Perjalanan menjadi bagian penting dari kehidupan orang Bandung, mulai dari perjalanan ke sekolah dan tempat lainnya. Namun, sistem transportasi umum Bandung masih belum cukup untuk memenuhi permintaan mobilitas yang meningkat. Tidak banyak opsi transportasi publik di Bandung, terutama bus dan kereta yang biasa digunakan warga dalam bepergian.
Banyak warga Bandung masih bergantung pada kendaraan pribadi, menurut laporan GoodStats tahun 2025. Motor menjadi pilihan utama karena fleksibilitas cepat sementara transportasi umum belum memberikan kenyamanan yang serupa bagi masyarakat.
Ketidakmerataan jaringan transportasi menyebabkan banyak permukiman dan wilayah lain kesulitan mendapatkan akses layanan publik yang layak. Layanan Teman Bus masih sedikit dan belum tersebar secara merata membuat warga kesulitan menemukan transportasi umum terdekat.
Layanan bus yang ada belum dapat diandalkan karena frekuensi tidak pasti serta informasi rute yang kadang membingungkan masyarakat. Halte yang tidak teratur dan lokasi kurang strategis semakin menyulitkan warga untuk berpindah moda secara nyaman dan efisien.
Pengguna transportasi umum di Bandung masih sangat sedikit, kurang dari sepuluh persen, karena layanan yang belum memadai. Banyak warga sangat berharap adanya Kereta Rel Listrik seperti di Jakarta yang bisa ke daerah lain dengan cepat dan mudah. Harapan itu menunjukkan keinginan warga untuk beralih ke transportasi yang lebih praktis dan nyaman jika tersedia.
Ketidaksediaan pilihan memaksa warga kembali menggunakan kendaraan pribadi meskipun menambah kemacetan kota setiap harinya. Wali Kota Bandung ini perlu menempatkan perbaikan transportasi umum sebagai prioritas utama untuk memenuhi kebutuhan mobilitas warga. Kebijakan yang berfokus pada memperluas akses dapat membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
M. Farhan harus memperbanyak rute dan armada bus agar layanan Trans Metro Bandung bisa menjangkau wilayah padat penduduk. Penambahan layanan Teman Bus yang lebih banyak dan merata dapat memperluas pilihan perjalanan warga secara luas.
Realisasi Bus Rapid Transit harus dipercepat oleh M. Farhan karena ini menawarkan kepastian waktu dan kapasitas besar. Bus Rapid Transit bisa menjadi solusi andalan untuk mobilitas Bandung kalau dirancang dengan terintegrasi sempurna dan menjangkau luas.
Fasilitas halte harus diperbaiki agar seluruh warga memperoleh akses informasi perjalanan yang jelas dan akurat. Halte ramah pejalan kaki akan meningkatkan kenyamanan masyarakat sehingga mendorong mereka menggunakan transportasi umum.
Pengembangan rel seperti KRL perlu dipertimbangkan serius oleh M. Farhan karena memberikan efisiensi perjalanan lebih stabil. KRL bisa jadi solusi besar buat mobilitas Bandung karena mampu hubungkan wilayah secara cepat dan lancar. Integrasi antarmoda harus menjadi fokus kepemimpinan M. Farhan agar masyarakat dapat berpindah dengan mudah dan efisien.
Baca Juga: Penjual Dompet Sukaregang Garut ‘Nyelip’ di Tengah Penjual Oleh-Oleh Yogyakarta
Sistem tarif terhubung dan informasi rute terpadu akan menciptakan pengalaman perjalanan lebih nyaman bagi seluruh warga Bandung. Transportasi umum yang merata dan terjangkau bisa meningkatkan kualitas hidup warga serta menciptakan kota berkelanjutan. Inisiatif yang dipimpin M. Farhan diharapkan menghadirkan sistem mobilitas baru yang memenuhi harapan masyarakat Bandung.
Banyak warga Bandung merasa lelah setiap hari gara-gara terlalu bergantung pada motor atau mobil pribadi di tengah kemacetan. Layanan Teman Bus yang sekarang masih terbatas benar-benar membuat warga haus akan akses yang lebih merata di setiap sudut kota. Kami sangat berharap Wali Kota M. Farhan bisa wujudkan transportasi umum yang nyaman. (*)
