio (yang juga ditulis sebagai Ibu Satrio Samuel).

Buku berjudul "Masakan Aneka Warna" disusun oleh Ny. W.J. Corputty dan Nn. Ong Kim Nio dan diterbitkan pertama kali oleh PN Balai Pustaka tahun 1969. (Sumber: Dokumentasi Penulis | Foto: Badiatul Muchlisin Asti)
Wisata & Kuliner 08 Okt 2026, 11:18

Perkedel Bondon, Pengisi Perut Masinis Hingga Tempat Mangkal Para Perempuan Malam di Bandung

Perkedel Bondon lahir dari kebutuhan akan panganan para pekerja kereta api di Kota Bandung yang hanya melayani pelanggannya pada malam hari.

warung perkede Bondon di Jalan Stasiun Timur Kota Bandung (ist)
Ayo Netizen 08 Okt 2026, 10:34

Menolong Tak Cukup dengan Peduli: Ketika Mental Tak Baik-Baik Saja

Tidak semua orang yang sedang berjuang dengan masalah mental berkata, “Saya butuh pertolongan.” Kadang, yang dibutuhkan hanyalah seseorang yang peka kalau saya sedang tidak baik-baik saja.

Pembukaan Program Psikoedukasi Kesehatan Mental Remaja Pusjar SKTAN Tahun 2026. (Sumber: Humas Pusjar SKTAN | Foto: Humas Pusjar SKTAN)
Sejarah 08 Okt 2026, 09:24

Pertumbuhan Penduduk dan Hilangnya Penampung Air di Bandung

Banyak daerah di Bandung yang menggunakan nama Situ. Istilah ini merujuk pada keberadaan sebuah danau di tempat tersebut. Seperti Situ Aksan, Situ Sudimampir dan Situ Gunting

Situ aksan pada zama dahulu.(foto Istimewa)